Tinea Fasialis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
- April 28, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Tinea fasialis adalah infeksi jamur kulit yang menyerang kulit wajah, terutama pada area sekitar hidung, pipi, dan dahi.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh jenis jamur yang disebut dermatofita, yang dapat tumbuh pada lapisan luar kulit, rambut, dan kuku.
Tinea fasialis sering kali muncul sebagai bercak merah, gatal, atau bersisik yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Meskipun lebih sering terjadi pada area tubuh lainnya, infeksi ini juga dapat memengaruhi wajah, yang dapat menurunkan kepercayaan diri jika tidak segera diobati.
Meskipun tinea fasialis umumnya tidak berbahaya, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi dan komplikasi lebih lanjut.
Apa Itu Tinea Fasialis?
Tinea fasialis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang kulit wajah. Jamur yang menyebabkan tinea fasialis umumnya berasal dari kelompok jamur dermatofita, yang biasa menyerang lapisan luar kulit, rambut, dan kuku.
Infeksi jamur ini dapat menyebabkan ruam kemerahan, gatal, serta munculnya bercak atau lingkaran putih pada kulit wajah.
Tinea sendiri merupakan istilah medis untuk infeksi jamur yang menyerang kulit, dan “fasialis” merujuk pada wajah.
Meskipun tinea fasialis tidak membahayakan secara langsung, infeksi ini bisa sangat mengganggu penampilan, terutama jika muncul di area wajah yang sangat terlihat.
Pengobatan yang tepat sangat penting untuk mengatasi infeksi ini dan mencegah penularan atau penyebaran lebih lanjut.
Baca Juga: Ruam Kulit Gatal dan Merah? Ini Penyebab dan Solusinya
Penyebab Tinea Fasialis
Tinea fasialis disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita, yang dapat berkembang di kulit yang lembap dan hangat.
Jamur ini biasanya menginfeksi lapisan luar kulit yang mati, serta bisa tumbuh pada rambut atau kuku.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko terkena tinea fasialis meliputi:
1. Kontak dengan Orang yang Terinfeksi
Tinea fasialis bersifat menular, sehingga seseorang yang terinfeksi bisa menyebarkan jamur kepada orang lain melalui kontak langsung, misalnya melalui ciuman atau bersentuhan dengan kulit yang terinfeksi.
Meskipun jarang, tinea fasialis juga bisa menyebar melalui penggunaan barang-barang pribadi seperti handuk, pakaian, atau tempat tidur yang terkontaminasi.
2. Lingkungan yang Lembap dan Hangat
Jamur dermatofita lebih mudah berkembang biak di lingkungan yang lembap dan hangat.
Jika seseorang sering berada di tempat-tempat lembap, seperti kolam renang umum, sauna, atau kamar mandi, maka risiko terinfeksi tinea fasialis meningkat.
Penggunaan masker atau pelindung wajah yang tidak bersih juga bisa meningkatkan kelembapan di sekitar wajah dan menyebabkan infeksi jamur.
3. Kondisi Kesehatan Tertentu
Beberapa kondisi kesehatan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi jamur, termasuk tinea fasialis.
Beberapa contoh kondisi tersebut meliputi diabetes, HIV/AIDS, dan penggunaan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh (seperti kortikosteroid).
4. Kebersihan Kulit yang Buruk
Jika kulit wajah tidak terjaga kebersihannya, terutama pada area yang sering berkeringat, maka jamur lebih mudah berkembang.
Penggunaan produk perawatan kulit yang berat atau berlebihan juga bisa mengganggu keseimbangan mikroorganisme di kulit, mempermudah infeksi jamur berkembang.
5. Kontaminasi dari Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan, terutama yang memiliki bulu, dapat menjadi pembawa jamur dermatofita yang menular ke manusia.
Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau barang-barang yang tercemar oleh jamur bisa menyebabkan tinea fasialis.
Baca Juga: Kulit Tangan Mengelupas? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Gejala Tinea Fasialis
Gejala tinea fasialis dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan respons tubuh terhadap jamur tersebut meliputi:
1. Ruam Merah dan Gatal
Infeksi jamur pada wajah biasanya dimulai dengan munculnya ruam merah yang terasa gatal.
Ruam ini bisa muncul di area wajah tertentu atau menyebar ke seluruh wajah jika infeksi semakin parah. Rasa gatal yang timbul bisa sangat mengganggu dan menyebabkan ketidaknyamanan.
2. Bercak Berbentuk Lingkaran
Salah satu tanda khas dari tinea fasialis adalah munculnya bercak berbentuk lingkaran atau oval yang terangkat dari permukaan kulit.
Bercak ini biasanya memiliki batas yang jelas dan dapat berwarna lebih terang di bagian tengah dengan tepi yang lebih gelap.
3. Kulit Bersisik dan Kering
Bagian tengah bercak jamur seringkali terlihat lebih kering dan bersisik, sementara bagian tepinya bisa terlihat lebih basah atau mengelupas.
Kulit yang terinfeksi bisa terasa kering, iritasi, dan bersisik, membuatnya tampak tidak sehat.
4. Pembengkakan dan Peradangan
Jika infeksi berkembang, area yang terinfeksi bisa membengkak dan terasa lebih panas. Peradangan ini dapat memperburuk rasa tidak nyaman dan membuat kulit tampak merah meradang.
