Operasi Vagina – Manfaat, Jenis, Risiko, & Biaya Operasi

Dalam dunia kesehatan, operasi vagina merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk maupun fungsi vagina.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap terkait prosedur tersebut, mulai dari manfaat, jenis-jenis, hingga risiko yang mungkin terjadi.

Apa itu Operasi Vagina?

Seperti telah disebutkan di bagian awal, prosedur ini bertujuan untuk merekonstruksi bentuk atau memperbaiki fungsi vagina.

Beberapa contoh dari prosedur ini adalah labiaplasty, vaginoplasty, hymenoplasty, G-Spot injection, serta vaginal rejuvenation.

Pada umumnya, operasi ini dilakukan oleh seseorang yang memiliki alasan medis terutama di bagian vagina. Sebagai contoh, pasien dengan prolaps dinding vagina atau trauma akibat kecelakaan dapat melakukan operasi agar organ tersebut dapat diperbaiki.

Selain alasan medis, para wanita juga mempunyai latar belakang tertentu dalam menjalani prosedur ini, terutama untuk kecantikan atau kesehatan.

Beberapa contoh diantaranya antara lain memperbaiki tampilan labia, meningkatkan sensitivitas saat hubungan seksual, dan agar olahraga lebih nyaman.

Manfaat Operasi Vagina

Manfaat yang paling bisa dirasakan adalah mendapatkan bentuk vagina yang lebih baik atau mengembalikan fungsi apabila mengalami masalah. Jadi, bisa dikatakan manfaat tersebut dapat berupa manfaat kesehatan maupun kecantikan.

Operasi Vagina, Perawan Lagi Lebih Kencang & Bentuk yang Indah (Source: Youtube/Klinik Utama Pandawa)

Jenis-Jenis Operasi Vagina

Secara umum, terdapat lima jenis dari operasi ini, yakni labiaplasty, vaginoplasty, hymenoplasty, G-Spot injection, dan vaginal rejuvenation. Berikut adalah penjelasan lengkap untuk masing-masing jenisnya.

1. Labiaplasty

Labiaplasty merupakan operasi yang dilakukan pada organ tubuh labia, yakni bibir yang mengelilingi vagina. Operasi tersebut bisa dilakukan baik itu di bibir vagina dalam (labia minor) ataupun bibir vagina luar (labia mayor).

Alasan Perlu Melakukan Labiaplasty

Bagi para wanita, menjaga kesehatan area labia memang sangat penting dan perlu dilakukan secara telaten. Hal tersebut dikarenakan organ tubuh ini berkaitan dengan kesuburan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Ketika labia tidak dirawat dengan baik, maka ada kemungkinan terjadi gangguan kesehatan yang menyebabkan rasa percaya diri menurun saat berhubungan seksual. Beberapa orang memang menyarankan untuk mengkonsumsi jamu agar tampilannya terjaga.

Akan tetapi, di era perkembangan dunia medis seperti saat ini, hal tersebut sepertinya tidak dapat terlalu diharapkan. Oleh karena itu, melakukan operasi labiaplasty dapat menjadi alternatif pilihan yang tepat.

Meskipun bermanfaat pada kesehatan, pada kenyataannya mayoritas pasien operasi ini mempunyai alasan untuk kecantikan.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan setelah prosedur antara lain rasa nyaman saat memakai pakaian ketat, bentuk labia yang lebih bagus, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Artikel Lainnya: Efek Samping Labiaplasty dan Hal yang Harus Diperhatikan

Prosedur Labiaplasty

Mengenai prosedur yang dilakukan, dokter akan menggunakan anestesi lokal atau umum, tergantung dari kondisi pasien. Selanjutnya, ada beberapa prosedur yang dilakukan seperti trim, wedge, dan laser.

Prosedur trim merupakan operasi yang bertujuan memperbaiki bentuk bibir vagina atau labia. Dokter akan membuang bagian labia yang berlebih, lalu menjahitnya sehingga mendapatkan bentuk lebih baik dari sebelumnya.

Kemudian, prosedur wedge adalah menghilangkan bagian paling tebal yang terdapat pada bagian labia minora. Akan tetapi, lapisan di bawah selaput lendir akan tetap dibiarkan utuh. Biasanya operasi ini dilakukan pada ibu setelah melahirkan.

Terakhir adalah operasi menggunakan laser. Metode ini dinilai paling disukai karena mempunyai tingkat presisi yang sangat baik.

Setelah menjalani prosedur sekitar satu hingga dua jam, pasien langsung diperbolehkan untuk pulang dengan catatan harus istirahat dari aktivitas fisik.

Baca Juga: Biaya Operasi Labiaplasty

2. Vaginoplasty

Operasi vagina yang berikutnya adalah vaginoplasty. Berbeda dengan sebelumnya, vaginoplasty merupakan prosedur untuk membentuk kembali vagina karena alasan tertentu seperti anomali vagina, trauma vagina, atau genitalia ambigu.

Teknik yang dilakukan juga berbeda-beda tergantung dari situasi medis yang terjadi di lapangan. Contoh-contoh teknik tersebut antara lain menggunakan dilator, prosedur bedah, hingga pembuatan neovagina pada ruang rectovesical.

Alasan Perlu Melakukan Vaginoplasty

Ada beberapa alasan kenapa seseorang menjalani operasi ini, yakni mengencangkan vagina yang kendur atau melakukan perbaikan vagina setelah melahirkan.

Pasien akan diminta untuk tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu setidaknya 3 bulan setelah operasi.

Prosedur Vaginoplasty

Sebelum operasi vagina ini dilakukan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi terkait kondisi pasien secara menyeluruh. Pemeriksaan ini juga menentukan teknik apa yang akan dipakai nantinya.

Selanjutnya, pasien akan diberikan penjelasan terkait manfaat, risiko, persyaratan, hingga prosedur yang akan dijalankan. Apabila pasien setuju dan telah memenuhi persyaratan, maka prosedur dapat segera dilakukan.

Prosedur operasi vaginoplasty diawali dengan pemberian anestesi, baik itu lokal maupun umum tergantung kondisi pasien. Lalu, dokter bedah akan memberikan tanda pada kulit yang akan dioperasi.

Kulit yang berlebih akan dibuang dan dilanjutkan dengan pengencangan hingga akhirnya dijahit kembali.

Baca Juga: Biaya Vaginoplasty di Klinik

3. Hymenoplasty

Hymenoplasty juga dapat disebut dengan operasi selaput dara. Bagian ini merupakan organ tubuh dengan ciri berwarna merah muda dan terletak sekitar setengah inci di dalam vagina.

Meskipun fungsinya masih belum diketahui, beberapa menyebut organ ini mampu mencegah adanya patogen.

Alasan Perlu Melakukan Hymenoplasty

Ada berbagai latar belakang atau alasan kenapa operasi vagina ini harus dilakukan. Beberapa di antaranya adalah mendapatkan tanda keperawanan sebagai tuntutan sosial ketika menikah.

Biasanya ini terjadi pada wanita yang pernah melakukan hubungan seksual dengan orang lain sebelum menikah.

Selain itu, hymenoplasty juga kerap dilakukan untuk memperbaiki organ selaput dara yang mengalami masalah. Pemerkosaan dan kekerasan seksual adalah penyebab paling umum masalah ini bisa terjadi sebagai bentuk pelampiasan emosional pelaku.

Di Indonesia, status keperawanan memang masih menjadi salah satu hal penting untuk dipertimbangkan, terutama sebelum melakukan pernikahan. Seorang wanita akan dicap mampu menjaga kehormatannya apabila statusnya masih perawan.

Ketika selaput dara sudah robek, maka dapat dikatakan wanita tersebut tidak perawan lagi.

Padahal, robeknya selaput dara juga dapat diakibatkan oleh faktor lain seperti aktivitas fisik terlalu berat, masturbasi menggunakan mainan, atau penggunaan tampon.

Terlepas dari itu semua, alasan itulah yang menjadi latar belakang hymenoplasty dilakukan. Hal tersebut dikarenakan ada kemungkinan pasangan tidak mampu menerima wanita yang sudah tidak perawan dan operasi ini bisa menjadi solusinya.

Prosedur Hymenoplasty

Seperti operasi vagina lainnya, pertama-tama dokter akan memberikan anestesi lokal atau umum sesuai kondisi pasien. Setelah itu, di bagian belakang dinding vagina dibuat sayatan untuk mendapatkan akses ke bagian mukosa vestibular.

Untuk memperbaiki selaput dara, dokter bedah akan menyatukan bagian yang robek dengan melakukan jahitan. Jahitan ini akan membuat selaput dara tersambung dan akan larut sekitar 21 hari setelah operasi dilakukan.

Hymenoplasty mencakup tiga teknik utama, yakni penjahitan selaput dara, rekonstruksi selaput dara, dan allopant.

Penjahitan selaput dara adalah yang paling banyak dilakukan, yakni menyambungkan kembali bagian yang sudah robek dan membutuhkan waktu sekitar 40 menit.

Selanjutnya, rekonstruksi selaput dara akan dilakukan apabila jaringan untuk menyambung selaput dara sudah tidak mencukupi. Dokter akan merekonstruksi selaput dara menggunakan jaringan hidup dari bagian tubuh lainnya.

Dari semua bagian tubuh, labia dalam adalah yang paling cocok digunakan. Proses ini biasa berlangsung sekitar beberapa jam. Setelah rekonstruksi dilakukan, pasien harus menghindari hubungan seksual selama kurang lebih tiga bulan.

Terakhir adalah allopant, yakni prosedur yang dilakukan apabila jaringan tubuh tidak memenuhi untuk melakukan rekonstruksi.

Allopant merupakan sebuah material yang sudah diproses secara kimia. Bisa dibilang, ini merupakan opsi terakhir apabila dua sebelumnya tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Baca Juga: Biaya Hymenoplasty

4. G-Spot Injection

G-Spot injection merupakan prosedur operasi vagina yang memberikan injeksi pada titik G-Spot. Tujuan dari operasi ini adalah untuk meningkatkan ukuran G-Spot dan memakan waktu kurang lebih 30 menit dalam kondisi normal.

Dalam beberapa sumber yang ada, G-Spot bisa didefinisikan sebagai area di bawah kandung kemih sekitar satu sentimeter. G-Spot injection atau kerap juga disebut G-Shot termasuk prosedur yang aman dilakukan serta waktu pemulihan yang cukup singkat.

Alasan Perlu Melakukan G-Spot Injection

Salah satu alasan kenapa seseorang melakukan injeksi G-Spot adalah untuk meningkatkan gairah seksual ketika berhubungan dengan pasangan. Akan tetapi, ada yang menyebutkan bahwa efek tersebut hanya dapat dirasakan selama empat bulan setelah operasi dilakukan.

Sebagai catatan, meskipun berfungsi meningkatkan gairah seks, operasi vagina G-Spot injection tidak akan membuat seseorang menjadi maniak seks.

Hal tersebut dikarenakan tujuan prosedur ini adalah memperbesar G-Spot yang membuat pasangan lebih mudah mencapainya.

Prosedur G-Spot Injection

Untuk melakukannya, dokter akan memberikan anestesi lokal pada pasien. Setelah injeksi dilakukan, area G-Spot akan terlihat membengkak dan diameter semakin besar. Dengan ukuran tersebut, maka pasangan dapat mencapai orgasme dengan lebih mudah.

5. Vaginal Rejuvenation

Vaginal rejuvenation atau peremajaan vagina merupakan salah satu bentuk operasi vagina yang cukup banyak dilakukan. Pada dasarnya, operasi ini dilakukan untuk memperbaiki, mengencangkan, atau mengurangi jaringan pada vagina.

Dengan begitu, bentuk vagina akan menjadi lebih simetris, kencang, serta tampak lebih muda. Tentu saja hal tersebut akan membuat seorang wanita menjadi lebih percaya diri ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Namun, pasien memang harus memperhatikan beberapa efek samping yang mungkin akan terjadi setelah operasi dilakukan. Salah satu efek samping tersebut adalah rasa sakit saat berhubungan seksual karena pengencangan berlebih.

Selain itu, vaginal rejuvenation yang menggunakan metode bedah dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pendarahan, hematoma, dan konstipasi.

Oleh karena itu, sebelum operasi dilakukan, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bedah.

Alasan Perlu Melakukan Vaginal Rejuvenation

Sesuai manfaat prosedur ini, tentu alasan para pasien melakukannya adalah merepair bentuk vagina sehingga kembali kencang. Ini banyak dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Prosedur Vaginal Rejuvenation

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan dalam operasi vagina peremajaan vagina. Pertama adalah memperbaiki bentuk vagina dengan mengencangkan beberapa bagian otot yang mulai kendur. Hasil dari operasi ini bisa bertahan selama beberapa tahun.

Selanjutnya adalah clitoral hood reduction. Sesuai dengan namanya, dokter bedah akan menghilangkan jaringan berlebih di bagian atas klitoris.

Operasi ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengalaman seksual serta mengurangi ketidaknyamanan karena tudung klitoris membesar.

Metode berikutnya yaitu mons pubis reaction. Dokter akan menghilangkan lemak dan kulit dari mons pubis yang berlebihan. Dengan prosedur ini, maka pasien bisa mendapatkan bentuk panggul yang lebih ramping.

Selain ketiga metode di atas, pasien juga dapat menjalani metode frekuensi radio. Operasi vagina ini dilakukan dengan memberikan gelombang elektromagnetik dengan tingkatan rendah. Tujuannya adalah memanaskan jaringan vagina sehingga menjadi lebih kencang.

Terakhir terdapat metode laser CO2. Metode ini menggunakan tongkat yang disebut laser probe dan dimasukkan ke bagian dalam vagina. Tongkat tersebut mempunyai fungsi memanaskan vagina seperti metode sebelumnya.

Ketika laser dipanaskan, laser probe tersebut akan diputar dan cahayanya mampu menembus epitel vagina. Meskipun prosedur ini tidak meninggalkan rasa sakit, namun pasien diminta untuk tidak memasukkan apapun ke vagina selama lima hari setelah operasi dilakukan.

Risiko Operasi Vagina

Ilustrasi Risiko Operasi Vagina

Meskipun mempunyai banyak manfaat baik itu untuk kesehatan maupun kecantikan, setiap tindakan medis tentu saja memiliki risiko yang perlu diwaspadai, termasuk operasi pada vagina. Berikut ini adalah beberapa risiko tersebut.

1. Muncul Car atau Jaringan Parut

Risiko ini kerap ditemui pada semua jenis operasi yang membutuhkan waktu penyembuhan. Ketika seluruh prosedur berjalan dengan baik, bisa jadi bekas luka yang muncul tidak akan terlalu terlihat dan dapat hilang dengan sendirinya.

Akan tetapi, tidak jarang juga proses operasi tidak berjalan dengan baik. Hal tersebut akan meninggalkan scar atau jaringan parut yang cukup menonjol. Bagi sebagian orang, scar tersebut dapat menyebabkan rasa percaya diri menjadi menurun.

2. Infeksi

Hampir mirip dengan sebelumnya, risiko ini dapat muncul apabila prosedur operasi vagina yang dilakukan tidak berjalan dengan lancar, baik itu karena faktor teknis atau yang lain. Salah satu hal yang mungkin terjadi adalah infeksi pada area vagina.

Selain dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman, infeksi ini juga memudahkan kuman masuk. Dari sinilah bisa dikatakan betapa penting untuk memilih dokter atau klinik yang terpercaya guna menghindari risiko tersebut.

3. Dispareunia

Dispareunia merupakan rasa sakit atau nyeri yang muncul ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Biasanya gejala ini muncul saat menjalani vaginoplasty atau labioplasty. Apabila itu terjadi, maka pasien harus segera memeriksakan ke dokter bedah atau kelamin.

4. Fistula

Risiko yang berikutnya adalah fistula. Fistula merupakan saluran abnormal untuk menyambungkan rongga tubuh yang harusnya terpisah. Sebagai contoh, ketika melakukan operasi vagina, akan muncul fistula yang menghubungkan rektum dengan vagina.

5. Luka Bakar

Ketika menjalankan beberapa jenis operasi seperti laser, hal tersebut dapat menyebabkan luka bakar. Pengaturan suhu berlebih atau kulit yang terlalu sensitif adalah faktor terbesar dalam terjadinya hal tersebut. Luka ini akan terasa perih ketika terkena sentuhan atau gesekan.

6. Saraf Rusak

Bisa dibilang kerusakan yang terjadi pada saraf cukup berbahaya karena dapat menghilangkan sensasi di organ kewanitaan. Selain itu, untuk kasus lain pasien mungkin juga mengeluhkan adanya sensasi berlebihan atau hipersensitif.

Baca Juga: Klinik Treatment Kewanitaan Terbaik – Klinik Pandawa

Biaya Operasi Vagina

Ilustrasi Biaya Operasi Vagina

Pada dasarnya, biaya untuk operasi organ vagina tergantung dari klinik yang dipilih. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi, salah satu contohnya adalah jenis operasi yang dilakukan, apakah itu labiaplasty, vaginoplasty, atau lainnya.

Kemudian, kelengkapan alat dan juga kualitas dokter bedah yang dimiliki oleh sebuah klinik juga memegang pengaruh cukup besar. Semakin baik kualitasnya, cukup wajar apabila biaya yang dibebankan cenderung lebih besar.

Namun, di luar dari itu semua, biaya operasi vagina yang dikenakan kepada pasien masih relatif terjangkau jika dibandingkan dengan tindakan bedah lainnya. Untuk lebih jelas, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu kepada dokter terkait prosedur yang akan dilakukan.

Dengan melakukan konsultasi, dokter juga akan lebih memahami apakah prosedur tersebut cukup aman dilakukan. Pasalnya, ada kondisi khusus ketika pasien tidak boleh menjalani operasi seperti daya tahan tubuh kurang baik atau alasan lain.

Baca Juga: Biaya Operasi Perawan

Kapan Harus ke Dokter?

Waktu paling tepat untuk ke dokter adalah ketika merasakan ada masalah di bagian vagina untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Selain itu, pasien juga bisa datang ke dokter ketika ingin melakukan konsultasi apabila tujuan operasi adalah untuk kecantikan.

Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk prosedur ini adalah Klinik Pandawa karena telah tersedia layanan Klinik Ginekologi Jakarta serta Klinik Kulit dan Kelamin terbaik di Indonesia.

Bahkan, pasien dapat konsultasi dokter online (rahasia terjamin) apabila memiliki pertanyaan terkait operasi vagina.

Referensi: