Klinik Pandawa - Tanya Dokter, Cek Lab Terpercaya
Edit

F.A.Q KLINIKKULITKELAMIN.COM

Klinik Pandawa merupakan salah satu klinik kulit dan kelamin terbaik di Jakarta, melayani berbagai keluhan penyakit kulit dan kelamin, Estetika, Bedah Minor, Andrologi dan Ginekologi terpercaya di Jakarta sejak tahun 2012.

Berkomitmen terhadap pelayanan kesehatan setiap individu, Klinik Pandawa hadir memenuhi kebutuhan pasien dengan memberikan layanan terbaik khususnya di bidang Andrologi, Ginekologi, Bedah Minor, Penyakit Kulit dan Kelamin.

Lokasi Klinik Pandawa saat ini hanya di Jakarta. Terletak di Gedung Baja, Lt. GF2, Jalan Pangeran Jayakarta No. 55, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730.

Klinik Pandawa melayani dari Hari Senin – Sabtu, pukul 10.00-18.00 dan Hari Minggu, pukul 12.00-18.00 (Selama Pandemi COVID-19)

Accordion Content

Selain datang ke Klinik Pandawa, cara mendaftar atau registrasi dan konsultasi online gratis cukup mudah. Anda hanya perlu hubungi layanan konsultan kami melalu nomor 021-6231-3337 atau 0821-1141-0672 via WA/ SMS/ TLP. Atau dengan klik layanan Konsultasi Dokter Online Gratis Kami di sini dan mengisi data diri Anda. Kerahasiaan data Anda selalu Kami jaga.

Klinik Pandawa memiliki ijin operasional resmi dari PTSP Jakarta Pusat dan Sudinkes Jakarta Pusat dengan Nomor :3/B.6.0/31.71.02/-1.779.3/2017.

Alasan Sifilis Disebut Penyakit Raja Singa ?

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram

Daftar isi

Sifilis | Klinik Kelamin | Klinik Kulit | Info Kesehatan

Di Indonesia, sifilis mempunyai sebutan lain sebagai penyakit raja singa. Penyakit ini sangat berbahaya, dapat menimbulkan berbagai komplikasi termasuk di antaranya adalah disfungsi seksual, dementia, kerusakan organ jantung, dan bahkan kematian. WHO mencatat ada setidaknya 7 juta kasus infeksi raja singa baru pada 2020 di seluruh dunia.

Penyebutan sebagai penyakit raja singa, membuat penyakit ini terdengar sangat menyeramkan. Meski begitu, penderita yang terinfeksi penyakit ini bisa memperoleh kesembuhan secara total kalau memperoleh perawatan serta pengobatan medis secara tepat. Namun, apakah Anda tahu kenapa sifilis disebut sebagai penyakit raja singa?

Sejarah Penyakit Sifilis

Infeksi penyakit raja singa disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Bakteri ini dapat melakukan penularan lewat kontak langsung melalui hubungan seksual. Gejala yang muncul pada penderita raja singa bisa bervariasi, disesuaikan dengan tahapannya, mulai dari primer, sekunder, laten, hingga tersier.

Sifilis

Penyakit ini sudah muncul sangat lama. Hanya saja, sumber kemunculannya masih rancu. Ada 2 hipotesis yang berkaitan dengan kemunculan penyakit raja singa ini, yaitu:

1. Sifilis Muncul Pada Periode Ekspedisi Christopher Columbus

Ada sebuah teori yang disebut teori Columbian mengungkapkan kalau awal sumber penyebaran penyakit raja singa adalah kru kapal Columbus. Para anak buah Columbus dipercaya membawa penyakit ini setelah melakukan perjalanannya menuju ke Amerika pada 1492.

Sepulangnya dari perjalanan menuju Amerika tersebut, muncul epidemi raja singa di Eropa. Epidemi tersebut berlangsung ketika Perancis melakukan serangan militer ke Kota Naples di Italia, pada sekitar tahun 1495.

2. Raja Singa Sudah Ada di Eropa Sejak Lama

Selain hipotesis tersebut, ada pula pemikiran lain yang mengungkapkan kalau penyakit raja singa sudah ada jauh sebelum kepulangan ekspedisi Columbus. Hipotesis ini menyebutkan kalau penyakit seksual menular ini dipercaya sudah menjangkiti banyak penderita di Eropa.

Hanya saja, kemajuan teknologi menyulitkan proses identifikasi penyakit. Alasan inilah yang menjadi landasan utama dari hipotesis ini. Mereka percaya kalau penderita penyakit sifilis sulit didiagnosis karena gejalanya yang sangat mirip dengan penyakit lain.

Berbagai Sebutan untuk Penyakit Raja Singa

Berkaitan dengan sejarah penyebutan namanya, ada beberapa cerita menarik terkait penggunaan nama penyakit ini, di antaranya:

1. Sifilis

Istilah sifilis yang merujuk pada penyakit raja singa digunakan pertama kali oleh seorang dokter, penyair, serta cendekiawan asal italia bernama Girolamo Fracastoro. Dia menyebutkan istilah tersebut dalam sebuah puisi latin yang dibuatnya pada 1530.

Menurut peneliti Roy Moutran serta Ismael Maatouk pada Journal of Sexual Medicine, Fracastoro menyebutkan kalau penyakit ini berasal dari barat laut Atlantik. Selain itu, dia juga menyebutkan kalau penyakit ini menyerang orang-orang yang tak bahagia.

Penggunaan nama sifilis berasal dari penggembala asal Yunani yang memiliki nama Syphilus. Dalam mitologi Yunani, Syphilus merupakan sosok yang melakukan pemberontakan terhadap kewenangan Dewa Matahari dan selanjutnya menderita penyakit.

2. Penyakit Negara Musuh

Uniknya, penamaan penyakit raja singa juga mempunyai kaitan erat pada situasi perang pada zaman dahulu. Banyak orang yang kerap menyebut penyakit ini dengan sebutan sebagai penyakit negara musuh.

Sebagai contoh adalah sebutan berupa penyakit Perancis yang disematkan oleh orang-orang Italia. Sementara itu, masyarakat Jepang menyebut raja singa sebagai penyakit Portugis. Lalu, ada pula sebutan penyakit Turki oleh bangsa Persia.

Moutran dan Maatouk mengungkapkan, penggunaan nama negara musuh untuk penamaan penyakit merupakan salah satu wujud pelepasan tanggung jawab. Di sisi lain, fenomena tersebut juga mengungkapkan kalau saat itu masyarakat masih belum mengetahui asal mula dari penyakit ini.

3. Penyakit Raja Singa

Selanjutnya, Anda akan sangat familier dengan istilah penyakit raja singa. Masyarakat awam pun mengenalnya sebagai salah satu penyakit menular seksual. Hanya saja, tidak ada catatan yang jelas kenapa sifilis mendapatkan sebutan penyakit ini.

Deteksi Dini Sebagai Pencegahan Komplikasi Berbahaya Penyakit Raja Singa

Fakta kalau penyakit raja singa yang dapat menyebabkan terjadinya kematian bukanlah isapan jempol belaka. Di Amerika, tingkat kematian akibat penyakit ini pernah mencapai angka 10% pada rentang waktu 40 tahun. Namun, fatality rate itu dapat menekan setelah penggunaan antibiotik penisilin.

Meski begitu, tingkat kematian pada penderita raja singa masih sangat mungkin terjadi. Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, ada total sebanyak 6.498 kasus kematian akibat sifilis pada rentang tahun 1968 sampai 2015. Kasus kematian tersebut banyak terjadi pada bayi serta wanita yang terinfeksi sifilis.

Sejatinya, kasus kematian yang menyebabkan oleh penyakit menular seksual ini dapat tertekan sekecil-kecilnya. Selain bisa tersembuhkan, raja singa juga merupakan penyakit yang penularannya dapat mencegah. Tingkat kesembuhannya pun kian mudah ketika seorang penderita melakukan deteksi dini terhadap penyakit.

Pada tingkatan penderita sifilis primer dan sekunder, proses pengobatan dapat berlangsung dengan menggunakan antibiotik selama kurang lebih 14 hari. Sementara itu, penderita yang berada pada tingkatan laten maupun tersier, bakal memerlukan durasi penanganan yang relatif lebih lama.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit raja singa demi kesehatan diri sendiri dan pasangan. Anda pun dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter kulit dan kelamin secara online dari Klinik Pandawa. Lewat layanan ini, Anda bisa mendapatkan penjelasan yang rinci dan detail terkait penyakit menular seksual ini.

Semoga bermanfaat.

Sumber artikel:

https://journals.lww.com/stdjournal/fulltext/2019/01000/trends_in_deaths_due_to_syphilis,_united_states,.7.aspx

https://www.who.int/news/item/09-07-2021-new-study-highlights-unacceptably-high-global-prevalence-of-syphilis-among-men-who-have-sex-with-men

https://www.republika.co.id/berita/mvsr8s/asal-muasal-penyakit-sifilis-alias-raja-singa-masih-misteri