Benjolan di Kepala: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
- July 28, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Benjolan di kepala sering kali menimbulkan kekhawatiran, apalagi jika muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
Meskipun sebagian besar benjolan bersifat jinak dan tidak berbahaya, tetap penting untuk memahami penyebab dan karakteristiknya.
Bisa jadi hanya kista ringan atau lipoma, namun tidak menutup kemungkinan merupakan gejala kondisi yang lebih serius jika disertai perubahan bentuk, warna, atau rasa nyeri yang menetap.
Memahami jenis-jenis benjolan di kepala akan membantumu mengambil langkah tepat dalam perawatan.
Apa Itu Benjolan di Kepala?
Benjolan di kepala adalah tonjolan atau pembesaran jaringan di bawah kulit kepala yang terasa saat diraba.
Ukurannya bisa kecil seperti kacang atau besar seperti bola pingpong. Beberapa benjolan terasa lunak, ada yang keras, bahkan ada yang terasa nyeri jika disentuh tergantung penyebabnya.
Benjolan ini bisa muncul di bagian kepala mana saja, baik di belakang, samping, atas, atau dekat garis rambut. Bisa muncul tiba-tiba setelah cedera, atau berkembang perlahan selama berbulan-bulan.
Penyebab Umum Benjolan di Kepala
Ada banyak penyebab munculnya benjolan di kepala, mulai dari hal ringan hingga kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab umum yang perlu kamu tahu:
1. Kista Sebasea
Kista sebasea adalah benjolan jinak yang terbentuk dari penyumbatan kelenjar minyak. Biasanya tidak nyeri, terasa kenyal, dan tumbuh lambat. Warnanya bisa putih, kekuningan, atau sama seperti warna kulit.
2. Lipoma
Lipoma adalah benjolan berisi jaringan lemak yang tumbuh di bawah kulit. Umumnya lunak, tidak nyeri, dan bisa bergeser saat ditekan. Lipoma bersifat jinak dan tumbuh sangat perlahan.
3. Folikulitis atau Bisul
Infeksi pada folikel rambut di kulit kepala bisa menyebabkan benjolan merah dan nyeri, kadang disertai nanah. Biasanya muncul karena bakteri atau iritasi.
4. Trauma atau Benturan
Pernah terbentur kepala? Bisa jadi benjolan muncul karena pembengkakan jaringan akibat cedera. Biasanya disertai nyeri dan kadang memar.
5. Dermatitis atau Reaksi Alergi
Kulit kepala yang mengalami peradangan karena alergi produk rambut atau ketombe parah bisa membentuk benjolan kecil yang terasa gatal.
6. Kanker Kulit atau Tumor
Meski jarang, benjolan di kepala juga bisa menjadi tanda kanker kulit atau tumor jinak seperti neurofibroma.
Benjolan ini biasanya keras, terus membesar, dan bisa disertai gejala lain seperti perdarahan atau perubahan warna kulit.
Jenis-Jenis Benjolan di Kepala
Berikut adalah jenis-jenis benjolan di kepala berdasarkan bentuk dan gejalanya:
Jenis Benjolan | Ciri-ciri | Tingkat Bahaya |
---|---|---|
Kista Sebasea | Lunak, tidak nyeri, tumbuh lambat, sering di kulit kepala | Umumnya tidak berbahaya |
Lipoma | Lunak, bisa digerakkan, tidak sakit | Jinak |
Bisul/Folikulitis | Merah, nyeri, kadang bernanah | Bisa sembuh sendiri atau perlu antibiotik |
Hematoma | Benjolan keras setelah benturan, kadang disertai memar | Perlu diawasi |
Tumor Jinak | Tumbuh perlahan, kadang keras atau lunak | Perlu pemeriksaan medis |
Tumor Ganas/Kanker | Tumbuh cepat, tidak nyeri, kadang berdarah atau berubah warna | Berbahaya, butuh penanganan segera |
Ciri-Ciri Benjolan yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua benjolan itu berbahaya, tapi kamu tetap harus waspada jika menemukan ciri-ciri seperti berikut:
- Benjolan cepat membesar dalam waktu singkat
- Terasa sangat keras dan tidak bergerak
- Disertai nyeri hebat atau demam
- Muncul luka, berdarah, atau bernanah
- Warna kulit di sekitar benjolan berubah
- Disertai gejala lain seperti pusing, mual, atau gangguan saraf
Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter agar dapat diagnosis dan penanganan yang tepat.
Cara Mengatasi Benjolan di Kepala
Cara penanganan benjolan di kepala tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa metode umum yang bisa dilakukan:
1. Kompres Dingin atau Hangat
Untuk benjolan akibat benturan atau infeksi ringan, kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan. Kompres hangat bisa mempercepat pengeluaran nanah pada bisul kecil.
2. Obat Topikal atau Antibiotik
Jika benjolan disebabkan oleh infeksi seperti folikulitis atau bisul, dokter mungkin akan memberikan salep antibiotik atau obat minum untuk meredakan peradangan.
3. Pembersihan Luka
Pada benjolan bernanah, tindakan medis berupa insisi (pengeluaran nanah) mungkin diperlukan agar penyembuhan lebih cepat.
4. Pengangkatan Kista atau Lipoma
Jika benjolan berupa kista atau lipoma dan mengganggu penampilan atau kenyamanan, dokter bisa mengangkatnya melalui prosedur pembedahan kecil.
5. Tindakan Medis Lanjutan
Untuk benjolan yang dicurigai tumor atau kanker, dokter akan melakukan biopsi, CT scan, atau MRI untuk menegakkan diagnosis. Penanganannya bisa meliputi operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi.
Perawatan Rumahan untuk Benjolan di Kepala
Kalau benjolan masih tergolong ringan dan tidak menunjukkan tanda berbahaya, kamu bisa melakukan perawatan rumahan seperti:
- Jangan memencet benjolan
- Jaga kebersihan kulit kepala
- Gunakan shampo lembut dan hindari produk rambut yang mengandung bahan keras
- Kompres dengan air hangat untuk membantu meredakan nyeri
- Hindari stres karena bisa memperparah peradangan
Tips Mencegah Benjolan di Kepala
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Yuk, simak beberapa tips mencegah benjolan di kepala:
- Rajin Cuci Rambut
Pastikan kamu mencuci rambut secara teratur dengan shampo yang sesuai jenis kulit kepala agar terhindar dari penyumbatan folikel rambut. - Hindari Memencet Jerawat di Kepala
Memencet jerawat bisa menyebabkan infeksi dan memperparah kondisi kulit kepala. - Gunakan Produk Rambut yang Aman
Pilih produk rambut seperti shampo, kondisioner, dan gel rambut yang tidak mengandung alkohol berlebihan atau bahan kimia keras. - Lindungi Kepala dari Cedera
Gunakan pelindung kepala saat beraktivitas berat seperti olahraga ekstrem atau berkendara motor. - Konsumsi Makanan Sehat
Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih agar tubuh sehat dan kulit pun lebih bersih dari dalam.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika kamu mengalami:
- Benjolan tidak mengecil setelah 2 minggu
- Ada nanah, darah, atau luka terbuka
- Nyeri terus-menerus
- Ukuran benjolan makin besar
- Benjolan muncul kembali setelah diobati
Dokter kulit atau dokter bedah bisa membantu menentukan apakah benjolan tersebut perlu diangkat atau cukup diobati dengan obat tertentu.
Apakah Benjolan di Kepala Bisa Hilang Sendiri?
Tergantung penyebabnya. Benjolan akibat benturan ringan atau folikulitis ringan bisa sembuh sendiri. Namun, benjolan seperti kista atau lipoma biasanya tidak hilang tanpa tindakan medis.
Apakah Benjolan Akibat Lipoma atau Kista Harus Dioperasi?
Tidak selalu. Jika benjolan tidak mengganggu atau tidak membesar, biasanya tidak perlu diangkat. Namun jika terasa tidak nyaman, nyeri, atau mengganggu penampilan, dokter bisa menyarankan prosedur pengangkatan.
Apakah Anak-Anak Juga Bisa Mengalami Benjolan di Kepala?
Ya, anak-anak bisa mengalami benjolan akibat benturan, infeksi kulit kepala, atau kondisi bawaan seperti kista dermoid. Jika benjolan terasa keras, terus membesar, atau anak terlihat kesakitan, segera konsultasikan ke dokter.
Benjolan di Kepala? Periksa Aman & Nyaman di Klinik Utama Pandawa!
Benjolan di kepala mungkin terlihat sepele, tapi jangan dianggap remeh ya! Bisa jadi itu merupakan tanda dari kondisi medis tertentu yang perlu ditangani secara profesional.
Daripada menebak-nebak sendiri atau menunda penanganan, lebih baik segera konsultasikan ke dokter terpercaya di Klinik Utama Pandawa. Di sini, kamu bisa mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, diagnosis yang akurat, dan penanganan yang tepat sesuai kondisi benjolan yang kamu alami.
Dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis berpengalaman, Klinik Utama Pandawa siap membantumu menemukan solusi terbaik. Proses konsultasi yang nyaman, cepat, dan aman akan membuat kamu merasa tenang selama menjalani pemeriksaan.
Jangan tunggu sampai benjolan makin membesar atau menimbulkan rasa nyeri. Yuk, jaga kesehatanmu mulai sekarang dan percayakan penanganan benjolan di kepala hanya di Klinik Utama Pandawa!

Referensi
- Mayo Clinic (2025). Diseases & Conditions. Concussion. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/concussion/symptoms-causes/
- Healthline (2025). What Is the Bump on the Back of My Head? https://www.medicalnewstoday.com/articles/

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 18, 2025
Akar Mata Ikan Dicabut Perlu dengan.
Akar mata ikan sering kali menjadi penyebab utama mengapa benjolan kecil di telapak kaki terasa sangat menyakitkan saat berjalan. Meski.
Read More
- April 27, 2025
Dermatitis Atopik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Dermatitis atopik adalah salah satu penyakit kulit kronis yang sering kali menyebabkan rasa gatal, kemerahan, dan peradangan pada kulit. Kondisi.
Read More