Penis Keluar Cairan Putih: Apakah Normal atau Tanda Infeksi?
- June 3, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Andrologi

Penis keluar cairan putih bisa menjadi kondisi yang membingungkan atau bahkan mengkhawatirkan bagi sebagian pria.
Meski tidak selalu menandakan masalah serius, keluarnya cairan dari penis di luar aktivitas seksual atau ejakulasi bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual (PMS), atau peradangan pada uretra. Penting untuk memahami kapan kondisi ini tergolong normal dan kapan harus diwaspadai.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai kemungkinan penyebab penis mengeluarkan cairan putih, ciri-ciri cairan yang patut dicurigai, serta langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan.
Baca Juga: Klamidia Bisa Terjadi pada Pria: Ini Tanda-tandanya!
Penyebab Umum Cairan Putih dari Penis
Berikut adalah beberapa penyebab umum keluarnya cairan putih dari penis:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK terjadi ketika bakteri menginfeksi saluran kemih, termasuk uretra. Gejalanya meliputi nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan keluarnya cairan putih dari penis. Infeksi saluran kemih pada pria lebih jarang terjadi dibandingkan pada wanita, tetapi tetap perlu diwaspadai.
2. Balanitis
Balanitis adalah peradangan pada kepala penis yang dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau iritasi akibat kebersihan yang buruk. Gejalanya termasuk keluarnya cairan putih, gatal, kemerahan, dan nyeri saat buang air kecil.
3. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Beberapa penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia, dapat menyebabkan keluarnya cairan putih dari penis. Gonore menyebabkan cairan kental berwarna kuning atau hijau, sedangkan klamidia biasanya menyebabkan cairan bening atau keruh.
4. Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya meliputi keluarnya cairan putih dari penis, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri saat ejakulasi.
5. Smegma
Smegma adalah penumpukan zat putih yang tebal di bawah kulit kulup penis pada pria yang tidak disunat. Kondisi ini terdiri dari sel-sel kulit, minyak, dan cairan. Jika tidak dibersihkan secara rutin, smegma dapat menumpuk dan mengeras, menyebabkan iritasi atau infeksi.
Kapan Harus Ke Dokter?
Jika Anda mengalami kondisi berikut, segeralah berkonsultasi dengan dokter:
- Keluarnya cairan putih disertai dengan bau tidak sedap.
- Nyeri saat buang air kecil atau saat ejakulasi.
- Pembengkakan atau kemerahan pada penis.
- Demam atau gejala sistemik lainnya.
Konsultasi dengan dokter penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai.
Cara Mencegah dan Mengobati
Beberapa langkah yang dapat membantu mencegah dan mengobati keluarnya cairan putih dari penis antara lain:
- Menjaga Kebersihan: Membersihkan area genital secara rutin dengan air dan sabun ringan dapat membantu mencegah penumpukan smegma dan infeksi.
- Menggunakan Kondom: Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dapat mengurangi risiko tertular IMS.
- Menghindari Iritasi: Menghindari penggunaan sabun atau produk kimia yang dapat menyebabkan iritasi pada area genital.
- Konsultasi Medis: Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Apakah Gejala Ini Bisa Sembuh dengan Sendirinya?
Gejala penis keluar cairan putih, yang sering dikaitkan dengan infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia, umumnya tidak akan sembuh dengan sendirinya.
Meskipun beberapa gejala mungkin tampak berkurang seiring waktu, infeksi yang mendasarinya tetap ada dan berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani.
Cairan putih ini biasanya merupakan tanda adanya infeksi bakteri atau iritasi pada saluran kemih, dan memerlukan perhatian medis yang tepat untuk mencegah penyebaran infeksi dan kerusakan jangka panjang pada sistem reproduksi.
Selain itu, mengabaikan gejala seperti keluarnya cairan putih dari penis dapat meningkatkan risiko penularan infeksi ke pasangan seksual.
Infeksi yang tidak diobati juga dapat menyebabkan kondisi lain seperti peradangan kronis, nyeri, atau bahkan gangguan kesuburan.
Oleh karena itu, meskipun gejalanya tampak ringan, penting untuk memahami bahwa infeksi yang mendasari biasanya memerlukan intervensi medis untuk sembuh sepenuhnya dan menghindari komplikasi yang lebih serius.
Cara Mengobati Penis Keluar Cairan Putih
Berikut adalah beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan sesuai dengan penyebab yang paling umum:
1. Antibiotik untuk Infeksi Bakteri
Jika keluarnya cairan putih dari penis disebabkan oleh infeksi bakteri seperti gonore atau klamidia, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Beberapa antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi ini antara lain:
- Azitromisin
- Doksisiklin
- Ceftriaxone (untuk gonore)
2. Antijamur untuk Infeksi Jamur
Jika penyebab keluarnya cairan putih adalah infeksi jamur kulit seperti kandidiasis, dokter akan meresepkan obat antijamur. Beberapa bentuk pengobatan meliputi:
- Krim antijamur topikal seperti clotrimazole atau miconazole.
- Obat antijamur oral seperti fluconazole, dalam kasus infeksi yang lebih parah.
3. Obat Antiinflamasi untuk Prostatitis
Jika kondisi ini disebabkan oleh prostatitis, pengobatan akan tergantung pada apakah prostatitis tersebut akut atau kronis. Pengobatan biasanya meliputi:
- Antibiotik jika penyebabnya adalah infeksi bakteri.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
4. Perawatan untuk Uretritis
Jika penyebabnya adalah uretritis (peradangan pada uretra), pengobatannya biasanya melibatkan antibiotik atau obat antivirus, tergantung pada jenis infeksi yang menyebabkan peradangan.
5. Pengobatan untuk Balanitis
Jika penyebab keluarnya cairan putih adalah balanitis (peradangan pada kepala penis), pengobatannya bisa berupa:
- Krim antijamur jika penyebabnya infeksi jamur.
- Krim kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan iritasi.
6. Perawatan untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Jika kondisi ini disebabkan oleh ,infeksi saluran kemih antibiotik biasanya akan diresepkan. Gejala ISK biasanya akan membaik dalam beberapa hari setelah pengobatan dimulai.
Jika Anda mengalami gejala keluarnya cairan putih dari penis, jangan mencoba mengobatinya sendiri. Segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Pengobatan yang dilakukan tanpa pemeriksaan medis bisa memperburuk kondisi atau menutupi gejala penyakit yang lebih serius. Dengan pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup, kondisi ini bisa diatasi dengan efektif.
Pengobatan Penyakit Kelamin Terbaik di Klinik Utama Pandawa
Klinik Utama Pandawa menawarkan pengobatan penyakit kelamin terbaik dengan layanan yang komprehensif dan profesional.
Dengan tim dokter berpengalaman di bidang dermatologi dan venereologi, klinik kami menyediakan pemeriksaan menyeluruh untuk diagnosis yang akurat serta pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Berbagai penyakit kelamin seperti sifilis, gonore, klamidia, hingga herpes genital ditangani menggunakan metode modern yang efektif.
Selain itu, Klinik Utama Pandawa juga memberikan edukasi mengenai pencegahan dan perawatan diri, sehingga pasien dapat menjaga kesehatan seksual mereka secara optimal dan mencegah infeksi berulang.


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- August 27, 2025
15 Penyebab Infertilitas Pria dan Cara.
Infertilitas pria sering kali menjadi topik yang jarang dibicarakan secara terbuka, padahal kondisinya cukup umum terjadi dan bisa memengaruhi banyak.
Read More
- April 27, 2025
Ejakulasi Dini: Penyebab, Gejala, dan Cara.
Ejakulasi dini adalah salah satu masalah seksual yang sering dialami oleh banyak pria di seluruh dunia. Meskipun ini adalah kondisi yang.
Read More