Keputihan Berlebihan Tak Sembuh? Ini Solusi Medisnya
- January 8, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Ginekologi

Keputihan berlebihan sering dianggap hal sepele yang “nanti juga hilang sendiri”. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan pada kesehatan organ intim wanita. Perubahan jumlah, warna, bau, hingga rasa gatal yang menyertai keputihan berlebihan kerap diabaikan karena dianggap wajar.
Tanpa disadari, kebiasaan menunda pemeriksaan justru dapat membuat masalah berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keputihan berlebihan bukan sesuatu yang harus ditoleransi terus-menerus. Dengan pemeriksaan yang tepat melalui Layanan Ginekologi, penyebab keputihan dapat diketahui secara akurat dan ditangani sesuai kondisi tubuh.
Jika Anda ingin mendapatkan penanganan profesional dengan privasi terjaga, di Klinik Utama Pandawa tersedia dokter berpengalaman dan fasilitas lengkap untuk membantu menjaga kesehatan area kewanitaan secara aman dan nyaman.

Baca Juga: Ciri Keputihan Abnormal yang Sering Tak Disadari
Penyebab Keputihan Berlebihan
Berikut adalah beberapa penyebab umum dari keputihan yang keluar berlebihan:
1. Infeksi Jamur (Kandidiasis)
Infeksi jamur kandidiasis sering menyebabkan keputihan berlebih yang keputihan seperti susu, disertai rasa gatal dan iritasi pada area vagina.
2. Infeksi Bakteri (Bacterial Vaginosis)
Kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina. Gejalanya berupa keputihan encer, berbau amis, dan berwarna keabu-abuan.
3. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Penyakit seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis dapat menyebabkan keputihan berlebihan yang berlebihan, berwarna kehijauan atau kuning, dan berbau tajam.
4. Perubahan Hormon
Keputihan bisa meningkat saat ovulasi, menjelang menstruasi, atau selama kehamilan karena lonjakan hormon estrogen.
5. Penggunaan Produk Iritatif
Sabun kewanitaan yang terlalu keras, pewangi, atau pembalut tertentu bisa memicu iritasi dan menyebabkan produksi cairan vagina meningkat.
6. Kurang Menjaga Kebersihan Organ Intim
Tidak mengganti celana dalam secara rutin, jarang membersihkan area kewanitaan dengan tepat, atau mengenakan pakaian terlalu ketat bisa meningkatkan risiko infeksi.
Baca Juga: Cara Ampuh Mengatasi Keputihan Disertai Darah dan Pencegahannya
Gejala Keputihan Abnormal yang Harus Diwaspadai
Jika kamu mengalami keputihan yang disertai gejala di bawah ini, segera konsultasikan ke dokter:
- Keputihan keluar dalam jumlah sangat banyak dan berlangsung lebih dari seminggu
- Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
- Bau tak sedap seperti amis atau busuk
- Rasa gatal hebat atau terbakar di area vagina
- Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual
- Disertai demam atau perdarahan di luar siklus haid
Gejala-gejala di atas bisa menjadi pertanda infeksi yang perlu penanganan medis secepatnya.
Baca Juga: Bau dan Gatal Saat Keputihan (Leukore)? Begini Cara Mengobatinya!
Dampak Keputihan Berlebihan
Keputihan berlebihan, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa berdampak negatif, antara lain:
- Menurunkan rasa percaya diri
Rasa lembap dan bau tidak sedap membuat aktivitas harian terasa terganggu. - Mengganggu hubungan seksual
Gatal, nyeri, atau perasaan tidak nyaman bisa membuat hubungan intim tidak menyenangkan. - Menandakan penyakit serius
Seperti infeksi menular seksual atau gangguan serviks (leher rahim). - Memicu infeksi lanjutan
Jika dibiarkan, keputihan akibat infeksi bisa menyebar ke saluran kemih dan menyebabkan komplikasi.
Baca Juga: Cara Atasi Keputihan Mirip Ampas Tahu, Hasilnya Bikin Kaget!
Solusi untuk Mengatasi Keputihan Berlebihan
Berikut adalah solusi untuk mengatasi keputihan berlebihan:
1. Periksakan Diri ke Dokter
Langkah paling tepat adalah melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama jika keputihan sudah berlangsung lama, berubah warna, atau menimbulkan bau. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium (seperti pemeriksaan pH vagina, swab, atau tes urine).
2. Pengobatan Medis
- Obat Antijamur: Untuk keputihan akibat infeksi jamur, dokter bisa meresepkan obat antijamur berupa krim, suppositoria, atau tablet oral.
- Antibiotik: Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri atau IMS, maka antibiotik seperti metronidazole atau clindamycin bisa digunakan.
- Terapi Hormon: Jika disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, terapi hormon mungkin dibutuhkan, terutama untuk wanita menopause.
3. Menjaga Kebersihan Vagina dengan Benar
- Bersihkan area kewanitaan dengan air bersih dari depan ke belakang.
- Hindari penggunaan sabun berpewangi, douching, atau semprotan vagina.
- Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari, pilih bahan katun yang menyerap keringat.
- Hindari celana ketat atau basah terlalu lama.
4. Pola Hidup Sehat
- Konsumsi makanan kaya probiotik seperti yogurt untuk menyeimbangkan flora vagina.
- Cukupi kebutuhan cairan harian agar tubuh tetap terhidrasi.
- Hindari stres berlebihan karena dapat memengaruhi keseimbangan hormon.
5. Obat Alami Pendukung
Beberapa bahan alami dipercaya bisa membantu meredakan keputihan berlebih:
- Daun sirih: Rebus daun sirih dan gunakan airnya untuk membilas area kewanitaan.
- Lidah buaya: Sifat antibakterinya bisa membantu meredakan gatal.
- Cuka apel: Larutan cuka apel encer bisa membantu menyeimbangkan pH vagina (dengan penggunaan yang hati-hati).
Baca Juga: Keputihan Seperti Keju: Gejala Infeksi Jamur yang Perlu Diwaspadai
Kapan Harus ke Klinik?
Kamu sebaiknya segera mengunjungi klinik jika mengalami hal berikut:
- Keputihan berlangsung lebih dari 7 hari
- Tidak membaik meski sudah menjaga kebersihan
- Menyebabkan nyeri hebat atau demam
- Muncul setelah berganti pasangan seksual
- Keputihan berulang dan sulit sembuh
Pemeriksaan dini dapat mencegah risiko komplikasi, terutama jika penyebabnya adalah penyakit menular seksual.
Baca Juga: Keputihan Bau Pandan? Simak Penjelasan Lengkapnya
Tips Mencegah Keputihan Abnormal
- Hindari berbagi handuk atau pakaian dalam dengan orang lain
- Gunakan celana dalam berbahan katun dan hindari pakaian ketat
- Bersihkan organ intim setelah buang air dan saat mandi
- Konsumsi makanan sehat dan hindari terlalu banyak gula
- Gunakan kondom saat berhubungan untuk mencegah penyakit menular seksual
Baca Juga: Obat Keputihan: Jenis, Manfaat, dan Cara Penggunaan yang Am
Keputihan Berlebihan? Atasi Tuntas di Klinik Utama Pandawa
Kalau kamu sedang mengalami keputihan berlebihan dan bingung harus ke mana, Klinik Utama Pandawa bisa jadi pilihan terbaik. Klinik ini menyediakan layanan kesehatan khusus untuk masalah organ reproduksi, dengan dokter berpengalaman dan fasilitas lengkap.
Selain pemeriksaan menyeluruh, kamu juga bisa mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan penyebab keputihanmu. Tidak perlu malu, karena semua dilakukan secara profesional dan rahasia pasien dijamin aman.

Referensi
- Medical News Today. Diakses pada 2025. Causes of heavy vaginal discharge. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327379
- Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Vaginal Discharge. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/4719-vaginal-discharge
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 31, 2025
Vaginitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Vaginitis adalah kondisi peradangan pada vagina yang umum dialami oleh wanita dari berbagai usia. Peradangan ini bisa disebabkan oleh infeksi.
Read More
- June 7, 2025
Obat Keputihan: Jenis, Manfaat, dan Cara.
Obat keputihan menjadi solusi yang banyak dicari oleh wanita yang mengalami keputihan berlebih atau keputihan yang tidak normal. Meskipun keputihan.
Read More