Awalnya Ringan, Ternyata Gejala Sifilis Ini Bisa Berujung Fatal!
- January 6, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Gejala sifilis muncul begitu ringan hingga banyak orang mengabaikannya. Luka kecil yang tidak nyeri, ruam samar di kulit, atau demam ringan kerap dianggap masalah biasa.
Padahal, di balik gejala yang tampak sepele tersebut, sifilis dapat berkembang diam-diam dan menyerang organ vital jika tidak ditangani sejak dini. Banyak kasus baru terdeteksi saat kondisinya sudah memasuki tahap lanjut, ketika risiko komplikasi menjadi jauh lebih serius.
Kondisi ini sering tidak disadari sejak awal bisa berdampak besar pada kesehatan jangka panjang. Mulai dari gangguan saraf, jantung, hingga meningkatkan risiko penularan ke pasangan. Karena itu, pemeriksaan dan penanganan cepat sangat penting.
Melalui Klinik Utama Pandawa dengan Layanan Spesialis Penyakit Kelamin. Anda bisa mendapatkan diagnosis yang akurat, pengobatan tepat, serta konsultasi yang aman dan profesional untuk mencegah risiko yang lebih berat

Baca Juga: Suntik Sifilis Terdekat di Jakarta Pusat – Klinik Utama Pandawa
Mengapa Gejala Sifilis Sering Dianggap Ringan?
Salah satu alasan utama sifilis berbahaya adalah karena gejala awalnya tidak menimbulkan rasa sakit yang signifikan. Banyak penderita tidak menyadari bahwa dirinya sedang terinfeksi. Bahkan, ada yang mengira gejala tersebut akan sembuh dengan sendirinya.
Padahal, meski tanda awalnya bisa menghilang tanpa pengobatan, bakteri sifilis tetap berada di dalam tubuh dan terus berkembang. Inilah yang membuat sifilis bisa menjadi “bom waktu” bagi kesehatan.
Baca Juga: Sifilis Oral: Gejala, Penularan, dan Cara Pengobatannya
Tahapan Gejala Sifilis yang Perlu Diwaspadai
Sifilis berkembang melalui beberapa tahap, dan setiap tahap memiliki gejala yang berbeda. Memahami tahapan ini dapat membantu Anda mengenali kondisi sejak dini.
1. Gejala Sifilis Primer (Tahap Awal)
Pada tahap ini, gejala biasanya muncul sekitar 10–90 hari setelah terpapar bakteri. Tanda yang paling khas adalah munculnya luka kecil yang disebut chancre.
Ciri-ciri gejala sifilis primer meliputi:
- Luka kecil, bulat, dan tidak nyeri di area kelamin, anus, atau mulut
- Luka tampak bersih dan tidak bernanah
- Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area luka
Karena tidak terasa sakit, banyak orang tidak menyadari keberadaan luka ini. Luka sifilis primer biasanya sembuh sendiri dalam beberapa minggu, meski tanpa pengobatan. Namun, ini bukan berarti infeksi telah hilang.
2. Gejala Sifilis Sekunder
Jika tidak ditangani, sifilis akan berkembang ke tahap sekunder. Gejala pada tahap ini lebih beragam dan sering disalahartikan sebagai penyakit lain.
Gejala sifilis sekunder dapat berupa:
- Ruam pada kulit, terutama di telapak tangan dan telapak kaki
- Demam ringan
- Nyeri tenggorokan
- Rambut rontok berbentuk bercak
- Kelelahan
- Nyeri otot dan sendi
Ruam sifilis biasanya tidak gatal, sehingga kembali membuat penderita menganggapnya tidak berbahaya. Gejala ini juga dapat menghilang dan muncul kembali.
3. Sifilis Laten (Tersembunyi)
Pada tahap laten, sifilis tidak menunjukkan gejala apa pun. Inilah fase paling berbahaya karena penderita merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal bakteri masih aktif di dalam tubuh.
Tahap laten bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Tanpa pemeriksaan medis, seseorang mungkin tidak pernah menyadari bahwa dirinya terinfeksi sifilis.
4. Sifilis Tersier (Tahap Lanjut yang Fatal)
Tahap inilah yang membuat sifilis menjadi sangat berbahaya. Sifilis tersier dapat muncul 10–30 tahun setelah infeksi awal jika tidak diobati.
Komplikasi sifilis tersier meliputi:
- Kerusakan jantung dan pembuluh darah
- Gangguan otak dan sistem saraf (neurosifilis)
- Gangguan penglihatan hingga kebutaan
- Kerusakan tulang dan sendi
- Kelumpuhan
- Demensia
Baca Juga: Apa Itu Ulkus Durum Sifilis? Cek Faktanya!
Gejala Sifilis pada Pria dan Wanita
Secara umum, gejala sifilis pada pria dan wanita mirip. Namun, lokasi munculnya luka sering kali berbeda.
Pada pria, luka sifilis biasanya muncul di:
- Penis
- Skrotum
- Sekitar anus
Pada wanita, luka sifilis bisa muncul di:
- Vagina
- Leher rahim
- Area anus
Karena letaknya yang tersembunyi, wanita lebih berisiko tidak menyadari adanya luka sifilis, sehingga diagnosis sering terlambat.
Baca Juga: Lidah Ada Bercak Aneh? Waspada Gejala Sifilis Awal!
Sifilis pada Ibu Hamil: Risiko Serius untuk Bayi
Sifilis pada ibu hamil merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Infeksi ini dapat menular ke janin dan menyebabkan sifilis kongenital. Dampak sifilis kongenital meliputi:
- Keguguran
- Bayi lahir prematur
- Berat badan lahir rendah
- Cacat lahir
- Kematian bayi
Inilah alasan mengapa pemeriksaan sifilis sangat dianjurkan selama masa kehamilan.
Mengapa Sifilis Bisa Berujung Fatal?
Sifilis dapat berujung fatal karena bakteri Treponema pallidum mampu menyerang hampir seluruh organ tubuh. Ketika mencapai tahap lanjut, kerusakan yang terjadi sering kali bersifat permanen.
Selain itu, sifilis juga meningkatkan risiko:
- Terinfeksi HIV
- Menularkan penyakit ke pasangan seksual
- Mengalami gangguan kesehatan jangka panjang
Baca Juga: Prosedur Pengobatan Sifilis yang Aman di Klinik Terpercaya!
Cara Mendiagnosis Sifilis
Sifilis tidak bisa didiagnosis hanya dengan melihat gejala secara kasat mata. Pemeriksaan medis sangat diperlukan.
Metode diagnosis sifilis meliputi:
- Tes darah
- Pemeriksaan cairan dari luka
- Pemeriksaan lanjutan jika dicurigai komplikasi saraf
Deteksi dini sangat penting karena sifilis lebih mudah diobati pada tahap awal.
Cara Mencegah Sifilis
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah pencegahan sifilis yang bisa dilakukan antara lain:
- Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual
- Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin
- Segera memeriksakan diri jika muncul gejala mencurigakan
Kapan Harus ke Dokter?
Anda disarankan segera berkonsultasi ke dokter jika:
- Menemukan luka mencurigakan di area kelamin, anus, atau mulut
- Mengalami ruam kulit yang tidak biasa
- Memiliki riwayat hubungan seksual berisiko
- Pasangan didiagnosis sifilis
Penanganan Sifilis Tepat, Privasi Aman di Klinik Utama Pandawa
Jika Anda mengalami gejala sifilis atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan seksual, jangan menunda untuk mencari penanganan yang tepat.
Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat membahayakan kesehatan jangka panjang. Di Klinik Utama Pandawa, Anda akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, diagnosis akurat, serta penanganan medis yang profesional dengan menjaga kerahasiaan dan kenyamanan pasien.
Melalui layanan spesialis penyakit kelamin di Klinik Utama Pandawa, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter berpengalaman yang siap memberikan solusi sesuai kondisi Anda.
Dengan metode pengobatan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, proses pemulihan dapat berjalan lebih aman dan efektif. Jangan biarkan sifilis mengganggu kualitas hidup Anda segera ambil langkah bijak untuk kesehatan yang lebih baik.

Referensi
- National Institute of Health Diakses pada 2026 MedlinePlus. Syphilis Test. https://medlineplus.gov/lab-tests/syphilis-tests/
- Mayo Clinic Diakses pada 2026 Diseases & Conditions. Syphilis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756
- Johnson, S. & Watson, K. Healthline Diakses pada 2026 Syphilis: Symptoms, Diagnosis, Treatment, and Prevention. https://www.healthline.com/health/std/syphilis
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 29, 2025
Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih pada.
Meskipun dapat terjadi pada pria, wanita lebih rentan terhadap ISK, lalu seperti apa gejala infeksi saluran kemih pada wanita? Infeksi.
Read More
- April 29, 2025
Human Papillomavirus (HPV): Gejala dan Cara.
Human Papillomavirus (HPV) adalah infeksi virus yang dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit, terutama melalui hubungan seksual. HPV dikenal.
Read More