Keputihan Coklat Tanpa Nyeri, Apakah Normal?
- January 14, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Ginekologi

Keputihan berwarna coklat sering kali menimbulkan rasa khawatir, terutama jika muncul di luar jadwal menstruasi atau disertai bau tidak sedap. Warna kecoklatan pada keputihan biasanya menandakan adanya sisa darah lama yang ikut keluar bersama lendir vagina.
Keputihan berwarna coklat juga bisa berkaitan dengan infeksi, gangguan hormon, hingga masalah pada organ reproduksi wanita. Karena itulah, penting untuk memahami penyebabnya sejak dini agar tidak salah langkah dalam penanganan.
Melalui pemeriksaan di layanan ginekologi yang tepat, dokter dapat membantu memastikan apakah kondisi ini masih tergolong wajar atau membutuhkan pengobatan khusus. Jika anda ragu atau mengalami keluhan berulang, berkonsultasi langsung ke Klinik Utama Pandawa bisa menjadi langkah aman untuk menjaga kesehatan area kewanitaan secara menyeluruh

Apa itu Keputihan Coklat
Keputihan coklat adalah cairan dari vagina yang bercampur dengan darah lama sehingga warnanya tampak coklat muda hingga coklat tua. Warna ini muncul karena darah yang keluar sudah teroksidasi atau tertahan cukup lama di dalam rahim sebelum akhirnya keluar bersama cairan vagina.
Berbeda dengan darah haid yang berwarna merah segar, keputihan coklat biasanya keluar dalam jumlah sedikit dan sering muncul di luar waktu menstruasi, termasuk beberapa hari sebelum haid.
Baca Juga: Biaya Pemeriksaan Miss V di Klinik Kesehatan
Penyebab Keputihan Berwarna Coklat
Berikut adalah penyebab keputihan berwarna coklat berdasarkan tingkat keumuman dan keparahannya:
1. Sisa Darah Menstruasi
Ini adalah penyebab paling umum dan tidak berbahaya. Setelah menstruasi selesai, sisa darah yang tertinggal di rahim bisa keluar perlahan dan bercampur dengan lendir vagina, sehingga berwarna coklat.
2. Ovulasi
Beberapa wanita mengalami keputihan bercampur darah ringan saat masa ovulasi (sekitar pertengahan siklus haid). Warna cairannya bisa coklat muda, merah muda, atau bening dengan sedikit bercak darah.
3. Implantasi (Awal Kehamilan)
Keputihan coklat bisa menjadi tanda awal kehamilan, ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Proses ini bisa menyebabkan perdarahan ringan atau bercak coklat yang muncul 6–12 hari setelah ovulasi.
4. Perubahan Hormon
Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron bisa memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan keputihan berwarna coklat di luar jadwal haid.
5. Penggunaan Alat Kontrasepsi
Penggunaan pil KB atau IUD (spiral) bisa menyebabkan perubahan hormon yang memicu keputihan coklat, terutama di awal pemakaian.
6. Stres dan Kelelahan
Stres berat dan kelelahan dapat memengaruhi siklus hormon, yang berdampak pada keputihan dan siklus haid.
7. Infeksi Vagina
Keputihan coklat yang disertai bau tak sedap, rasa gatal, atau nyeri bisa menjadi tanda infeksi seperti:
- Vaginosis bakterialis
- Infeksi jamur (kandidiasis)
- Penyakit menular seksual (seperti klamidia, gonore, atau trikomoniasis)
8. Polip atau Kista
Polip rahim, polip serviks, atau kista ovarium juga bisa menyebabkan perdarahan ringan atau keputihan coklat, terutama jika ukurannya cukup besar atau terganggu.
9. Kanker Serviks atau Rahim
Meski jarang, keputihan berwarna coklat yang muncul terus-menerus, berbau tajam, dan disertai perdarahan abnormal bisa menjadi gejala awal kanker serviks pada organ reproduksi.
Baca Juga: Flek Coklat Sebelum Haid: Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?
Kapan Keputihan Coklat Perlu Dikhawatirkan?
Tidak semua keputihan coklat berbahaya, tapi anda perlu waspada jika disertai gejala berikut:
- Muncul di luar siklus menstruasi secara terus-menerus
- Disertai bau menyengat, gatal, atau rasa terbakar
- Menimbulkan nyeri di perut bagian bawah atau panggul
- Disertai perdarahan setelah berhubungan seksual
- Terjadi setelah menopause
- Keluar dalam jumlah banyak dan berlangsung lebih dari seminggu.
Baca Juga: Keputihan Kuning: Tanda Infeksi atau Hal Biasa?
Cara Mengatasi Keputihan Berwarna Coklat
Penanganan keputihan coklat tergantung dari penyebabnya, berikut beberapa langkah yang bisa anda lakukan:
1. Menjaga Kebersihan Vagina
- Cuci area kewanitaan dengan air bersih dan sabun khusus
- Jangan menggunakan sabun antiseptik terlalu sering
- Keringkan area kewanitaan dengan lembut setelah mandi atau buang air
2. Ganti Pembalut Secara Teratur
Jika keputihan keluar dalam jumlah cukup banyak, gunakan pantyliner dan rutin menggantinya untuk mencegah iritasi.
3. Konsultasi ke Dokter
Jika keputihan disertai gejala lain yang mengganggu, segera lakukan pemeriksaan di klinik atau dokter spesialis kandungan.
4. Pengobatan Medis
- Jika disebabkan oleh infeksi bakteri: dokter akan meresepkan antibiotik
- Jika karena jamur: diberikan obat antijamur topikal atau oral
- Jika karena hormonal: mungkin perlu penyesuaian alat kontrasepsi
- Jika ada polip/kista: bisa dilakukan tindakan pengangkatan secara medis
5. Hindari Douching
Membersihkan vagina dengan semprotan khusus (douching) justru bisa mengganggu keseimbangan pH alami dan memperparah kondisi.
Baca Juga: Keputihan Berlebihan Tak Sembuh? Ini Solusi Medisnya
Pengobatan Medis untuk Keputihan Berwarna Coklat
Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya, misalnya:
- Infeksi bakteri/jamur: Diberikan antibiotik atau antijamur.
- Penyakit Menular Seksual : Terapi khusus dengan obat sesuai jenis infeksi.
- Polip atau endometriosis: Mungkin memerlukan tindakan medis atau operasi.
- Gangguan hormonal: Dokter bisa meresepkan terapi hormon.
Jangan sembarangan menggunakan obat tanpa resep dokter, karena bisa memperburuk kondisi.
Baca Juga: Obat Keputihan: Jenis, Manfaat, dan Cara Penggunaan yang Aman
Apa Bedanya Flek Coklat dan Keputihan Coklat?
Flek coklat adalah darah yang keluar sangat sedikit, biasanya berupa bercak dan berkaitan dengan siklus haid atau hormon. Sedangkan keputihan coklat adalah cairan vagina yang bercampur darah lama sehingga warnanya coklat dan teksturnya lebih encer seperti keputihan biasa.
Baca Juga: Keputihan Berbau Amis? Waspadai Tanda Infeksi Serius Ini!
Cara Mencegah Keputihan Berwarna Coklat
- Rajin mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari.
- Hindari penggunaan pantyliner secara terus-menerus.
- Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah penyakit menular seksual.
- Lakukan pap smear atau pemeriksaan rutin untuk deteksi dini kanker serviks.
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Jangan Biarkan Keputihan Coklat Mengganggu, Dapatkan Solusi Aman di Klinik Utama Pandawa.
Keputihan coklat yang muncul di luar siklus haid sering kali membuat wanita merasa khawatir dan tidak nyaman. Jangan biarkan rasa cemas mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Dengan penanganan yang tepat sejak dini, masalah ini bisa diatasi dan kesehatan organ intim Anda tetap terjaga dengan baik.
Di Klinik Utama Pandawa, Anda bisa mendapatkan pemeriksaan menyeluruh hingga solusi medis yang aman dan efektif untuk mengatasi keputihan coklat. Layanan ginekologi berpengalaman siap membantu Anda menemukan penyebab dan memberikan perawatan yang sesuai. Jangan tunda lagi, saatnya peduli pada kesehatan intim Anda bersama Klinik Utama Pandawa.

Referensi
- Cleveland Clinic Diakses pada 2026 Women’s Health. Vaginal Discharge Color: What’s Normal and What Isn’t. https://health.clevelandclinic.org/vaginal-discharge-mean
- Mayo Clinic Diakses pada 2026 Diseases & Conditions. Cervicitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/symptoms-causes/syc-20370814
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- December 27, 2025
Miss V Mengeluarkan Gas? Ketahui Penyebab.
Kentut di Miss V apakah bahaya? Pertanyaan ini mungkin terdengar canggung, tetapi faktanya cukup banyak wanita yang pernah mengalaminya, terutama.
Read More
- November 3, 2025
Cara Cepat Hilangkan Keputihan Bau Tak.
Keputihan bau busuk bisa bikin siapa pun jadi tidak percaya diri. Apalagi kalau baunya menyengat dan muncul terus-menerus, tentu bikin.
Read More