Gatal di Area Miss V? Begini Cara Obati Kandidiasis Vulvovaginalis!
- December 8, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Kandidiasis Vulvovaginalis muncul tiba-tiba dan membuat banyak wanita panik karena rasa gatal, perih, hingga keputihan menggumpal yang sangat mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini memang umum, tetapi tetap saja menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran berlebih apalagi jika muncul berulang. Tidak sedikit wanita yang bingung harus mulai dari mana untuk mengatasinya.
Di sinilah pentingnya mendapatkan penanganan dari tenaga medis yang tepat, seperti di Klinik Utama Pandawa, yang menyediakan layanan penyakit kelamin di Klinik Utama Pandawa secara profesional, aman, dan tanpa rasa malu. Dengan pemeriksaan menyeluruh serta panduan perawatan yang sesuai, Anda bisa kembali merasa nyaman dan terbebas dari gejala yang mengganggu.
Baca Juga: Kenapa Bibir Kemaluan Gatal dan Bentol? Ini Penjelasan Medisnya
Apa Itu Kandidiasis Vulvovaginalis?
Kandidiasis Vulvovaginalis atau vaginitis adalah infeksi jamur pada vagina dan vulva yang disebabkan oleh jamur Candida.
Jamur ini sebenarnya hidup secara alami di tubuh manusia, termasuk di area vagina. Namun, dalam kondisi tertentu, jumlah jamur Candida dapat berkembang biak secara berlebihan, menyebabkan infeksi.
Infeksi ini dapat terjadi pada siapa saja, meskipun lebih sering dialami oleh wanita usia subur. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena KVV, seperti perubahan hormon, penggunaan antibiotik, diabetes, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca Juga: Keputihan Disertai Gatal? Ini Obat Ampuh yang Bisa Dicoba!
Penyebab Kandidiasis Vulvovaginalis
Kandidiasis Vulvovaginalis (KVV) disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida, terutama Candida albicans, di area vagina dan vulva. Sebenarnya, jamur ini adalah mikroorganisme alami yang hidup di tubuh manusia, termasuk di mulut, usus, dan vagina.
1. Penggunaan Antibiotik
Antibiotik bisa membunuh bakteri baik di vagina yang berfungsi menjaga keseimbangan mikroorganisme. Akibatnya, jamur Candida berkembang tanpa kendali dan menimbulkan infeksi.
2. Perubahan Hormon
Perubahan hormon, seperti saat hamil, menjelang menstruasi, atau akibat penggunaan pil KB dan terapi hormon, bisa mengganggu keseimbangan flora vagina dan memicu pertumbuhan jamur.
3. Sistem Imun Lemah
Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS, kanker, atau yang sedang menjalani kemoterapi, lebih rentan terkena infeksi kandidiasis, termasuk KVV.
4. Diabetes yang Tidak Terkontrol
Kadar gula darah tinggi menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk tumbuh. Itulah mengapa wanita dengan diabetes yang tidak terkontrol memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi jamur vagina.
5. Kebersihan Area Kewanitaan yang Kurang Tepat
Mencuci vagina terlalu sering, menggunakan sabun yang keras, atau melakukan douching bisa mengganggu keseimbangan pH dan flora normal vagina.
Baca Juga: Cara Mengobati Infeksi Jamur Vagina Secara Alami dan Medis
Gejala Kandidiasis Vulvovaginalis
Gejala KVV dapat bervariasi antara individu, namun beberapa gejala umum yang sering dialami antara lain:
- Keputihan abnormal: Cairan vagina berwarna putih kental, seperti keputihan keju.
- Gatal dan iritasi: Terutama di area vulva dan vagina.
- Rasa perih atau terbakar: Saat buang air kecil atau berhubungan seksual.
- Kemungkinan pembengkakan: Pada area vulva.
- Nyeri saat berhubungan seksual: Akibat iritasi dan peradangan.
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit kelamin untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Cara Atasi Keputihan Mirip Ampas Tahu, Hasilnya Bikin Kaget!
Diagnosis Kandidiasis Vulvovaginalis
Diagnosis KVV biasanya dilakukan melalui:
- Anamnesis: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami.
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa area genital untuk melihat tanda-tanda infeksi.
- Pemeriksaan laboratorium: Mengambil sampel cairan vagina untuk dianalisis di laboratorium guna memastikan adanya jamur Candida.
Baca Juga: Cara Cepat Hilangkan Keputihan Bau Tak Sedap di Miss V!
Pengobatan Kandidiasis Vulvovaginalis
Pengobatan KVV bertujuan untuk menghilangkan infeksi dan mencegah kekambuhan. Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan antara lain:
- Obat antijamur topikal: Seperti krim atau suppositoria yang dimasukkan ke dalam vagina.
- Obat antijamur oral: Seperti fluconazole yang diminum untuk mengatasi infeksi.
- Perubahan gaya hidup: Menjaga kebersihan pribadi dan menghindari faktor risiko.
Pencegahan Kandidiasis Vulvovaginalis
Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah KVV antara lain:
- Menjaga kebersihan pribadi: Mencuci area genital dengan air bersih dan sabun yang lembut.
- Menghindari pakaian ketat: Gunakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun agar area genital tetap kering.
- Mengganti pembalut secara rutin: Selama menstruasi, ganti pembalut setiap 4–6 jam.
- Menghindari penggunaan douching: Penggunaan cairan pembersih vagina dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik.
- Mengelola diabetes: Menjaga kadar gula darah tetap stabil untuk mencegah pertumbuhan jamur.
- Menghindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu: Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan mikroba di vagina.
Apa Ciri-Ciri Wanita Mengalami Penyakit Keputihan Kandidiasis?
Kandidiasis vulvovaginalis, atau infeksi jamur vagina, adalah kondisi yang sangat umum dan seringkali menunjukkan gejala khas yang mudah dikenali.Ciri-ciri utama wanita yang mengalami penyakit keputihan kandidiasis meliputi:
- Keputihan Abnormal: Ini adalah gejala yang paling mencolok. Keputihan akibat jamur biasanya berwarna putih kental, mirip gumpalan keju cottage atau susu basi. Jumlahnya bisa bervariasi dari sedikit hingga sangat banyak.
- Gatal Hebat: Rasa gatal yang intens dan terus-menerus di area vulva (bibir vagina) dan di dalam vagina. Gatal ini bisa sangat mengganggu dan memicu keinginan untuk terus menggaruk.
- Rasa Terbakar dan Nyeri: Vagina dan area sekitarnya dapat terasa panas dan nyeri, terutama saat buang air kecil atau selama hubungan seksual.
- Kemerahan dan Pembengkakan: Kulit di sekitar vagina (vulva) terlihat merah, membengkak, dan meradang.
- Nyeri saat Berhubungan Seksual: Karena adanya peradangan dan iritasi, aktivitas seksual bisa terasa sakit.
Lepaskan Rasa Tidak Nyaman, Mulai Perawatan Aman di Klinik Pandawa
Kandidiasis Vulvovaginalis bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman akibat gatal, keputihan berlebih, dan rasa perih di area kewanitaan. Jangan abaikan gejala ini, karena semakin cepat ditangani, semakin cepat pula kenyamananmu kembali.
Klinik Utama Pandawa hadir sebagai solusi terpercaya untuk mengatasi infeksi jamur kewanitaan secara aman, profesional, dan tanpa rasa malu. Dengan layanan yang ramah dan tenaga medis berpengalaman, kamu akan mendapatkan perawatan yang tepat dan menyeluruh.
Jangan ragu untuk berkonsultasi! Di Klinik Utama Pandawa, kesehatan area kewanitaanmu adalah prioritas utama.

Referensi
- Verywell Health (2025). Causes and Risk Factors of Yeast Infection. https://www.verywellhealth.com/yeast-infections-causes-and-risk-factors
- WebMD (2025). Vaginal Yeast Infections.
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 26, 2025
Sifilis pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan.
Sifilis pada bayi merupakan kondisi serius yang terjadi ketika infeksi sifilis ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat.
Read More
- April 27, 2025
Trikomoniasis pada Pria: Penyakit Menular yang.
Trikomoniasis pada pria adalah infeksi menular seksual yang sering tidak disadari karena gejalanya minim atau bahkan tidak muncul sama sekali..
Read More