Kulit Penuh Bintik Merah? Begini Cara Atasi Folikulitis!
- January 13, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang ditandai dengan munculnya bintik merah, benjolan kecil, atau jerawat berisi nanah di sekitar area tumbuhnya rambut.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau iritasi akibat gesekan, keringat berlebih, serta kebiasaan mencukur yang kurang tepat.
Meski sering terlihat ringan, folikulitis dapat menimbulkan rasa gatal, perih, dan tidak nyaman, terutama jika muncul di area sensitif atau terjadi berulang.
Folikulitis adalah masalah kulit yang dapat diatasi dengan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya. Pemeriksaan melalui layanan spesialis penyakit kulit membantu memastikan jenis folikulitis sekaligus menentukan terapi yang aman dan efektif.
Di Klinik Utama Pandawa, penanganan folikulitis dilakukan secara medis, higienis, dan menyeluruh mulai dari mengatasi peradangan hingga mencegah infeksi berulang, sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.
Baca Juga: Bintik Merah Gatal Menyebar? Ini Cara Atasinya Cepat!
Apa itu Folikulitis
Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang dapat disebabkan oleh infeksi, iritasi, atau faktor lainnya. Folikel rambut adalah struktur kecil di kulit tempat rambut tumbuh. Ketika folikel ini terinfeksi atau meradang, kulit akan menjadi merah, bengkak, dan terkadang muncul benjolan kecil berisi nanah, yang biasa disebut pustula.
Folikulitis dapat terjadi di hampir seluruh bagian tubuh, tetapi lebih sering muncul di area yang memiliki banyak rambut, seperti wajah, leher, punggung, dada, dan paha.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Ciri-Ciri Benjolan yang Tidak Perlu Dikhawatirkan
Penyebab Folikulitis
Folikulitis terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan atau infeksi, sehingga menimbulkan benjolan kecil yang menyerupai jerawat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari luar maupun dari dalam tubuh. Berikut penyebab folikulitis yang paling sering terjadi:
1. Infeksi Bakteri
Penyebab paling umum folikulitis adalah infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat masuk ke folikel rambut melalui luka kecil, gesekan, atau iritasi pada kulit.
2. Infeksi Jamur
Folikulitis juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur kulit, terutama pada area kulit yang lembap dan sering berkeringat. Jenis ini sering muncul di punggung, dada, atau lipatan tubuh.
3. Iritasi Akibat Mencukur
Kebiasaan mencukur rambut dengan cara yang kurang tepat, menggunakan pisau tumpul, atau tanpa pelindung kulit dapat melukai folikel rambut dan memicu folikulitis.
4. Gesekan dan Tekanan Berulang
Pakaian ketat, penggunaan helm, masker, atau pakaian olahraga yang menimbulkan gesekan terus-menerus dapat menyebabkan iritasi pada folikel rambut.
5. Keringat Berlebih dan Kulit Lembap
Lingkungan yang panas dan lembap memudahkan bakteri dan jamur berkembang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya folikulitis.
6. Penggunaan Produk yang Menyumbat Pori
Penggunaan krim, minyak, atau produk perawatan kulit yang bersifat oklusif dapat menyumbat folikel rambut dan memicu peradangan.
7. Daya Tahan Tubuh Menurun
Sistem imun yang lemah akibat stres, kelelahan, atau penyakit tertentu membuat kulit lebih rentan mengalami infeksi.
8. Paparan Air yang Terkontaminasi
Berendam di kolam air panas atau jacuzzi yang kurang terjaga kebersihannya dapat menyebabkan folikulitis akibat bakteri tertentu.
Baca Juga: Benjolan di Kepala: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Gejala Folikulitis
Gejala folikulitis umumnya muncul di sekitar folikel rambut dan dapat berbeda pada setiap orang, tergantung penyebab serta tingkat keparahannya. Berikut tanda dan gejala folikulitis yang paling sering terjadi:
- Benjolan kecil berwarna merah atau putih
- Kulit terasa gatal atau perih
- Kemerahan dan pembengkakan
- Nyeri saat disentuh
- Kulit terasa panas atau tidak nyaman
- Muncul di area berambut
- Kulit kering atau mengelupas di sekitar benjolan
Jika folikulitis menyebar luas, tidak membaik, terasa sangat nyeri, atau sering kambuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Banjir Surut, Masalah Kulit Muncul? Ini Penyakit Kulit yang Mengintai
Jenis-Jenis Folikulitis
Berikut adalah beberapa jenis-jenis folikulitis yang umum:
1. Folikulitis Bakterialis (Bakterial Folliculitis)
Folikulitis bakteri menyebabkan benjolan kecil berisi nanah di sekitar folikel rambut yang terinfeksi, biasanya disertai dengan kemerahan dan rasa nyeri. Biasanya muncul di area tubuh yang lebih sering terpapar gesekan atau kelembapan.
2. Folikulitis Jamur (Fungal Folliculitis)
Gejalanya mirip dengan folikulitis bakteri, tetapi sering kali lebih sering terjadi pada kulit yang lembap, seperti punggung atau dada. Jamur lebih umum terjadi pada orang dengan kulit berminyak atau yang sering berkeringat.
3. Folikulitis Virus (Viral Folliculitis)
Infeksi virus, seperti virus herpes simpleks (HSV) atau virus lain yang mempengaruhi folikel rambut. Biasanya ditandai dengan benjolan berisi cairan yang terasa gatal atau terbakar. Pada kasus herpes, bisa muncul di sekitar bibir atau wajah.
4. Folikulitis Barbae (Barber’s Itch)
Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus, sering kali terjadi setelah bercukur. Kondisi ini umum terjadi di area sekitar wajah dan leher pada pria yang sering bercukur. Biasanya disertai dengan benjolan merah kecil dan terkadang bernanah.
5. Pseudofolikulitis Barbae (Ingrown Hair)
Terjadi ketika rambut tumbuh ke dalam kulit setelah bercukur, menyebabkan peradangan dan benjolan kecil. Pseudofolikulitis dapat menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan kadang nanah. Biasanya terjadi di area leher, dagu, atau pipi setelah bercukur.
6. Folikulitis Eosinofilik (Eosinophilic Folliculitis)
Folikulitis ini lebih jarang terjadi dan dikaitkan dengan reaksi alergi atau kelainan sistem imun yang menyebabkan peradangan.
Biasanya terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah, seperti pada pasien dengan HIV/AIDS. Ditandai dengan ruam kemerahan dan benjolan kecil berisi nanah.
7. Folikulitis Dermatitis Perioral (Perioral Folliculitis)
Sering dikaitkan dengan penggunaan steroid topikal yang berkepanjangan, yang dapat merusak pertahanan kulit dan menyebabkan infeksi pada folikel rambut. Umumnya terjadi di sekitar mulut, hidung, atau dagu, dengan benjolan merah atau pustula.
8. Folikulitis Klorina (Hot Tub Folliculitis)
Folikulitis ini biasanya terjadi setelah berendam di kolam atau bak mandi air panas dan ditandai dengan benjolan merah yang terasa gatal atau nyeri, sering kali muncul di bagian tubuh yang terendam air.
9. Folikulitis Dermatitis Seboroik
Gangguan kulit seperti dermatitis seboroik, yang berhubungan dengan produksi minyak berlebih pada kulit, dapat menyebabkan peradangan pada folikel rambut.
Komplikasi Folikulitis
Folikulitis ringan umumnya dapat sembuh tanpa meninggalkan masalah serius. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat atau sering kambuh, folikulitis dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:
1. Infeksi Kulit yang Menyebar
Folikulitis yang tidak diobati dapat menyebar ke area kulit di sekitarnya dan berkembang menjadi infeksi kulit yang lebih luas, seperti selulitis.
2. Bisul (Furunkel dan Karbunkel)
Peradangan yang semakin dalam dapat membentuk bisul berisi nanah yang nyeri dan membutuhkan penanganan medis khusus.
3. Bekas Luka dan Jaringan Parut
Folikulitis yang parah atau sering dipencet berisiko meninggalkan bekas luka permanen atau jaringan parut pada kulit.
4. Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi
Setelah peradangan mereda, kulit dapat mengalami penggelapan (flek hitam), terutama pada kulit yang sensitif atau berwarna gelap.
5. Kerontokan Rambut Permanen
Jika folikulitis menyerang folikel rambut secara berulang dan berat, kerusakan folikel dapat menyebabkan rambut tidak tumbuh kembali di area tersebut.
6. Infeksi Berulang
Folikulitis yang tidak ditangani sesuai penyebabnya dapat sering kambuh dan menjadi kronis.
7. Gangguan Kenyamanan dan Kepercayaan Diri
Rasa nyeri, gatal, serta tampilan kulit yang terganggu dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan menurunkan rasa percaya diri.
Untuk mencegah komplikasi, folikulitis sebaiknya ditangani sejak dini dengan diagnosis dan perawatan yang tepat oleh tenaga medis profesional.
Baca Juga: Jerawat di Selangkangan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Cara Mengatasi Folikulitis
Mengatasi folikulitis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi folikulitis:
1. Perawatan Rumah
- Kompres Hangat:
Gunakan kompres hangat pada area yang terinfeksi selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Ini dapat membantu meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan mempercepat proses penyembuhan. - Menjaga Kebersihan Kulit:
Pastikan kulit tetap bersih dan kering. Mandi dengan sabun antibakteri atau antiseptik ringan untuk membersihkan area yang terinfeksi dan mencegah infeksi lebih lanjut. - Hindari Menggaruk atau Memecahkan Benjolan:
Meskipun rasa gatal atau nyeri bisa mengganggu, hindari memecahkan benjolan atau menggaruknya karena bisa memperburuk infeksi atau menyebarkan bakteri lebih jauh. - Pakai Pakaian Longgar:
Pakaian yang ketat atau berbahan sintetis dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk folikulitis. Gunakan pakaian yang longgar dan berbahan alami, seperti katun, untuk memberikan kulit lebih banyak sirkulasi udara.
2. Pengobatan Topikal
- Antibiotik Topikal:
Jika folikulitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik topikal seperti klindamisin atau mupirocin untuk dioleskan pada area yang terinfeksi. Penggunaan antibiotik ini akan membantu membunuh bakteri penyebab infeksi. - Krim atau Salep Antijamur:
Jika folikulitis disebabkan oleh infeksi jamur, dokter dapat meresepkan krim atau salep antijamur yang mengandung bahan seperti ketoconazole atau clotrimazole. - Krim Kortikosteroid (untuk peradangan):
Untuk mengurangi peradangan dan gatal, dokter bisa meresepkan salep atau krim kortikosteroid ringan, meskipun penggunaannya harus dibatasi untuk menghindari efek samping.
3. Antibiotik Oral
- Antibiotik Oral:
Jika folikulitis lebih parah atau tidak membaik dengan pengobatan topikal, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik oral seperti cephalexin atau dicloxacillin untuk membantu mengatasi infeksi bakteri. - Obat Antiviral (untuk infeksi virus):
Jika folikulitis disebabkan oleh infeksi virus (seperti herpes simpleks), obat antivirus seperti asiklovir mungkin diperlukan untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi gejala.
4. Perawatan untuk Folikulitis Pseudofolikulitis (Ingrown Hair)
- Menghindari Bercukur Terlalu Dekat:
Pseudofolikulitis sering disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam kulit setelah bercukur. Menghindari bercukur terlalu dekat dengan kulit dan menggunakan pisau cukur yang tajam dapat mengurangi risiko kondisi ini. - Eksfoliasi Kulit Secara Lembut:
Menggunakan scrub lembut atau bahan kimia seperti asam salisilat dapat membantu mencegah rambut tumbuh ke dalam dan menjaga kulit tetap bersih. - Obat Topikal:
Krim dengan bahan aktif seperti tretinoin (retinoid) bisa membantu mencegah folikel rambut tersumbat dan memudahkan rambut untuk tumbuh ke luar.
5. Terapi Laser atau Pengobatan Lain (untuk Folikulitis Berat atau Kronis)
- Terapi Laser:
Pada kasus folikulitis yang kronis atau parah, terapi laser bisa membantu mengatasi folikel rambut yang terinfeksi dan mencegah folikulitis berulang. Laser dapat menghancurkan kelenjar minyak dan bakteri penyebab infeksi. - Drainase Nanah:
Jika folikulitis berkembang menjadi abses (benjolan nanah yang besar), dokter mungkin perlu melakukan prosedur drainase abses untuk mengeluarkan nanah dan mengurangi peradangan.
Pencegahan Folikulitis
Pencegahan folikulitis penting untuk menghindari infeksi pada folikel rambut yang dapat menyebabkan peradangan dan ketidaknyamanan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah folikulitis:
- Menjaga Kebersihan Kulit
- Hindari Gesekan dan Iritasi
- Hindari Mencukur atau Mencabut Rambut dengan Kasar
- Menggunakan Produk Perawatan Kulit yang Tepat
- Perawatan Kulit Setelah Berolahraga atau Berkeringat
- Hindari Berendam di Air Terlalu Lama
- Gunakan Produk Penghilang Rambut yang Lembut
- Perawatan Kulit yang Tepat untuk Penderita HIV/AIDS
Tempat Pengobatan Folikulitis Terbaik di Klinik Utama Pandawa
Jika Anda sedang mengalami folikulitis, jangan biarkan kondisi ini mengganggu kenyamanan kulit Anda. Segera tangani dengan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat, seperti menjaga kebersihan kulit, menggunakan antibiotik atau salep yang direkomendasikan oleh dokter, dan menghindari pemicu iritasi.
Mengobati folikulitis sejak dini akan membantu mencegah peradangan yang lebih parah dan mencegah infeksi menyebar ke area lain, serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesilias penyakit kulit jika gejala folikulitis tidak membaik atau jika Anda memiliki kekhawatiran.
Dengan pengobatan yang tepat dan perawatan kulit yang baik, Anda bisa mendapatkan kulit yang lebih sehat dan bebas dari iritasi. Segera ambil tindakan untuk menjaga kesehatan kulit Anda, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Referensi
- WebMD Diakses pada 2026 What is Folliculitis? https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-folliculitis
- Healthline Diakses pada 2026 Folliculitis. https://www.healthline.com/health/folliculitis
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- February 5, 2026
Herpes Oral: Kenali Gejala, Penyebab, dan.
Herpes oral adalah infeksi virus yang menyerang area sekitar mulut dan bibir, ditandai dengan luka kecil atau lepuhan berisi cairan.
Read More
- May 12, 2025
Lipoma: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Lipoma adalah benjolan lunak yang terbentuk dari jaringan lemak dan tumbuh secara perlahan di bawah kulit. Umumnya, lipoma bersifat jinak.
Read More