Search
Close this search box.

Jangan Abaikan, Inilah Bahaya Penyakit Campak Rubella

Selain cacar ada bahaya penyakit kulit lain yang bisa menular salah satunya yaitu penyakit campak rubella. Penyakit kulit menular ini sempat heboh beberapa waktu silam lantaran penyebarannya begitu cepat. Penyakit kulit ini sebagian besar menyerang anak-anak dan remaja, dengan gejala ruam kulit kemerahan, demam, dan nyeri persendian. Namun, apa yang menjadi penyebab penyakit ini dan adakah bahaya dari campak rubella?

penyakit campak rubella

Apa sih penyakit campak rubella itu?

Penyakit rubella sama dengan penyakit kulit cmenular yang disebabkan oleh virus, atau yang dikenal dengan campak jerman. Dimana membuat penderitanya mengalami ruam merah dan suhu badan naik tinggi. Virus rubella ini bisa menyebar melalui droplet bersin atau ingus orang yang terinfeksi penyakit rubella atau campak Jerman.

Kebanyakan orang mengenal penyakit rubella yaitu penyakit yang ringan tapi untuk wanita hamil, rubella penyakit yang serius. Penyakit kulit ini sering terjadi pada anak-anak, sejak di adakannya program vaksinasi Rubella pada 1980-an, penyakit rubella telah hampir seluruhnya diberantas.

Apa saja gejalanya?

Gejala rubella atau campak Jerman adalah pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga dan belakang kepala, suhu badan panas hingga 38 derajat Celcius atau lebih, serta badan menggigil. Gejala yang tidak umum pada orang dewasa adalah arthritis dan arthralgia—peradangan dan nyeri sendi.

Gejala rubella adalah sebagai berikut:

  • Demam ringan dengan temperatur 38.9 derajat Celcius atau kurang
  • Kepala pusing/ sakit
  • Hidung tersumbat
  • Mata merah meradang
  • Pembengkakan pada kelenjar limfa di belakang telinga dan leher
  • Ruam berwarna merah muda yang menyebar di permukaan wajah serta bagian tubuh lainnya.

BACA JUGA: Mengenal Penyakit TORCH pada Ibu Hamil, Ini loh Penyebabnya!

Apa penyebab penyakit kulit ini?

Penyebab penyakit rubella adalah virus, yang ditularkan dari satu orang ke orang lain. Virus rubella yang nampak seperti campak ini, mudah menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui kontak langsung dengan peralatan yang digunakan penderita seperti alat bantu pernafasan bahkan hanya sekadar sentuhan, atau bisa dengan baju, handuk, spre, atau bantal.

Selain itu, darah dari seorang ibu yang sedang hamil ke janin juga dapat menjadi penyebab rubella sebelum kelahiran. Virus rubella mudah menyebar bahkan sebelum ruam merah terlihat pada penderita.

Ibu Hamil perlu Tahu Bahayanya

Sebagian wanita hamil akan memiliki kekebalan terhadap campak rubella yang berbeda-beda, baik dari yang telah memiliki penyakit di masa lalu atau yang divaksinasi sekalipun. Tetapi, jika seorang wanita hamil yang tidak memiliki kekebalan, dia bisa menularkannya virus campak rubella kepada anaknya yang masih didalam kandungan.

Virus tersebut dapat menyebabkan cacat lahir yang dikenal sebagai congenital rubella syndrom (CRS) atau sindrom rubella bawaan. Cacat lahir ini sama dengan cacat mental, katarak, tuli, ketidak normalan jantung atau penyakit jantung kongenital, dan pertumbuhan janin lambat dibandingkan dengan janin normal.

Risiko bayi yang terkena Congenital Rubella Syndrom (CRS) dan tingkat keparahan dari cacat lahir tergantung di usia kehamilan ketika ibu terkena rubella:

  • Usia kehamilan 11 minggu (3 bulan), risiko CRS sebesar 90 persen
  • Usia kehamilan antara minggu ke 11-16, risiko CRS sebesar 10-20 persen
  • Usia kehamilan antara minggu ke 16-20, risiko CRS minimal tuli
  • Di usia kehamilan di atas minggu ke-20, tidak akan terjadi peningkatan risiko CRS.

Wanita hamil jika mengalami rubella atau telah berada bersama dengan seseorang yang mengalami rubella selama minimal 15 menit segeralah berkonsultasi dengan dokter. Tes virus campak rubella dapat dilakukan jika Anda belum diimunisasi.

Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk memeriksa apakah bayi mengalami CRS atau tidak. Untuk menentukan jenis dan tingkat cacat lahir bisa dilakukan USG.

BACA JUGA: Kulit Bersisik dan Mengelupas? Ini Dia Penyebab & Cara Mengatasinya

Pengobatan Penyakit Kulit di Klinik Pandawa

Bila kamu merasa ada tanda-tanda dari penyakit campak rubella ini maka sebaiknya kamu melakukan konsultasi dengan dokter ahli Klinik Pandawa. Kamu dapat melakukan konsultasi online secara gratis dengan dokter kami. Silakan klik tautan ini “KONSULTASI ONLINE GRATIS”. Kamu juga dapat menghubungi kami secara langsung lewat Whatsapp atau nomor berikut 0821-1141-0672. Segala rahasia medis terjamin.

 

 

 

penulis: AN/berbagaisumber

Share: