gangguan parafimosis

Gangguan Parafimosis: Pengertian, Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

gangguan parafimosisGangguan Parafimosis – Halo Sahabat Pandawa semua. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga Sahabat Pandawa sekalian selalu diberikan kesehatan di mana pun berada ya! Penis laki-laki adalah organ yang cukup unik karena memiliki kulit pelindung pada bagian kepalanya. Kulit tersebut sering disebut sebagai kulup penis atau kulit kepala penis.

Kulit ini berfungsi sebagai pelindung dari kepala penis itu sendiri. Namun, apabila tidak dilakukan sirkumsisi (sunat) dalam jangka waktu yang panjang maka dapat menimbulkan berbagai masalah seperti terkena infeksi bakteri yang membuat kepala penis meradang (balanitis), kulup yang tidak bisa ditarik (fimosis), bahkan kulup penis yang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula (parafimosis).

Pada beberapa waktu lalu Klinik Pandawa telah membahas mengenai gangguan fimosis yang menyebabkan kulup tidak dapat ditarik ke pangkal penis. Ternyata ada juga kebalikan dari fimosis, yaitu parafimosis yang mengakibatkan setelah kulup tidak bisa kembali seperti semula setelah ditarik.

Seperti biasanya, Klinik Pandawa akan selalu memberikan informasi dan juga artikel seputar kesehatan, khususnya di bidang penyakit kulit, penyakit kelamin, dan juga estetika (kecantikan). Nah, pada kesempatan kali ini Klinik Pandawa akan membahas seputar parafimosis – kebalikan dari fimosis – mulai dari pengertian, gejala, penyebab, bahaya, sampai dengan cara mengatasinya.

Oleh karena itu, simak terus artikel ini sampai selesai agar kamu dapat mengetahui tentang gangguan parafimosis lebih mendalam. Yuk disimak ya Sahabat Pandawa!

 

Pengertian gangguan parafimosis

Gangguan parafimosis atau yang disebut juga dengan paraphimosis merupakan sebuah kelainan pada penis yang membuat kulup penis yang ditarik ke pangkal penis tidak dapat kembali ke posisi semula. Gangguan Parafimosis biasanya terjadi pada penis yang belum disirkumsisi atau disunat. Kelainan ini bisa terjadi di segala usia, namun umumnya lebih sering menimpa anak-anak serta lansia.

Parafimosis bakal menimbulkan sensasi rasa sakit dan bengkak di pangkal penis. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditangani untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih serius.

 

Gejala gangguan parafimosis

Saat mengalami gangguan parafimosis, penderita masalah ini bakal merasakan gejala berupa timbulnya rasa sakit serta terjadinya pembengkakan di ujung penis. Selain gejala rasa sakit dan pembengkakan, terhalangnya aliran darah ke arah penis bakal menyebabkan ujung penis akan berwarna kemerahtuaan ataupun biru keunguan. Penderita gangguan ini juga bakal kesulitan saat buang air kecil (BAK).

Jika tidak segera ditangani maka kondisi ini dapat berpotensi menyebabkan matinya jaringan penis (gangrene). Kondisi ini berbahaya dan harus segera diobati.

 

Penyebab gangguan parafimosis

Masalah ini terjadi ketika kulup penis yang ditarik ke pangkal tidak bisa kembali ke posisi semula. Seseorang biasanya menarik kulup ketika melakukan aktivitas tertentu seperti berikut ini:

  • Melakukan hubungan seksual dengan pasangan
  • Saat membersihkan penis
  • Saat buang air kecil
  • Saat menjalani pemeriksaan penis oleh dokter
  • Saat dipasangkan kateter

Masalah ini termasuk kondisi yang jarang terjadi. Seorang pria lebih mudah mengalami gangguan parafimosis jika mempunyai sejumlah faktor risiko seperti berikut ini:

  • Masih anak-anak atau sudah lanjut usia
  • Memiliki kebiasaan menarik kulup penis
  • Mengalami cedera di sekitar alat kelamin
  • Menderita infeksi pada penis
  • Menindik penis

 

Komplikasi gangguan Parafimosis

Komplikasi serius bisa terjadi bila gangguan ini tidak segera ditangani. Komplikasi akan muncul akibat gangguan aliran darah serta oksigen ke kepala penis. Komplikasi tersebut meliputi berikut ini:

  • Rusaknya jaringan kepala penis
  • Infeksi pada kepala penis
  • Kematian jaringan dan putusnya kepala penis

 

Diagnosis Parafimosis

Untuk mendiagnosis gangguan parafimosis, dokter bakal menanyakan terlebih dahulu gejala yang dialami oleh sang pasien serta riwayat kesehatan termasuk sunat. Setelah itu, dokter baru akan melakukan pengecekan fisik pada penis untuk memastikan diagnosisnya. Saat melakukan pemeriksaan fisik dokter bakal menilai kondisi kepala penis, kulup, dan skrotum sang pasien untuk melihat seberapa parah dampak yang dialami.

 

Cara mengatasi parafimosis di Klinik Pandawa Jakarta

Ada berbagai cara untuk mengatasi masalah ini. Contohnya seperti pengompresan penis, penyuntikan penis, penyayatan kulup, hingga melakukan sirkumsisi atau sunat. Hal ini bertujuan untuk membuat aliran darah kembali normal dan tidak tersumbat

Salah satu cara untuk menghindari masalah ini adalah dengan melakukan sirkumsisi atau sunat. Sunat bisa menjadi solusi apabila parafimosis terjadi. Sunat juga akan memberikan banyak manfaat kesehatan untuk laki-laki seperti terhindar dari kuman-kuman yang menempel di kepala penis.

KLINIK PANDAWA melayani Sahabat Pandawa yang ingin melakukan sunat laser. Sunat laser cukup digemari karena metode ini tidak menyebabkan rasa sakit. Waktu pemulihannya juga cukup cepat, hanya butuh waktu 2 – 3 hari.

Jika Sahabat Pandawa perlu informasi lebih lanjut maka dapat melakukan konsultasi online secara gratis dengan dokter kami lewat link berikut ini KONSULTASI ONLINE GRATIS. Sahabat Pandawa juga dapat menghubungi kami lewat nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 Whatsapp / SMS/ telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Newsletter

Subscribe

Subscribe to our newsletter to get the first information & Special offer every week.