Orchitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
- May 16, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Andrologi

Orchitis adalah kondisi peradangan pada testis yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Meskipun bukan penyakit yang umum dibicarakan, orchitis bisa menimbulkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, dan ketidaknyamanan serius pada pria, terutama jika tidak ditangani dengan tepat.
Salah satu penyebab paling umum dari orchitis adalah virus gondongan (mumps), yang sering menyerang pria dewasa dan dapat berdampak pada kesuburan jika tidak segera ditangani. Selain itu, infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual juga bisa menjadi pemicu.
Banyak pria seringkali mengabaikan gejala awal orchitis karena merasa malu atau menganggap nyeri di area testis sebagai hal sepele.
Baca Juga: Kanker Testis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Apa Itu Orchitis?
Orchitis adalah peradangan yang terjadi pada salah satu atau kedua testis. Testis adalah organ penting dalam sistem reproduksi pria yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron. Ketika testis mengalami peradangan, bisa terjadi pembengkakan, nyeri, dan gangguan fungsi.
Orchitis bisa menyerang pria dari berbagai usia, namun paling umum terjadi pada pria dewasa muda, terutama usia 15–35 tahun. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba (akut) atau berkembang perlahan (kronis).
Gejala Orchitis
Gejala orchitis dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut adalah gejala umum yang sering dilaporkan oleh penderita orchitis:
- Nyeri pada Testis: Nyeri testis bisa ringan hingga parah. Rasa sakit biasanya muncul tiba-tiba dan dapat menyebar ke selangkangan atau perut bagian bawah.
- Pembengkakan Testis: Testis yang terkena biasanya tampak membesar dan terasa lebih berat dari biasanya.
- Kemerahan dan Sensasi Panas: Kulit skrotum (kantung zakar) bisa menjadi merah, mengkilap, dan terasa panas saat disentuh.
- Demam dan Menggigil: Orchitis yang disebabkan oleh infeksi seringkali disertai demam tinggi dan menggigil.
- Nyeri saat Buang Air Kecil atau Ejakulasi: Jika peradangan meluas ke saluran kemih atau epididimis, penderita bisa merasakan nyeri saat buang air kecil atau saat ejakulasi.
- Keluarnya Cairan Abnormal dari Penis: Dalam beberapa kasus, terutama jika disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS), bisa muncul cairan kental berwarna kuning atau kehijauan.
Baca Juga: 11 Penyakit Kelamin pada Pria yang Wajib Diketahui dan Cara Mengatasinya
Penyebab Orchitis
Penyebab orchitis sangat bervariasi, namun yang paling umum adalah infeksi. Berikut penjelasan detailnya:
1. Infeksi Virus
Penyebab paling umum dari orchitis virus adalah virus gondongan (mumps). Sekitar 20–30% pria dewasa yang terkena gondongan setelah pubertas dapat mengalami orchitis sebagai komplikasi. Biasanya terjadi 4–7 hari setelah pembengkakan kelenjar parotis.
2. Infeksi Bakteri
Orchitis bakteri biasanya terjadi bersamaan dengan epididimitis (peradangan pada saluran sperma). Bakteri penyebabnya bisa berasal dari:
- Infeksi saluran kemih (ISK)
- Infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore
- Bakteri umum seperti Escherichia coli
3. Hubungan Seksual Tanpa Pengaman
Pria yang aktif secara seksual dan tidak menggunakan kondom memiliki risiko lebih tinggi terkena orchitis akibat IMS.
4. Kelainan Saluran Kemih
Gangguan struktural atau penyumbatan pada saluran kemih dapat menyebabkan infeksi menyebar ke testis.
5. Trauma atau Cedera pada Skrotum
Cedera yang menyebabkan pembengkakan atau peradangan pada area testis juga dapat memicu kondisi yang non-infeksi.
Diagnosis Orchitis
Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri atau pembengkakan testis, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis biasanya dilakukan melalui:
- Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa ukuran, bentuk, dan kondisi testis.
- USG Skrotum: Untuk membedakan antara orchitis, torsio testis, atau tumor testis.
- Tes Urine: Untuk mendeteksi adanya infeksi saluran kemih atau IMS.
- Tes Darah: Untuk mengevaluasi tanda-tanda infeksi atau inflamasi.
- Tes IMS: Jika dicurigai adanya infeksi menular seksual, dokter mungkin akan melakukan swab uretra atau tes darah tambahan.
Cara Mengatasi Orchitis
Penanganan ini tergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang umum dilakukan:
1. Antibiotik
Jika penyakit ini disebabkan oleh bakteri, terutama IMS seperti klamidia atau gonore, dokter akan meresepkan antibiotik oral seperti:
- Doxycycline
- Ciprofloxacin
- Ceftriaxone (injeksi)
2. Obat Pereda Nyeri dan Antiinflamasi
Obat seperti ibuprofen atau paracetamol membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
3. Istirahat dan Kompres Dingin
Mengangkat skrotum dengan handuk dan mengompres dengan es batu yang dibungkus kain dapat mengurangi bengkak.
4. Pengobatan Gondongan
Jika kondisi ini disebabkan oleh virus gondongan, pengobatan bersifat suportif karena tidak ada obat antivirus khusus. Fokusnya adalah meredakan gejala dan mempercepat pemulihan.
5. Hindari Aktivitas Berat
Menghindari aktivitas fisik berat dan hubungan seksual selama masa pemulihan sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
- Atrofi Testis: Testis yang meradang bisa menyusut dan mengecil secara permanen.
- Abses Skrotum: Infeksi berat bisa menyebabkan terbentuknya abses (kantung nanah) di sekitar testis.
- Infertilitas: Peradangan yang parah atau berulang bisa merusak jaringan testis dan mengganggu produksi sperma, sehingga memengaruhi kesuburan.
- Kronis: Dalam kasus tertentu, peradangan bisa bertahan lama dan berubah menjadi kondisi kronis dengan nyeri berkepanjangan.
Cara Mencegah Orchitis
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Berikut beberapa cara untuk menurunkan risiko terkenanya penyakit tersebut:
- Vaksinasi Gondongan: Pastikan Anda sudah mendapatkan vaksin MMR (measles, mumps, rubella), terutama sebelum masa pubertas.
- Praktik Seks yang Aman: Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari infeksi menular seksual.
- Jaga Kebersihan dan Kesehatan Saluran Kemih: Minum cukup air, buang air kecil secara teratur, dan hindari menahan kencing terlalu lama.
- Hindari Cedera pada Area Testis: Gunakan pelindung alat kelamin saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan trauma.
Pengobatan Orchitis Aman & Nyaman Bersama Ahlinya di Klinik Utama Pandawa
Jangan biarkan nyeri atau pembengkakan pada testis mengganggu aktivitas dan kenyamanan Anda. Orchitis bisa terasa menyakitkan dan berisiko jika tidak ditangani dengan tepat.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan orchitis secara menyeluruh dengan tim medis berpengalaman dan fasilitas yang nyaman. Penanganan cepat bisa mencegah komplikasi serius, termasuk gangguan kesuburan.
Segera konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Utama Pandawa. Kami siap membantu Anda pulih dengan aman, tenang, dan tanpa rasa khawatir. Kesehatan reproduksi pria adalah prioritas kami jadwalkan kunjungan Anda hari ini dan rasakan layanan profesional yang terpercaya!

Refrensi
- Healthline 2025 Orchitis.
- MedlinePlus 2025 Orchitis.

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 27, 2025
Perawatan Balanitis: Langkah Sederhana hingga Pengobatan.
Perawatan balanitis memerlukan pendekatan yang tepat sesuai dengan penyebab dasarnya, baik itu infeksi jamur, bakteri, maupun iritasi akibat bahan kimia..
Read More
- June 2, 2025
Fimosis pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan.
Fimosis pada bayi adalah kondisi ketika kulup atau kulit penutup kepala penis belum bisa ditarik ke belakang. Ini adalah hal.
Read More