Search
Close this search box.

Penyakit Epididimitis: Pengertian, Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

penyakit epididimitis

Penyakit Epididimitis – Holaa Sahabat Pandawa, bagaimana kabar hari ini? Semoga Sahabat Pandawa sekalian sehat selalu yah! Apakah Sahabat Pandawa pernah mengalami kesulitan saat buang air kecil (BAK)? Atau juga merasa sakit dan nyeri ketika ejakulasi? Hati-hati lho, karena itu bisa menjadi salah satu ciri adanya gangguan di organ pria kamu.

Organ vital di bagian kemaluan memang seringkali mengalami berbagai permasalahan, mulai dari luar sampai bagian dalam. Salah satu gangguan penyakit yang menyebabkan timbul rasa sakit saat buang air kecil atau ejakulasi adalah epididimitis. Apa itu penyakit epididimitis?

Seperti biasanya, Klinik Pandawa akan memberikan informasi-informasi seputar kesehatan kulit, kelamin, dan juga estetika. Pada kesempatan kali ini Klinik Pandawa bakal membahas tentang penyakit epididimitis mulai dari pengertian, gejala, penyebab, sampai pengobatannya. Maka dari itu, simak terus artikel ini ya Sahabat Pandawa untuk penjelasan lebih lengkapnya. Yuk disimak!

Penyakit epididimitis

Epididimitis merupakan peradangan pada saluran yang berguna sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran sperma atau yang dikenal juga dengan epididimis. Saat mengalami gangguan epididimitis, saluran tersebut membengkak sehingga menimbulkan rasa nyeri. Peradangan ini juga bisa menyebar hingga ke daerah testis (epididymo-orchitis).

Saluran epididimis berada di belakang testis dan menyambungkan testis dengan vas deferens. Saluran initerus berlanjut ke saluran ejakulasi, prostat, sampai ke saluran kencing (uretra). Jika meradang maka jaringan di sekitar saluran akan terasas sakit.

Gangguan ini tidak memandang usia. Pria mana pun dapat terkena masalah ini, namun yang paling sering pada usia 19 – 35 tahun.

Gejala epididimitis

Epididimitis memiliki gejala yang serupa dengan masalah gangguan pria lainnya seperti prostatitis. Tanda-tanda dari gangguan ini semacam nyeri saat buang air kecil (BAK) atau saat ejakulasi. Namun, gejala yang cukup menonjol dari masalah ini adalah rasa nyeri pada testis (biasanya hanya di salah satu sisi).

Berikut ini ialah beberapa gejala yang umumnya dialami oleh para pengidap epididimitis:

  • Skrotum (kantung testis) akan membengkak, terasa hangat, serta nyeri saat disentuh.
  • Timbul rasa nyeri pada testis, biasanya di salah satu satu sisi.
  • Darah pada cairan sperma.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Frekuensi ingin buang air kecil meningkat
  • Selalu merasa tidak tuntas sehabis buang air kecil.
  • Muncul benjolan di sekitar area testis yang diakbiatkan karena penumpukan cairan.
  • Ujung penis mengeluarkan cairan yang tak normal. Biasanya gejala ini terkait dengan penyakit menular seksual.
  • Nyeri saat ejakulasi ataupun saat berhubungan seksual.
  • Rasa tak nyaman dan nyeri pada perut bagian bawah atau sekitar panggul.
  • Bengkaknya kelenjar getah bening di daerah pangkal paha.
  • Demam.

Penyebab epididimitis

Sebagian besar gangguan epididimitis diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri yang dimulai dari uretra, prostat, ataupun kandung kemih. Selain infeksi bakteri, gangguan ini juga bisa diakibatkan oleh beberapa masalah ini:

  • Endapan urine di dalam saluran epididimis. Kondisi ini terjadi saat urine mengalir kembali ke epididimis.
  • Gondongan (mumps).
  • Efek samping amiodarone.
  • Infeksi menular seksual, seperti gonore, sifilis, dan juga klamidia.
  • Torsio testis.
  • Penyakit Behḉet.
  • Tuberkulosis.

Faktor risiko epididimitis

Selain penyebab, gangguan ini juga memeiliki sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena epididimitis. Berikut adalah beberapa faktor risikonya:

  • Melakukan hubungan seksual dengan pengidap penyakit menular seks.
  • Berubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
  • Mempunyai riwayat infeksi menular seksual.
  • Pernah menjalani prosedur medis yang berhubungan dengan saluran urine.
  • Menderita pembesaran prostat.
  • Pernah mengalami infeksi prostat atau infeksi saluran kemih (ISK).
  • Pria yang belum disunat.
  • Memiliki letak anatomis saluran kemih yang tak normal.
  • Menggunakan kateter urine untuk jangka waktu yang panjang.

Komplikasi epididimitis

Gangguan epidimitis tidak bisa diremehkan begitu. Masalah ini bisa menyerembet ke penyakit dan gangguan lainnya. Salah satunya adalah masalah kesuburan karena komplikasi dari gangguan ini dapat mengganggu kualitas sperma.

Komplikasi lain berupa timbulya abses atau nanah di sekitar skrotum (kantung pelir). Nanah tersebut bisa mengakibatkan terinfeksinya skrotum dan testis. Tentu bukanlah hal yang bisa dianggap remeh kan?

Berikut iniBeberapa komplikasi yang dapat timbul akibat epididimitis adalah:

  • Munculnya abses (infeksi bernanah) pada skrotum.
  • Berkurangnya kesuburan.
  • Robeknya lapisan kulit skrotum.
  • Matinya jaringan testis karena kekurangan darah (testicular infarction).

Pengobatan epididimitis di Klinik Pandawa Jakarta

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sahabat Pandawa sekalian. Setelah membaca artikel ini, jika kamu menemukan adanya gejala-gejala gangguan epididimitis pada tubuh kamu maka segeralah konsultasikan kepada dokter.

Salah satu klinik yang memiliki dokter berpengalaman dalam menangani masalah ini ialah KLINIK PANDAWA. Klinik Pandawa sudah sangat ahli dalam menangani pasien epididimitis dan juga gangguan pada pria lainnya. Telah banyak pasien yang berhasil sembuh serta kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Jika Sahabat Pandawa perlu informasi lebih lanjut maka dapat melakukan konsultasi online secara gratis dengan dokter kami lewat link berikut ini KONSULTASI ONLINE GRATIS.Sahabat Pandawa juga dapat menghubungi kami lewat nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 Whatsapp / SMS/ telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Share: