Search
Close this search box.

Kanker Serviks – Gejala, Penyebab, Vaksin, dan Pengobatan

Kanker serviks merupakan sebuah penyakit yang menyerang organ intim wanita, khususnya daerah leher rahim (serviks). Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh penyakit menular seksual yang diderita oleh pengidapnya.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penyakit kanker serviks mulai dari pengertian, gejala, penyebab, bahaya komplikasi, sampai dengan cara mengatasinya.

Oleh karena itu Anda sebaiknya menyimak artikel ini sampai habis supaya informasi yang Anda baca bisa bermanfaat. Berikut ulasannya:

Artikel Lainnya: Inilah Ciri-Ciri Erosi Serviks yang Tidak Boleh Disepelekan

Apa itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di sekitar sel-sel leher rahim. Biasanya, penyakit ini tidak bergejala pada stadium awal.

Gejala baru muncul saat kanker mulai menyebar. Dalam banyak kasus, penyakit ini dikaitkan dengan infeksi dari penyakit menular seksual.

Leher rahim atau yang disebut juga dengan serviks adalah bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina.

Salah satu fungsi serviks adalah menghasilkan lendir atau mukus. Lendir ini akan membantu memindahkan air mani dari vagina ke rahim selama hubungan seksual.

Selain itu, leher rahim juga akan menutup saat hamil untuk menjaga janin tetap di dalam rahim dan akan membesar atau terbuka saat persalinan.

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang cukup mematikan untuk perempuan, diikuti dengan kanker payudara.

Menurut studi tahun 2014 yang diterbitkan oleh WHO, lebih dari 92.000 kasus kematian perempuan di Indonesia akibat kanker.

Dari jumlah tersebut, 10% penyebabnya oleh kanker serviks. Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setidaknya terdapat 15.000 kasus kanker serviks di Indonesia setiap tahunnya.

Kenali Gejala Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya (Source: Youtube/Klinik Utama Pandawa)

Gejala Kanker Serviks

Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang sigfinikan pada fase awal. Gejala baru muncul saat kanker mencapai stadium lanjut.

Pada kondisi tersebut, gejala yang muncul dapat seperti berikut ini:

  • Pendarahan vagina di luar periode menstruasi kamu, setelah hubungan seksual, atau setelah menopause.
  • Keputihan yang beraroma tidak sedap. Terkadang bercampur dengan darah.
  • Rasa sakit datang setiap kali berhubungan seks.
  • Nyeri panggul.

Jika kanker berkembang di jaringan sekitarnya, beberapa gejala lain yang mungkin muncul meliputi berikut ini:

  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Penurunan berat badan
  • Pembengkakan perut (asites).
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Ada darah di urin (hematuria).
  • Pendarahan di rektum saat buang air besar.
  • Pembengkakan pada kaki.
  • Tubuh mudah lelah.

Jika Anda mengalami pendarahan vagina setelah menopause, segera konsultasikan dengan dokter ginekologi atau dokter terkait.

Walaupun paling sering disebabkan oleh kanker serviks, bisa juga akibat kondisi lain seperti polip rahim atau vagina kering.

Namun Anda juga wajib mengetahui gejala kanker serviks mulai dari stadium awal sampai lanjut seperti di bawah ini:

1. Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

Pada stadium awal, kanker serviks mungkin tidak menimbulkan gejala yang nyata. Namun beberapa gejala yang umumnya terjadi seperti:

  • Keputihan yang tidak biasa
  • Nyeri panggul
  • Buang air kecil menyakitkan

Penting untuk diperhatikan bahwa gejala ini juga dapat terpicu karena kondisi lain dan mengalami gejala tersebut tidak selalu berarti Anda menderita kanker serviks.

2. Gejala Kanker Serviks Stadium Dua

Pada kanker serviks stadium 2, kanker telah menyebar ke luar serviks tetapi belum mencapai dinding samping panggul atau sepertiga bagian bawah vagina. Gejala kanker serviks stadium 2 mungkin termasuk:

  • Pendarahan vagina
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Keputihan berair atau berdarah
  • Mengalami masalah kencing
  • Pembengkakan di kaki

Gejala ini bisa juga terjadi karena kondisi lain. Namun, jika Anda memiliki gejala yang terus-menerus atau mengkhawatirkan, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

3. Gejala Kanker Serviks Stadium Tiga

Pada kanker serviks stadium 3, kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina dan mungkin melibatkan dinding samping panggul atau menyebabkan masalah ginjal. Sedangkan untuk ciri-cirinya yang lain sama dengan stadium dua namun dengan tingkat keparahan yang lebih parah.

4. Gejala Kanker Serviks Stadium Empat

Pada kanker serviks stadium 4, kanker telah menyebar ke organ atau jaringan jauh di luar panggul. Gejala kanker serviks stadium 4 dapat meliputi:

  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri panggul
  • Pembengkakan di kaki
  • Nyeri tulang
  • Patah tulang
  • Masalah kemih atau usus
  • Sesak napas atau batuk
  • Penyakit kuning

Penting untuk Anda ingat bahwa gejala ini bisa terjadi karena kondisi lain. Namun, jika Anda memiliki gejala yang terus-menerus atau mengkhawatirkan, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk evaluasi dan diagnosis yang tepat.

Baca Juga: Sering Keputihan Gatal dan Aroma Menyengat? Waspada Gangguan Ini!

Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki

Kanker serviks biasanya berasal dari serviks dan tidak secara langsung memengaruhi telapak kaki. Tanda dan gejala kanker serviks biasanya bermanifestasi di daerah reproduksi dan panggul.

Namun, jika kanker telah bermetastasis (menyebar) ke bagian tubuh lain, termasuk tulang, maka berpotensi menimbulkan gejala di tempat yang jauh.

Jika kanker sudah menyebar ke tulang, termasuk tulang kaki, gejalanya bisa berupa nyeri tulang, patah tulang, atau bengkak.

Gejala-gejala ini tidak spesifik untuk kanker serviks tetapi dapat menjadi indikasi kanker yang telah bermetastasis ke tulang dari tempat primer mana pun.

Penyebab Kanker Serviks

Kanker Serviks 3
Ilustrasi Penyakit Kanker Serviks

Penyakit terjadi ketika sel sehat mengalami perubahan atau mutasi genetik.

Mutasi genetik ini mengubah sel normal menjadi abnormal dan kemudian tumbuh di luar kendali untuk membentuk sel kanker. Namun, belum diketahui apa penyebab perubahan gen tersebut.

Jika tidak segera melakukan pengobatan, sel kanker akan menyebar ke jaringan sekitarnya. Ini menyebar melalui sistem limfatik, yaitu aliran getah bening, yang menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi.

Begitu mencapai sistem limfatik, sel kanker dapat menyebar ke berbagai organ tubuh, seperti tulang. Proses ini disebut metastasis.

Meskipun penyebab pasti belum diketahui, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker serviks.

Faktor utamanya adalah sekelompok virus yang disebut HPV (human papillomavirus) yang menginfeksi serviks. Selain di area genital, HPV juga bisa menginfeksi kulit dan mukosa anus, mulut dan tenggorokan.

HPV di serviks ditularkan melalui kontak seksual dan semakin berisiko jika kamu memiliki lebih dari satu pasangan seksual, seks di usia muda, orang dengan kekebalan lemah (misalnya, pasien HIV / AIDS), dan orang dengan infeksi menular seksual. seperti gonore, klamidia. dan sifilis.

Merokok merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya masalah ini. Wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena penyakit ini dibandingkan wanita yang tidak merokok.

Zat kimia dalam rokok dapat masuk ke aliran darah dan dapat mempengaruhi sel-sel tubuh serta menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker leher rahim.

Selain faktor-faktor di atas, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker leher rahim antara lain:

  • Berat badan berlebih (obesitas).
  • Kurangi konsumsi buah dan sayur.
  • Minum obat keguguran (diethylstilbestrol) selama kehamilan.
  • Minum pil KB selama 5 tahun atau lebih.
  • Memiliki lebih dari 5 anak atau berusia kurang dari 17 tahun.
  • Riwayat keluarga kanker serviks.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Penyakit ini biasanya bisa terdiagnosa melalui kombinasi tes skrining dan prosedur diagnostik. Berikut adalah metode umum yang biasa dokter gunakan untuk memeriksa kanker serviks.

1. Tes Pap (Pap smear)

Ini adalah tes skrining yang melibatkan pengumpulan sel dari serviks untuk memeriksa kelainan apa pun. Selama tes Pap, penyedia layanan kesehatan akan menggunakan sikat kecil atau spatula untuk mengikis sel dari serviks dengan lembut.

Sel-sel yang sudah ada kemudian dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasil abnormal dapat menunjukkan adanya sel prakanker atau kanker, yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

2. Tes HPV

Human papillomavirus (HPV) adalah infeksi menular seksual yang umum yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Tes HPV sering dokter lakukan bersamaan dengan tes Pap atau pada sampel sel yang sama. Ini mendeteksi keberadaan jenis HPV risiko tinggi yang bisa menyebabkan kanker serviks.

3. Kolposkopi

Jika sel abnormal terdeteksi selama tes Pap atau tes HPV, kolposkopi mungkin dokter sarankan. Ini melibatkan penggunaan alat khusus yang bernama colposcope untuk memeriksa serviks lebih dekat.

Kolposkop memberikan tampilan serviks yang akan dokter perbesar, memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi area abnormal yang mungkin memerlukan evaluasi atau biopsi lebih lanjut.

4. Biopsi

Biopsi melibatkan pengambilan sampel kecil jaringan serviks untuk analisis laboratorium. Ini biasanya dilakukan selama kolposkopi.

Tenaga medis dapat melakukan biopsi dari area mencurigakan selama pemeriksaan kolposkopi. Biopsi dapat memberikan diagnosis pasti kanker serviks atau perubahan prakanker.

5. Tes Pencitraan

Jika kanker serviks terdiagnosa, tes pencitraan seperti CT scan, MRI, atau PET scan dapat dokter lakukan untuk menentukan sejauh mana kanker, termasuk apakah telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau organ yang jauh.

Komplikasi Kanker Serviks

Komplikasi Kanker Serviks
Komplikasi Kanker Serviks

Kanker serviks adalah penyakit yang sangat mematikan karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang terjadi pada pengidapnya.

Beberapa komplikasi yang timbul dari penyakit ini seperti menopause dini, penyempitan vagina, limfedema (penumpukan cairan tubuh), pendarahan berlebih, penggumpalan darah, dan rasa sakit yang menyiksa.

Baca Juga: Penting! Tes Pap Smear, Salah Satu Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Vaksin Kanker Serviks

Vaksin kanker serviks dikenal sebagai vaksin HPV, yang melindungi terhadap strain tertentu dari human papillomavirus (HPV) yang dapat menyebabkan kanker serviks. Ada beberapa vaksin HPV yang tersedia, termasuk Gardasil, Gardasil 9, dan Cervarix.

Vaksin ini menargetkan jenis HPV risiko tinggi paling umum yang terkait dengan kanker serviks, serta jenis HPV lain yang dapat menyebabkan kutil kelamin.

Vaksin HPV sangat efektif dalam mencegah infeksi dengan jenis HPV yang ditargetkan. Mereka telah terbukti secara signifikan mengurangi risiko kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya, seperti kanker vagina, vulva, dubur, dan tenggorokan.

Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks biasanya melibatkan kombinasi berbagai pendekatan, termasuk pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi.

Rencana perawatan spesifik tergantung pada faktor-faktor seperti stadium kanker, tingkat penyebaran, kesehatan individu secara keseluruhan, dan preferensi pribadi.

Berikut adalah beberapa obat yang biasa tenaga medis gunakan dalam pengobatan kanker serviks:

  • Obat kemoterapi
  • Terapi bertarget
  • Imunoterapi

Anda wajib mencatat bahwa obat spesifik yang dokter gunakan dan rejimen pengobatan akan tenaga medis tentukan berdasarkan faktor individu.

Sangat penting untuk berkonsultasi dengan profesional perawatan kesehatan yang berspesialisasi dalam onkologi untuk mendiskusikan pilihan pengobatan spesifik yang tersedia, potensi efek samping, dan rejimen pengobatan yang paling tepat untuk kasus khusus kanker Anda.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda bisa menemui dokter jika Anda mengalami beberapa gejala terus menerus di area vagina yang tidak membaik dengan pengobatan rumahan atau perawatan bebas.

Mengetahui pengobatan dan kondisi penyakit tersebut sejak awal akan sangat membantu. Anda bisa melakukan konsultasi ke klinik Ginekologi Jakarta di Klinik Utama Pandawa untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Klinik Pandawa memiliki layanan mengobati penyakit gatal di selangkangan. Selain itu, Klinik Pandawa merupakan Klinik Kulit dan Kelamin yang terbaik di Indonesia. Silahkan konsultasi dokter online secara gratis di Klinik Pandawa (Rahasia Terjamin).

Referensi:

Share: