Cara Mengobati Herpes Zoster pada Anak: Ini Penjelasannya!
- June 17, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Cara mengobati herpes pada anak tentu menjadi perhatian penting bagi orang tua yang tengah menghadapi kondisi ini.
Herpes pada anak, baik yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) maupun tipe 2 (HSV-2), dapat menimbulkan gejala seperti luka lepuh di sekitar mulut, wajah, atau area tubuh lainnya.
Meskipun infeksi ini sering kali terdengar menakutkan, sebagian besar kasus dapat ditangani dengan baik jika ditangani sejak dini dan dengan pendekatan yang tepat.
Apa Itu Herpes pada Anak
Herpes pada anak adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), dengan tipe 1 (HSV-1) sebagai penyebab paling umum.
Virus ini dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta mata. Herpes zoster lebih banyak menyerang orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak. Herpes pada anak bisa menular antaranak atau dari orang dewasa.
Gejala Herpes pada Anak
Gejala infeksi virus herpes pada anak tidak selalu muncul. Kondisi ini juga bisa berbeda-beda pada setiap anak. Namun umumnya, berikut gejala herpes yang mungkin dialami oleh si Kecil:
- Demam
- Rewel
- Tidak nafsu makan atau ragu-ragu ketika minum
Selain itu, luka juga bisa timbul sebagai ciri-ciri herpes pada anak dengan gejala berikut ini:
- Luka atau lepuhan di mulut dan bibir yang terus bertambah besar, mengeluarkan cairan, lalu mengering
- Rasa gatal, sensasi menggelitik, dan iritasi pada bibir dan mulut
- Nyeri pada bibir dan mulut yang terjadi selama 3–7 hari
Luka atau lepuhan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam 10–14 hari. Lepuhan juga tidak pernah menyebabkan bekas luka pada kulit.
Penyebab Herpes pada Anak
Herpes pada anak paling umum disebabkan oleh herpes simplex virus tipe 1 (HSV-1). Jenis virus herpes ini menyebabkan herpes mulut dan herpes bibir. Virus ini dapat menyebar melalui beberapa cara, yaitu:
- Kontak langsung dengan air liur pasien herpes, misalnya lewat droplet atau percikan dahak saat batuk atau ketika pasien mencium anak-anak
- Kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi, seperti berbagai peralatan makan, mainan, atau handuk
- Anak menyentuh luka herpes pada orang lain kemudian menyentuh mulut, mata, atau kulitnya sendiri
Selain itu, herpes simplex virus tipe 2 (HSV-2) juga bisa menginfeksi anak-anak meskipun lebih jarang terjadi. HSV-2 yang menjadi penyebab herpes genital dapat menular pada anak melalui proses persalinan vaginal (persalinan melalui vagina).
Pengobatan Herpes pada Anak
Penyakit herpes simpleks, baik akibat HSV-1 maupun HSV-2, tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Meski demikian, gejala herpes pada anak umumnya akan mereda sendiri setelah beberapa hari atau minggu. Gejala herpes baru akan muncul kembali ketika daya tahan tubuh anak melemah.
1. Obat-obatan
Obat-obatan yang diberikan untuk menangani herpes pada anak adalah obat antivirus, seperti asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir.
Jenis obat yang aman digunakan oleh anak-anak ini bisa membantu mengurangi keparahan gejala, mempercepat proses penyembuhan, dan mencegah penularan virus ke orang lain.
Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat pereda nyeri dan demam, seperti paracetamol atau ibuprofen, guna meredakan gejala demam dan nyeri yang dialami oleh anak.
2. Perawatan Rumahan
Selain konsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter, pengobatan herpes pada anak juga perlu dibarengi dengan perawatan rumahan.
Berikut ini adalah beberapa perawatan yang bisa dilakukan orang tua kepada anak untuk mengatasi gejala herpes:
- Berikan kompres dingin di sekitar mulut atau bagian tubuh yang muncul lepuhan herpes untuk mengurangi rasa sakit, gatal, atau bengkak.
- Oleskan obat alami herpes, seperti bawang putih dan lidah buaya.
- Berikan makanan bergizi guna meningkatkan daya tahan tubuh anak.
- Oleskan minyak esensial, seperti minyak lavender, minyak thyme, atau minyak eucalyptus, untuk mempercepat penyembuhan dengan menghancurkan virus herpes. Perlu diingat bahwa minyak ini hanya bisa digunakan sebagai obat luar.
- Oleskan madu manuka untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka. Namun, madu hanya bisa diberikan kepada anak berusia lebih dari 1 tahun.
Pencegahan Herpes pada Anak
Untuk mencegah penularan dan penyebaran herpes pada anak, lakukan langkah-langkah berikut:
- Cuci tangan rutin: Bantu anak untuk mencuci tangan secara rutin.
- Hindari kontak dengan luka: Usahakan agar anak tidak menggaruk atau mengelupasi keropeng yang luka.
- Tidak berbagi barang pribadi: Jangan biarkan anak berbagi minuman, makanan, peralatan makan, handuk, pakaian, makeup, atau pasta gigi dengan orang lain.
- Hindari kontak fisik: Tunda partisipasi anak dalam olahraga yang melibatkan kontak kulit ke kulit jika sedang mengalami keluhan herpes.
Komplikasi Herpes pada Anak
Herpes pada anak dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Virus herpes dapat menyebar ke organ tubuh lainnya seperti mata, paru-paru, ginjal, hati, dan otak, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti kejang, penurunan kesadaran, sesak napas, kebutaan, dan radang otak.
Selain itu, herpes pada anak juga dapat menyebabkan postherpetic neuralgia, yaitu rasa nyeri yang berlangsung lama setelah sembuhnya penyakit, serta komplikasi lainnya seperti kebutaan, otot yang melemah, infeksi bakteri, dan bercak putih pada ruam.
Kapan Harus Ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Anak tidak mau minum dan mengalami gejala dehidrasi, segera bawa anak ke dokter atau unit gawat darurat (UGD) terdekat.
- Gejala dehidrasi pada anak, meliputi:
- Tidak atau jarang buang air kecil
- Terlihat pucat dan berat badan menurun
- Bibir dan mulut kering
- Mata cekung
- Tangan dan kaki dingin
- Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
- Anak sulit dibangunkan
- Virus herpes juga sudah bisa menular ke orang lain setelah timbul gejala herpes. Jadi, jangan abaikan gejala yang muncul dan segera periksakan anak Anda ke dokter.
Perawatan Herpes Aman dan Nyaman untuk Anak, Hanya di Klinik Utama Pandawa.
Herpes pada anak bisa terasa mengkhawatirkan bagi orang tua, terutama saat melihat si kecil tidak nyaman karena luka atau lepuhan di kulitnya.
Namun, Anda tidak perlu panik. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah penyebaran infeksi.
Jangan biarkan rasa takut atau kebingungan menghambat langkah Anda dalam memberikan perawatan terbaik untuk buah hati.
Di Klinik Utama Pandawa, kami hadir dengan layanan medis profesional dan ramah anak untuk membantu mengatasi herpes dengan aman dan efektif.


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 28, 2025
Tinea Fasialis: Penyebab, Gejala, dan Cara.
Tinea fasialis adalah infeksi jamur kulit yang menyerang kulit wajah, terutama pada area sekitar hidung, pipi, dan dahi. Penyakit ini.
Read More
- April 29, 2025
Muncul Bercak Merah Pada Kulit? Ini.
Bercak merah pada kulit paha adalah masalah kulit yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini bisa menjadi pengalaman yang mengganggu.
Read More