Search
Close this search box.

4 Jenis Disfungsi Seksual pada Pria & Wanita – Klinik Pandawa

Jenis-jenis disfungsi seksual ada banyak dan mengetahui berbagai jenisnya akan membantu Anda mengobatinya dan mengetahui gejalanya.

Pasalnya, disfungsi seksual merupakan penyakit yang banyak ditakuti khususnya oleh kaum pria. Bagi kaum wanita juga perlu waspada terkait disfungsi seksual.

Lantas apa saja jenis-jenis disfungsi seksual yang ada dan wajib diketahui? Berikut pembahasan lengkapnya untuk dibahas secara detail.

1. Impotensi

Impotensi dikenal juga sebagain disfungsi ereksi yang merupakan sebuah kondisi di mana penis tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi untuk berhubungan seksual. Impotensi bisa menyerang siapapun tidak peduli usianya baik muda ataupun tua.

Biasanya impotensi juga disebabkan oleh kondisi medis yang membuat tidak mampu untuk mempertahankan ereksi. Selain itu faktor psikologis juga berpengaruh pada kemampuan pria untuk ereksi.

Sebelum membaca lebih lanjut, yuk tonton video dibawah ini tentang penyebab disfungsi ereksi “#TanyaDokter Akibat Sering Onani”.

Source: Youtube / Klinik Utama Pandawa

Lantas mengapa impotensi bisa terjadi? Tentu saja bisa karena impotensi bisa terjadi ketika aliran darah ke penis dibatasi. Beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan impotensi antara lain:

  • Diabetes
  • penyakit ginjal
  • Sklerosis ganda
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Trauma
  • Neuropati perifer
  • Kegemukan
  • Faktor psikologis seperti depresi, stres, dan cemas
  • Memiliki kadar testoteron rendah

Menurut sebuah studi dikutip dari Priority Mens Medical, 40% pria terkena impotensi di usia 40 tahun dan hamper 70% pria bisa terkena impotensi ketika menginjak usia 70 tahun. Untuk orang dengan usia lebih muda, pencetus impotensi bisa juga dari minum alkohol terlalu banyak.

Selain itu merokok juga bisa menjadi penyebab terjadinya impotensi. Itulah sebabnya menghindari rokok bisa membuat Anda terhindar dari impotensi juga.

Artikel Lainnya: Penyebab Disfungsi Seksual Bisa Lewat Penyakit Menular Seksual

2. Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah kondisi ketika air sperma yang dari tubuh lebih cepat dari yang diinginkan saat melakukan hubungan seksual. Ini merupakan keluhan seksual yang umum terjadi. Bahkan satu dari tiga pria pernah mengalami ejakulasi dini.

Adapun seseorang dianggap mengalami ejakulasi dini apabila memiliki sejumlah kriteria sebagai berikut:

  • Hampir selalu ejakulasi dalam satu sampai tiga menit penetrasi
  • Tidak bisa menunda ejakulasi hampir sepanjang waktu saat berhubungan seks
  • Menghindari keintiman seksual

Perlu diketahui bahwa ejakulasi dini adalah kondisi yang bisa diobati sehingga seseorang tidak perlu khawatir ketika mengalami gejala-gejala tersebut.

Selain kriterianya, gejala pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Namun setidaknya ada dua penyebab yaitu psikologis dan medis. Beberapa faktor psikologis yang berperan menyebabkan ejakulasi dini antara lain:

  • Pelecehan seksual
  • Citra tubuh yang tidak bagus
  • Depresi
  • Pengalaman seksual di awal
  • Perasaan bersalah sehingga Anda terburu-buru melakukan hubungan seks

Sedangkan untuk faktor biologis yang dianggap menyebabkan ejakulasi dini antara lain sebagai berikut:

  • Hormon yang punya kadar tidak teratur
  • Infeksi dan pembengkakan prostat atau uretra
  • Sifat yang diwariskan

3. Kesulitan Ejakulasi

Kesulitan Ejakulasi atau gangguan ejakulasi merupakan kondisi di mana seseorang membutuhkan rangsangan seksual dalam waktu lama untuk mencapai klimaks seksual dan mengalami ejakulasi. Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa pria dengan gangguan ejakulasi tidak bisa ejakulasi sama sekali.

Gangguan ejakulasi sifatnya bisa sementara atau seumur hidup. Adapun penyebab gangguan ejakulasi bisa jadi karena kondisi kesehatan kronis tertentu, obat-obatan, atau operasi. Bagi pria, menunda ejakulasi adalah hal wajar. Tapi bisa menjadi tidak wajar ketika mulai menimbulkan stres bagi pasangan.

Selain itu gangguan ejakulasi bisa disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau masalah kesehatan mental seperti stres, cemas, atau depresi.

Baca Juga: Bahaya Disfungsi Ereksi Ini Bisa Ganggu Kepuasan Seksual Anda

4. Gangguan Sperma

Sebanyak satu dari tujuh pasangan tidak subur meskipun mereka melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun atau lebih. Gangguan sperma merupakan penyebab dari masalah infertilitas pria.

Gangguan sperma menyebabkan fungsi sperma tidak normal atau tersumbat yang menyebabkan pengiriman sperma terganggu. Cedera, penyakit, masalah kesehatan kronis, pilihan gaya hidup, dan faktor lain bisa menyebabkan gangguan sperma.

Salah satu gangguan sperma bisa berupa jumlah sperma yang kurang. Jumlah sperma rendah atau kurang normal saat memiliki kurang dari 15 juta sperma per millimeter air mani.

Baca Juga: Penyebab Teratozoospermia yang Perlu Pria Waspadai!

Dengan jumlah yang kurang, sperma akan kesulitan membuahi sel telur pasangan. Adapun gejala gangguan sperma bisa berupa:

  • Masalah disfungsi seksual seperti dorongan seks yang rendah serta kesulitan mempertahankan ereksi
  • Bengkak, nyeri, atau adanya benjolan di area testis
  • Berkurangnya rambut pada tubuh yang menandakan kelainan kromosom atau hormone

Untuk mengobati jenis-jenis disfungsi seksual di atas tentunya Anda harus datang ke dokter atau Klinik Andrologi yang sudah berpengalaman. Salah satu Klinik di Jakarta yang terbaik dan bisa mengobati masalah tersebut adalah Klinik Utama Pandawa.

Klinik Utama Pandawa memiliki dokter spesialis Andrologi berpengalaman, staf medis yang terpercaya, dan teknologi canggih untuk mengatasi masalah disfungsi seksual Anda. Untuk mengatasi masalah ini Anda bisa melakukan konsultasi dokter online.

Selain itu, Anda juga bisa datang langsung ke Klinik Utama Pandawa di Gedung Baja Tower B, Lt. GF2, Jl. Pangeran Jayakarta No.55, RT.1/RW.9, Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Referensi:

Share: