Search
Close this search box.

Kasus Gonore di Indonesia Meningkat: Tantangan & Solusi

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah kasus masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia, salah satu jenisnya yang menjadi perhatian adalah gonore.

Penyebaran gonore di Indonesia adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk kita atasi, meskipun data yang tepat terkadang sulit didapatkan karena banyak kasus gonore yang tidak masuk dalam pelaporan.

Definisi Gonore dan Penyebab Utama

Gonore, yang juga dikenal sebagai “kencing nanah” adalah infeksi menular seksual yang penyebabnya oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. 

Infeksi ini biasanya mempengaruhi organ kelamin, tenggorokan, atau rektum, dan dapat menyebabkan gejala seperti keluarnya cairan yang berwarna kuning atau hijau dari alat kelamin, nyeri saat buang air kecil, dan rasa gatal atau perih. 

Gonore dapat menyebar melalui hubungan seksual yang tidak aman dengan pasangan yang terinfeksi.

Penyebab utama gonore adalah kontak langsung dengan cairan tubuh dari individu yang terinfeksi, seperti sperma, cairan vagina, atau cairan dari luka gonore. 

Bakteri Neisseria gonorrhoeae tumbuh dan berkembang biak di area genital, tenggorokan, atau rektum, dan dapat dengan mudah ditularkan melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral.

Data Kasus Gonore di Indonesia

Gonore masih merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Prevalensi kasus gonore bisa bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain, dengan perkiraan jumlah kasus yang cukup tinggi dan faktanya terus meningkat. 

Dilaporkan lebih dari 150 juta kasus gonore setiap tahunnya dan kasus gonore ini lebih tinggi di negara berkembang daripada negara maju

Menurut penelitian di tahun 2017, kasus gonore di Indonesia setiap tahunnya meningkat sekitar 3,9 %. 

Di tahun 2021 saja menurut sebuah laporan dari Kemkes, ada 2486 kasus yang berhubungan dengan gonore.

Angka ini sangat mengkhawatirkan dan menyoroti perlunya tindakan yang cepat untuk mengatasi masalah ini.

Kasus gonore cenderung lebih tinggi pada kelompok usia muda, khususnya di antara remaja dan dewasa muda. 

Faktor-faktor seperti perilaku seksual yang berisiko, ketidaktahuan tentang PMS, dan kurangnya akses terhadap informasi kesehatan dapat memengaruhi tingginya kasus gonore pada kelompok usia ini.

Gonore adalah salah satu PMS yang paling umum di Indonesia dan secara global. Penularan terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, termasuk hubungan seksual vaginal, anal, dan oral dengan orang yang terinfeksi.

TanyaDokter #Eps3 Ciri-Ciri Penyakit Gonore atau Kencing Nanah (Source: Youtube/Klinik Utama Pandawa)

Tantangan yang Harus Dihadapi dari Meningkatnya Kasus Gonore di Indonesia

Meningkatnya kasus gonore di Indonesia adalah masalah serius yang menghadapi sejumlah tantangan yang perlu segera teratasi. 

Berikut adalah beberapa tantangan utama dalam menghadapi peningkatan kasus gonore:

1. Kurangnya Kesadaran

Kurangnya kesadaran tentang PMS atau IMS dan risiko penularan gonore masih menjadi masalah. Banyak individu mungkin tidak mengenali gejala atau risiko yang terkait dengan penyakit ini.

2. Perilaku Seksual yang Berisiko

Perilaku seksual yang berisiko, seperti hubungan seks tanpa kondom dan hubungan seks dengan banyak pasangan, merupakan faktor yang berkontribusi pada penyebaran gonore. Edukasi yang efektif tentang perilaku seksual yang aman menjadi penting.

3. Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik telah menjadi masalah serius dalam pengobatan gonore. Bakteri Neisseria gonorrhoeae semakin resisten terhadap beberapa antibiotik, yang membuat pengobatan menjadi semakin sulit.

4. Akses Terbatas ke Perawatan Kesehatan

Tidak semua orang memiliki akses yang mudah ke perawatan kesehatan yang terjangkau. Pelayanan kesehatan yang terbatas dapat menghambat individu untuk mencari perawatan yang tepat.

5. Stigma Sosial

Stigma sosial terhadap PMS, termasuk gonore, dapat membuat orang enggan mencari perawatan atau berbicara tentang masalah tersebut. Ini dapat memperlambat penanganan dan pengendalian infeksi.

6. Kasus Asimptomatik

Sebagian besar kasus gonore bersifat asimptomatik, yang berarti individu yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala. Ini dapat menyebabkan penyebaran infeksi tanpa disadari.

7. Pengawasan dan Pelaporan yang Kurang

Pengawasan dan pelaporan yang kurang dalam sistem kesehatan dapat menyebabkan data yang tidak akurat atau tidak lengkap, sehingga sulit untuk mengidentifikasi tren dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.

8. Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 telah mengalihkan perhatian dan sumber daya kesehatan dari masalah PMS, termasuk gonore. Hal ini dapat memperburuk masalah penyebaran penyakit menular seksual.

