Dermatitis Seboroik: Gejala dan Pengobatannya
- February 25, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Dermatitis seboroik adalah salah satu jenis penyakit kulit yang sering terjadi pada berbagai usia. Ini adalah kondisi kulit kronis yang ditandai oleh peradangan, kemerahan, dan pengelupasan kulit, terutama pada area yang memiliki banyak kelenjar minyak seperti kulit kepala, wajah, dan dada.
Penyakit ini sering disalahartikan sebagai ketombe atau alergi kulit biasa, tetapi dermatitis memiliki karakteristik yang berbeda.
Baca Juga: Dermatitis Venenata: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik adalah kondisi peradangan kulit kronis yang biasanya muncul pada area tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak (sebasea). Kondisi ini sering menyebabkan kulit menjadi kemerahan, bersisik, berminyak, dan terkadang terasa gatal. Dermatitis seboroik dapat muncul di berbagai area tubuh, seperti:
- Kulit kepala
- Alis
- Sisi hidung
- Belakang telinga
- Dada
- Punggung atas
- Wajah
Pada bayi, dermatitis seboroik dikenal sebagai cradle cap, yaitu kerak kekuningan yang muncul di kulit kepala. Meskipun dermatitis seboroik tidak menular, kondisi ini dapat bersifat kambuhan sehingga memerlukan perawatan yang tepat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kulit Tiba-Tiba Penuh Bintik Merah Gatal? Simak Cara Ampuhnya!
Penyebab Dermatitis Seboroik
Penyebab pasti dari Dermatitis ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor berikut diyakini berperan dalam memicu atau memperburuk kondisi ini:
1. Kelebihan Minyak (Sebum)
Dermatitis ini sering terjadi di area tubuh yang memiliki kelenjar minyak berlebih. Produksi minyak yang berlebihan dapat memicu iritasi pada kulit, menyebabkan peradangan dan pengelupasan.
2. Jamur Malassezia
Jamur Malassezia secara alami hidup di kulit manusia, terutama di daerah yang mengandung banyak kelenjar minyak. Pada beberapa orang, jamur ini dapat berkembang biak lebih banyak, memicu reaksi inflamasi yang menyebabkan gejala Dermatitis ini.
3. Faktor Genetik
Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik yang lebih besar untuk mengalami Dermatitis ini. Jika ada riwayat keluarga dengan kondisi serupa, risiko seseorang untuk mengalaminya juga lebih tinggi.
4. Stres
Stres dapat memperburuk atau memicu timbulnya Dermatitis ini. Ketika seseorang mengalami stres, sistem kekebalan tubuh bisa terganggu, yang dapat menyebabkan peradangan pada kulit.
5. Perubahan Hormon
Perubahan kadar hormon, seperti yang terjadi pada remaja, wanita hamil, atau pada orang yang mengidap gangguan hormon, dapat mempengaruhi produksi minyak di kulit dan meningkatkan risiko Dermatitis ini.
6. Penyakit Tertentu
Beberapa kondisi medis, seperti penyakit Parkinson, HIV/AIDS, atau gangguan kekebalan tubuh lainnya, dapat meningkatkan kerentanannya terhadap Dermatitis ini.
7. Cuaca
Cuaca dingin dan kering, terutama saat musim dingin, dapat memperburuk kondisi dermatitis seboroik. Udara yang kering bisa mengurangi kelembapan kulit, yang memicu kekeringan dan pengelupasan.
8. Penggunaan Obat-obatan
Beberapa jenis obat, seperti obat antipsikotik, obat anti-epilepsi, atau obat anti-jamur, dapat memperburuk kondisi dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik bisa menjadi kondisi kronis, tetapi dengan pengelolaan yang tepat, gejalanya dapat dikendalikan.
Baca Juga: Pilihan Pengobatan Dermatitis Numularis agar Kulit Sehat Kembali
Gejala Dermatitis Seboroik
Gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan sering kali datang dan pergi. Beberapa gejala umum dermatitis seboroik meliputi:
- Kemerahan pada Kulit
- Kudis dan Pengelupasan
- Kering atau Berminyak
- Gatal atau Sensasi Terbakar
- Lesi atau Bintik Merah
- Bintik Kuning atau Putih
- Gejala Berkembang Secara Berkala
Pengobatan untuk Mengatasi Dermatitis
Berikut adalah beberapa cara penanganan yang umum dilakukan:
1. Perawatan dengan Sinar UV B
Treatment sinar UV B adalah terapi cahaya medis yang menggunakan ultraviolet B dengan panjang gelombang tertentu untuk membantu mengatasi berbagai masalah kulit. Terapi ini dilakukan menggunakan alat khusus yang mampu mengatur dosis sinar secara presisi sesuai kebutuhan pasien.
2. Penggunaan Obat Antijamur
Dermatitis seboroik sering dikaitkan dengan infeksi jamur Malassezia, yang menyebabkan peradangan pada kulit. Oleh karena itu, obat antijamur seperti krim, sampo, atau gel dapat digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan jamur ini. Beberapa pilihan obat yang biasa digunakan adalah:
- Sampo atau Krim Ketoconazole: Membantu mengurangi pertumbuhan jamur.
- Sampo atau Krim Selenium Sulfida: Membantu mengontrol pengelupasan kulit dan gatal.
- Sampo atau Krim Zinc Pyrithione: Membantu menenangkan kulit kepala yang teriritasi.
3. Penggunaan Obat Kortikosteroid Topikal
Obat kortikosteroid ringan dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan gatal. Obat ini sering digunakan dalam bentuk krim atau salep yang dioleskan langsung pada kulit yang terinfeksi. Namun, penggunaannya harus dibatasi karena penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan efek samping pada kulit.
4. Pelembap Kulit
Menggunakan pelembap yang cocok untuk kulit sensitif sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan yang bisa memperburuk dermatitis seboroik. Pelembap yang tidak mengandung parfum atau alkohol dapat membantu meredakan iritasi dan mencegah pengelupasan kulit lebih lanjut.
5. Mencegah Stres
Stres dapat memperburuk gejala dermatitis seboroik. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti meditasi, yoga, atau olahraga ringan. Menjaga kesehatan mental dapat membantu mencegah flare-up atau kambuhnya kondisi ini.
Baca Juga: Sering Gatal? Ini Tanda Infeksi Jamur Kulit yang Bahaya!
Apakah Dermatitis Seboroik Bisa Hilang?
Dermatitis seboroik umumnya tidak bisa hilang sepenuhnya secara permanen, tetapi gejalanya bisa dikontrol dengan perawatan yang tepat. Dengan penggunaan obat, sampo khusus, atau krim dari dokter, keluhan seperti kemerahan, gatal, dan kulit bersisik dapat berkurang bahkan menghilang sementara.
Perawatan rutin dan menghindari pemicu seperti stres atau kulit terlalu berminyak dapat membantu mencegah kekambuhan sehingga kondisi kulit tetap lebih sehat dan terjaga.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit jika mengalami:
- Gatal parah
- Kulit berdarah
- Infeksi
- Tidak membaik
- Menyebar luas
Baca Juga: Kulit Kepala Berkerak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Komplikasi Dermatitis Seboroik
Jika tidak ditangani dengan baik, dermatitis seboroik dapat menyebabkan:
- Infeksi kulit
- Luka akibat garukan
- Iritasi
- Ketidaknyamanan kronis
Perawatan Dermatitis Seboroik dengan Sinar UVB di Klinik Utama Pandawa
Klinik Utama Pandawa menyediakan perawatan dermatitis seboroik menggunakan terapi sinar UVB yang dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dengan peralatan berstandar. Terapi ini membantu mengurangi peradangan pada kulit, meredakan kemerahan dan sisik, serta membantu mengontrol gejala dermatitis seboroik agar tidak mudah kambuh.
Sebelum tindakan, pasien akan menjalani konsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kulit dan menentukan dosis terapi UVB yang sesuai. Prosedur dilakukan secara terkontrol agar tetap aman dan nyaman sekaligus membantu kulit tampak lebih sehat dan bersih dari sisik.
Keunggulan Terapi UVB untuk Dermatitis Seboroik di Klinik Utama Pandawa:
- Konsultasi dokter online
- Menggunakan teknologi sinar UVB berstandar medis
- Membantu mengurangi kemerahan dan sisik pada kulit
- Prosedur dilakukan secara profesional
- Edukasi perawatan setelah tindakan
- Privasi pasien terjaga
Segera lakukan konsultasi untuk mendapatkan terapi sinar UVB yang aman dan membantu mengontrol gejala dermatitis seboroik agar kulit terasa lebih nyaman dan sehat.

Referensi
- Mayo Clinic Diakses pada 2026 Seborrheic Dermatitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seborrheic-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352710
- MedicineNet Diakses pada 2026 Seborrheic Dermatitis. https://www.medicinenet.com/seborrheic_dermatitis/article.htm
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 1, 2025
Waspada! Kista Ateroma Bisa Jadi Bahaya.
Kista ateroma adalah benjolan kecil yang muncul di bawah permukaan kulit akibat tersumbatnya kelenjar sebaceous (penghasil minyak). Kista ini biasanya.
Read More
- February 9, 2026
10 Cara Mengatasi Biang Keringat agar.
Cara mengatasi biang keringat adalah hal penting yang perlu diketahui, terutama saat cuaca panas dan lembap. Kondisi ini sering muncul.
Read More