Search
Close this search box.

Cara Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit, Aman dan Minim Downtime

Sahabat pandawa, pernah alami muncul bercak-bercak atau noda gelap di wajah? Bercak noda di wajah ini cukup mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri. Kondisi ini dikenal sebagai hiperpigmentasi kulit. Karena keberadaannya telah mengganggu penampilan, tak jarang banyak orang mencari cara mengatasi hiperpigmentasi dengan aman dan tanpa efek samping. Lantas, seperti apa hiperpigpemtasi kulit ini? apakah berbahaya dan bisakah hilang? Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

cara mengatasi hiperpigmentasi

Mengenal Hiperpigmentasi Kulit

Pada dasarnya kulit manusia mengandung sel melanosit yang memproduksi melanin, yaitu bahan kimia yang memberi warna pada kulit. Jika terlalu banyak kandungan melanin dapat menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit, Misalnya pada noda kemerahan atau kecokelatan yang nongol di wajah dan sering kita sebut bekas jerawat, itulah Hiperpigmentasi.

Sesuai dengan namanya, Hiperpigmentasi adalah hasil produksi melanin berlebih pada kulit yang disebabkan dari peradangan. Jadi, selain jerawat, Hiperpigmentasi juga bisa terjadi pada bekas luka, karena keduanya sama-sama disebabkan dari peradangan pada kulit.

Selain itu, ada juga yang disebabkan dari Paparan sinar matahari, trauma pada kulit, dan iritasi atau efek samping dari obat tertentu. Walaupun gangguan kulit ini bukan masalah medis yang serius, mungkin Anda ingin mengetahui cara penangananya untuk tujuan kecantikan pada kulit Anda.

Bisa Atasi Penuaan Dini, Ini Dia Manfaat Peeling Wajah Lainnya

Ketahui perbedaan jenis hiperpigmentasi

Kenali berbagai jenis hiperpigmentasi terlebih dahulu supaya Anda tahu bagaimana menentukan serangkaian pengobatan dan perawatan yang tepat dan memberikan pandangan untuk perubahan gaya hidup. Karena hal ini sangat penting agar Anda dapat mencegah kemunculan perubahan warna kulit tersebut di kemudian hari. Ketahuilah bahwa hiperpigmentasi tidak hanya muncul pada wajah saja. Hiperpigmentasi Ada tiga jenis yaitu:

  1. Melasma. Jenis ini penyebabnya adalah ketidak seimbangnya hormon dan merupakan peristiwa yang normal selama kehamilan. Melasma juga dapat muncul dikarenakan efek samping dari pil kontrasepsi atau gangguan fungsi tiroid dan pengobatan terapi hormon lainya. Melasma Ini adalah jenis hiperpigmentasi yang masih sulit diobati. Biasanya di tandai timbulnya bercak cokelat di wajah dan area tubuh terbuka.
  2. Lentigines. Jenis ini biasa disebut sebagai bintik hitam atau bintik gelap. Lentigines ini ditemukan pada 90% orang yang berusia lebih dari 60 tahun yang disebabkan penuaan dan terpapar sinar UV.
  3. Post-inflammatory hyperpigmentation(PIH) hiperpigmentasi pasca peradangan. PIH ini disebabkan oleh cedera pada kulit seperti jerawat, luka bakar, psoriasis, dan yang diakibatkan oleh beberapa jenis pengobatan perawatan kulit. PIH ini biasanya hilang dengan sendirinya seiring kulit meregenerasi dan menyembuhkan diri.

BACA JUGA: Punya Bercak-bercak Putih di Kulit? Bisa Jadi Kamu Terkena Vitiligo, Segera Atasi!

Cara Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit Tanpa Bedah

Berikut ini beberapa cara mengatasi hiperpigmentasi kulit yang aman dan tanpa efek samping, diantaranya:

  • Terapi kombinasi peeling dan Laser yang bisa kita lakukan untuk Treatment Post-inflammatory hyperpigmentation(PIH). Whitening, dimana laser whitening ini berfungsi memecahkan pigmen melanin menjadi fragmented (kecil kecil) sehingga sangat mudah diserap tubuh, dan pigmen di permukaan kulit akan dilepas dengan treatment peeling. Agar hasil lebih maksimal dokter akan meresepkan cream untuk perawatan lanjutan di rumah
  • Microdermabrasi/ microneedling. Dimana kedua jenis treatment ini dilakukan untuk memasukkan serum Growth micro neddle (jarum micro) ditujukan untuk kulit lapisan dermis dimana tindakan ini akan merangsang pembentukan kulit baru atau peremajaan kulit.
  • Pengelupasan kulit chemical peeling, termasuk pengelupasan dengan bahan Tretinoin, asam salisilat, untuk mengobati area kulit gelap. Pengelupasan kulit dilakukan jika memang pengobatan luar telah gagal.
  • Vitamin C. Kandungan senyawa vitamin C sendiri bisa menghambat enzim tirosinase yang berperan terhadap proses pembentukan melanin kulit gelap. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang mencegah kulit tampak kusam, sehingga dengan menggunakan vitamin C secara rutin akan membantu menyamarkan hiperpigmentasi dan membuat kulit tampak cerah.
  • IPL (Intense Pulsed Light) treatment bekerja dengan memanfaatkan paduan bermacam-macam gelombang cahaya yang dapat menarget area yang lebih besar. Efek samping IPL Treatment juga lebih minim dibanding dengan Laser Treatment. Treatment IPL harus di bawah pengawasan dokter berpengalaman.

BACA JUGA: 5 Penyebab Bercak Putih di Wajah dan Cara Tepat Menghilangkannya! Wajib Dibaca!

Konsultasikan kondisi kulit Anda dengan dermatolog

Konsultasikan ke Dokter kulit atau dermatolog untuk mengetahui jenis gangguan kulit apa yang ada pada kulit Anda. Setelah bertanya kepada dokter,  Anda bisa jelaskan pula tentang gaya hidup dan riwayat medis sebelumnya, dokter akan periksa dengan lampu pembesar untuk mengetahui jenis gangguan kulit apa yang ada pada kulit Anda.

BACA JUGA: Selain Menghaluskan Kulit, Ini Dia Manfaat Chemical Peeling Wajah

Dapatkan perawatan kulit dan estetika terbaik di Klinik Pandawa Jakarta

Apabila sahabat pandawa memiliki masalah kulit seperti di atas dan merasa terganggu dengan kehadirannya. Tidak ada salahnya berkonsultasi pada dokter kulit atau kecantikan. Dokter tentu akan memberikan arahan dan pilihan mengenai cara menghilangkan hiperpigmentasi ataupun bercak putih pada wajah atau kulit.

Selain masalah hiperpigmentasi, Kami juga memiliki banyak pilihan treatment untuk atasi masalah jerawat, bekas luka, dan masalah penuaan lainnya. Tunggu apalagi, tuntaskan masalah kulitmu bersama Kami.

Hubungi layanan konsultasi Kami via SMS/TLP/ CHAT di nomor 0821-1141-0672 atau klik KONSULTASI GRATIS.

 

 

 

penulis: AI/berbagaisumber

Share: