Bercak Aneh di Area Intim? Bisa Jadi Sifilis pada Wanita
- January 10, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Sifilis pada wanita sering datang tanpa tanda yang jelas, membuat banyak penderitanya tidak sadar bahwa tubuhnya sedang terinfeksi. Luka kecil yang tidak nyeri, ruam ringan yang cepat hilang, atau keputihan yang tampak biasa kerap dianggap masalah sepele.
Padahal, infeksi sifilis bisa berkembang diam-diam dan menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani sejak dini, mulai dari gangguan organ reproduksi hingga komplikasi jangka panjang yang membahayakan kesehatan.
Sifilis pada wanita umumnya disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang menular melalui hubungan seksual tanpa kondom. Risiko penularan semakin tinggi jika memiliki lebih dari satu pasangan atau kurang menjaga kesehatan area intim.
Karena gejalanya sering samar, pemeriksaan di layanan penyakit kelamin sangat penting untuk memastikan diagnosis yang akurat. Dengan berkonsultasi di Klinik Utama Pandawa, Anda bisa mendapatkan penanganan profesional, aman, dan tepat sejak tahap awal, sehingga risiko komplikasi dapat dicegah.
Baca Juga: Tahapan Pengobatan Sifilis Menurut Medis untuk Pria & Wanita

Baca Juga: Nikmat Sesaat, Bahaya Nyata! Ini 10 Risiko Seks Oral di Mulut!
Mengapa Sifilis pada Wanita Sering Tidak Disadari?
Berbeda dengan penyakit lain yang langsung menimbulkan nyeri hebat, sifilis pada wanita sering menunjukkan tanda yang samar, seperti:
- Luka kecil yang tidak sakit
- Bercak kemerahan yang tidak gatal
- Ruam kulit yang cepat menghilang
- Gejala menyerupai flu ringan
Karena tidak menimbulkan rasa nyeri, banyak wanita mengira kondisi ini hanyalah iritasi biasa atau masalah kulit sementara.
Baca Juga: Seperti Ada Daging di Miss V? Begini Cara Mengobatinya!
Penyebab Sifilis pada Wanita
Sifilis terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penularan antara lain:
- Hubungan seksual tanpa pengaman: Tidak menggunakan kondom meningkatkan risiko tertular sifilis dan penyakit menular seksual lainnya.
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual: Semakin banyak pasangan, semakin tinggi risiko paparan bakteri.
- Riwayat penyakit menular seksual: Luka akibat PMS lain memudahkan bakteri sifilis masuk ke tubuh.
- Pasangan terinfeksi sifilis: Penularan bisa terjadi meskipun pasangan tidak menunjukkan gejala.
Baca Juga: Cara Tepat Pengobatan Sifilis yang Efektif dan Aman
Gejala Sifilis pada Wanita Berdasarkan Tahapannya
Gejala sifilis pada wanita dapat berbeda-beda tergantung tahapan infeksi. Karena sering kali ringan atau tidak disadari, sifilis kerap terlambat ditangani. Berikut penjelasannya berdasarkan tahap penyakit:
1. Sifilis Primer
Pada tahap awal, sifilis ditandai dengan munculnya luka kecil tidak nyeri (chancre) di area masuknya bakteri, seperti vagina, labia, leher rahim, atau anus. Luka ini biasanya tidak sakit, tidak gatal, dan dapat sembuh sendiri dalam 3–6 minggu, sehingga sering diabaikan meskipun infeksi masih berlanjut.
2. Sifilis Sekunder
Jika tidak diobati, sifilis berkembang ke tahap sekunder dengan gejala yang lebih luas, seperti ruam kemerahan pada kulit yakni ruam sifilis (termasuk telapak tangan dan kaki), demam ringan, nyeri otot, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, serta kondiloma akuminata (kutil lembap di area genital). Keputihan tidak normal dan rasa lelah berlebihan juga dapat muncul.
3. Sifilis Laten
Pada tahap laten, gejala sifilis menghilang, namun bakteri tetap berada di dalam tubuh. Fase ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa tanda apa pun, tetapi penderita masih berisiko mengalami komplikasi serius dan menularkan infeksi, terutama dari ibu ke janin.
4. Sifilis Tersier
Tahap paling berbahaya ini dapat muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal. Gejalanya meliputi kerusakan organ vital seperti jantung, otak, saraf, dan pembuluh darah.
Pada wanita, sifilis tersier dapat menyebabkan gangguan saraf, kelumpuhan, gangguan penglihatan, hingga masalah kehamilan serius seperti keguguran atau sifilis kongenital.
Baca Juga: Suntik Sifilis di Klinik Bisa Sembuh Total? Cek Biayanya di Sini!
Bercak di Area Intim, Apakah Pasti Sifilis?
Tidak semua bercak di area intim adalah sifilis. Namun, bercak patut dicurigai sebagai sifilis jika:
- Tidak nyeri tetapi tidak kunjung sembuh
- Disertai riwayat hubungan seksual berisiko
- Muncul bersamaan dengan ruam kulit di tubuh
- Diikuti kelelahan atau pembengkakan kelenjar
Baca Juga: Lidah Ada Bercak Aneh? Waspada Gejala Sifilis Awal!
Cara Mendiagnosis Sifilis pada Wanita
Diagnosis sifilis tidak bisa hanya berdasarkan gejala visual. Dokter biasanya melakukan:
- Wawancara medis (riwayat seksual dan keluhan)
- Pemeriksaan fisik area intim
- Tes darah untuk mendeteksi antibodi sifilis
- Tes tambahan jika dicurigai PMS lain
Pemeriksaan di layanan penyakit kelamin sangat penting agar diagnosis akurat dan tidak salah penanganan.
Pengobatan Sifilis pada Wanita
Kabar baiknya, sifilis bisa disembuhkan, terutama jika ditangani sejak dini.
1. Antibiotik
- Penisilin adalah obat utama untuk sifilis
- Dosis dan durasi tergantung tahap penyakit
- Harus dihabiskan sesuai anjuran dokter
2. Pemantauan Pasca Pengobatan
- Tes darah ulang untuk memastikan bakteri sudah hilang
- Pemantauan jangka panjang pada kasus tertentu
3. Pengobatan Pasangan
Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati untuk mencegah penularan ulang.
Apa yang Terjadi Jika Sifilis Tidak Diobati?
Sifilis yang tidak ditangani dapat menyebabkan:
- Kerusakan organ permanen
- Gangguan sistem saraf
- Masalah kesuburan
- Risiko penularan ke pasangan
- Komplikasi kehamilan (keguguran, sifilis pada bayi)
Pencegahan Sifilis pada Wanita
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Gunakan kondom saat berhubungan seksual
- Setia pada satu pasangan
- Lakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin
- Segera periksa jika muncul luka atau bercak mencurigakan
- Hindari hubungan seksual berisiko
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami:
- Bercak atau luka aneh di area intim
- Ruam di tubuh tanpa sebab jelas
- Keputihan tidak normal
- Nyeri saat berhubungan
- Riwayat kontak seksual berisiko
Penanganan Sifilis yang Aman dan Profesional
Jika Anda mencurigai adanya gejala sifilis, jangan menunda pemeriksaan. Konsultasi di layanan penyakit kelamin di Klinik Utama Pandawa memungkinkan Anda mendapatkan:
- Diagnosis akurat
- Pengobatan sesuai standar medis
- Privasi dan kenyamanan pasien
- Penanganan oleh dokter berpengalaman
Perawatan Sifilis Wanita yang Aman, Rahasia, dan Terpercaya
Sifilis pada wanita sering berkembang tanpa gejala jelas dan dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak diobati sejak dini. Melalui layanan spesialis penyakit kelamin,
Anda akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, diagnosis akurat, serta terapi medis yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, sehingga pengobatan bisa berjalan aman dan efektif.
Menjaga kesehatan reproduksi adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri. Di Klinik Utama Pandawa, setiap pasien ditangani oleh tenaga medis berpengalaman dengan menjunjung tinggi privasi dan kenyamanan.
Jangan ragu untuk berkonsultasi lebih awal agar sifilis dapat ditangani dengan tepat, risiko penularan berkurang, dan kualitas hidup Anda kembali optimal.

Referensi
- Mayo Clinic Diakses pada 2026 Syphilis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756
- Verywell Health Diakses pada 2026 Syphilis Symptoms in Women. https://www.verywellhealth.com/syphilis-signs-and-symp
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- June 5, 2025
Klamidia Bisa Terjadi pada Pria: Ini.
Klamidia pada pria adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling umum, namun sering kali tidak menunjukkan gejala yang.
Read More
- August 2, 2025
Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Gejala,.
Infeksi saluran kemih (ISK) pada anak adalah masalah kesehatan yang cukup sering terjadi, namun sering kali sulit dikenali karena gejalanya.
Read More