Erosi Serviks: Pengertian, Gejala, Bahaya, dan Pengobatan

Erosi Serviks: Pengertian, Gejala, Bahaya, dan Pengobatan

Daftar isi

Klinik Kelamin | Klinik Kulit | Info Kesehatan  | Serviks

erosi serviksErosi serviks

Halo Sahabat Pandawa! Memiliki keturunan adalah dambaan dari setiap pasangan setelah menikah. Ada pepatah mengatakan pernikahan tanpa adanya suara anak kecil bagaikan sayuran tanpa garam. Hanya hambar rasanya jika tidak ada kehadiran buah hati. Ada banyak sekali penyebab sulitnya wanita mengalami kehamilan. Salah satu faktor yang membuat wanita menjadi sulit hamil ialah erosi serviks.

Seperti biasa, pada kesempatan kali ini Klinik Pandawa akan memberikan informasi seputar erosi serviks yang dampaknya bisa membuat wanita susah hamil, bahkan terdapat kemungkinan terkena kanker rahim. Oleh karena itu, mari simak artikel ini untuk menambah wawasan seputar dunia kewanitaan ya Sahabat Pandawa!

Apa itu erosi serviks?

Sebelum berangkat lebih jauh, Sahabat Pandawa harus mengetahui terlebih dulu apa itu erosi serviks. Erosi serviks merupakan suatu keadaan ketika sel-sel kelenjar atau sel lunak yang menyelimuti bagian dalam serviks (leher rahim) menyebar ke luar leher Rahim dan meradang. Padahal, di area luar leher rahim terdiri dari sel-sel epitel skuamosa yang cenderung lebih keras. Area luar leher rahim yang bersentuhan langsung dengan sel kelenjar dari dalam serviks disebut sebagai zona transformasi.

Erosi serviks bisa diakibatkan oleh perubahan hormon dalam tubuh, biasanya karena kehamilan ataupun pengaruh dari mengonsumsi pil KB. Meski bernama erosi serviks, namun ini bukan berarti serviks mengalami pengikisan. Hal ini hanya diisyarati dengan sel skuamosa normal di luar leher rahim bergantian dengan sel kelenjar dari dalam leher rahim yang lebih lunak.

Ektropion (nama lain dari gangguan ini) adalah gangguan kesehatan yang biasa dialami oleh wanita muda. Sayang, kondisi ini seringkali terabaikan karena jarang ada gejala yang muncul, bahkan bisa tanpa gejala. Akan tetapi, bukan berarti Sahabat Pandawa dapat menyepelekannya begitu saja karena perkembangan erosi serviks bisa berbahaya bagi kesehatan.

Gejala erosi serviks

Gejala ataupun ciri-ciri erosi serviks yang biasa terjadi ialah terdapat peradangan di leher rahim dan juga di zona tranformasi. Pasalnya, zona transformasi memiliki sel kelenjar yang berwarna merah, halus, dan mudah terkikis. Kondisi ini membuat organisme internal yang ada di serviks menjadi lebih mudah tumbuh dan berkembang biak. Akibatnya, serviks terlihat semakin merah dan meradang.

Banyak wanita yang tidak mengalami gejala ini, andaikan ada umumnya akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun. Namun, ada pula wanita yang merasakan gejala ringan sampai mengalami ketidaknyamanan yang lebih parah. Berikut adalah beberapa gejala erosi serviks yang umumnya muncul pada wanita:

  • Sakit ketika berhubungan seks.
  • Perdarahan selama atau setelah berhubungan seks.
  • Keputihan yang sangat banyak dan tidak berbau. Keputihan cenderung berbau jika gangguan ini mengalami infeksi.
  • Bercak darah yang tidak normal padahal tidak sedang menstruasi.
  • Nyeri dan perdarahan selama atau setelah pemeriksaan panggul atau pap smear. Hal ini umumnya terjadi ketika spekulum dimasukkan ke dalam vagina atau ketika pemeriksaan bimanual.

Akan tetapi, perlu mencatat pula bahwa gejala di atas tak selalu mengarah pada erosi serviks. Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, baiknya segera bicarakan ke dokter untuk memastikan diagnosa.

Bahaya erosi serviks

Banyak wanita yang tak sadar bahwa dirinya terkena gangguan ini karena terkadang tidak ada gejala yang muncul. Biasanya baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan panggul oleh dokter. Meski cenderung tidak berbahaya, namun kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan. Hal karena gangguan ini bisa jadi akibat dari kondisi lain seperti berikut ini:

  • Infeksi
  • Fibroid atau polip
  • Endometriosis
  • Masalah dengan IUD
  • Perkembangan kanker, seperti kanker rahim atau kanker serviks

Untuk memastikan diagnosisnya, Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk menjalani prosedur medis yang sesuai dengan kondisi Anda. Beberapa pemeriksaan yang mungkin menawarkan adalah sebagai berikut:

  1. Pap smear, yaitu pemeriksaan sel serviks untuk melihat adanya kemungkinan perubahan sel kanker atau prakanker yang mengarah pada virus HPV.
  2. Kolposkopi, yaitu dengan memeriksa serviks menggunakan pencahayaan terang dan alat pembesar
  3. Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan kecil untuk menguji dugaan sel kanker. Prosedur ini biasanya membuat wanita merasakan kram di bagian tertentu.

Pengobatan erosi serviks di Klinik Pandawa Jakarta

Setelah Sahabat Pandawa mengetahui hal seputar erosi serviks maka Sahabat Pandawa bisa mendeteksi gejala-gejala gangguan ini. Bila Sahabat Pandawa mendapati adanya gejala ataupun tanda-tanda mengalami gangguan ini segeralah melakukan tindakan. Sahabat Pandawa bisa mengonsultasikannya ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Salah satu klinik yang memiliki dokter spesialis kulit dan kelamin adalah Klinik Pandawa. Klinik Pandawa telah berpengalaman dalam menangani masalah seputar kelamin dan kewanitaan. Sudah banyak pasien yang berhasil sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut Anda bisa menghubungi Klinik Pandawa di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA). Sahabat Pandawa juga bisa melakukan konsultasi secara online dengan dokter kami secara GRATIS di bit.ly/rollkonsul.