Bakteri Treponema Pallidum Menyebabkan Penyakit Kelamin Disebut?

Bakteri Treponema Pallidum menyebabkan penyakit kelamin disebut dengan Sifilis atau Penyakit Raja Singa.

Mungkin, sebagian dari Anda sudah tidak asing dengan penyakit ini tetapi baru tahu ternyata penyebab dibaliknya adalah bakteri tersebut. Untuk informasi lebih lanjut terkait bakteri penyebab sifilis ini, simak ulasan berikut.

Mengenal Treponema Pallidum

Treponema Pallidum merupakan bakteri gram negatif yang bisa menyebabkan terjadinya luka spiral. Bersifat patogen, bakteri Treponema Pallidum bisa secara eksklusif berada dalam reservoir manusia. Bakteri patogen semasa hidupnya membutuhkan nutrisi spesifik pada inangnya.

Hal tersebut menyebabkan waktu survival patogen di permukaan mati dalam waktu singkat. Bakteri tersebut masuk dalam tubuh manusia melalui lesi mikro seperti lendir pada kulit dan luka kecil.

Siapa yang Beresiko Tinggi Tertular Treponema Pallidum

Sudah kenal tentang bakteri Treponema Pallidum menyebabkan penyakit kelamin disebut dengan Sifilis?  Lalu, siapa saja yang memiliki resiko tinggi tertular penyakit kelamin ini? Baik pria maupun wanita memiliki resiko yang sama terjangkit penyakit kelamin tersebut.

Umumnya, penyakit sifilis ini menyerang orang dewasa melalui hubungan seksual. Berdasarkan informasi dari infectious disease advisor di tahun 2015 data yang ada menunjukkan hubungan pria dengan pria (LSL) mencapai peningkatan menjadi 81.7%.

Tingkat populasi heteroseksual dalam catatan juga menunjukan kasus sifilis kongenital mengalami kenaikan pada tahun 2015. Bahkan, menjadi kasus sifilis tertinggi sejak tahun 2001. Selain resikonya terjangkit LSL, juga perlu Anda ketahui bahwasanya ibu hamil juga bisa beresiko terkena Sifilis.

Pada ibu hamil, sifilis dalam tubuhnya menular secara hematogen ke janin dalam kandungan. Hal ini bisa membawa banyak dampak apabila tidak melakukan screening sejak awal. Akibatnya jika terlambat ditangani bisa menyebabkan janin meninggal.

Penyakit sifilis juga bisa menyebabkan resiko penyakit lainnya. Apalagi jika pelaku adalah pasien PMS maka dalam kasus tersebut diperlukan uji infeksi gonokokus dan klamidia untuk menganalisa penyakitnya secara jelas.

Artikel Lainnya: Bagaimana Cara Penularan Penyakit Sifilis?

Cara Penularan Bakteri Treponema Pallidum Melalui Apa?

Cara penularan bakteri Treponema Pallidum menyebabkan penyakit kelamin disebut sifilis Anda ketahui. Tujuannya agar bisa lebih aware dan tidak mudah tertular.

Karena termasuk dalam jenis bakteri patogen, penularan bakteri ini melalui kontak fisik seperti melakukan aktivitas seksual. Selain cara itu, Treponema Pallidum juga bisa menginfeksi manusia melalui kontaminasi jarum suntik maupun benda lainnya.

Bahkan, seorang ibu hamil yang mengidap sifilis juga bisa menularkan penyakitnya ke janin. Jika hal tersebut terjadi, ini bisa mempengaruhi plasenta janin, pertumbuhan janin, dan akibat lainnya seperti kelahiran prematur.

Source: Youtube: Klinik Pandawa Jakarta

Gejala Terjangkit Bakteri Treponema Pallidum Apa Saja?

Apa saja gejala seseorang yang terinfeksi bakteri Treponema Pallidum? Bakteri ini memiliki beberapa fase dalam tubuh manusia. Gejala yang bisa Anda kenali saat terjangkit Sifilis seperti terdapat rasa kurang nyaman akibat pengerasan jaringan, muncul chancre atau lesi kecil, muncul tukak dan lain-lain.

Berikutnya, gejala lain yang biasanya terjadi seperti demam, kepala terasa sakit, nyeri otot dan  nyeri sendi. Beberapa penderita sifilis juga menunjukkan gejala lainnya seperti pembengkakkan kelenjar getah bening, muncul bintik-bintik pada mulut dan lain sebagainya.

Jika dilihat, gejala-gejala yang ada ini sulit untuk diidentifikasi, sebab beberapa infeksi maupun penyakit lainnya ada yang mirip dengan penjelasan di atas. Jadi, jika Anda ingin memastikannya, bisa berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan dokter ahli agar hasilnya akurat.

Baca Juga: Bakteri yang Dapat Menyebabkan Penyakit Sifilis Adalah

Macam-Macam Penyakit Sifilis (Treponema Pallidum)

Setidaknya, dengan mengetahui gejalanya Anda bisa lebih aware dan segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jika sewaktu-waktu mengalami kondisi serupa. Namun, apa saja sebenarnya macam penyakit sifilis? Penjelasannya ada pada ulasan berikut.

1. Early Syphilis

Penyakit Sifilis pertama yang bisa Anda ketahui adalah early syphilis. Tahap awal ini terbagi menjadi beberapa macam seperti sifilis primer, sifilis sekunder dan sifilis laten dini. Sifilis primer merupakan kondisi dimana ulkus atau chancre primer letaknya pada alat kelamin, kulit, dan rectum.

Pada tahap primer ini bakteri memiliki masa inkubasi dengan durasi rata-rata 3 minggu. Namun, pada setiap orang bisa saja memiliki durasi waktu yang berbeda. Sedangkan lesi sifilis primer umumnya bisa sembuh tanpa pengobatan dalam kurun 3 hingga 6 minggu.

Fase berikutnya adalah sifilis sekunder. Berbeda dengan tipe primer jenis penyakit ini memerlukan penanganan agar penyebarannya tidak hematogen ke seluruh tubuh. Waktu penyebarannya setelah lesi primer muncul membutuhkan waktu sekitar 1 minggu hingga 4 minggu setelahnya.

Membrane mukosa atau lesi kulit pada awalnya akan berkembang menjadi papula hipermegtasi, hingga bagian tepinya terdapat hiperkeratosisi bersisik. Selain itu, juga muncul ruam pada lesi kulit dan ulserasi tanpa adanya rasa nyeri. Beberapa pasien juga mengeluhkan demam hingga sakit kepala.

Sedangkan fase selanjutnya adalah sifilis laten dini, orang yang terjangkit penyakit tersebut pada umumnya tidak ada gejala di awalnya. Biasanya hal ini disebabkan karena pemeriksaan sebelumnya sudah menunjukan tanda negative pada tes serologi.

2. Late Syphilis

Bakteri Treponema Pallidum menyebabkan penyakit kelamin disebut sifilis namun tidak hanya jenis sebelumnya. Selain early syphilis, Anda juga perlu mengetahui macamnya yang lain yaitu late syphilis.

Pada late syphilis terbagi menjadi beberapa kategori seperti Neurosifilis, Meningitis syphilis, dan sifilis serebrovaskuler. Neurosifilis adalah orang yang mempunyai penyakit sifilis dengan tanda-tanda seperti muncul disfungsi saraf kranial, stroke, gangguan pendengaran, penyakit mata, dan lain-lain.

Cara menentukan seseorang terkena Neurosifilis yaitu dengan melakukan banyak tes pemeriksaan seperti analisa CSF, pemeriksaan otologi, pemeriksaan oftalmologi lampu celah okulasi dan evaluasi secara berkala dari setiap hasil pengecekan.

Berikutnya adalah Meningitis sifilis akut. Penyakit ini memang tingkat kejadiannya terbilang rendah, tetapi tidak ada salahnya Anda mengetahuinya. Inkubasi yang dibutuhkan untuk sindrom satu ini memakan waktu lebih dari 1 tahun bahkan hingga 5 tahun lamanya.

Pada gejalanya biasanya terjadi kelumpuhan saraf, tuli dan terjadi peningkatan tekanan intrakranial. Tentunya untuk mendeteksi jenis sifilis ini perlu pemeriksaan cairan serebrospinal untuk memastikannya.

Sedangkan jenis terakhir adalah sifilis serebrovaskular. Berbeda dengan 2 jenis di atas, penyakit satu ini penyebabnya adalah adanya kombinasi endarteritis dan meningitis kronis. Sejak terjangkit di awal inkubasinya memakan waktu 5 sampai 12 tahun lamanya,

Bentuk dari sifilis satu ini adalah hemiplegia atau biasa dikenal dengan hemiparesis. Hal tersebut dapat mempengaruhi anterior dan arteri serebral tengah. Pada beberapa kasus pasien juga mengalami gejala lain seperti kejang dan afasia.

Pendeteksian bakteri Treponema Pallidum menyebabkan penyakit kelamin disebut sifilis tepatnya serebrovaskular yaitu melalui CSF, pemindaian tomografi terkomputasi (CT) dan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).

Baca Juga: 4 Stadium Sifilis: Sifilis Stadium 1, Stadium 2, Laten dan Tersier

Kapan Harus Tanya ke Dokter Kelamin?

Lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan? Semakin cepat deteksi terhadap penyakit dilakukan, maka pengobatan yang dibutuhkan juga bisa cepat didapatkan. Lalu, kapan harus mendatangi dokter kelamin untuk melakukan pemeriksaan?

Lebih baik sejak awal munculnya gejala Anda melakukan pemeriksaan di dokter agar dampaknya bisa diminimalisir. Tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan pemeriksaan, Anda bisa mendatangi Klinik Kulit dan Kelamin terpercaya dengan dokter pengalaman di bidang terkait yaitu di Klinik Pandawa Jakarta.

Referensi:

Tim Medis Klinik Utama Pandawa
Share: