Kencing Berbusa dan Bau Menyengat? Cek Segera!
31 Agustus 2022

Kencing Berbusa dan Bau Menyengat? Cek Segera!

Daftar isi

Klinik Kulit | Klinik Kelamin | Info Kesehatan | Gonore

Gangguan kencing bisa dialami oleh siapapun baik anak-anak ataupun orang dewasa. Tapi bila mengalami kencing berbusa dan bau menyengat, juga bisa menjadi pertanda dari infeksi. Untuk mengatasinya perlu Anda ketahui dahulu penyebabnya. Maka itu bila mengalami keluhan tersebut, jangan anggap remeh ya terutama pada orang dewasa.

kencing berbusa dan bau menyengat

Umumnya, air kencing atau urin berwarna kuning lembut, jernih atau bahkan pekat. Teksturnya pun terbilang encer dan tidak bergelembung. Namun, kadang bisa terjadi perubahan seperti kencing berbusa yang ingin kita bahas saat ini.

Penyebab kencing berbusa dan bau menyengat

Kencing berbusa yang dimaksud sebenarnya seperti kondisi cairan pipis yang keluar terlalu kencang sehingga menimbulkan buih-buih busa.

Sama seperti halnya air yang keluar dari keran yang dibuka maksimal, urin juga bisa berbusa ketika alirannya cepat. Kondisi tersebut masih wajar terjadi dan tak perlu dikhawatirkan.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah saat kencing berbusa dan bau menyengat sering terjadi, bahkan disaat semburan aliran kencing perlahan, dengan disertai kencing sakit dan sensasi panas terbakar.

Berikut ini beberapa kondisi medis penyebab kencing berbusa dan bau menyengat yang perlu Anda tahu.

  1. Dehidrasi

Pertama, penyebab kencing berbusa bisa terjadi pada seseorang yang kekurangan cairan atau bahkan dalam kondisi dehidrasi.

Selain air pipis berbusa, dehidrasi di tandai dengan urin berwarna pekat atau gelap. Bila air kencing berbusa akibat kurangnya cairan tubuh, cara mengatasinya adalah dengan memenuhi kecukupan cairan tubuh dengan minum banyak air putih.

  1. Gangguan ginjal

Urin biasanya sering dikaitkan dengan organ ginjal. Fungsi utama ginjal sendiri yaitu sebagai sistem ekskresi atau pengeluaran zat sisa yang sudah tak terpakai lagi oleh tubuh.

Apabila ada yang mengganggu kinerja ginjal maka bisa timbulkan gangguan kencing salah satunya kencing sakit, berbusa atau berbau. Pasalnya, protein yang di saring oleh ginjal dari dalam darah bisa mengalami kebocoran dan masuk dalam urin.

Istilah kondisi tersebut yakni albuminuria. Kondisi tersebut merupakan salah satu tanda penyakit ginjal kronis yang terjadi oleh tekanan darah tinggi atau diabetes yang tidak terkontrol, endokarditis, sindrom nefrotik, dan radang ginjal.

Jika sudah begini maka Anda butuh penanganan medis dan di bawah pengawasan dokter.

  • Ejakulasi retrograde

Pria wajib tahu, penyebab kencing berbusa selanjutnya adalah ejakulasi retrograde. Di mana suatu kondisi yang terjadi pada pria ketika air mani/ sperma masuk ke dalam kandung kemih, bukannya keluar melalui penis ketika ejakulasi.

Ejakulasi retrograde ini juga disebut dengan ejakulasi terbalik dan bisa berbahaya karena tidak disadari. Pria dengan ejakulasi terbalik juga bisa menjadi kesulitan membuat pasangannya hamil.

  • Diabetes

Penyebab lebih lanjut kencing berbusa dan bau menyengat bisa terjadi akibat diabetes atau gula darah tinggi. Sama halnya protein, gula adalah molekul besar, bila kadar gula terlalu tinggi, ginjal sedikit kesusahan menyaring molekul besar tersebut.

Akibatnya, ginjal mengeluarkan kelebihan glukosa dan protein lewat urin serta mengalami kencing berbusa dan sedikit berbau. Selain air urin berbusa, gejala gula darah tinggi lainnya yakni pandangan kabur, mulut kering, sering haus, sering kencing, pemulihan lama, kulit gatal, dan kelelahan tanpa sebab jelas.

  • Waspada Kencing Berbusa Gejala Infeksi saluran kemih

Gangguan kencing ini juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada sistem saluran kemih Anda. Terlebih bila Anda memiliki riwayat infeksi saluran kemih, beberapa pengobatannya bisa mempengaruhi air kencing. Kemungkinan air kencing berwarna pekat, bau ataupun berbusa.

Infeksi saluran kemih juga bisa terjadi oleh berbagai hal terutama bakteri. Salah satu bakteri penyebab infeksi ini yaitu E.colli dan bakteri penyebab infeksi menular seksual seperti bakteri gonorea.

Jika terjadi oleh akibat infeksi bakteri gonorea maka rentan menular dan membutuhkan pengobatan tepat dan tuntas. Infeksi gonore bisa menimbulkan gejala yang lebih parah dan kompleks bahkan terkadang gejala gonore tidak terasa dan samar.

Bakteri gonorea mampu membuat infeksi di alat kelamin, saluran kemih, kandung kemih, ginjal, dubur, leher rahim, persendian, mata ataupun mulut. Ciri utama dari infeksi ini yakni kencing bernanah.

 

Apakah kencing berbusa dan bau menyengat berbahaya?

Urin berbusa dan berbau sebenarnya tidak terlalu berbahaya bila tidak ada gejala penyerta dan riwayat kesehatan Anda bagus.

Tetapi jika Anda memiliki risiko dan mengalami gangguan seperti yang di sebutkan di atas, jangan tunggu parah untuk berkonsultasi pada ahlinya.

Berikut ini faktor pendukung dan gejala yang perlu Anda waspadai selain mengalami kencing berbusa, di antaranya:

  • Sedang dalam kelelahan
  • Demam, mual, atau tidak nafsu makan
  • Mengalami gangguan tidur
  • Tidak menjaga pola makan
  • Kencing bernanah, berdarah, sering kencing, susah kencing, dll
  • Perut bawah keram dan terasa sakit, atau penuh
  • Gangguan kesuburan
  • Aktif secara seksual sejak remaja dan berganti pasangan seks

 

Bagaimana cara mengatasi gangguan kencing?

Cara mengatasi untuk gangguan kencing ini akan menyesuaikan penyebabnya. Sebab itu, tiap orang akan mendapatkan pengobatan yang berbeda-beda, dan sebaiknya hindari konsumsi obat luar tanpa resep dokter.

Punya masalah yang sama? Langsung saja konsultasi online atau reservasi online di nomor 0821-1141-0672 atau dapat mengklik link KONSULTASI GRATIS. Rahasia terjamin.

 

 

 

referensi:

Foamy urine: What does it mean?. Mayo Clinic. (2022). from https://www.mayoclinic.org/foamy-urine/expert-answers/faq-20057871

What are the Causes of Foamy Urine in Men?. Nova IVF Fertility. from https://www.novaivffertility.com/fertility-help/what-are-the-causes-of-foamy-urine/

Parnham, A., & Serefoglu, E. C. Retrograde ejaculation, painful ejaculation and hematospermia. Translational andrology and urology, 5(4), 592–601. https://doi.org/10.21037/tau.2016.06.05

Mayoclinic.org. Urinary tract infection (UTI)

NHS.UK. Gonorrhoea