Search
Close this search box.

Perbedaan Gonore pada Wanita dan Pria – Klinik Kulit Kelamin

Gonore adalah salah satu penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang biasa disebut dengan kencing nanah ini dapat menyerang wanita maupun pria. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan gonore pada wanita dan gonore pada pria.

Apa itu Gonore?

Sebelum masuk kepada pembahasan perbedaan gonore pada pasien wanita dan pria, perlu diketahui dulu penjelasan mengenai gonore. Gonore merupakan penyakit kelamin yang cukup umum terjadi pada saat ini.

Gonore disebabkan oleh bakteri yang Bernama Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini biasanya muncul pada alat kelamin pria maupun wanita, leher Rahim, mata, mulut, dan anus. Penyakit ini tidak memandang usia, tetapi paling sering terjadi pada seseorang yang masih dalam usia reproduksi.

Penularan Gonore

Penularan gonore bisa terjadi dari satu orang kepada orang lain melalui hubungan seksual yang dilakukan tanpa pengaman. Gonore juga bisa menular dari ibu ke anak pada proses persalinan dan melalui penularan tidak langsung.

Hubungan seksual dengan penderita gonore dan tidak menggunakan pengaman menjadi penyumbang terbesar dalam kasus infeksi gonore. Melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan juga meningkatkan resiko terjadinya penularan gonore.

Pekerja seks dan pelaku hubungan homoseksual adalah orang-orang yang rentan terkena infeksi ini. Selain itu, wanita yang mengalami gonore saat kehamilan juga berisiko besar menularkan penyakit ini kepada bayinya saat proses persalinan.

Artikel Lainnya: Biaya Pengobatan Gonore di Klinik Pandawa Jakarta

Gonore juga bisa ditularkan melalui transfusi darah. Apabila ada bakteri Neisseria gonorrhoeae yang hidup pada darah seseorang yang melakukan transfusi maka akan menularkannya kepada pihak penerima transfusi.

Penularan juga bisa terjadi secara kontak tidak langsung. Misalnya berbagi barang pribadi, berbagi pakaian, dan alat makan. Namun, bakteri gonore tergolong sangat lemah apabila berada di luar tubuh, sehingga penularan melalui kontak tidak langsung sangat jarang terjadi.

Source: Youtube / Klinik Utama Pandawa

Gejala Gonore

Dilihat dari gejala pada umumnya, ada banyak perbedaan yang muncul pada wanita dan pria. Salah satu faktor perbedaannya dipengaruhi oleh uretra pria yang lebih panjang, sehingga pada stadium akhir, gonore pada pria memiliki karakteristik yang lebih ganas. Berikut penjelasan selengkapnya.

Gonore Pada Wanita

Gejala yang muncul pada wanita yang terinfeksi gonore biasanya sangat sedikit dan susah untuk dideteksi. Menurut statistik, 97% kasus tidak menimbulkan gejala, dan 3% sisanya hanya memunculkan gejala-gejala ringan.

Pada beberapa kasus, gejala gonore yang muncul disalah artikan sebagai gejala infeksi ginekologi atau infeksi kandung kemih. Ketika penyakit sudah bertahap ke fase yang lebih parah, maka akan muncul gejala seperti keputihan dengan cairan yang berbau busuk dan tidak normal.

Selain itu, pembukaan uretra pada wanita menjadi berwarna merah, sering buang air kecil, dan merasakan sensasi terbakar pada saat buang air kecil. Gejala lainnya yaitu pendarahan di luar masa menstruasi, nyeri perut, nyeri punggung, dan nyeri panggul.

Rasa nyeri ini juga terasa pada vagina saat melakukan hubungan seksual. Pada pemeriksaan medis, serviks akan terlihat merah, bengkak, dan bernanah. Gonore pada wanita juga bisa menyebabkan demam selama berhari-hari.

Gonore Pada Pria

Gejala gonore yang menginfeksi pria lebih mudah untuk dideteksi. 90% kasus infeksi gonore menunjukkan gejala-gejala yang tampak jelas. Beberapa di antaranya yaitu keluarnya nanah berwarna kuning pada penis. Semakin parah infeksinya, maka semakin banyak pula nanah yang keluar.

Kencing nanah pada pria menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah, letih, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan nafsu makan menurun. Pada akhirnya, ini bisa membuat berat badan turun dan tubuh menjadi kekurangan nutrisi,

Gejala lainnya yaitu kelainan saluran kemih. Sering buang air kecil, sensasi terbakar pada saat buang air kecil, dan juga epididimitis. Epididimitis adalah kondisi dimana bakteri penyebab gonore sudah menyebar di sekitar skrotum dan testis.

Gonore pada pria menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan pada pembukaan uretra karena uretra meradang. Karenanya, pengobatan gonore lebih baik dilakukan secepat mungkin sebelum bakterinya menyerang organ lain pada tubuh.

Baca Juga: 6 Obat Gonore agar Cepat Sembuh & Perawatan

Perbedaan Tes Gonore Pada Wanita dan Gonore pada Pria

Tes gonore terhadap pasien wanita dilakukan dengan pengambilan sampel swab dari vagina, leher rahim dan uretra. Bisa juga mengambil sampel dari tenggorokan rektum dan mata. Pada beberapa kasus, pasien perlu memberikan sampel urine.

Sedangkan pada pria, tes gonore memerlukan sampel urine. Perawat atau dokter mungkin akan mengambil sampel usapan dari ujung penis untuk pengujian. Pengambilan sampel juga bisa dilakukan pada tenggorokan, rektum, dan mata.

Apa yang Terjadi Apabila Gonore Tidak Segera Diobati?

Gonore pada wanita jarang sekali menimbulkan gejala. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena penyakit gonore tidak disadari sehingga tidak segera menerima pengobatan dan perawatan. Berikut perbedaan kondisi pada wanita dan pria penderita gonore yang tidak segera diobati.

Bagi wanita, gonore yang tidak segera diobati akan menyebar pada organ reproduksi dan mengakibatkan penyakit radang panggul. Semakin lama akan menyebabkan penyumbatan pada saluran tuba, nyeri panggul jangka panjang, dan juga kemandulan.

Sedangkan gonore pada pria yang tidak segera diobati akan menimbulkan rasa nyeri pada testis dan menyebabkan infertilitas. Pada beberapa kasus, gonore juga bisa menyebabkan radang sendi. Semakin lama terinfeksi gonore, maka semakin besar kemungkinan mengalami komplikasi.

Baca Juga: Tanda Gonore Parah pada Pria dan Wanita

Mencegah Penularan Gonore

Komplikasi gonore pasien pria biasanya menyerang organ genital seperti testis, vas deferens, dan vesikula seminalis. Ini akan berakibat pada kesuburan dan menyebabkan kemandulan pria. Sedangkan komplikasi pada wanita menyebabkan radang anus, radang sendi, dan infertilitas.

Untuk mencegah terjadinya komplikasi di atas, baik wanita maupun pria harus menerapkan kehidupan seksual yang aman dan setia hanya pada satu pasangan saja. Apabila tidak memiliki hubungan monogami dengan jangka panjang, perlu menerapkan hubungan seksual dengan pengaman.

Untuk mencegah penularan gonore dari ibu ke anak, diperlukan pemeriksaan ginekologi sebelum hamil dan melahirkan. Selain itu, bisa juga dengan menjaga pola makan dan berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap bakteri.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin minimal setahun sekali juga dapat meminimalisir terjadinya penularan penyakit. Untuk orang yang melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali.

Baca Juga: 7 Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Gonore

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin?

Anda tidak harus menunggu gejala-gejala di atas untuk melakukan pemeriksaan gonore. Terutama pada wanita yang gejalanya sangat samar sehingga sulit dideteksi tanpa bantuan medis. Pemeriksaan rutin sangat disarankan untuk mencegah terjadinya penularan gonore.

Apabila gejala-gejala gonore yang telah disebutkan di atas mulai muncul, dianjurkan untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan atau berkonsultasi dengan dokter.

Anda bisa datang ke Klinik Gonore atau Klinik Kelamin terbaik dan terpercaya seperti Klinik Utama Pandawa untuk melakukan cek gonore dan pengobatan gonore hingga sembuh.

Klinik Utama Pandawa merupakan Klinik Kulit dan Kelamin terpercaya di Indonesia, memiliki dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman dalam mengobati gonore. Konsultasi dokter online secara gratis untuk penanganan gonore:

Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan gonore pada wanita dan pria. Pemeriksaan gonore sangat disarankan untuk Anda yang hendak melangsungkan pernikahan dan merencanakan kehamilan agar mendapat penanganan dini dan tidak terjadi penularan kepada pasangan dan calon janin.

Referensi:

Share: