Search
Close this search box.

Keputihan Tanda Hamil – Tekstur, Warna, Volume, & Waktu

Terjadinya keputihan tanda hamil kerap tidak disadari oleh wanita dan disalahartikan sebagai tanda menstruasi. Padahal, kedua kondisi ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup jelas terlihat, mulai dari volume, waktu kemunculan, hingga teksturnya.

Apa itu Keputihan?

Secara garis besar, keputihan merupakan kondisi ketika vagina mengeluarkan cairan atau lendir berwarna bening dan bertekstur kental. Kondisi ini wajar terjadi sebagai upaya alami tubuh dalam menjaga kelembaban organ seksual wanita dari infeksi jamur atau bakteri.

Saat mengalami keputihan, cairan tersebut akan membawa bakteri dan sel mati sehingga area vagina akan tetap terlindungi.

Pada umumnya, keputihan akan terjadi ketika wanita mengalami menstruasi atau sedang hamil. Sementara itu, di masa menopause kondisi ini akan berkurang.

Artikel Lainnya: 9 Penyebab Keputihan dan Mengenali Warna pada Keputihan

Seputar Keputihan dan Kehamilan

Dari segi kesehatan, keputihan adalah hal wajar yang terjadi pada seorang wanita. Bahkan, setiap wanita pasti pernah mengalami kondisi tersebut.

Di bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa keputihan adalah kondisi saat lendir bening atau cairan keluar dari organ vagina.

Lendir ini adalah cairan yang dikeluarkan dari serviks karena pengaruh hormon. Inilah sebabnya keputihan tanda hamil kerap terjadi.

Tekstur dan warna cairan bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi yang sedang dialami seperti kondisi normal, terdapat infeksi jamur, atau penyebab lainnya.

Lalu, apakah keputihan yang terjadi saat hamil berbahaya? Pertanyaan ini masih kerap muncul karena tidak sedikit ibu hamil merasa panik dan khawatir saat mengalami keputihan. Pada umumnya, keputihan dapat terjadi saat wanita akan menstruasi atau hamil.

Keputihan yang terjadi saat hamil akan muncul di satu atau dua minggu pertama setelah terjadi pembuahan.

Normalnya, cairan yang muncul akan berwarna putih dan agak bening serta tidak berbau. Jika kondisi tidak seperti itu, maka ibu hamil perlu memeriksakan ke dokter kandungan.

Penyebab & Jenis keputihan | Wanita Harus Tahu!! (Source: Youtube/Klinik Utama Pandawa)

Mengapa Keputihan Muncul Selama Kehamilan?

Saat memasuki awal masa kehamilan, tepatnya di trimester pertama, ibu hamil akan mengalami perubahan hormon secara drastis. Perubahan hormon ini juga dapat mengakibatkan kondisi psikologis yang berubah-ubah.

Jadi, tidak jarang ibu hamil akan mudah merasa stres, sedih, atau marah di masa-masa awal. Kondisi tersebut adalah salah satu faktor munculnya keputihan tanda kehamilan. Kemudian, ketika masuk trimester kedua, keputihan akan berhenti untuk sementara waktu.

Keputihan akan kembali muncul dengan peningkatan volume mulai trimester ketiga menjelang waktu melahirkan. Munculnya keputihan disebabkan karena terjadi peningkatan jumlah darah menuju ke serviks atau leher rahim.

Sementara itu, beberapa hari menuju persalinan, keputihan akan terlihat lebih pekat dan kerap disertai bercak darah. Volume ini juga dapat meningkat saat ibu hamil merasakan gairah seksual tinggi.

Baca Juga: 8 Penyebab Keputihan Gatal dan Cara Mengatasinya

Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dengan Keputihan Mau Haid

Keputihan Tanda Hamil 2
Ilustrasi Keputihan Tanda Hamil

Beberapa wanita masih belum mengetahui secara pasti apakah keputihan yang dialami adalah tanda hamil atau hanya haid belaka. Untuk memahaminya, berikut ini adalah perbedaan yang dapat dilihat dengan cukup jelas.

1. Waktu Munculnya

Pertama, perbedaan bisa dilihat dari kapan waktu munculnya keputihan tersebut. Keputihan tanda kehamilan biasanya akan mulai muncul setelah satu atau dua minggu pasca terjadi pembuahan. Volumenya pun akan bertambah sesuai usia kehamilan.

Jadi, apabila keputihan terjadi selain waktu tersebut, maka kemungkinan itu adalah keputihan haid. Namun, hal ini masih belum bisa dijadikan patokan sepenuhnya karena masih ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan.

2. Tekstur

Selanjutnya, tekstur juga bisa dijadikan faktor pembeda. Keputihan yang terjadi di awal kehamilan biasanya mempunyai struktur yang lebih kental dibandingkan haid. Jadi, saat mulai muncul karakter seperti ini di satu minggu setelah pembuahan, segera lakukan pengecekan menggunakan test pack.

3. Warna

Keputihan saat haid atau menstruasi biasanya memiliki warna cenderung ke arah kekuning-kuningan. Sementara itu, keputihan tanda hamil berwarna putih. Namun, jika warna yang muncul adalah kehijauan dengan bau menyengat, kondisi ini mengindikasikan adanya infeksi jamur.

4. Volume

Perbedaan terakhir terletak pada volumenya. Keputihan sebagai tanda kehamilan cenderung memiliki volume lebih besar dibandingkan saat haid. Produksi yang banyak tersebut bertujuan mencegah bakteri penyebab infeksi masuk ke dalam rahim.

Meskipun peningkatan volume keputihan wajar terjadi pada ibu hamil, namun jika pertumbuhannya cukup drastis tetap harus diwaspadai. Apabila hal tersebut terjadi, segera periksakan ke dokter kandungan terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat.

Baca Juga: Keputihan Tidak Normal

Gejala Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Meskipun keputihan yang terjadi saat hamil bisa dikatakan wajar, namun ada beberapa gejala perlu diwaspadai, terutama apabila terdapat perubahan warna. Untuk lebih jelas, berikut ini adalah beberapa warna keputihan yang harus diperhatikan.

1. Berwarna Putih dan Kental

Apabila keputihan yang muncul memiliki tekstur kental menggumpal dan berwarna putih pucat seperti keju cottage, kondisi tersebut dimungkinkan pertanda adanya infeksi jamur.

Infeksi jamur memang kerap terjadi saat kehamilan, terutama jika ibu hamil tidak memperhatikan kebersihan dengan baik.

2. Berwarna Hijau Kekuning-Kuningan

Gejala yang lebih buruk dibandingkan sebelumnya adalah ketika keputihan tanda hamil berwarna hijau kekuning-kuningan. Kondisi ini biasanya terjadi sebagai tanda terdapat infeksi menular seksual seperti klamidia atau sebagainya.

Selain dari warna, ibu hamil juga akan merasakan beberapa gejala seperti iritasi pada organ kelamin.

Namun, tidak jarang penderita tidak merasakan gejala apapun. Meski begitu, kondisi ini tetap harus diwaspadai dan perlu segera dikonsultasikan ke dokter.

Infeksi menular seksual yang dibiarkan terlalu lama pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko serius seperti mengganggu perkembangan janin hingga kemandulan. Biasanya komplikasi tersebut akan dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

3. Berwarna Abu-Abu

Berbeda dengan sebelumnya, keputihan yang berwarna abu-abu menunjukkan adanya infeksi vagina oleh bacterial vaginosis. Gejala ini diperkuat dengan munculnya bau amis, terutama setelah melakukan hubungan seksual.

Melakukan douching atau berganti-ganti pasangan seksual adalah penyebab paling umum infeksi ini terjadi. Oleh karena itu, penderitanya biasanya memiliki gaya hidup seksual yang kurang baik.

4. Berwarna Merah

Ketika menemui keputihan dengan warna merah saat hamil, maka kondisi tersebut harus segera diperiksakan ke dokter. Kebanyakan kasus ini akan disertai dengan gejala kram perut, rasa nyeri, dan terjadi pendarahan cukup banyak.

Jika hal tersebut terjadi, maka kemungkinan akan terjadi keguguran atau hamil ektopik.

Sementara itu, apabila keputihan berwarna merah terjadi di masa akhir kehamilan, hal tersebut menandakan adanya potensi masalah serius dan membutuhkan tindakan medis secepatnya.

Jenis Keputihan Tanda Hamil

Keputihan Tanda Hamil 3
Ilustrasi Jenis Keputihan Tanda Hamil

Seperti telah dijelaskan di bagian sebelumnya, keputihan memang wajar terjadi ketika seorang wanita sedang hamil.

Untuk membedakan apakah keputihan tersebut merupakan tanda hamil dan gejala lain, silakan perhatikan beberapa tanda berikut ini.

1. Tekstur Cenderung Ringan

Jika diperhatikan, keputihan yang terjadi sebagai tanda hamil pada umumnya mempunyai tekstur lebih ringan serta tidak berbau. Karakter tersebut berbeda apabila dibandingkan dengan keputihan lain seperti tanda haid yang lebih kental dan keruh.

2. Volume Kemunculan

Normalnya, keputihan tanda kehamilan akan mulai muncul pada satu atau dua minggu setelah pembuahan dilakukan.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, volume produksi keputihan juga akan meningkat dengan tujuan mencegah infeksi bakteri pada rahim.

3. Warna

Selain tekstur, tanda keputihan pada saat kehamilan adalah berwarna putih seperti susu. Bahkan, beberapa kasus cenderung tidak berwarna. Meski begitu, tidak jarang juga ada keputihan yang berwarna coklat atau merah muda.

4. Waktu Kemunculan

Seperti telah disebutkan di bagian sebelumnya, waktu kemunculan keputihan sebagai tanda kehamilan akan muncul sekitar 1 hingga 2 minggu setelah pembuahan.

Setelah itu, peningkatan volume akan terjadi dan itu adalah hal wajar sehingga ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir.

Baca Juga: Keputihan Saat Hamil

Cara Mencegah Keputihan saat Hamil

Meskipun wajar terjadi, namun ibu hamil bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah terjadinya keputihan, terutama dengan menjaga gaya hidup. Berikut ini adalah cara atau tips tersebut.

1. Selalu Mencuci Tangan Sebelum Menyentuh Organ Kewanitaan

Kunci utama dalam mencegah keputihan adalah menerapkan gaya hidup bersih, salah satunya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh organ kewanitaan. Tangan yang kotor dapat membawa bakteri dan menyebabkan infeksi.

Cuci tangan yang dilakukan pun tidak boleh sembarangan. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, usahakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun selama kurang lebih 30 detik.

Selain mencegah keputihan, cara ini juga dapat menjaga tubuh dari virus atau bakteri penyebab penyakit lainnya.

2. Tidak Melakukan Douching

Douching atau mencuci vagina sangat tidak disarankan untuk dilakukan saat sedang hamil. Hal tersebut dikarenakan douching bisa mengusik bakteri pada sekitar vagina. Akibatnya, keputihan tanda hamil yang terjadi akan menjadi semakin parah.

3. Memakai Panty Liner

Cara ini dapat membantu mencegah maupun mengatasi ketika seseorang sedang mengalami keputihan ketika hamil.

Dengan menggunakan panty liner, maka area sekitar kewanitaan akan menjadi lebih nyaman. Namun, pastikan untuk segera mengganti ketika sudah terasa lembab.

4. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Meskipun tidak sepenuhnya mencegah terjadi keputihan, namun menjaga asupan gizi dari makanan dan minuman adalah hal yang patut dilakukan oleh ibu hamil.

Ketika kebutuhan gizi terpenuhi, maka seluruh organ tubuh akan bekerja dengan maksimal dan mencegah terjadinya berbagai macam penyakit.

5. Menggunakan Pakaian yang Nyaman

Ketika sedang hamil, wanita sangat disarankan untuk menggunakan pakaian yang nyaman seperti berbahan sutra. Selain itu, pakaian juga harus dapat menyerap keringat dengan baik karena produksi keringat mungkin akan meningkat.

Hindari penggunaan pakaian atau celana sempit yang menyebabkan area kewanitaan terganggu. Bahan celana dengan karakter kasar juga tidak disarankan karena mampu memicu iritasi apabila terlalu sering terkena kulit.

6. Jangan Menggunakan Pembersih Vagina dengan Parfum

Saat ini ada cukup banyak cairan pembersih atau tisu untuk membersihkan vagina dengan kandungan parfum. Untuk ibu hamil, sebaiknya hal tersebut perlu dihindari terlebih dahulu. Salah satu alasan kenapa pembersih tersebut tidak disarankan adalah karena dapat memicu iritasi.

7. Membersihkan Vagina dengan Tepat

Membersihkan vagina tidak boleh dilakukan asal-asalan. Untuk hasil yang lebih baik, usahakan untuk membersihkan dengan cara membasuh dari depan ke belakang. Setelah itu, lap menggunakan handuk kering dengan arah yang sama.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Keputihan – Klinik Kulit dan Kelamin

Kapan Harus ke Dokter?

Waktu terbaik untuk datang ke dokter adalah saat merasakan gejala keputihan tanda hamil yang tidak wajar seperti cairan berwarna selain putih disertai bau tidak sedap. Selain itu, pastikan juga untuk datang ke klinik yang benar-benar terpercaya agar kondisi ibu hamil tetap aman.

Di Indonesia, sudah ada beberapa rekomendasi klinik keputihan terbaik seperti Klinik Utama Pandawa yang telah memiliki layanan Klinik Ginekologi serta Klinik Kulit dan Kelamin. Bahkan, pasien bisa melakukan konsultasi dokter online dengan rahasia yang terjamin.

Referensi:

Share: