Seks Selalu Nyeri? Kenali Penyebab & Cara Atasi Dispareunia
- December 13, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Dispareunia membuat hubungan intim terasa menyakitkan dan mengganggu keharmonisan pasangan. Kondisi ini bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi sinyal tubuh yang perlu diperhatikan serius.
Banyak orang memilih diam karena rasa malu atau menganggapnya wajar, padahal nyeri saat berhubungan bisa berkaitan dengan infeksi, peradangan, hingga gangguan kesehatan reproduksi yang membutuhkan penanganan medis tepat. Konsultasi sejak dini di Klinik Utama Pandawa membantu menemukan penyebab pasti sebelum keluhan semakin memburuk.
Kondisi ini juga berdampak pada kesehatan mental, kepercayaan diri, dan kualitas hubungan jangka panjang. Tanpa penanganan yang sesuai, rasa nyeri dapat muncul berulang dan memicu stres berlebih.
Melalui layanan spesialis penyakit kelamin di klinik utama pandawa, pasien memperoleh pemeriksaan menyeluruh, diagnosis akurat, serta terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing, sehingga hubungan intim kembali terasa nyaman dan aman.
Baca Juga: Lichen Sclerosus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Apa itu Dispareunia
Dispareunia adalah rasa sakit yang terjadi di area genital saat melakukan hubungan seksual. Rasa sakit ini bisa dirasakan pada permukaan kulit, di dalam vagina, atau bahkan di panggul bagian bawah. Pada pria, dispareunia bisa dirasakan di ujung penis atau testis. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau kronis, tergantung pada penyebab dan penanganannya.
Dispareunia sering dianggap sebagai masalah wanita, karena lebih banyak wanita yang melaporkan mengalami nyeri saat berhubungan. Namun, pria juga bisa mengalami kondisi ini, walaupun lebih jarang. Penting untuk tidak mengabaikan gejala ini, karena dispareunia bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan emosional seseorang, serta menimbulkan stres dalam hubungan pasangan.
Baca Juga: Keputihan Seperti Keju: Gejala Infeksi Jamur yang Perlu Diwaspadai
Penyebab Dispareunia
Penyebab dispareunia bisa sangat beragam, mulai dari faktor fisik hingga psikologis. Berikut beberapa penyebab umum yang sering terjadi:
1. Penyebab Fisik
- Operasi atau Prosedur Medis
Proses pemulihan dari operasi panggul, persalinan, atau prosedur medis tertentu bisa menyebabkan rasa nyeri. - Kekeringan Vagina
Kekeringan pada vagina merupakan penyebab paling umum dispareunia pada wanita. Kondisi ini bisa terjadi akibat menopause, pengaruh obat-obatan, atau kurangnya rangsangan sebelum berhubungan. - Infeksi atau Peradangan
Infeksi jamur, bakteri, atau virus di area genital bisa menyebabkan nyeri saat berhubungan. Contohnya termasuk vaginitis, herpes genital, atau infeksi saluran kemih. - Cedera atau Trauma
Luka, iritasi, atau trauma pada area genital akibat aktivitas seksual yang kasar atau penggunaan alat tertentu dapat memicu dispareunia. - Endometriosis
Kondisi di mana jaringan mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim dan menyebabkan rasa sakit, termasuk saat berhubungan intim. - Fibroid atau Kista Ovarium
Pertumbuhan jaringan abnormal di rahim atau ovarium dapat menyebabkan nyeri panggul dan dispareunia.
2. Penyebab Psikologis
- Stres dan Kecemasan
Pikiran yang stres atau cemas tentang hubungan seksual dapat menyebabkan ketegangan otot dan nyeri. - Trauma Seksual
Pengalaman kekerasan atau trauma seksual di masa lalu bisa menimbulkan rasa takut dan nyeri saat berhubungan. - Masalah Hubungan
Konflik emosional dengan pasangan juga dapat memengaruhi kenyamanan selama berhubungan.
Baca Juga: Keputihan Disertai Gatal? Ini Obat Ampuh yang Bisa Dicoba!
Gejala Dispareunia
Gejala utama dispareunia adalah rasa sakit yang dirasakan saat berhubungan seksual, tapi ada juga tanda lain yang mungkin muncul, seperti:
- Rasa terbakar atau perih di area genital
- Gatal atau iritasi di sekitar vagina atau penis
- Nyeri saat menggunakan tampon atau melakukan pemeriksaan medis
- Nyeri panggul atau perut bagian bawah yang berkelanjutan
- Pendarahan ringan setelah berhubungan seksual
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas secara berulang, penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Baca Juga: Ginekologi Adalah Solusi Aman untuk Masalah Reproduksi
Faktor Risiko Dispareunia
Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami dispareunia, antara lain:
- Usia di atas 40 tahun atau memasuki masa menopause
- Pernah mengalami infeksi saluran kemih atau infeksi vagina
- Pernah menjalani operasi panggul atau persalinan
- Kondisi kesehatan kronis seperti diabetes atau penyakit autoimun
- Penggunaan obat tertentu, seperti antihistamin atau antidepresan
- Faktor psikologis seperti stres, depresi, atau trauma masa lalu
Baca Juga: Jangan Panik! Begini Cara Mengatasi Erosi Serviks Sesuai Penyebabnya
Cara Mengatasi Dispareunia
Mengatasi dispareunia memerlukan pendekatan yang tepat berdasarkan penyebabnya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri saat berhubungan intim:
1. Konsultasi dengan Dokter
Langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kandungan untuk mengetahui penyebab pasti dispareunia. Pemeriksaan fisik dan tes penunjang mungkin diperlukan untuk diagnosis yang akurat.
2. Pengobatan Medis
- Penggunaan Pelumas
Jika kekeringan vagina menjadi penyebab, menggunakan pelumas berbahan dasar air saat berhubungan dapat membantu mengurangi gesekan dan nyeri. - Terapi Hormonal
Untuk wanita menopause, terapi estrogen topikal bisa membantu mengatasi kekeringan dan meningkatkan elastisitas jaringan vagina. - Pengobatan Infeksi
Jika dispareunia disebabkan oleh infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik, antijamur, atau antivirus sesuai jenis infeksi. - Perawatan untuk Kondisi Medis
Endometriosis, fibroid, dan kondisi lain mungkin memerlukan perawatan khusus atau tindakan bedah.
3. Terapi Fisik
Terapi fisik panggul dapat membantu mengendurkan otot-otot di sekitar area genital yang tegang akibat dispareunia. Seorang fisioterapis khusus bisa membantu mengajarkan teknik relaksasi dan peregangan.
4. Terapi Psikologis
Jika dispareunia dipengaruhi oleh faktor psikologis, terapi psikoseksual atau konseling pasangan bisa menjadi solusi efektif. Terapi ini membantu mengatasi trauma, kecemasan, dan meningkatkan komunikasi dalam hubungan.
5. Perubahan Gaya Hidup
- Lakukan foreplay yang cukup agar tubuh lebih siap sebelum berhubungan.
- Hindari aktivitas seksual yang kasar atau terlalu cepat.
- Jaga kebersihan area genital dengan cara yang benar.
- Kurangi stres dengan teknik relaksasi, olahraga, atau hobi yang menyenangkan.
Baca Juga: Perut Bawah Sakit? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Endometritis
Pencegahan Dispareunia
Untuk mencegah dispareunia, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Jaga kebersihan dan kesehatan area genital secara rutin
- Gunakan pelumas saat berhubungan jika terasa kering
- Komunikasikan kebutuhan dan batasan dengan pasangan
- Rutin memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter
- Hindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi area genital
- Kelola stres dengan baik dan cari bantuan profesional jika perlu
Baca Juga: Cara Aman Melakukan Doggy-Style Agar Tidak Merusak Vagina
Kapan Harus ke Dokter?
Segera temui dokter jika kamu mengalami:
- Nyeri hebat yang terus-menerus saat berhubungan seksual
- Pendarahan yang tidak biasa setelah berhubungan
- Demam atau tanda-tanda infeksi lainnya
- Nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan intim
- Ketidaknyamanan yang tidak membaik meskipun sudah melakukan perawatan mandiri
Baca Juga: Benjolan di Vagina? Waspadai Bartolinitis, Ini Solusinya!
Apakah Dispareunia Bisa Sembuh?
Dispareunia, atau nyeri saat berhubungan seksual, bisa sembuh tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan infeksi, iritasi, atau masalah hormonal, pengobatan medis yang tepat biasanya efektif.
Untuk kasus akibat faktor psikologis, terapi konseling atau teknik relaksasi juga dapat membantu. Penanganan dini dan kombinasi perawatan medis serta perubahan gaya hidup meningkatkan peluang kesembuhan.
Kenapa Setelah Berhubungan Badan Sakit Semua?
Setelah berhubungan seksual, rasa sakit di seluruh tubuh bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kelelahan otot, posisi yang kurang nyaman, atau kontraksi otot berlebihan.
Selain itu, kondisi medis tertentu seperti fibromyalgia, infeksi, atau peradangan sendi juga bisa memperparah nyeri. Biasanya, istirahat, peregangan ringan, dan hidrasi cukup dapat membantu meredakan gejala.
Hidup Intim Bebas Nyeri, Klinik Utama Pandawa Siap Membantu
Jangan biarkan nyeri saat berhubungan intim mengganggu kebahagiaan dan keharmonisan hubungan anda. Di Klinik Utama Pandawa, kami siap membantu mengatasi dispareunia dengan penanganan yang aman, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan dokter spesialis penyakit kelamin berpengalaman kami akan melakukan pemeriksaan lengkap dan memberikan solusi terbaik agar Anda bisa kembali menikmati momen intim tanpa rasa sakit.
Segera ambil langkah untuk memperbaiki kualitas hidup dan hubungan Anda bersama Klinik Utama Pandawa. Dengan fasilitas medis modern dan layanan yang nyaman, kami memastikan proses pengobatan berjalan efektif dan penuh perhatian. Jangan ragu untuk berkonsultasi dan buat janji sekarang juga kebahagiaan dan kenyamanan Anda adalah prioritas kami!

Referensi
- Cleveland Clinic (2025). Dyspareunia (Painful Intercourse). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12325-dyspareunia-painful-intercourse
- Mayo Clinic (2025). Painful Intercourse (Dyspareunia). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/painful-intercourse/symptoms-causes/syc-20375967
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 26, 2025
Sifilis pada Pria: Gejala, Penyebab, dan.
Sifilis pada pria adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Infeksi ini seringkali tidak terdeteksi karena.
Read More
- December 10, 2025
Cara Ampuh Mengobati Infeksi Saluran Kemih.
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi medis yang umum terjadi, terutama pada wanita, yang melibatkan infeksi pada bagian-bagian saluran kemih,.
Read More