5. Rasa Terbakar
Beberapa orang mungkin merasakan sensasi terbakar di area yang terinfeksi, yang bisa menambah rasa tidak nyaman di kulit wajah.
Cara Mengobati Tinea Fasialis
Tinea fasialis bisa diobati dengan menggunakan obat-obatan antijamur yang efektif. Pengobatan yang tepat akan bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan rekomendasi dokter. Berikut adalah beberapa cara mengobati tinea fasialis:
1. Penggunaan Obat Antijamur Topikal
Untuk infeksi ringan hingga sedang, dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur topikal berupa krim, salep, atau lotion yang mengandung bahan aktif seperti clotrimazole, ketoconazole, atau terbinafine.
Obat ini dioleskan langsung pada area yang terinfeksi dan umumnya digunakan selama beberapa minggu untuk memastikan jamur benar-benar hilang.
2. Penggunaan Obat Antijamur Oral
Untuk infeksi yang lebih parah atau meluas, dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral seperti fluconazole atau itraconazole.
Obat-obatan ini bekerja dari dalam tubuh untuk mengatasi infeksi jamur yang lebih dalam atau sulit diobati hanya dengan obat topikal.
3. Pembersihan Kulit dengan Antiseptik Ringan
Membersihkan wajah dengan antiseptik ringan yang tidak mengiritasi kulit dapat membantu mengurangi jumlah jamur dan mencegah penyebarannya.
Hindari produk perawatan kulit yang mengandung alkohol atau bahan kimia keras yang bisa membuat kulit menjadi lebih kering dan iritasi.
4. Menghindari Penyebaran Infeksi
Karena tinea fasialis bersifat menular, sangat penting untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain atau berbagi barang-barang pribadi seperti handuk, bantal, atau pakaian.
Selalu cuci tangan setelah menyentuh area yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran jamur.
5. Menjaga Kebersihan dan Kelembapan Kulit
Menjaga kulit tetap bersih dan kering adalah langkah penting dalam pengobatan tinea fasialis.
Gunakan pelembap yang lembut dan tidak berminyak untuk menjaga kelembapan kulit tanpa menyebabkan pori-pori tersumbat.
Pastikan juga untuk menghindari pemakaian produk kosmetik yang mengandung bahan iritatif pada area yang terinfeksi.
6. Hindari Paparan Matahari Langsung
Paparan sinar matahari langsung bisa memperburuk kondisi kulit yang terinfeksi jamur, menyebabkan peradangan dan iritasi.
Cobalah untuk menghindari paparan sinar matahari langsung pada area wajah yang terinfeksi dan gunakan tabir surya dengan SPF tinggi jika Anda harus berada di luar ruangan.
7. Mengobati Penyebab yang Mendasari
Jika tinea fasialis disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari, seperti diabetes atau gangguan kekebalan tubuh, penting untuk mengelola kondisi tersebut dengan baik untuk mencegah infeksi jamur kambuh.
Mengikuti pengobatan atau saran medis dari dokter untuk kondisi medis yang mendasari akan membantu tubuh lebih siap melawan infeksi.
Pencegahan Tinea Fasialis
Untuk mencegah tinea fasialis, ada beberapa langkah yang dapat diambil:
- Menjaga kebersihan kulit wajah dengan rutin mencuci muka menggunakan sabun ringan dan air bersih.
- Menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau menggunakan barang-barang pribadi yang bisa terkontaminasi, seperti handuk dan bantal.
- Menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan tidak mengandung bahan kimia yang keras.
- Menghindari kelembapan berlebihan di area wajah, terutama pada orang yang cenderung berkeringat banyak.
- Menjaga sistem kekebalan tubuh dengan pola makan sehat, tidur yang cukup, dan olahraga teratur.
Jaga Kesehatan Kulit Wajah Anda, Tangani Tinea Fasialis di Klinik Utama Pandawa
Jika Anda mengalami tinea fasialis atau infeksi jamur pada kulit wajah, jangan biarkan kondisi ini mengganggu penampilan dan kenyamanan Anda.
Tinea fasialis dapat menyebabkan kulit merah, bersisik, dan gatal, namun dengan perawatan yang tepat, masalah ini bisa diatasi dengan efektif.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menawarkan penanganan yang tepat dan aman untuk mengobati infeksi jamur di wajah, menggunakan terapi yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.
Dengan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern, kami siap memberikan solusi terbaik untuk mengembalikan kesehatan kulit wajah Anda. Jangan tunggu lebih lama, segera konsultasikan masalah tinea fasialis Anda di Klinik Utama Pandawa dan rasakan perubahan yang signifikan. Kesehatan kulit wajah Anda adalah prioritas kami, dan kami siap membantu Anda merasa lebih baik!


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- July 11, 2025
Alergi Kambuh Terus? Kenali Penyebab dan.
Alergi adalah reaski berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Zat ini.
Read More
- August 10, 2025
Cara Mengatasi Kista Sebasea Tanpa Rasa.
Kista sebasea adalah benjolan kecil yang biasanya muncul di bawah kulit akibat tersumbatnya kelenjar minyak atau folikel rambut. Meski umumnya.
Read More