Search
Close this search box.

Normalkah, Keputihan Setelah Berhubungan Seks? Yuk Cari Tahu!

Banyak yang bertanya-tanya, terlebih para wanita mengenai, normalkah setelah berhubungan seksual mengalami keputihan? Keputihan yang keluar dari miss v memang kondisi yang normal, namun tak sedikit dari mereka khawatir ketika mengalami keputihan apalagi setelah berhubungan seks. Jika Sahabat Pandawa mengalami keputihan, tak perlu khawatir. Kondisi ini normal dan umum terjadi pada tiap wanita. Yuk kita simak penjelasan selengkapnya.

keputihan setelah berhubungan seksual

Keputihan setelah berhubungan seks, apakah normal?

Melansir Healthline, kondisi keputihan setelah berhubungan seks cenderung lumrah dan normal terjadi. Seorang wanita bisa mengalami keputihan kapan saja termasuk setelah beraktivitas seksual. Pasalnya, keputihan ini terjadi karena adanya ‘kegembiraan seksual’.

Kondisi keputihan tersebut berasal dari sisa-sisa cairan miss V sebagai pelumas, kemudian bercampur dengan cairan air mani. Selain itu juga, keputihan ini merupakan cara kerja tubuh Anda dalam menjaga organ kewanitaan.

Namun, perlu diketahui tidak semua wanita mengalami keputihan yang normal setelah beraktivitas seks. Nah, berikut ini ciri-ciri keputihan yang normal, diantaranya:

  • Tidak mengeluarkan bau tak sedap dan bau amis, serta tidak bisa membuat orang lain mencium aroma tersebut.
  • Memiliki tekstur yang tebal dan lengket
  • Berwarna putih dan bening dan basah

Jika ditanya jumlah banyaknya tidak bisa ditentukan secara jelas dan sebagai patokan. Kondisi tersebut juga tergantung dari tubuh Anda. Apalagi bila Anda sedang hamil, atau sudah aktif secara seksual dan menggunakan alat kontrasepsi, memungkinkan cairan yang keluar bisa lebih banyak.

Bagaimana keputihan yang tidak normal?

Dikarenakan tidak semua wanita mengalami keputihan normal, maka ada pula keputihan tidak normal yang dialami setelah beraktivitas seksual. Keputihan setelah berhubungan seks yang cenderung tidak normal bisa mengidentifikasikan adanya infeksi dan bisa berbeda-beda pada tiap orang.

Jika Anda mengalami ciri-ciri keputihan yang tidak seperti disebutkan di atas, Anda pun wajib berhati-hati. Anda bisa mengeceknya dari kondisi warna, tekstur, hingga aromanya. Berikut ini penjelasan ciri-ciri keputihan tidak normal, diantaranya:

Keputihan setelah berhubungan seks cenderung beraroma tak sedap

Jika keputihan yang keluar beraroma tak sedap setelah berhubungan, jumlah lebih banyak, disertai gatal, bahkan sensasi panas, nyeri saat buang air kecil, Anda perlu waspada. Sebab, kondisi ini bisa pertanda adanya Bacterial vaginosis (BV).

Bila dibiarkan bisa sebabkan infeksi menular seksual, menularkan pada pasangan Anda, hingga komplikasi selama masa kehamilan.

Keputihan setelah berhubungan seks berwarna kuning kehijauan

Jika keputihan berwarna kuning kehijauan biasanya kondisi ini sudah menunjukkan infeksi bakteri atau penyakit kelamin yang menular. Apalagi jika teksturnya tebal, menggumpal, hingga berbau amis.

Jika Anda mengalami hal ini, jangan tunggu lama, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan yang terbaik.

Keputihan berwarna putih kekuningan

Keputihan yang keluar dari miss v setelah bercinta, berwarna putih kekuningan dan sangat kental seperti susu kental, tandanya keputihan ini disebabkan oleh infeksi jamur. Umumnya, kondisi ini bisa menyebabkan gatal atau iritasi. Salah satu jamur kelamin yang sering ditemui yakni jamur Candidiasis.

Berwarna Merah

Bila sahabat pandawa mengalami keputihan setelah berhubungan seks dan warnanya merah maka waspadalah. Biasanya, warna merah menandakan adanya perdarahan di dalam kewanitaan. Perdarahan bisa jadi kondisi serius tetapi bisa jadi tidak. Terkadang, kondisi ini juga bisa menjadi tanda awal kanker endometrium. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter jika menemukan keanehan pada kewanitaan Anda.

BACA JUGA: Penyebab Keputihan Patologis atau Keputihan Tidak Normal

Apa penyebab keputihan?

Penyebab keputihan pada wanita berbeda-beda. Pada dasarnya, keputihan normal umum terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami datang bulan atau menstruasi untuk pertama kalinya. Namun, tak hanya itu juga, keputihan bisa muncul karena rangsangan seksual, masa kehamilan, menyusui hingga karena faktor psikis atau stress.

Ada juga bermacam-macam hal yang bisa membuat wanita rentan mengalami infeksi vagina dan menimbulkan keputihan tidak normal, yaitu

  • Mengkonsumsi pil atau memakai alat kontrasepsi
  • Miss v mengalami iritasi atau aktivitas seks yang berisiko
  • Menggunakan sabun, parfum atau pelumas yang mengandung allergen, alkohol dan sebagainya
  • Tidak menjaga kelembapan miss v, jarang mengganti celana dalam, tidak membasuh miss v setelah BAK/ BAB, tidak mengganti pembalut, dll.
  • Berganti-ganti pasangan seksual dan tanpa alat pengaman
  • Memiliki penyakit lainnya atau diabetes
  • Berhubungan seks dengan riwayat penyakit menular seks/ HIV.

BACA JUGA: Keputihan Tak Normal Ciri Infeksi Kelamin Gonore?

Kapan harus ke dokter?

Jika sahabat pandawa menemukan dan merasakan keanehan seperti yang disebutkan di atas, jangan tunggu parah. Segera konsultasikan pada ahlinya agar mendapatkan penanganan tepat. Semakin cepat penanganan maka semakin jauh pula kemungkinan buruk yang terjadi.

Hindari pemakaian obat yang bukan anjuran dari dokter agar terhindar dari segala kemungkinan buruk. Segera hubungi layanan konsultasi dokter online gratis Klinik Pandawa via CHAT/SMS/ TLP 0821-1141-0672 (Rahasia terjamin).

 

 

Share: