Balanopostitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
- June 5, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Balanopostitis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada kepala penis (glans) dan kulup (preputium). Meskipun terdengar rumit, masalah ini cukup umum terjadi, terutama pada pria yang belum disunat.
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi bakteri, jamur, kebersihan area genital yang kurang terjaga, hingga iritasi dari produk sabun atau pelumas.
Gejala yang sering muncul antara lain kemerahan, bengkak, nyeri, gatal, dan terkadang disertai keluarnya cairan tidak normal dari bawah kulup.
Memahami penyebab dan gejala balanopostitis sangat penting agar pria bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Penyebab Balanopostitis
Balanopostitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik infeksi maupun non-infeksi. Berikut adalah beberapa penyebab utama:
1. Infeksi Jamur
Infeksi jamur, terutama yang disebabkan oleh Candida albicans, adalah penyebab umum balanopostitis. Jamur ini biasanya ditemukan dalam jumlah kecil di tubuh manusia, tetapi dapat berkembang biak secara berlebihan dalam kondisi tertentu, seperti kelembapan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah
2. Infeksi Bakteri
Bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus, dan Haemophilus dapat menyebabkan peradangan pada kepala penis dan kulup. Infeksi bakteri sering kali terjadi akibat kebersihan yang buruk atau kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi.
3. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Beberapa PMS, seperti gonore, klamidia, herpes, dan sifilis, dapat menyebabkan balanopostitis sebagai bagian dari infeksi yang lebih luas. Infeksi ini dapat ditularkan melalui kontak seksual tanpa pelindung.
4. Kebersihan yang Buruk
Kurangnya kebersihan genital dapat menyebabkan penumpukan smegma (kotoran yang terdiri dari sel kulit mati dan minyak) di bawah kulup, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi.
5. Reaksi Alergi dan Iritasi
Paparan terhadap bahan kimia dalam sabun, deterjen, atau pelumas seksual dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit penis, memicu peradangan.
6. Kondisi Medis Lain
Kondisi seperti diabetes, yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kadar gula darah, dapat meningkatkan risiko balanopostitis.
Baca Juga: Penis Gatal: Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya
Gejala Balanopostitis
Gejala balanopostitis bervariasi tergantung pada penyebabnya, tetapi umumnya meliputi:
- Kemerahan dan pembengkakan pada kepala penis dan kulup.
- Rasa nyeri atau gatal di area yang terinfeksi.
- Keluarnya cairan dari kepala penis, yang bisa berwarna putih, kuning, atau bening.
- Kulit yang mengelupas atau bersisik di sekitar area yang terinfeksi.
- Kesulitan atau rasa sakit saat menarik kulup kembali dari kepala penis.
Jika gejala-gejala ini muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Pengobatan Balanopostitis
Pengobatan balanopostitis tergantung pada penyebabnya. Berikut adalah beberapa pendekatan pengobatan yang umum:
1. Pengobatan Infeksi Jamur
Jika balanopostitis disebabkan oleh infeksi jamur, dokter akan meresepkan krim antijamur topikal, seperti klotrimazol atau mikonazol, yang dioleskan langsung ke area yang terinfeksi. Dalam kasus yang lebih parah, obat antijamur oral, seperti fluconazole, mungkin diperlukan.
2. Pengobatan Infeksi Bakteri
Untuk infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik sesuai dengan jenis bakteri penyebab infeksi. Antibiotik ini bisa berupa krim topikal atau obat oral.
3. Pengobatan Penyakit Menular Seksual
Jika balanopostitis disebabkan oleh penyakit menular seksual, pengobatan akan fokus pada infeksi tersebut. Antibiotik atau antivirus khusus akan diberikan sesuai dengan jenis infeksi.
4. Mengatasi Iritasi dan Alergi
Jika iritasi atau alergi menjadi penyebabnya, dokter akan menyarankan untuk menghindari produk yang menyebabkan reaksi tersebut. Penggunaan krim kortikosteroid ringan mungkin direkomendasikan untuk mengurangi peradangan.
5. Prosedur Sunat
Pada pria yang sering mengalami balanopostitis atau memiliki kulup yang ketat (fimosis), prosedur sunat dapat dipertimbangkan. Sunat menghilangkan kulup, mengurangi risiko infeksi berulang dan mempermudah kebersihan genital.
Pencegahan Balanopostitis
Untuk mencegah balanopostitis, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menjaga Kebersihan Genital: Cuci area genital secara teratur dengan air dan sabun lembut. Tarik kulup ke belakang dan bersihkan bagian dalamnya untuk menghilangkan smegma.
- Menggunakan Kondom: Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual.
Atasi Balanopostitis dengan Aman dan Nyaman di Klinik Utama Pandawa!
Apakah Anda mengalami keluhan seperti kemerahan, gatal, atau pembengkakan pada kepala penis dan kulup? Jangan dibiarkan terlalu lama!
Gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda balanopostitis, kondisi peradangan yang sering dialami pria, terutama yang belum disunat atau memiliki kebersihan area genital yang kurang optimal.
Klinik Utama Pandawa hadir sebagai solusi terpercaya untuk menangani balanopostitis dengan cepat, tepat, dan tetap menjaga kenyamanan serta privasi Anda.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Utama Pandawa. Dengan fasilitas medis lengkap dan pelayanan yang ramah, kami siap membantu Anda pulih dan kembali percaya diri.
Segera ambil langkah bijak untuk kesehatan organ intim Anda karena penanganan yang tepat dimulai dari keputusan yang cepat!


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- June 9, 2025
Waspadai! Anal Seks Berisiko Terkena Penyakit.
Anal seks yang berisiko terkena PMS sering kali menjadi topik yang kurang banyak dibicarakan secara terbuka, padahal penting untuk dipahami.
Read More
- June 17, 2025
Pengobatan Ulkus Mole secara Medis dan.
Pengobatan Ulkus Mole menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan ketika seseorang mengalami infeksi menular seksual yang satu ini. Ulkus.
Read More