Solusi Terhadap Peningkatan Kasus Gonore di Indonesia

Peningkatan Kasus Gonore Di Indonesia
Ilustrasi Peningkatan Kasus Gonore di Indonesia

Peningkatan kasus gonore di Indonesia memerlukan respons yang komprehensif dan berkelanjutan dari berbagai pihak. Beberapa solusi untuk mengatasi masalah ini termasuk:

1. Pendidikan Seksual Komprehensif

Hal ini harus bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Faktanya, pendidikan ini akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang risiko dan pencegahan gonore.

2. Akses Mudah ke Pelayanan Kesehatan

Meningkatkan akses masyarakat ke pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi yang bersifat terbuka, rahasia, dan terjangkau. Hal ini termasuk pemeriksaan rutin, pengobatan, dan konseling yang tepat terkait dengan gonore.

3. Kepatuhan Terhadap Pengobatan

Memastikan bahwa individu yang terinfeksi gonore mendapatkan pengobatan yang tepat dan menyelesaikan seluruh resep antibiotik yang telah profesional medis berikan. 

4. Pengawasan Terhadap Antibiotik

Memantau dan mengawasi penggunaan antibiotik untuk menghindari perkembangan resistensi antibiotik yang dapat menyulitkan pengobatan gonore.

5. Promosi Tes dan Deteksi Dini

Mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gonore secara rutin, terutama bagi individu yang berisiko tinggi.

6. Komitmen dari Pemerintah

Pemerintah perlu memiliki komitmen yang kuat dalam melawan penyebaran gonore dengan alokasi sumber daya dan kebijakan yang mendukung upaya pencegahan dan pengobatan.

Kenali dan Pahami Gejala Gonore

Pemahaman gejala gonore penting untuk mengidentifikasi kondisi ini dan mendapatkan perawatan yang tepat. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu Anda ketahui:

1. Peningkatan Keluarnya Cairan dari Saluran Kencing

Salah satu gejala utama gonore pada pria dan wanita adalah peningkatan keluarnya cairan dari saluran kencing. Cairan ini mungkin berwarna kuning atau hijau dan seringkali sangat kental.

2. Rasa Nyeri Saat Kencing

Penderita gonore sering merasakan nyeri atau terbakar saat buang air kecil.

3. Perubahan pada Siklus Menstruasi

Pada wanita, gonore dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, pendarahan di luar menstruasi, atau rasa nyeri pada panggul.

4. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening di panggul atau selangkangan bisa membengkak dan terasa nyeri pada kasus gonore.

5. Nyeri dan Bengkak pada Skrotum

Pria yang terinfeksi gonore dapat merasakan nyeri pada skrotum (kantung zakar) dan pembengkakan.

6. Rasa Nyeri dan Gatal pada Area Genital

Keduanya adalah gejala yang cukup umum yang dapat muncul pada pria dan wanita.

7. Gejala Ekstra-genital

Gonore juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti tenggorokan, mata, atau rektum, terutama jika terjadi aktivitas seksual oral atau anal dengan seseorang yang terinfeksi.

8. Gejala Ringan atau Tanpa Gejala

Penting untuk diingat bahwa beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala yang jelas. Gonore dapat bersifat asimptomatik, tetapi tetap menular, sehingga pengujian dan pengawasan penting dalam mengidentifikasi infeksi.

Pengobatan Gonore

Pengobatan Gonore 3
Seorang Pria Perlu Pengobatan Gonore

Pengobatan gonore melibatkan serangkaian langkah yang penting untuk memastikan pemulihan yang optimal. 

Awal pengobatan adalah dengan diagnosis yang akurat oleh seorang dokter melalui pemeriksaan fisik dan tes laboratorium. Begitu gonore terkonfirmasi, dokter akan meresepkan antibiotik yang tepat atau menyuntikkan langsung antibiotik gonore.

Penting untuk mengikuti pengobatan ini dengan seksama. Kepatuhan terhadap dosis dan durasi pengobatan sangat penting. 

Bahkan jika gejala gonore mulai mereda, Anda harus menyelesaikan seluruh kursus antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Ini adalah langkah penting dalam mencegah resistensi antibiotik.

Biaya suntik gonore sendiri akan tergantung pada tingkat keparahan, lokasi pengobatan, dan lain-lain.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami gejala gonore atau telah melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi, segera konsultasikan dengan dokter untuk menghindari peningkatan kasus gonore di Indonesia. 

Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan yang sesuai. Tentu saja, untuk melakukan hal tersebut Anda harus mengunjungi klinik gonore Jakarta terbaik dan tepercaya milik Klinik Utama Pandawa.

Klinik Utama Pandawa juga merupakan klinik kulit dan kelamin Jakarta yang terbaik, menawarkan perawatan yang terpercaya dan berkualitas tinggi untuk infeksi menular seksual seperti gonore. 

Kami memiliki tim medis yang berpengalaman dalam menangani kondisi ini dan dilengkapi dengan fasilitas medis terkini. 

Keamanan dan kenyamanan pasien selalu menjadi prioritas utama, sementara pendekatan holistik mereka memberikan dukungan emosional bagi pasien. 

Dengan komitmen yang kuat terhadap kesehatan seksual masyarakat, Klinik Utama Pandawa menjadi pilihan yang andal untuk diagnosis dan pengobatan gonore yang efektif.

Referensi:
  • Beberapa Faktor Host yang Berpengaruh terhadap Kejadian Gonore pada Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung, From: Jurnal Epidemologi Kesehatan Komunitas. Accessed October 2023.
Share: