Virus Human Papiloma dapat Menyebabkan Penyakit Apa Saja?
- June 26, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Virus human papiloma dapat menyebabkan penyakit yang beragam, mulai dari kondisi ringan seperti kutil kulit hingga penyakit serius seperti kanker serviks, kanker anus, dan kanker tenggorokan.
Human Papillomavirus (HPV) adalah kelompok virus yang sangat umum ditularkan melalui kontak langsung, termasuk hubungan seksual.
Banyak orang mungkin sudah terinfeksi HPV tanpa menyadarinya, karena sebagian besar kasus tidak menimbulkan gejala apa pun di awal.
Penyakit yang Disebabkan Virus Human Papillomavirus (HPV)
Sebagian besar infeksi bersifat sementara dan tidak menimbulkan gejala, namun jika infkesi berlanjut atau melibatkan tipe “high-risk”. Virus human papiloma dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk beberapa jenis kanker:
1. Penyakit Ringan
Beberapa tipe HPV, seperti HPV 6 dan 11, menyebabkan kutil kelamin (genital warts) atau kutil vokal (laryngeal papillomatosis).
Kutil ini biasanya berbentuk tonjolan kecil kadang menyerupai kembang kol dan dapat muncul di penis, vulva, anus, atau di tenggorokan.
Walaupun tidak terkait kanker, kutil ini bisa mengganggu dan menular. Pengobatannya mencakup krim topikal, krioterapi, atau tindakan bedah minor
2. Kanker Serviks
Jenis kanker paling dikenal akibat HPV. Hampir semua kanker serviks disebabkan oleh tipe high‑risk HPV terutama HPV 16 dan 18 yang bertanggung jawab atas sekitar 70% dari kasus.
Infeksi HPV yang persisten, biasanya selama 15–20 tahun, dapat berubah menjadi lesi prakanker sebelum menjadi kanker serviks penuh . Skrining rutin (Pap smear dan HPV test) serta vaksinasi HPV merupakan intervensi utama pencegahan
3. Kanker Anal
Sekitar 90–95% kasus kanker anal disebabkan oleh HPV, terutama tipe 16. Risiko lebih tinggi terjadi pada individu dengan paparan HPV berulang, termasuk orang dengan HIV, pria yang berhubungan seks dengan pria, dan perokok.
4. Kanker Orofaring (Tenggorokan dan Mulut Belakang)
HPV menyebabkan sekitar 60–70% dari kanker orofaring di Amerika Serikat. Infeksi melalui oral seks bisa menyebabkan lesi yang berkembang perlahan menjadi kanker di daerah tonsil atau pangkal lidah.
Gejala awal bisa berupa sakit tenggorokan yang berkepanjangan, suara serak, kesulitan menelan, atau benjolan di leher
5. Kanker Vulva dan Vagina
Sekitar 65–78% kanker vulva dan vagina terkait HPV. Infeksi HPV dapat memicu lesi prakanker yang berkembang menjadi kanker terutama pada wanita di atas usia 45.
6. Kanker Penis
HPV juga menyebabkan sekitar 35–50% kasus kanker penis, terutama tipe 16. Risiko meningkat pada pria yang tak disunat, perokok, dan mereka dengan sistem imunitas lemah
Dampak Global HPV
Menurut WHO, pada 2019 HPV menyebabkan sekitar 620.000 kasus kanker di kalangan wanita dan 70.000 pada pria. Di Amerika Serikat saja, lebih dari 37.000 kasus kanker tahunan terkait HPV, termasuk 10.800 kanker serviks dan ribuan kasus kanker anus, pen penis, serta orofaring .
Pencegahan dan Pengobatan
Berikut cara pencegahan dan pengobatan HPV yang dapat dilakukan:
1. Vaksinasi HPV
Vaksin seperti Gardasil‑9 menargetkan tipe HPV high-risk (16, 18) dan low-risk (6, 11), mencegah hampir 90–95% infeksi HPV berbahaya. Usia ideal vaksin adalah 9–14 tahun, tapi juga efektif hingga usia 26 atau 45 berdasarkan kondisi kesehatan .
2. Skrining Rutin
Pap smear dan HPV test mendeteksi prakanker serviks sejak dini sehingga perawatan bisa dilakukan sebelum berkembang jadi kanker. Untuk populasi berisiko, anal Pap smear mulai disarankan
3. Praktik Seks Aman
Kondom dan dental dam dapat mengurangi risiko penularan HPV, meski tidak sepenuhnya karena kontak kulit tidak tertutupi
4. Pengobatan Lesi dan Kanker
Kanker invasive: kombinasi bedah, radioterapi, kemoterapi, dan perawatan komprehensif sesuai guideline.
- Kutil: krim, krioterapi, atau bedah minor
- Lesi prakanker: ablasi via krioterapi, laser, atau konisasi
- Kanker invasive: kombinasi bedah, radioterapi, kemoterapi, dan perawatan komprehensif sesuai guideline
Cegah Risiko Kanker Akibat HPV di Klinik Utama Pandawa
Infeksi Human Papillomavirus (HPV) bisa tampak sepele karena sering tidak bergejala, namun jangan salah HPV dapat berkembang menjadi masalah serius seperti kutil kelamin hingga kanker serviks, anus, dan tenggorokan jika tidak ditangani dengan tepat.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan pemeriksaan, penanganan, hingga vaksinasi HPV yang aman dan profesional. Tim medis kami siap mendampingi setiap langkah Anda dengan pendekatan yang nyaman dan solusi yang sesuai kondisi Anda.
Jangan tunda langkah penting untuk melindungi kesehatan Anda dan orang-orang terdekat. Segera konsultasikan diri Anda ke Klinik Utama Pandawa dan dapatkan penanganan terbaik untuk infeksi HPV.
Bersama kami, Anda bisa menjalani hidup lebih sehat, aman, dan bebas dari risiko komplikasi HPV. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang!


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 26, 2025
Ruam Sifilis: Mengenali Tanda-tanda Awal dan.
Ruam sifilis sering kali menjadi tanda awal yang tidak disadari dari infeksi menular seksual yang serius. Munculnya ruam ini biasanya.
Read More
- July 1, 2025
Kencing Berbusa, Apa Penyebabnya? Waspadai Gejala.
Kencing berbusa sering kali dianggap sepele dan tidak berbahaya, apalagi jika terjadi sesekali. Namun, tahukah Anda bahwa kondisi ini bisa.
Read More