Search
Close this search box.

Vaksin HPV: Manfaat, Efek Samping & Harga – Klinik Pandawa

Vaksin HPV merupakan salah satu vaksin yang dianjurkan untuk digunakan oleh orang-orang. Pasalnya, vaksin HPV sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit yang cukup berbahaya bagi manusia. Untuk itu, kita wajib mengetahui soal vaksin HPV.

Lalu apa pengertian dari virus HPV? Siapa saja yang perlu melakukan suntik HPV? Apa kegunaan dari vaksin HPV? Berikut pembahasan lengkapnya untuk dibahas bersama.

Manfaat HPV

Sebagian besar kanker serviks berhubungan dengan human papillomavirus (HPV). Selain itu HPV juga merupakan virus yang menyebarkan infeksi menular seksual.

Melakukan suntik vaksin tersebut akan mengurangi dampak kanker serviks dan kanker lain yang disebabkan oleh HPV di seluruh dunia.

Jadi, HPV sangat berguna mencegah diri Anda dari penyakit kanker dan juga infeksi menular seksual yang biasanya disebabkan karena virus human papillomavirus.

Penyebab Kanker Serviks Adalah HPV (Source: Youtube / Klinik Utama Pandawa)

Artikel Lainnya: Kenali Gejala HPV yang Sering Disepelekan

Apa yang Dilakukan Vaksin ini Terhadap Tubuh?

Virus HPV umumnya menyebar melalui kontak seksual dan umumnya berhubungan sejumlah kasus kanker serviks.

Gardasil 9 adalah vaksin HPV yang sudah disetujui oleh Food and Drug Administration AS dan vaksin ini dapat digunakan untuk anak laki-laki dan perempuan.

Vaksin ini bisa menangkal sebagian besar kasus kanker serviks apabila vaksin diberikan sebelum anak perempuan atau wanita terpapar virus.

Vaksin tersebut juga terbukti dapat mencegah kanker vagina dan vulva. Selain itu, vaksin ini dapat mencegah kutil kelamin, kanker anus, serta  berbagai kanker seperti kanker mulut, tenggorokan, kepala dan leher pada wanita dan pria.

Secara teori, memvaksinasi anak laki-laki terhadap jenis HPV yang terkait dengan kanker serviks juga dapat membantu melindungi anak perempuan dari virus dan kemungkinan mengurangi penularan.

Untuk Siapa Vaksin Tersebut dan Kapan Harus Diberikan?

CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit  merekomendasikan supaya vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan dan laki-laki dengan rentang usia 11 dan 12 tahun.

Vaksin ini bisa diberikan sejak usia 9 tahun. Sangat ideal bagi anak perempuan dan laki-laki untuk menerima vaksin tersebut.

CDC mengatakan supaya semua anak berusia 11 dan 12 tahun menerima dua dosis vaksin HPV dengan jarak jarak enam bulan.

Remaja yang berusia 9 dan 10 tahun serta remaja berusia 13 dan 14 tahun juga bisa mendapatkan vaksinasi dengan jadwal dua dosis.

Penelitian terkait vaksin tersebut menunjukkan bahwa jadwal dua dosis efektif untuk anak yang berumur di bawah 15 tahun. Selain itu untuk yang berusia 15 hingga 26 tahun, mesti menerima tiga dosis vaksin.

CDC merekomendasikan vaksinasi HPV susulan untuk semua orang hingga usia 26 tahun yang tidak vaksinasi secara memadai.

Badan Pengawas Obat dan Makanan A.S. baru-baru ini menyetujui penggunaan vaksin jenis Gardasil 9 untuk pria dan wanita mulai dari usia 9 hingga 45 tahun.

Jika Anda berusia 27 hingga 45 tahun, diskusikan dengan dokter Anda apakah dia merekomendasikan agar Anda mendapatkan vaksin HPV atau tidak.

Baca Juga: HPV di Mulut, Ketahui Penyebab dan Ciri-cirinya!

Siapa yang Tidak Seharusnya Vaksin HPV?

Vaksin tersebut tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau orang yang sakit sedang atau parah. Beri tahu dokter Anda jika Anda pernah atau memiliki alergi parah, termasuk alergi terhadap beberapa hal seperti ragi atau lateks.

Selain itu, jika Anda pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap salah satu komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya, Anda sebaiknya tidak mendapatkan vaksin tersebut.

Efek Samping Vaksin HPV, Apakah Ada?

Menurut penelitian, vaksin tersebut aman untuk digunakan. Secara keseluruhan, efeknya biasanya ringan. Efek samping yang umumnya ditemui dari vaksin HPV adalah termasuk nyeri, bengkak, atau kemerahan di tempat suntikan dilakukan.

Anda bisa duduk selama 15 menit setelah suntik dilakukan untuk mengurangi risiko pingsan. Sakit kepala, mual, muntah, atau kelelahan. Hingga saat ini CDC dan FDA terus memantau perkembangan serta efektivitas vaksin ini.

Baca Juga: Apa Itu HPV? Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Vaksin Tersebut Tidak Bisa Menggantikan Tes Pap

Ya. Vaksin HPV tidak bisamenggantikan tes Pap.

Skrining rutin untuk kanker serviks melalui tes Pap rutin yang bisa Anda mulai pada usia 21 tahun tetap menjadi bagian penting dari tindakan preventif untuk mencegah penyakit.

Jika Anda tertarik untuk melakukan konsultasi atau mengetahui harga vaksin HPV, Anda bisa datang atau konsultasi ke Klinik Utama Pandawa.

Dengan dokter terpercaya, fasilitas lengkap, dan teknologi terkini, Klinik Pandawa sebagai klinik kulit dan kelamin terbaik siap membantu Anda mendapatkan vaksin tersebut.

Anda juga bisa melakukan konsultasi online secara gratis di Klinik Pandawa untuk mendapatkan perawatan dan informasi seputar HPV sesegera mungkin.

Referensi:

Share: