Epididimitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
- June 13, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Epididimitis adalah kondisi medis yang sering kali tidak disadari, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Peradangan pada saluran epididimis ini dapat menyerang pria dari berbagai usia, dengan gejala utama berupa nyeri pada testis, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
Meski tergolong umum, banyak pria yang masih malu atau ragu untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala tersebut, padahal deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah gangguan kesuburan maupun infeksi lanjutan.
Apa Itu Epididimitis
Epididimitis terjadi ketika epididimis mengalami peradangan, biasanya disebabkan oleh infeksi. Peradangan ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, pembengkakan, dan kemerahan pada area skrotum.
Jika tidak ditangani dengan tepat, epididimitis dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti abses (kantung berisi nanah) atau bahkan gangguan kesuburan.
Penyebab Epididimitis
Berikut adalah penyebab epididimitis yang perlu Anda ketahui:
1. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Penyakit menular seksual merupakan penyebab utama kondisi ini pada pria muda. Bakteri penyebabnya antara lain:
- Chlamydia trachomatis: Bakteri penyebab infeksi menular seksual yang paling umum.
- Neisseria gonorrhoeae: Penyebab gonore, infeksi menular seksual yang juga dapat menyebabkan epididimitis.
2. Infeksi Non-Seksual
Pada pria yang lebih tua, epididimitis sering disebabkan oleh infeksi saluran kemih akibat bakteri seperti Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini dapat masuk ke epididimis melalui aliran darah atau saluran kemih.
3. Faktor Lainnya
Beberapa kondisi atau tindakan medis juga dapat meningkatkan risiko terjadinya epididimitis, antara lain:
- Penggunaan kateter urin dalam jangka panjang.
- Prosedur medis pada saluran kemih, seperti vasektomi.
- Cedera pada area selangkangan.
- Penyakit autoimun, seperti sarkoidosis.
- Penggunaan obat amiodarone, yang dapat mempengaruhi fungsi jantung dan ginjal.
Gejala Epididimitis
Gejala epididimitis dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada salah satu testis.
- Pembengkakan dan kemerahan pada skrotum.
- Demam ringan dan menggigil.
- Nyeri saat buang air kecil atau buang air besar.
- Sering buang air kecil.
- Keluarnya cairan dari penis.
- Nyeri saat berhubungan seksual atau mengalami ejakulasi dini.
- Pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.
Pengobatan Epididimitis
Pengobatan epididimitis bertujuan untuk mengatasi infeksi dan meredakan gejala. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan antara lain:
1. Pengobatan dengan Antibiotik
Jika epididimitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik, seperti:
- Doxycycline
- Ciprofloxacin
- Levofloxacin
- Trimethoprim-sulfamethoxazole
Antibiotik biasanya diberikan selama 10–14 hari. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik meskipun gejala telah membaik, guna memastikan infeksi benar-benar sembuh.
2. Obat Pereda Nyeri dan Peradangan
Untuk mengurangi nyeri dan peradangan, dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen. Obat pereda nyeri opioid, seperti kodein, juga dapat diberikan pada kasus yang lebih parah.
3. Perawatan Mandiri di Rumah
Selain pengobatan medis, beberapa langkah perawatan mandiri yang dapat membantu proses penyembuhan antara lain:
- Beristirahat dan menghindari aktivitas berat.
- Mengompres skrotum dengan es batu yang dibalut kain bersih untuk mengurangi pembengkakan.
- Menggunakan celana dalam yang dapat menopang skrotum.
- Meninggikan posisi kaki saat berbaring untuk mengurangi tekanan pada skrotum.
- Meningkatkan asupan cairan tubuh.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.
4. Tindakan Bedah
Pada kasus epididimitis yang parah atau tidak membaik dengan pengobatan, tindakan bedah mungkin diperlukan, antara lain:
- Drainase abses: Drainase abses ditujukan untuk mengeluarkan nanah yang terakumulasi tindakan.
- Epididimektomi: Pengangkatan sebagian atau seluruh epididimis.
- Perbaikan saluran kemih: Untuk mengatasi kelainan anatomi yang menyebabkan infeksi berulang.
Komplikasi Epididimitis
Jika tidak ditangani dengan tepat, epididimitis dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius, antara lain:
- Abses epididimis: Kumpulan nanah pada epididimis yang menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan.
- Epididimo-orkitis: Peradangan yang menyebar ke testis.
- Gangguan kesuburan: Kerusakan pada saluran sperma dapat mengurangi jumlah atau kualitas sperma.
- Kematian jaringan testis: Akibat terhambatnya aliran darah ke testis.
- Robeknya lapisan kulit skrotum: Akibat pembengkakan yang parah.
- Hipogonadisme: Penurunan produksi hormon testosteron.
- Gangguan kesuburan: Pada sebagian kecil kasus, saluran keluar epididimis dapat menutup setelah infeksi. Akibatnya, jumlah sperma yang dikeluarkan melalui ejakulasi akan berkurang.
Cara Mencegah Epididimitis
Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Berikut beberapa cara untuk mencegah epididimitis:
- Gunakan kondom saat berhubungan seksual
- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seksual, terutama jika memiliki lebih dari satu pasangan
- Hindari menahan buang air kecil terlalu lama
- Jaga kebersihan area genital
- Segera obati infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual
- Hindari penggunaan kateter tanpa indikasi medis
Solusi Tepat untuk Epididimitis, Klinik Utama Pandawa Siap Membantu
Jangan biarkan rasa nyeri atau tidak nyaman di area testis mengganggu aktivitas dan kepercayaan dirimu. Epididimitis mungkin terdengar asing, tapi kondisi ini bisa berdampak serius jika tidak ditangani dengan cepat.
Di Klinik Utama Pandawa, kamu bisa mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan dari tenaga medis profesional yang berpengalaman di bidang kesehatan reproduksi pria.
Segera jadwalkan konsultasimu hari ini dan temukan solusi aman serta efektif untuk mengatasi epididimitis. Dengan fasilitas modern, pelayanan yang ramah, dan pendekatan medis yang tepat,
Klinik Utama Pandawa siap membantumu kembali sehat dan nyaman tanpa rasa khawatir. Yuk, jaga kesehatan organ intimmu mulai sekarang!


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 24, 2025
Kondiloma Akuminata: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kondiloma akuminata, yang lebih dikenal sebagai kutil kelamin, merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh virus Human.
Read More
- May 5, 2025
Infeksi Herpes Simpleks: Apa yang Harus.
Infeksi herpes simpleks merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh, terutama area.
Read More