Keputihan Berlebihan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!
- July 19, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Ginekologi

Keputihan berlebihan sering kali membuat banyak wanita merasa khawatir dan tidak nyaman. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa lembap yang mengganggu, bahkan memicu rasa tidak percaya diri saat beraktivitas sehari-hari.
Meski keputihan adalah hal yang normal dalam siklus kewanitaan, jumlah yang terlalu banyak, disertai bau tak sedap atau perubahan warna, bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Keputihan berlebihan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga penyakit menular seksual. Untuk itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali perbedaan antara keputihan normal dan abnormal, serta mengetahui kapan harus memeriksakan diri ke dokter.
Penyebab Keputihan Berlebihan
Berikut adalah beberapa penyebab umum dari keputihan yang keluar berlebihan:
1. Infeksi Jamur (Kandidiasis)
Infeksi jamur kandidiasis sering menyebabkan keputihan berlebih yang keputihan seperti susu, disertai rasa gatal dan iritasi pada area vagina.
2. Infeksi Bakteri (Bacterial Vaginosis)
Kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina. Gejalanya berupa keputihan encer, berbau amis, dan berwarna keabu-abuan.
3. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Penyakit seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis dapat menyebabkan keputihan abnormal yang berlebihan, berwarna kehijauan atau kuning, dan berbau tajam.
4. Perubahan Hormon
Keputihan bisa meningkat saat ovulasi, menjelang menstruasi, atau selama kehamilan karena lonjakan hormon estrogen.
5. Penggunaan Produk Iritatif
Sabun kewanitaan yang terlalu keras, pewangi, atau pembalut tertentu bisa memicu iritasi dan menyebabkan produksi cairan vagina meningkat.
6. Kurang Menjaga Kebersihan Organ Intim
Tidak mengganti celana dalam secara rutin, jarang membersihkan area kewanitaan dengan tepat, atau mengenakan pakaian terlalu ketat bisa meningkatkan risiko infeksi.
Baca Juga: Cara Ampuh Mengatasi Keputihan Disertai Darah dan Pencegahannya
Gejala Keputihan Abnormal yang Harus Diwaspadai
Jika kamu mengalami keputihan yang disertai gejala di bawah ini, segera konsultasikan ke dokter:
- Keputihan keluar dalam jumlah sangat banyak dan berlangsung lebih dari seminggu
- Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
- Bau tak sedap seperti amis atau busuk
- Rasa gatal hebat atau terbakar di area vagina
- Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual
- Disertai demam atau perdarahan di luar siklus haid
Gejala-gejala di atas bisa menjadi pertanda infeksi yang perlu penanganan medis secepatnya.
Dampak Keputihan Berlebihan
Keputihan berlebihan, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa berdampak negatif, antara lain:
- Menurunkan rasa percaya diri
Rasa lembap dan bau tidak sedap membuat aktivitas harian terasa terganggu. - Mengganggu hubungan seksual
Gatal, nyeri, atau perasaan tidak nyaman bisa membuat hubungan intim tidak menyenangkan. - Menandakan penyakit serius
Seperti infeksi menular seksual atau gangguan serviks (leher rahim). - Memicu infeksi lanjutan
Jika dibiarkan, keputihan akibat infeksi bisa menyebar ke saluran kemih dan menyebabkan komplikasi.
Solusi untuk Mengatasi Keputihan Berlebihan
1. Periksakan Diri ke Dokter
Langkah paling tepat adalah melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama jika keputihan sudah berlangsung lama, berubah warna, atau menimbulkan bau. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium (seperti pemeriksaan pH vagina, swab, atau tes urine).
2. Pengobatan Medis
- Obat Antijamur: Untuk keputihan akibat infeksi jamur, dokter bisa meresepkan obat antijamur berupa krim, suppositoria, atau tablet oral.
- Antibiotik: Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri atau IMS, maka antibiotik seperti metronidazole atau clindamycin bisa digunakan.
- Terapi Hormon: Jika disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, terapi hormon mungkin dibutuhkan, terutama untuk wanita menopause.
3. Menjaga Kebersihan Vagina dengan Benar
- Bersihkan area kewanitaan dengan air bersih dari depan ke belakang.
- Hindari penggunaan sabun berpewangi, douching, atau semprotan vagina.
- Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari, pilih bahan katun yang menyerap keringat.
- Hindari celana ketat atau basah terlalu lama.
4. Pola Hidup Sehat
- Konsumsi makanan kaya probiotik seperti yogurt untuk menyeimbangkan flora vagina.
- Cukupi kebutuhan cairan harian agar tubuh tetap terhidrasi.
- Hindari stres berlebihan karena dapat memengaruhi keseimbangan hormon.
5. Obat Alami Pendukung
Beberapa bahan alami dipercaya bisa membantu meredakan keputihan berlebih:
- Daun sirih: Rebus daun sirih dan gunakan airnya untuk membilas area kewanitaan.
- Lidah buaya: Sifat antibakterinya bisa membantu meredakan gatal.
- Cuka apel: Larutan cuka apel encer bisa membantu menyeimbangkan pH vagina (dengan penggunaan yang hati-hati).
Kapan Harus ke Klinik?
Kamu sebaiknya segera mengunjungi klinik jika mengalami hal berikut:
- Keputihan berlangsung lebih dari 7 hari
- Tidak membaik meski sudah menjaga kebersihan
- Menyebabkan nyeri hebat atau demam
- Muncul setelah berganti pasangan seksual
- Keputihan berulang dan sulit sembuh
Pemeriksaan dini dapat mencegah risiko komplikasi, terutama jika penyebabnya adalah penyakit menular.
Tips Mencegah Keputihan Abnormal
- Hindari berbagi handuk atau pakaian dalam dengan orang lain
- Gunakan celana dalam berbahan katun dan hindari pakaian ketat
- Bersihkan organ intim setelah buang air dan saat mandi
- Konsumsi makanan sehat dan hindari terlalu banyak gula (jamur suka gula!)
- Gunakan kondom saat berhubungan untuk mencegah IMS
Konsultasi Keputihan di Klinik Utama Pandawa
Kalau kamu sedang mengalami keputihan berlebihan dan bingung harus ke mana, Klinik Utama Pandawa bisa jadi pilihan terbaik. Klinik ini menyediakan layanan kesehatan khusus untuk masalah organ reproduksi, dengan dokter berpengalaman dan fasilitas lengkap.
Selain pemeriksaan menyeluruh, kamu juga bisa mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan penyebab keputihanmu. Tidak perlu malu, karena semua dilakukan secara profesional dan rahasia pasien dijamin aman.

Referensi
- Medical News Today. Diakses pada 2025. Causes of heavy vaginal discharge. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327379
- Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Vaginal Discharge. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/4719-vaginal-discharge

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- June 5, 2025
Pengobatan Vaginitis: Solusi Tepat untuk Mengatasi.
Pengobatan vaginitis merupakan langkah penting yang harus segera dilakukan ketika seorang wanita mengalami gejala seperti keputihan berlebih, rasa gatal, nyeri.
Read More
- May 31, 2025
Menstruasi: Proses Alami yang Perlu Diketahui.
Menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh hampir setiap wanita sebagai bagian dari siklus reproduksi. Meski umum terjadi setiap bulan,.
Read More