Search
Close this search box.

Gejala Radang Testis Jangan Abaikan Bisa Picu Ketidaksuburan Pria

Penyakit Radang testis atau Orchitis dapat terjadi di usia berapa saja, namun kebanyakan terjadi pada laki-laki di atas usia 45 tahun dan terutama para penderita gondok. Gejala radang testis bisa awalnya akan menimbulkan rasa sakit dan berujung pada gangguan kesuburan. Namun, jika diobati secara baik, dapat sembuh secara total tanpa menimbulkan komplikasi dan sangat jarang menyebabkan ketidaksuburan pada penderita. Lantas, apa saja penyebab dan cara pencegahannya? Simak ulasan berikut ini yaa…

gejala radang testis orchitis

Apa Itu Penyakit Radang Testis (Orchitis)?

Radang Testis atau disebut juga dengan Orchitis adalah peradangan akut pada salah satu atau kedua testis sekaligus. Penyakit radang testis atau Orchitis biasanya disebabkan oleh bakteri yang bisa menginfeksi melalui hubungan seksual (PMS), terutama pada gonorea atau klamidia. Bakteri orchitis juga sering mengakibatkan peradangan pada struktur kantung pembuahan (epididimis) pada bagian belakang testis atau disebut juga dengan epididymitis.

Sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan sistem reproduksi pria terutama testis. Pasalnya, testis merupakan penyimpan dan pembawa sperma. Jika kantung ini bermasalah, maka bisa mempengaruhi kesuburan Anda.

 

Apa Gejala Radang Testis (Orchitis)?

Gejala radang testis yang umum terjadi pada pria diantaranya seperti:

  • Rasa sakit dan bengkak pada testis, bisa dua-duanya atau hanya salah satu testis.
  • Berlangsung dalam waktu beberapa minggu
  • Mual
  • Demam, menggigil
  • Buang air kecil terasa sakit
  • Bagian yang terinfeksi terasa berat
  • Adanya darah dan urin berwarna pekat
  • Skrotum terasa sakit kalau disentuh dan saat berhubungan seksual

BACA JUGA: Kenali Radang Panggul, Penyakit yang Menyerang Sistem Reproduksi Wanita!

Penyebab dan Faktor Resiko Radang Testis

Gangguan testis meradang atau membengkak ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti infeksi bakteri ataupun virus. Tetapi, penyebab radang testis juga dapat tidak diketahui pasti. Ada banyak kemungkinan seperti faktor usia atau gaya hidup mempengaruhi kesehatan testis.

Gangguan radang testis yang dipicu oleh infeksi bakteri, kondisi ini sering kali terjadi setelah gangguan epididimitis. Epididimitis sendiri merupakan peradangan saluran dibelakang testis yang menyimpan dan membawa sperma. Umumnya, gangguan epididimitis disebabkan oleh infeksi saluran kemih pada uretra atau kandung kemih yang menyebar ke epididimis.

Selain itu, infeksi ini juga dapat disebabkan oleh bakteri penyebab IMS atau infeksi menular seksual. Dimana bakteri penyebab IMS yang memicu timbulnya gejala radang testis seperti bakteri gonore dan klamidia.

Penyebab lain gangguan testis yakni adanya kelainan pada saluran kemih atau riwayat pemasangan kateter atau alat medis lainnya pada penis. Riwayat operasi prostat pun ikut berpotensi timbulkan radang testis.

Pada gangguan testis yang disebabkan oleh virus, kondisi ini biasanya diakibatkan dari virus penyebab penyakit gondongan (gondokan). Sekitar sepertiga pria yang mengalami gondokan setelah pubertas juga berpotensi mengalami gejala radang testis, umumnya 4 sampai 7 hari setelah awal timbul keluhan gondongan

Nah, berikut ini beberapa faktor Anda mengalami gejala radang testis, diantaranya seperti

  • Belum pernah mendapat vaksin gondok sebelumnya
  • Adanya infeksi saluran kemih atau gangguan kencing
  • Memiliki penyakit prostat atau penyakit lainnya
  • Memiliki riwayat medis pembedahan yang berhubungan dengan alat kelamin atau saluran kemih
  • Kelainan bawaan pada saluran kemih
  • Melakukan hubungan seksual dengan bergonta-ganti pasangan tanpa pengaman

Selain diusia 45 tahun ke atas, beberapa kasus juga ditemui pria muda dibawah 45 tahun sudah mengalami gejala radang testis.

BACA JUGA: CARA MERONTOKAN KUTIL KELAMIN, AMPUH TANPA EFEK SAMPING!

Apa Saja Tes yang Biasa Dilakukan Diagnosa?

Selain dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi testis membengkak, biasanya Dokter juga akan melakukan beberapa tes pendukung, seperti:

  1. Pemeriksaan darah
  2. (USG) pada testis
  3. Tes untuk mendeteksi penyebab gejala radang testis gonorea atau klamidia
  4. Urinalisis
  5. Pemeriksaan urin

BACA JUGA: Testis Bengkak & Nyeri, Waspada Penyakit Radang Testis

Bagaimana Pencegahan penyakit Radang testis ?

Setelah Anda melakukan pemeriksaan radang testis dan mengetahui penyakitnya, selain pengobatan, Anda bisa menvegahnya dengan beberapa tips di bawah ini;

  1. Imunisasi terhadap mumps (MMR)
  2. Tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko )berganti-ganti pasangan seks)
  3. Penggunaan kondom dapat mengurangi kejadian penyakit menular seksual (PMS)
  4. Laki-laki berusia lebih dari 45 tahun harus rutin melakukan pemeriksaan kelenjar prostat
  5. Selalu jaga kebersihan alat vital baik sebelum atau sesudah berhubungan seks
  6. Kurangi mengenakan pakaian atau celanan ketat

BACA JUGA: Radang Prostat, Penyakit yang Sering Menjangkit Pria Dewasa

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala radang testis yang telah disebutkan tadi atau memiliki pertanyaan seputar masalah di atas. Konsultasikan ke dokter ahli untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Pengobatan gejala radang testis pada tiap orang akan berbeda begitu juga dosis yang diberikan. Selama Anda cepat menjalani pemeriksaan dan pengobatan sejak awal maka gejala radang testis bisa berkurang dan terhindar dari kemungkinan buruk.

Apabila sahabat pandawa membutuhkan informasi atau pengobatan lebih lanjut, silakan berkonsultasi dengan layanan kami secara gratis di melalui 0821-1141-0672 atau dapat mengklik link KONSULTASI GRATIS.

 

Share: