Waspadai! Ini Tanda-Tanda Gonore Parah yang Perlu Segera Ditangani
- May 3, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Tanda gonore parah sering kali muncul ketika infeksi sudah berkembang dan tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak dini.
Penyakit menular seksual ini bisa menyerang baik pria maupun wanita, namun pada wanita, gejalanya bisa lebih samar dan sering kali diabaikan.
Ketika infeksi telah menyebar, gejala seperti nyeri hebat saat buang air kecil, keluarnya cairan abnormal dari Miss V, hingga nyeri panggul kronis dapat terjadi.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti radang panggul hingga infertilitas.
Mengenali gejala sejak dini dan segera melakukan pemeriksaan adalah langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang dari gonore.
Klinik Utama Pandawa menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan infeksi menular seksual secara profesional dan rahasia, termasuk untuk kasus gonore.
Dengan penanganan dari dokter yang berpengalaman dan fasilitas medis yang memadai, Anda dapat memperoleh diagnosis yang akurat serta pengobatan yang efektif.
Tanda-Tanda Gonore Parah yang Harus Diwaspadai
Pada tahap awal, gonore sering tidak menunjukkan gejala yang jelas, terutama pada wanita.
Namun, saat infeksi sudah menyebar dan menjadi lebih parah, gejala-gejala berikut bisa muncul:
1. Nyeri Saat Buang Air Kecil
Salah satu tanda klasik gonore adalah rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
Jika sudah parah, nyeri ini bisa semakin intens dan terasa menusuk, menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar lebih jauh ke saluran kemih.
2. Keputihan Abnormal atau Keluarnya Cairan Berwarna dari Miss V atau Penis
Pada wanita, gonore dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap, dan keluar dalam jumlah berlebih.
Pada pria, biasanya muncul cairan kental berwarna putih, kuning, atau hijau dari ujung penis.
3. Perdarahan di Luar Siklus Haid
Perdarahan yang tidak normal di luar masa menstruasi juga bisa menjadi tanda infeksi gonore parah, terutama jika infeksi sudah menjalar ke rahim atau saluran tuba.
4. Nyeri Perut Bagian Bawah atau Panggul
Jika bakteri penyebab gonore menyebar ke organ reproduksi bagian dalam, seperti rahim dan ovarium, dapat menyebabkan radang panggul (PID), yang ditandai dengan nyeri hebat di perut bagian bawah.
5. Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Wanita dengan gonore parah bisa mengalami nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual. Ini adalah tanda bahwa infeksi telah menyebabkan peradangan serius di area reproduksi.
6. Demam dan Lemas
Infeksi gonore yang menyebar ke aliran darah dapat menyebabkan gejala sistemik seperti demam, lemas, hingga nyeri sendi.
Ini adalah kondisi yang disebut sebagai disseminated gonococcal infection (DGI) dan memerlukan penanganan segera di rumah sakit.
7. Pembengkakan Testis atau Nyeri Skrotum pada Pria
Pada pria, infeksi gonore yang tidak ditangani dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada saluran di testis, yang bisa menyebabkan rasa sakit hebat hingga pembengkakan.
Baca Juga: Penis Keluar Cairan Putih: Apakah Normal atau Tanda Infeksi?
Apa Bahaya Jika Gonore tidak Diobati
Gonore yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan kompliklasi serius, antara lain:
- Infertilitas pada pria maupun wanita.
- Radang panggul (PID) yang dapat merusak organ reproduksi wanita.
- Penyebaran infeksi ke darah dan persendian (DGI).
- Risiko lebih tinggi tertular HIV jika berhubungan seksual tanpa pengaman.
- Infeksi pada bayi baru lahir, seperti kebutaan, bila ibu yang melahirkan terinfeksi.
Baca Juga: Pengobatan Gonore (Kencing Nanah) Pada Pria dan Wanita
Tanda-Tanda Gonore yang Sudah Parah
Berikut adalah beberapa tanda gonore yang sudah parah dan perlu penanganan medis segera:
1. Nyeri Hebat Saat Buang Air Kecil
Saat infeksi telah menyebar ke saluran kemih bagian dalam, rasa nyeri dan perih saat buang air kecil menjadi semakin parah dan menetap. Ini menandakan iritasi dan peradangan yang cukup berat.
2. Keluarnya Cairan Tidak Normal
Pada wanita, bisa keluar cairan kental dari vagina berwarna kuning kehijauan dan berbau menyengat. Pada pria, muncul cairan serupa dari ujung penis. Jika jumlah cairan semakin banyak dan disertai nyeri, bisa jadi infeksi sudah menjalar.
3. Nyeri di Perut Bawah atau Panggul
Infeksi yang menyebar ke organ reproduksi bagian dalam dapat menyebabkan radang panggul (PID) pada wanita, dengan gejala utama berupa nyeri tajam atau berdenyut di perut bagian bawah.
4. Demam dan Gejala Sistemik
Jika gonore sudah masuk ke aliran darah, gejalanya tidak hanya lokal. Penderita bisa mengalami demam, menggigil, nyeri otot, dan nyeri sendi, tanda kondisi yang disebut Disseminated Gonococcal Infection (DGI) yang memerlukan penanganan rumah sakit.
5. Perdarahan di Luar Haid
Wanita dengan gonore parah mungkin mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi, akibat infeksi dan peradangan di leher rahim (serviks) atau saluran reproduksi lainnya.
6. Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Peradangan di organ intim bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa saat berhubungan. Ini adalah gejala umum dari gonore yang sudah mempengaruhi area dalam seperti vagina, rahim, atau tuba falopi.
7. Pembengkakan Testis dan Skrotum
Pada pria, gonore yang tidak diobati bisa menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada saluran yang membawa sperma, dengan gejala pembengkakan dan nyeri hebat di area testis.
Baca Juga: Cytomegalovirus: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya
Komplikasi Serius Akibat Gonore yang Tidak Diobati
Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi jika gonore dibiarkan tanpa penanganan:
1. Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease / PID)
Pada wanita, gonore yang tidak diobati dapat menyebar ke rahim, saluran tuba, dan ovarium, menyebabkan radang panggul.
PID dapat menimbulkan nyeri panggul kronis, menstruasi tidak teratur, hingga kerusakan permanen pada saluran reproduksi.
Dampak serius:
- Infertilitas (sulit hamil)
- Kehamilan ektopik (janin tumbuh di luar rahim)
- Nyeri panggul kronis
2. Epididimitis pada Pria
Gonore yang menyebar ke saluran reproduksi pria dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis (saluran yang membawa sperma).
Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat di testis dan dapat menyebabkan infertilitas jika tidak diobati.
3. Infertilitas (Kemandulan)
Baik pria maupun wanita bisa mengalami infertilitas akibat gonore yang dibiarkan.
Infeksi menyebabkan jaringan parut dan kerusakan permanen pada saluran tuba atau saluran sperma, sehingga menghambat proses reproduksi alami.
4. Disseminated Gonococcal Infection (DGI)
Ini adalah komplikasi serius ketika bakteri penyebab gonore menyebar ke aliran darah. DGI bisa menyebabkan:
- Bahkan kerusakan organ vital jika tidak ditangani segera
- Nyeri sendi atau pembengkakan (arthritis)
- Ruam pada kulit
- Demam tinggi
5. Peningkatan Risiko Terinfeksi HIV
Seseorang dengan gonore yang tidak diobati memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular HIV.
Ini karena infeksi menyebabkan luka dan peradangan yang memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh saat berhubungan seksual tanpa pengaman.
6. Komplikasi pada Bayi yang Dilahirkan
Wanita hamil yang terinfeksi gonore dan tidak diobati bisa menularkan infeksi ke bayinya saat proses persalinan. Akibatnya:
- Bayi bisa mengalami infeksi mata serius (konjungtivitis)
- Kebutaan permanen
- Infeksi sistemik yang berbahaya
7. Infeksi Saluran Kemih dan Rektum yang Kronis
Gonore juga bisa menginfeksi uretra (saluran kencing) dan rektum (anus), menyebabkan peradangan kronis, keluarnya cairan abnormal, serta rasa sakit yang berkepanjangan saat buang air besar atau kecil.
Baca Juga: Super Gonore: Infeksi Menular Seksual yang Kebal Antibiotik
Pencegahan dan Cara Menghindari Gonore
Meskipun dapat diobati, cara terbaik untuk menghindari komplikasi serius dari gonore adalah dengan mencegahnya sejak awal.
Berikut adalah langkah-langkah efektif untuk mencegah dan menghindari gonore:
1. Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seksual
Menggunakan kondom secara konsisten dan benar setiap kali berhubungan seks adalah cara paling efektif untuk mencegah penularan gonore.
Kondom melindungi dari kontak langsung dengan cairan tubuh yang menjadi media penyebaran bakteri.
2. Hindari Berganti-Ganti Pasangan Seksual
Memiliki pasangan seksual tetap yang tidak terinfeksi dapat menurunkan risiko terkena gonore secara signifikan.
Semakin banyak pasangan seksual, semakin besar kemungkinan terpapar IMS, termasuk gonore.
3. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Seksual Secara Berkala
Jika Anda aktif secara seksual, terutama dengan lebih dari satu pasangan, lakukan skrining atau tes IMS secara rutin.
Pemeriksaan dini dapat mendeteksi gonore sebelum gejalanya muncul, sehingga bisa segera diobati dan tidak menular ke orang lain.
4. Edukasi Diri dan Pasangan tentang IMS
Pahami cara penularan dan gejala gonore. Edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perilaku seksual yang lebih aman, baik untuk diri sendiri maupun pasangan.
5. Hindari Seksual Kontak Saat Ada Gejala
Jika Anda atau pasangan mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan/kencing nanah, atau nyeri saat berhubungan, hindari aktivitas seksual dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Berhubungan seksual saat ada infeksi aktif memperbesar risiko penularan.
6. Jangan Berbagi Alat Seksual Tanpa Disterilkan
Jika menggunakan alat bantu seksual (sex toys), pastikan untuk membersihkannya dengan benar sebelum digunakan, terutama jika digunakan bersama pasangan. Penggunaan bersama tanpa sterilisasi dapat menjadi jalur penularan bakteri gonore.
8. Vaksinasi (Untuk IMS Lain yang Terkait)
Meskipun belum ada vaksin khusus untuk gonore, menjaga daya tahan tubuh dan mendapatkan vaksin untuk IMS lain seperti Hepatitis B dan HPV juga penting untuk perlindungan menyeluruh terhadap penyakit menular seksual.
Gonore Sembuh, Percaya Diri Pulih di Klinik Utama Pandawa
Jangan biarkan gonore mengganggu kesehatan dan kenyamanan hidup Anda. Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil, keluar cairan tidak normal dari organ intim, atau rasa nyeri saat berhubungan seksual, segera lakukan pemeriksaan.
Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti infertilitas atau penyebaran infeksi ke organ lain.
Klinik Utama Pandawa siap membantu Anda dengan layanan pemeriksaan dan pengobatan gonore yang profesional, aman, dan menjaga kerahasiaan pasien.
Dengan dukungan dokter berpengalaman dan fasilitas medis lengkap, Klinik Utama Pandawa menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi gonore secara menyeluruh.
Kami memahami pentingnya kenyamanan dan privasi Anda dalam menangani masalah kesehatan sensitif. Jangan tunda lebih lama ambil langkah bijak sekarang juga untuk kembali sehat dan percaya diri bersama Klinik Utama Pandawa.


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- June 24, 2025
Suntik Sifilis Terdekat di Jakarta Pusat.
Suntik sifilis terdekat menjadi salah satu solusi penting bagi siapa saja yang sedang mencari pengobatan cepat dan efektif untuk infeksi.
Read More
- June 11, 2025
Hematuria: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Hematuria adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya darah dalam urine. Meskipun terdengar menakutkan, hematuria tidak selalu menandakan penyakit serius..
Read More