13 Gejala PMS (Premenstrual Syndrome) dan Cara Mengobati

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan hal yang mengacu pada kombinasi gejala fisik, emosional, dan perilaku yang banyak orang alami pada hari atau minggu menjelang periode menstruasi mereka.

PMS biasanya terjadi selama paruh kedua siklus menstruasi, setelah ovulasi, dan mereda dengan dimulainya menstruasi.

Penyebab pasti PMS tidak diketahui, tetapi fluktuasi hormonal, terutama perubahan kadar estrogen dan progesterone menjadi pemicunya. Untuk lebih memahami gejala PMS, kita akan membahas mengenai hal itu dan sejumlah hal yang terkait dengan PMS.

Apa itu Premenstrual Syndrome?

Premenstrual Syndrome (PMS) mengacu pada kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang akan orang alami pada hari-hari atau minggu-minggu menjelang periode menstruasi mereka.

PMS biasanya terjadi pada fase luteal dari siklus menstruasi, yaitu periode setelah ovulasi dan sebelum menstruasi.

Gejala PMS (Premenstrual Syndrome)

Seorang Wanita Mengalami Gejala PMS

Gejala PMS dapat sangat bervariasi dari individu yang satu dengan yang lainnya. Beberapa gejala PMS dilihat dari fisik, emosional, dan psikologis meliputi:

  1. nyeri payudara
  2. kembung
  3. kelelahan
  4. sakit kepala
  5. nyeri sendi atau otot
  6. mengidam makanan
  7. perubahan nafsu makan
  8. Perubahan suasana hati
  9. lekas marah
  10. depresi
  11. gelisah
  12. keputihan
  13. perubahan pola tidur

Anda wajib memperhatikan bahwa meskipun PMS bisa membuat tidak nyaman dan mengganggu kehidupan sehari-hari, PMS dianggap sebagai bagian normal dari siklus menstruasi.

Namun, bagi sebagian orang, gejalanya mungkin parah dan mengganggu kualitas hidup mereka. Dalam kasus seperti itu, kondisinya bernama gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD), yang merupakan bentuk PMS yang lebih parah dan mungkin memerlukan intervensi dan perawatan medis.

Bentuk Premenstrual Syndrome yang Bikin Khawatir

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) adalah bentuk sindrom pramenstruasi (PMS) yang lebih parah dan terdiagnosis secara klinis.

Ini punya tanda dengan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang intens yang terjadi pada fase luteal akhir dari siklus menstruasi dan secara signifikan memengaruhi fungsi dan kesejahteraan sehari-hari seseorang.

Gejala PMDD mirip dengan PMS tetapi lebih parah dan melemahkan. Mereka biasanya berulang setiap bulan dan termasuk:

1. Gejala Emosional dan Psikologis

Perubahan suasana hati yang parah, lekas marah, marah, cemas, depresi, perasaan putus asa, kesedihan terus-menerus, sulit berkonsentrasi, dan perubahan citra diri.

2. Gejala Fisik

Kelelahan, kembung, nyeri payudara, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, dan perubahan nafsu makan atau mengidam makanan.

Gejala PMDD secara signifikan dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan seseorang, seperti pekerjaan, pergaulan, dan aktivitas sehari-hari.

Sayangnya penyebab pasti dari PMDD tidak banyak orang ketahui, namun ini ada hubungannya dengan perubahan hormonal selama siklus menstruasi, serta faktor mendasar lainnya seperti ketidakseimbangan neurotransmitter dan predisposisi genetik.

Cara Mengobati PMS

Ilustrasi Cara Mengobati PMS

Ada berbagai obat yang mungkin dokter berikan atau rekomendasikan untuk membantu mengelola gejala PMS. Pengobatan spesifik dan pendekatan perawatan akan bergantung pada tingkat keparahan gejala dan kebutuhan pribadi Anda.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk sindrom menstruasi:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Kontrasepsi hormonal
  • Inhibitor reuptake serotine selektif (SSRI)
  • Diuretik
  • Suplemen

Sangat penting untuk bekerja dengan profesional perawatan kesehatan untuk menentukan obat dan dosis yang paling tepat untuk situasi spesifik Anda.

Mereka dapat mengevaluasi gejala Anda, memberikan diagnosis yang tepat, dan merekomendasikan perawatan terbaik berdasarkan kebutuhan pribadi dan riwayat medis Anda.

Selain itu, mereka akan memantau kemajuan Anda dengan cermat dan melakukan penyesuaian seperlunya.

Mencegah PMS Apakah Bisa?

Meskipun tidak mungkin untuk sepenuhnya mencegah premenstrual syndrome (PMS) atau Premenstrual dysphoric disorder (PMDD), ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk berpotensi mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan selama siklus menstruasi.

Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang dapat membantu:

  • Mempertahankan gaya hidup sehat
  • Mengelola stress Anda
  • Melakukan diet seimbang
  • Melacak gejala yang Anda alami
  • Mendapatkan dukungan dari orang sekitar
  • Melakukan konsultasi medis

Penting untuk Anda catat bahwa pengalaman setiap orang dengan PMS dan PMDD adalah unik, dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda dapat mempertimbangkan untuk menemui dokter jika Anda mengalami PMS dan secara signifikan memengaruhi kualitas hidup atau fungsi sehari-hari Anda. Berikut adalah beberapa indikasi yang mungkin tepat untuk mencari perhatian medis:

  • Keparahan gejala
  • Durasi dan konsistensi
  • Kesejahteraan emosional
  • Dampak pada hubungan
  • Kekhawatiran tentang kondisi lain yang mendasari
  • Kurangnya rasa lega dari tindakan perawatan diri

Tenaga medis dapat mengevaluasi gejala Anda, memberikan diagnosis yang tepat, dan menawarkan opsi perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mereka mungkin juga mengesampingkan kemungkinan penyebab lain dari gejala Anda dan memberikan panduan untuk mengelola PMS atau PMDD secara efektif.

Mengetahui pengobatan dan treatment PMS sejak awal akan membantu Anda mendapatkan kesembuhan maksimal. Anda bisa melakukan konsultasi ke Klinik Keputihan terbaik di Klinik Utama Pandawa untuk mendapatkan treatment yang tepat.

Klinik Pandawa memiliki layanan melakukan konsultasi PMS karena Klinik Pandawa merupakan Klinik Ginekologi Jakarta dan Klinik Kulit dan Kelamin yang terbaik di Indonesia. Silahkan konsultasi dokter online secara gratis di Klinik Pandawa (Rahasia Terjamin).

Referensi:

Tim Medis Klinik Utama Pandawa
Share: