Search
Close this search box.

Iniloh Penyebab Alergi pada Kulit yang Jarang Diketahui!

Kulit merupakan organ tubuh paling luar fungsinya sebagai pelindung dari berbagai faktor luar yang dapat mengganggu fungsi dalam tubuh. Tetapi kulit tidak sekuat yang kita bayangkan, kulit juga bisa melemah saat tubuh melemah. Dari kulit pun kita bisa mendeteksi berbagai gangguan atau infeksi, salah satunya seperti gatal-gatal akibat alergi kulit. Penyebab alergi kulit bisa berbagai macam hal, dan untuk mencegahnya kita harus tahu dahulu pemicu alerginya.

penyebab alergi kulit

Alergi sendiri bisa disebabkan oleh paparan allergen atau unsur asing yang mengancam sistem kekebalan tubuh. Apabila terganggu bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Reaksi alergi bisa berkembang dalam beberapa menit atau beberapa jam setelah kamu terpapar allergen.

Reaksi alergi tidak langsung muncul tiba-tiba pada tubuh ketika terpapar allergen. Sistem kekebalan tubuh kamu akan membuat antibody dahulu sebagai reaksi. Bila tubuh sudah terpapar zat pemicu alergi berikutnya, baru munculah reaksi alergi. Meski kebanyakan reaksi alergi ringan, tapi bisa saja kamu terkena reaksi alergi yang serius secara tiba-tiba.

 

Penyebab alergi kulit

Reaksi alergi kulit pada tiap orang bisa berbeda-beda, yang paling umum adalah gatal-gatal, muncul ruam merah, bentol-bentol, warna kulit berubah, iritasi, bengkak hingga kulit mengelupas.

Berikut ini beberapa penyebab alergi kulit yang dapat menimbulkan tanda-tanda alergi yang mengganggu kulit dan kamu hindari, diantaranya;

Kosmetik penyebab alergi kulit paling umum

Penyebab alergi kulit yang paling sering dan mudah ditemui adalah karena produk kosmetik. Baik pria maupun wanita dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalami alergi akibat kosmetik. Kosmetik memang dapat meningkatkan kepercayaan diri penggunanya, tetapi tidak semua orang cocok menggunakan bahan yang sama.

Hampir setiap kosmetik atau produk perawatan kulit (skincare/ bodycare), memiliki senyawa kimia yang sekilas mirip, tetapi ada pula yang berbeda. Oleh sebab itu, kebanyakan kasus reaksi alergi yang disebabkan oleh kosmetik dikarenakan zat yang ada di dalamnya.

Bahan kimia yang sering ada di dalam kosmetik yang perlu kamu waspadai karena sering menyebabkan iritasi kulit adalah:

  • Mengandung paraben,
  • benzoil peroksida, biasa ditemukan dalam obat jerawat,
  • zat pewangi dalam bedak, parfum, dan lipstik,
  • Oxybenzone,
  • 4-isopropyl-dibenzoylmethane,
  • PABA (asam para-aminobenzoic),
  • ester,
  • Avobenzone, dan
  • Cinnamates.

Saat kamu memakai kosmetik ini mungkin tidak akan merasakan reaksi langsung. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada saatnya gejala atau keluhan tidak langsung muncul dalam satu kali pemakaian. Reaksi alergi pada kulit ini bisa terjadi apabila kamu sudah sering menggunakannya dan barulah terlihat atau muncul gejala alergi.

Apabila kamu ragu dengan kandungan kosmetik skincare atau bodycare, disarankan untuk mengolesi sampel kosmetik yang ingin dipakai ke kulit dan tunggu reaksi dalam 24jam. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana reaksi kulit kamu apakah normal atau bahaya.

Penyakit Dermatitis Kontak: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Sinar Matahari juga bisa menjadi penyebab alergi kulit

Teruntuk kamu yang sering beraktivitas di luar rumah dan brlama-lama di bawah terik matahari, wajib tahu informasi ini. Sinar matahari memang baik apalagi sebagai vitamin D pada tubuh. Tetapi juga bisa menjadi penyebab alergi kulit sehingga kulit memerah, gatal atau mengelupas. Kondisi ini bisa disebut dengan fotosensitivitas atau alergi matahari.

Untuk mencegah kondisi ini terjadi kamu sebaiknya melindungi kulit tubuhnya dengan memakai tabir surya yang cocok dengan kulit. Kemudian, pakai pakaian yang bisa menutup kulit kamu. Bisa juga dengan menggunakan payung, topi, kacamata, maupun masker.

Perhiasan

Pernahkah kamu mengalami kulit gatal dan kemerahan sesaat menggunakan perhiasan tertentu? Bila iya, ada kemungkinan kamu memiliki reaksi alergi terhadap perhiasan atau barang berjenis nikel, emas, dan lainnya.

Nikel adalah logam putih keperakan yang biasa ditemukan pada barang-barang, seperti perhiasan, kacamata, dan ponsel. Penyebab alergi kulit pada perhiasan ini belum diketahui secara pasti mengapa bisa memicu reaksi tersebut. Kemungkinan bisa terjadi karena bahan yang dikandung dalam perhiasan tersebut atau lainnya. Tetapi jika hal ini terjadi sebaiknya waspadai dan lakukan pemeriksaan bila terjadi iritasi belebih.

Air pun bisa menjadi penyebab alergi kulit

Alergi air yang juga disebut sebagai aquagenic urticaria ini terjadi saat penderitanya berkontak langsung dengan air, entah itu air panas ataupun air dingin. Hingga saat ini belum ada penelitian yang menemukan penyebab pasti dari masalah kulit ini.

Walaupun demikian, ada dua faktor yang kemungkinan besar memicu reaksi alergi ini, yaitu:

  • Senyawa kimia aktif yang ada dalam air, seperti klorin.
  • Kulit mengandung zat yang beracun saat berinteraksi dengan air.

Macam-macam Dermatitis dan Cara Pengobatannya

Produk Alkohol dan produk pembersih

Produk rumah tangga, atau produk yang mengandung alkohol juga rata-rata bisa mengakibatkan gangguan di kulit. Produk yang mudah ditemui seperti pembersih lantan, sabun cuci, deterjen, desinfektan yang mengandung alkohol dan zat kimia lainnya sangat mudah membuat reaksi di kulit.

Reaksi yang muncul seperti gatal-gatal, ruam kemerahan, atau kulit mengelupas. Jika sudah begini mungkin kamu perlu berhati-hati dalam pemakaiannya, seperti memakai pelindung tangan atau lainnya.

Makanan

Makanan tertentu bisa memunculkan alergi. Paling banyak seseorang mengalami alergi makanan akibat mengonsumsi makanan laut, cokelat, kacang, maupun produk berbahan susu. Alergi akibat makanan biasanya ditandai dengan rasa kesemutan pada rongga mulut, pembengkakan pada bibir, lidah, wajah, dan tenggorokan, kulit gatal-gatal, hingga reaksi anafilaksis.

Bahan Lateks

Lateks, terutama yang terbuat dari karet alam, merupakan senyawa yang sering dipakai dalam perlengkapan medis dan gigi. Sebagai contoh, sarung tangan sekali pakai, jarum suntik, dan perban menggunakan lateks sebagai bahan utamanya.

Selain perlengkapan medis, lateks juga sering dijumpai di barang-barang sehari-hari, seperti kondom, tas, balon, hingga dot dan botol bayi.

Apabila kamu mengalami alergi lateks, sistem kekebalan akan mengenali senyawa ini sebagai zat yang berbahaya. Hal ini memicu antibodi untuk melawan lateks.

Pada saat kamu kembali terpapar lateks, antibodi akan memberitahu sistem imun untuk melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya ke darah kamu. Respons tersebut menghasilkan berbagai tanda dan gejala alergi. Contohnya seperti penis atau vagina bengkak akibat kondom berbahan lateks, kulit memerah, gatal, hingga kulit mengelupas.

Miss V Gatal? Segera Atasi Sebelum Terkena Komplikasi Berbagai Penyakit Berbahaya!

Kapan harus ke dokter?

Jika sahabat pandawa merasakan gangguan pada kulit, seperti kulit melepuh, gatal-gatal, hingga mengelupas. Jangan tunggu parah, ya. Segera dapatkan pengobatan bersama ahlinya. Hubungi layanan konsultasi dokter online gratis Klinik Pandawa via CHAT/SMS/ TLP 0821-1141-0672 (Rahasia terjamin).

Share: