Search
Close this search box.

9 Penyebab Penis Lecet dan Cara Mengobatinya

Penis lecet mungkin terdengar seperti masalah yang tidak serius atau biasa terjadi, namun sebenarnya ini bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu lecet pada penis, penyebabnya, dan cara mengatasinya.

Apa itu Penis Lecet?

Penis lecet merujuk pada luka atau gesekan pada kulit penis yang menyebabkan kulit menjadi merah dan sakit. Seringkali, luka ini terlihat sebagai lecet atau luka kecil di kepala penis atau di kulit bagian bawah.

Lecet dapat terjadi pada daerah penis mana saja, namun paling sering terjadi di kepala penis atau di daerah batang kelamin yang memiliki banyak gesekan saat berhubungan seksual atau masturbasi. Selain itu, area lipatan kulit pada penis juga dapat menyebabkan gesekan yang menyebabkan lecet.

Inilah Alasan Kenapa Pria Harus Membersihkan Alat Kelaminnya !!! (Source: Youtube/Klinik Utama Pandawa)

Lecet pada penis biasanya terlihat sebagai luka terbuka berbentuk bulat atau oval dengan pinggiran yang merah dan terasa sakit saat Anda menyentuhnya.

Kadang-kadang, lecet ini juga dapat disertai dengan kulit yang mengelupas atau pembengkakan. Beberapa orang mungkin juga mengalami gatal di daerah penis yang terkena lecet.

Penyebab Penis Lecet

Penyebab Penis Lecet
Seorang Pria Mengalami Penis Lecet

Ada beberapa penyebab penis lecet yang wajib Anda ketahui. Penasaran apa penyebabnya? Berikut ulasan mengenai penyebab penis lecet:

1. Infeksi Bakteri di Kulit

Infeksi bakteri pada kulit sering terjadi pada area yang terluka seperti pada luka lecet atau di sekitar area genital seperti penis.

Beberapa bakteri seperti staphylococcus atau streptococcus dapat menyebabkan infeksi dan menyebabkan gejala seperti kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit pada area tersebut.

Penting untuk menjaga kebersihan area tersebut dan menghindari bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi. Jika terjadi infeksi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

2. Herpes genital

Herpes genital adalah infeksi menular seksual akibat virus herpes simpleks. Biasanya ciri-cirinya adalah munculnya lecet yang gatal atau nyeri di daerah genital, termasuk pada vagina, penis, dan anus.

Herpes genital atau herpes kelamin dapat menyebar melalui hubungan seksual tanpa kondom, oral atau vaginal, bahkan ketika tidak ada gejala yang terlihat.

Meskipun tidak dapat Anda sembuhkan sepenuhnya, namun gejala herpes genital dapat Anda obati untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan.

3. Aktivitas Seksual

Aktivitas seksual melibatkan hubungan intim antara pasangan yang mencakup berbagai macam stimulasi seksual pada organ intim seperti penis dan vagina.

Namun, aktivitas seksual dapat menyebabkan cedera seperti lecet pada penis akibat gesekan yang berlebihan atau penanganan yang kurang hati-hati.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan pelumas dan membatasi frekuensi atau intensitas aktivitas seksual agar dapat melakukan hubungan intim tanpa cedera atau kelelahan yang berlebihan.

4. Balanitis

Balanitis adalah kondisi medis di mana kepala penis meradang dan membengkak. Ini bisa terjadi pada pria usia berapa pun dan biasanya akibat infeksi jamur atau bakteri.

Gejala balanitis antara lain rasa sakit atau terbakar, bengkak, kemerahan, dan pengelupasan pada kulit kepala penis. Pada kasus yang parah, juga dapat terjadi luka atau lecet. Penting untuk segera mencari pengobatan jika mengalami gejala balanitis.

5. Folikulitis

Folikulitis merupakan peradangan yang terjadi pada folikel rambut akibat infeksi bakteri atau jamur.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah yang terasa gatal atau sakit pada area kulit yang terdapat rambut, seperti pada kulit kepala, punggung, dan paha. Namun, folikulitis juga bisa terjadi pada area genital, termasuk pada penis.

Pengidap folikulitis di area genital mungkin akan merasa nyeri saat buang air kecil atau ketika mengalami gesekan dengan baju atau celana dalam, karena kulit pada area tersebut bisa menjadi lecet.

6. Skabies

Skabies merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Biasanya, gejala awal skabies adalah rasa gatal di selangkangan, perut, ketiak, dan tangan.

Tungau skabies bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung kulit ke kulit atau berbagi pakaian dan tempat tidur.

Skabies dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pria yang memiliki penis lecet. Penting untuk mudah diobati secepat mungkin untuk mencegah penyebaran ke orang lain.

7. Alergi Obat

Alergi obat adalah respons tubuh yang tidak biasa terhadap bahan kimia yang terkandung dalam obat. Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap obat, gejala-gejala seperti gatal-gatal, kemerahan, dan pembengkakan dapat terjadi.

Kasus yang lebih serius dapat menyebabkan sesak napas, muntah, dan bahkan dapat mengancam jiwa. Beberapa orang juga melaporkan gejala seperti penis lecet setelah mengalami alergi obat.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan reaksi tubuh terhadap obat dan segera berkonsultasi dengan dokter jika terjadi gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi obat.

8. Infeksi Virus di Kulit

Infeksi virus di kulit dapat terjadi pada berbagai area tubuh, termasuk daerah genital. Salah satu jenis infeksi virus yang biasa terjadi pada penis adalah herpes genitalis.

Gejala umumnya meliputi lecet yang menyakitkan dan gatal di area tersebut. Virus juga dapat menyebar melalui kontak fisik atau seksual, sehingga perlu kehati-hatian dan tindakan pencegahan yang tepat seperti penggunaan kondom.

Jika mengalami gejala yang mencurigakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

9. Iritasi Bahan Kimia

Iritasi bahan kimia bisa terjadi di berbagai bagian tubuh manusia, termasuk area genitalia. Saat terkena bahan kimia yang berbahaya, seperti pembersih toilet atau pestisida, kulit sensitif di sekitar penis bisa mengalami iritasi hingga lecet.

Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan seringkali memerlukan perawatan medis. Oleh karena itu, pastikan untuk menghindari paparan bahan kimia yang berbahaya dan gunakan bahan-bahan yang lebih alami dan aman.

Cara Mengobati Penis Lecet

Cara Mengobati Penis Lecet
Ilustrasi Cara Mengobati Penis Lecet

Salep topical yang diberikan oleh dokter dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat penyembuhan luka penis lecet.

Beberapa salep yang biasa digunakan untuk mengatasi penis lecet meliputi salep antibiotik, salep antijamur, dan salep kortikosteroid. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Kunci untuk mengatasi lecet pada penis adalah dengan mencegahnya terjadi. Beberapa cara untuk mencegah timbulnya lecet pada penis meliputi menggunakan pelumas selama aktivitas seksual, menghindari masturbasi atau seksual yang kasar, dan menjaga kebersihan dan kesehatan penis secara umum.

Beberapa tips lain untuk mengatasi lecet pada penis meliputi menghindari faktor penyebab, seperti menghindari bahan kimia atau sabun yang keras selama mandi, menghindari pakaian dalam atau celana yang terlalu ketat, dan menjaga kelembapan alami kulit penis dengan menggunakan pelembap yang cocok.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Ketika Anda mengalami sejumlah gejala di atas yang mengarah pada penis lecet, maka Anda wajib melakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional.

Anda bisa melakukan konsultasi ke Klinik Kulit Jakarta atau Klinik Kelamin Jakarta milik Klinik Utama Pandawa.

Pasalnya, Klinik Utama Pandawa merupakan Klinik Kulit dan kelamin nomor 1 di Indonesia yang punya tenaga medis profesional dan berpengalaman yang sudah berkali-kali menangani sejumlah penyakit yang berhubungan dengan kulit dan kelamin.

Pertanyaan Terkait Penis Lecet

Ada sejumlah pertanyaan yang sering orang tanyakan mengenai penis lecet. Sejumlah pertanyaan yang umumnya sering orang tanyakan antara lain:

Apakah lecet di kelamin bisa sembuh sendiri?


Jika penis mengalami lecet, maka perlu diobati agar kondisi tersebut bisa sembuh. Biasanya, kondisi ini dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari jika tidak mengalami infeksi atau membesar.

Namun, jika terdapat tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan, kemerahan, atau keluar cairan dari lecet, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar kondisi tersebut bisa ditangani dengan tepat dan segera sembuh.

Apa saja obat salep lecet pada kelamin?


Salep lecet pada kelamin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi luka atau iritasi pada penis. Beberapa obat salep yang umum digunakan termasuk mupirocin, neomycin, dan clotrimazole.

Mupirocin sering digunakan untuk mengobati infeksi staphylococcal, sedangkan neomycin dibuat khusus untuk mengatasi infeksi bakteri.

Sementara itu, clotrimazole biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi jamur. Namun, sebelum menggunakan obat salep lecet pada kelamin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Berapa biaya pengobatan penis lecet?


Untuk biaya pengobatan penis lecet, tergantung pada jenis kelamin dan lokasi Anda berada. Perawatan dapat mencakup antiseptik topikal, obat pereda nyeri, antibiotik, dan perawatan bedah jika diperlukan.

Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui biaya pengobatan dan jenis pengobatan yang terbaik untuk Anda.

Referensi:

Share: