Search
Close this search box.

Komplikasi Penyakit Sifilis, Apakah Berbahaya?

Klinik Kulit | Klinik Kelamin | Klinik Gigi | Sifilis

Penyakit sifilis atau yang oleh masyarakat Indonesia kerap disebut sebagai raja singa. Menurut laporan CDC Amerika Serikat, ada sebanyak 133 ribu kasus sifilis baru sepanjang tahun 2020. Tingkat risiko terjadinya kasus sifilis secara khusus meningkat pada orang yang terbiasa melakukan hubungan seksual lelaki dengan lelaki.

Sifilis termasuk sebagai salah satu infeksi menular seksual (IMS). Proses penularannya berlangsung melalui hubungan seksual. Tak hanya hubungan intim yang berlangsung secara vaginal, tetapi juga bisa terjadi saat seseorang melakukan hubungan secara oral maupun anal. Oleh karena itu, sifilis dapat pula dijumpai pada anus, bibir, serta mulut.

Tingkat bahaya dari penyakit sifilis tidak hanya karena faktor penularannya. Namun, penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi yang sangat serius. Komplikasi tersebut bisa terjadi ketika seorang penderita sifilis berada pada kondisi sifilis tersier. Dilansir dari Healthline, ada sekitar 14-40% penderita sifilis yang memasuki tahapan ini.

 Penyakit Sifilis
Penyakit Sifilis

Gejala serta Komplikasi Penyakit Sifilis Tersier

Sifilis tersier merupakan tahapan terakhir pada penyakit sifilis. Kondisi ini bisa muncul ketika seorang penderita tidak menjalani perawatan atau pengobatan secara tepat. Selain itu, Anda juga perlu tahu kalau sifilis tersier bisa terjadi beberapa tahun dan bahkan puluhan tahu setelah infeksi awal.

Gejala Sifilis

Gejala umum yang biasa muncul pada penderita sifilis antara lain adalah:

  • Demam

  • Berat badan menurun

  • Rambut yang mudah rontok

  • Pusing

  • Sakit tenggorokan

  • Kelenjar getah bening membengkak

Sifilis primer, sekunder, dan laten memiliki risiko penularan yang sangat tinggi. Situasinya bakal berbeda ketika penderita sifilis mencapai tingkatan pada sifilis tersier. Penyakit ini tidak akan menular ke tubuh orang lain.

Gejala Penyakit Sifilis Tersier

Saat berada pada tingkatan sifilis tersier, Anda memang tidak akan dapat menularkan penyakit ke tubuh orang lain. Namun, komplikasinya bisa sangat berbahaya. Beberapa gejala yang dapat muncul pada penderita sifilis tersier di antaranya adalah:

1. Gumma

Komplikasi yang pertama adalah ketika muncul gumma atau lesi pada beberapa bagian tubuh. Lesi tersebut dapat Anda temukan pada permukaan kulit, organ, dan bahkan tulang. Keberadaan benjolan tersebut dapat menimbulkan kerusakan jaringan sel pada area yang terinfeksi.

2. Gangguan Sistem Saraf

Ada pula komplikasi sifilis yang menimbulkan kondisi disebut sebagai neurosifilis. Pada tingkatan ini, penderita sifilis akan menjumpai adanya gangguan pada sistem saraf. Gejala neurosifilis bisa sangat beragam, mulai dari asimtotik atau tanpa gejala, hingga muncul gejala berupa pusing, vertigo, demensia, ataupun kepribadian yang mengalami perubahan.

Gangguan sistem saraf dapat pula menimbulkan komplikasi lain pada penderita sifilis, termasuk di antaranya adalah kemampuan pendengaran yang menghilang, kebutaan, mata merah, mata yang jadi sangat sensitif, dan lain sebagainya.

3. Gangguan Kardiovaskular

Penyakit sifilis dapat pula menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah maupun pembuluh darah pada jantung. Kerusakan tersebut bisa berupa pembengkakan pembuluh darah (aneurisma) atau peradangan aorta.

Komplikasi Penyakit Sifilis

Selain menimbulkan gejala seperti yang telah disebutkan, ada beberapa risiko komplikasi yang dapat muncul akibat sifilis. Komplikasi tersebut antara lain adalah:

1. Risiko Terkena HIV

Risiko penularan HIV pada seorang penderita sifilis relatif lebih tinggi dibandingkan orang lain. Apalagi, kedua penyakit ini mempunyai banyak kesamaan, mulai dari proses penularan ataupun karakteristik.

2. Komplikasi Pada Ibu Hamil

Sifilis bisa pula menyerang ibu hamil. Akibatnya, sifilis dapat menular dari tubuh ibu hamil ke janin. Pada situasi seperti ini, ada beberapa komplikasi yang bisa Anda hadapi. Komplikasi tersebut antara lain bayi yang lahir secara prematur, keguguran bayi, kematian bayi, serta bayi lahir dengan kondisi tertular sifilis.

3. Komplikasi Lain

Komplikasi yang tidak kalah berbahayanya adalah ketika sifilis bisa menjalar ke berbagai tubuh lain. Efeknya tak hanya bakal Anda jumpai pada organ reproduksi. Anda juga akan memperoleh komplikasi sifilis yang berdampak pada organ tubuh lain, termasuk di antaranya adalah:

  • Otak

  • Sistem saraf

  • Mata

  • Jantung

  • Sistem pembuluh darah

  • Hati

  • Tulang

  • Persendian

Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Sampai di sini, Anda jadi tahu kalau komplikasi akibat sifilis bisa sangat berbahaya, kan? Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan. Upaya pencegahan tersebut meliputi:

1. Setia Pada Pasangan

Hindari kebiasaan seks bebas dan bergonta-ganti pasangan. Kalau terbiasa melakukan hubungan seksual dengan beberapa orang secara berganti-ganti, tingkat risiko penularan sifilis bisa sangat tinggi.

2. Selalu Gunakan Kondom saat Berhubungan Seksual

Kondom adalah upaya tepat dalam mencegah penularan bakteri penyebab sifilis. Pemakaiannya dapat mencegah kontak langsung selama berhubungan seksual.

3. Lakukan Tes Sifilis

Upaya tak kalah penting, Anda dapat melakukan skrining sifilis. Lewat proses ini, Anda dapat memastikan ada tidaknya bakteri penyebab sifilis dalam tubuh.

Nah, itulah informasi terkait komplikasi sifilis yang perlu Anda perhatikan. Sebagai tambahan, Anda dapat pula melakukan konsultasi dokter secara langsung dengan memanfaatkan layanan Klinik Pandawa. Konsultasi pun berlangsung secara online, jadi tak mengganggu aktivitas Anda.

Semoga bermanfaat.

Share: