Pemeriksaan IVA: Deteksi Dini Kanker Serviks yang Efektif
- June 25, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Ginekologi

Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode sederhana namun efektif untuk mendeteksi dini kanker serviks, salah satu penyakit paling mematikan bagi perempuan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Prosedur ini dilakukan dengan cara mengoleskan larutan asam asetat (seperti cuka dapur) pada leher rahim, lalu mengamati perubahan warna yang terjadi.
Jika terdapat lesi pra-kanker, area tersebut akan memutih dan mudah dikenali oleh tenaga kesehatan terlatih.
Berbeda dengan Pap smear yang membutuhkan laboratorium dan alat yang lebih kompleks, IVA bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, dengan hasil yang bisa langsung diketahui dalam hitungan menit.
Apa Itu Pemeriksaan IVA?
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah metode skrining untuk mendeteksi dini kanker serviks. Caranya cukup sederhana: setelah leher rahim dibersihkan, dokter atau bidan mengoleskan larutan asam asetat (biasanya cuka 3–5 %) ke area serviks, kemudian mengamati perubahan warna.
Jika ada sel pra‑kanker, area tersebut akan muncul bercak putih (acetowhite lesion). Skema ini membuat IVA bisa dilakukan cepat dengan hasil langsung di fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas, klinik ibu & anak, bahkan saat posyandu, tanpa alat laboratorium mahal.
Mengapa IVA Penting?
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Namun jika terdeteksi lebih awal, tingkat kesembuhannya tinggi. IVA menawarkan keunggulan seperti akses mudah, murah, waktu pemeriksaan hanya 5–10 menit, tanpa perlu laboratorium.
Di dunia medis, ini disebut “see and treat”—langsung periksa dan tangani jika diperlukan. Efektivitas IVA cukup baik: sensitivitas 70–80 % dan spesifisitas 80–90 % menurut penelitian WHO.
IVA sangat berperan di daerah dengan keterbatasan sumber daya, seperti wilayah terpencil dan pedesaan.
Baca Juga: 7 Langkah Penting untuk Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini
Keunggulan Pemeriksaan IVA
Berikut adalah keunggulan dalam pemeriksaan IVA:
1. Biaya Terjangkau
Biaya pemeriksaan IVA di puskesmas sangat terjangkau, Bahkan banyak pemerintah daerah memberikan layanan gratis, terutama dalam program skrining nasional kanker serviks. Ini berbeda dengan Pap smear atau HPV DNA test yang butuh biaya lebih tinggi, waktu tunggu, dan alat laboratorium.
2. Cepat dan Praktis
Berbeda dari Pap smear, IVA memberikan hasil langsung saat pemeriksaan selesai tidak perlu menunggu berhari‑hari atau berminggu-minggu.
Hasil langsung ini juga membantu meningkatkan kepatuhan pasien; pasien tahu kondisi leher rahimnya saat itu juga, dan jika ditemukan lesi, langsung bisa dirujuk untuk penanganan selanjutnya
3. Mudah Diakses
IVA dapat dilakukan di puskesmas, klinik kesehatan ibu dan anak, hingga posyandu. Hal ini memberi kemudahan akses pada perempuan tidak hanya di kota, tapi juga di daerah terpencil dan pedalaman.
Dengan pendidikan dan pelatihan petugas kesehatan lokal, layanan IVA bisa merata dan menjangkau banyak akseptor, termasuk perempuan muda aktif atau yang sudah menikah.
Langkah-Langkah Pemeriksaan IVA
Berikut adalah alur pemeriksaan IVA secara umum:
1. Konseling Awal
Petugas menjelaskan tujuan, manfaat, prosedur, dan risiko pemeriksaan IVA. Pasien dapat bertanya untuk mendapatkan pemahaman jelas serta menyakinkan.
2. Kesiapan Pasien
Pasien dianjurkan tidak berhubungan intim, tidak douching, tidak memakai tampon, tisu, atau menggunakan obat vagina selama 24–48 jam sebelum pemeriksaan untuk memastikan hasil yang akurat.
3. Posisi Pemeriksaan
Pasien berbaring di meja periksa dengan kaki ditempatkan di penyangga. Leher rahim dibuka menggunakan spekulum untuk pengecekan yang tepat.
4. Pembersihan Serviks
Leher rahim dibersihkan menggunakan kasa yang dibasahi air steril untuk memperjelas permukaan serviks.
5. Oles Larutan Asam Asetat
Oleskan larutan asam asetat 3–5 % secara merata dan tunggu 1 menit agar larutan bekerja.
6. Inspeksi Visual
Dengan bantuan lampu dan kaca pembesar (jika perlu), amati perubahan warna pada serviks. Lesi pra-kanker akan terlihat putih tegas setelah kontak.
7. Interprestasi Hasil
- Negatif: Tidak ada area yang memutih atau variasinya tidak mencurigakan
- Positif: Area putih yang jelas, tidak hanya di daerah transformasi, dan tidak menyerupai jaringan normal
- Tidak Memadai: Gagal melihat serviks dengan jelas karena alasan teknis (darah, flek, kelainan anatomi)
8. Tindak Lanjut
- Hasil negatif: skrining ulang setelah 3 tahun
- Hasil positif: tindakan segera berupa kolposkopi, biopsi, cryoterapi, atau loop electrosurgical excision procedure (LEEP), tergantung kondisi dan ketersediaan layanan
- Pemeriksaan tidak memadai: skrining ulang dalam 1–2 bulan
Siapa yang Harus Melakukan IVA?
Setiap perempuan berusia 30–50 tahun, terutama yang sudah pernah berhubungan seksual. Ini sesuai pedoman skrining Indonesia dan WHO.
Di Indonesia, sasaran prioritas adalah perempuan usia 30–49 tahun. Jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga kanker serviks, merokok, atau sistem kekebalan lemah (HIV, transplantasi), konsultasi lebih lanjut diperlukan, dokter mungkin menyarankan skrining lebih awal, misalnya setelah usia 25 tahun.
Tantangan dan Hambatan
Berikut adalah hambatan yang harus Anda ketahui:
1. Rendahnya Pengetahuan dan Kesadaran
Kurangnya informasi mengenai kanker serviks serta cara deteksinya menyebabkan perempuan enggan mendatangi skrining IVA. Stigma terkait intimasi dan rasa malu juga menjadi penghalang.
2. Keterbatasan Sumber Daya
Jumlah petugas kesehatan terlatih IVA belum merata, apalagi di daerah-daerah pelosok. Selain itu, fasilitas kesehatan di pedalaman kekurangan spekulum, lampu periksa, dan perlengkapan dasar lainnya.
3. Faktor Budaya dan Sosial
Beberapa komunitas menolak dibuka pakaian bagian intim oleh orang asing, bahkan petugas wanita. Budaya malu dan pandangan konservatif menyebabkan perempuan enggan skrining IVA.
4. Reminders dan Adherence
Tanpa sistem pengingat (pusdatin, e‑register, sistem digital), perempuan mungkin lupa jadwal skrining berikut. Konsistensi skrining dibutuhkan agar deteksi dini tetap berjalan dengan baik.
Sayangi Diri, Cegah Kanker Serviks Sejak Dini di Klinik Pandawa.
Sudahkah Anda memeriksa kesehatan serviks Anda? Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, namun bisa dicegah dengan deteksi dini.
Pemeriksaan IVA adalah langkah sederhana, cepat, dan tidak menyakitkan untuk mengetahui kondisi leher rahim Anda.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan skrining kanker serviks yang aman, nyaman, dan dilakukan oleh tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Jangan tunggu sampai gejala muncul. Sayangi diri Anda dan orang-orang yang mencintai Anda dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin.
Segera jadwalkan pemeriksaan kanker serviks di Klinik Utama Pandawa karena kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Yuk, mulai langkah sehat hari ini!


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- June 7, 2025
Keputihan Berbau Amis: Penyebab dan Cara.
Keputihan berbau amis sering kali menjadi keluhan yang membuat perempuan merasa tidak nyaman dan khawatir. Meskipun keputihan adalah kondisi normal.
Read More
- April 29, 2025
Tiba-Tiba Keluar Darah Dari Miss V:.
Tiba-tiba keluar darah dari Miss V bisa menjadi pengalaman yang mengejutkan dan membuat khawatir, terutama jika terjadi di luar jadwal.
Read More