Sifilis Kongenital: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
- April 29, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kelamin

Sifilis kongenital adalah infeksi menular seksual (IMS) yang sangat serius, yang ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat persalinan.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, sama seperti sifilis pada orang dewasa, namun dampaknya bisa sangat merusak bagi bayi yang baru lahir.
Di tengah upaya global untuk mengeliminasi penularan sifilis dari ibu ke anak, kasus penyebaran penyakit ini masih terjadi, termasuk di negara berkembang dan bahkan di wilayah perkotaan.
Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang penyebab, gejala, serta langkah pencegahan penyakit ini sangatlah penting.
Apa Itu Sifilis Kongenital?
Sifilis kongenital adalah infeksi sifilis yang ditularkan dari ibu hamil yang terinfeksi sifilis kepada bayinya melalui plasenta atau selama proses persalinan.
Penularan ini bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, namun paling berisiko jika ibu terinfeksi sifilis primer atau sekunder (tahap awal) dan tidak mendapatkan pengobatan.
Kondisi ini dapat bersifat:
- Dini (early congenital syphilis): Gejala muncul dalam 2 tahun pertama kehidupan.
- Lambat (late congenital syphilis): Gejala muncul setelah anak berusia lebih dari 2 tahun, bahkan hingga masa remaja.
Penyebab Sifilis Kongenital
Penyebab utama sifilis kongenital adalah bakteri Treponema pallidum yang ditularkan dari ibu hamil ke janin. Proses penularan ini bisa terjadi jika:
- Ibu terinfeksi sifilis dan tidak diobati selama kehamilan.
- Ibu terlambat didiagnosis dan tidak mendapat penanganan memadai.
- Terjadi infeksi ulang pada ibu meskipun pernah mendapat pengobatan sebelumnya.
Faktor risiko meningkat jika:
- Ibu tidak menjalani tes sifilis selama kehamilan.
- Ibu memiliki lebih dari satu pasangan seksual atau pasangan yang tidak diketahui status kesehatannya.
- Tidak ada akses atau kesadaran terhadap layanan prenatal (antenatal care/ANC) yang berkualitas.
Gejala Sifilis Kongenital
Gejala pada penyakit menular ini bervariasi tergantung pada waktu munculnya. Sebagian bayi terlihat sehat saat lahir, namun gejala bisa muncul dalam minggu atau bulan pertama kehidupan, atau bahkan bertahun-tahun kemudian.
Gejala Sifilis Kongenital Dini (0–2 tahun)
- Ruam kulit, terutama di telapak tangan dan kaki
- Hidung berlendir yang berbau (snuffles)
- Demam, anemia, dan pembengkakan hati atau limpa
- Penurunan berat badan atau gagal tumbuh
- Tulang abnormal (osteokondritis, periostitis)
- Pembesaran kelenjar getah bening
Gejala Sifilis Kongenital Lambat (≥2 tahun)
- Gigi Hutchinson (gigi seri tengah yang berbentuk cekung dan tidak normal)
- Tuli sensorineural akibat kerusakan saraf telinga
- Buta atau gangguan penglihatan
- Deformitas tulang, seperti tibia melengkung (saber shin)
- Luka pada langit-langit mulut atau hidung (perforasi)
- Gangguan mental atau perkembangan
Jika tidak diobati, komplikasi sifilis kongenital dapat menyebabkan keterbelakangan intelektual, gangguan neurologis permanen, bahkan kematian.
Diagnosis Sifilis Kongenital
Diagnosis sifilis biasanya dilakukan berdasarkan kombinasi dari:
- Tes darah pada ibu dan bayi (VDRL, RPR, TPHA/FTA-ABS)
- Pemeriksaan fisik bayi oleh dokter spesialis anak
- Pemeriksaan cairan serebrospinal (lumbal pungsi) jika dicurigai ada keterlibatan sistem saraf pusat
- Rontgen tulang untuk mendeteksi kelainan tulang
- Pemeriksaan radiologi dan laboratorium lain sesuai gejala yang dialami bayi
Pengobatan Sifilis Kongenital
Sifilis dapat diobati dengan memberikan suntikan di klinik, yang efektif membunuh bakteri Treponema pallidum. Pengobatan yang disesuaikan tergantung tingkat keparahan dan usia bayi, antara lain:
- Penisilin G intravena selama 10–14 hari
- Pemantauan ketat terhadap respons pengobatan
- Tindak lanjut jangka panjang untuk mendeteksi gejala lanjutan yang mungkin muncul
Penanganan harus dilakukan oleh tenaga medis profesional dan di fasilitas kesehatan yang memiliki kapabilitas untuk perawatan intensif neonatus jika diperlukan.
Pencegahan Sifilis Kongenital
Pencegahan tersebut sangat bergantung pada deteksi dan penanganan infeksi sifilis pada ibu hamil. Langkah pencegahan meliputi:
- Skrining Sifilis Rutin pada Ibu Hamil
- Pengobatan Segera dan Tepat
- Edukasi Kesehatan Reproduksi
- Penguatan Layanan Antenatal (ANC)
Deteksi Dini, Langkah Pasti Atasi Sifilis Kongenital di Klinik Utama Pandawa
Sifilis kongenital adalah kondisi serius yang dapat terjadi ketika infeksi sifilis ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan.
Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berdampak jangka panjang bagi kesehatan bayi. Klinik Utama Pandawa hadir dengan layanan pemeriksaan dan penanganan sifilis yang aman, profesional, dan rahasia, untuk melindungi kesehatan ibu dan buah hati sejak dini.
Jangan biarkan infeksi yang bisa dicegah ini membahayakan masa depan anak Anda. Segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan di Klinik Utama Pandawa agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat, akurat, dan terpercaya.
Kami siap mendampingi Anda dengan layanan terbaik demi menjaga kehamilan sehat dan bayi yang lahir tanpa risiko.


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 27, 2025
Trikomoniasis pada Pria: Penyakit Menular yang.
Trikomoniasis pada pria adalah infeksi menular seksual yang sering tidak disadari karena gejalanya minim atau bahkan tidak muncul sama sekali..
Read More
- May 5, 2025
Cara Mengobati Herpes Genital dengan Tepat.
Pengobatan herpes genital merupakan langkah penting dalam mengelola infeksi menular seksual yang cukup umum namun sering disalahpahami. Meskipun hingga saat.
Read More