Tumor Fibroid: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
- June 21, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Ginekologi

Tumor fibroid adalah benjolan jinak yang tumbuh di dalam atau sekitar rahim, dan sering kali dialami oleh wanita usia reproduktif.
Meski tidak bersifat kanker, tumor ini bisa menimbulkan berbagai keluhan seperti nyeri haid hebat, perdarahan berlebih, atau tekanan di perut bagian bawah.
Banyak wanita yang tidak menyadari keberadaan fibroid karena sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, dan baru terdeteksi saat melakukan pemeriksaan rutin atau saat mengalami masalah kesuburan.
Mengetahui lebih dalam tentang tumor fibroid sangat penting agar kita bisa mengenali tanda-tandanya sejak dini dan menentukan langkah pengobatan yang tepat.
Ala Itu Tumor Fibroid
Tumor fibroid, atau yang sering disebut mioma uteri, adalah pertumbuhan jaringan otot polos di dalam atau di sekitar rahim (uterus).
Meskipun disebut tumor, fibroid ini bukan kanker dan hampir selalu bersifat jinak. Artinya, fibroid tidak menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker ganas.
Ukuran fibroid bisa sangat bervariasi mulai dari sekecil biji kacang hingga sebesar buah jeruk. Beberapa wanita bisa memiliki satu fibroid, sementara yang lain mungkin memiliki banyak sekaligus.
Siapa yang Berisiko Mengalami Tumor Fibroid?
Tumor fibroid biasanya muncul pada wanita berusia 30 hingga 50 tahun, dan lebih sering ditemukan pada wanita yang:
- Belum pernah melahirkan
- Memiliki riwayat keluarga dengan fibroid
- Mengalami menstruasi di usia sangat muda
- Mengalami obesitas
- Mengonsumsi makanan tinggi daging merah dan rendah sayur atau buah
Penyebab Tumor Fibroid
Hingga saat ini, penyebab pasti dari tumor fibroid belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa beberapa faktor berikut memiliki peran penting:
1. Hormon Estrogen dan Progesteron
Fibroid cenderung berkembang ketika kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat. Hormon-hormon ini membantu merangsang pertumbuhan lapisan rahim selama siklus menstruasi, dan tampaknya juga mempengaruhi pertumbuhan fibroid.
2. Faktor Genetik
Jika ibu, nenek, atau saudara perempuanmu pernah mengalami fibroid, kemungkinan kamu juga bisa mengalaminya.
3. Gaya Hidup dan Pola Makan
Beberapa studi menunjukkan bahwa diet tinggi daging merah dan rendah buah serta sayuran dapat meningkatkan risiko fibroid. Kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi.
Jenis-Jenis Tumor Fibroid
Letak tumor fibroid dalam rahim menentukan jenisnya. Ada empat jenis utama:
- Fibroid Intramural: Tumbuh di dalam dinding otot rahim. Ini adalah jenis fibroid yang paling umum.
- Fibroid Subserosal: Tumbuh di bagian luar dinding rahim dan bisa menekan organ lain seperti kandung kemih.
- Fibroid Submukosal: Tumbuh di lapisan dalam rahim dan bisa mengganggu siklus menstruasi atau kesuburan.
- Fibroid Bertangkai (Pedunculated): Tumbuh pada tangkai kecil di luar atau di dalam rahim.
Gejala Tumor Fibroid
Banyak wanita tidak mengalami gejala apapun dan baru mengetahui adanya fibroid saat melakukan pemeriksaan USG rutin. Namun, jika gejala muncul, berikut beberapa yang paling umum:
- Menstruasi berat atau berkepanjangan
- Nyeri panggul atau tekanan di perut bagian bawah
- Sering buang air kecil
- Sembelit
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Pembesaran perut seperti sedang hamil
Setiap wanita bisa mengalami gejala yang berbeda-beda tergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi fibroid.
Apakah Tumor Fibroid Berbahaya?
Secara umum, tumor fibroid tidak berbahaya dan tidak berubah menjadi kanker. Namun, dalam beberapa kasus, fibroid bisa menimbulkan komplikasi serius seperti:
- Anemia karena menstruasi berlebihan
- Masalah kesuburan atau kesulitan hamil
- Komplikasi kehamilan seperti keguguran atau kelahiran prematur
- Infeksi saluran kemih
Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan diri jika kamu mengalami gejala mencurigakan.
Cara Mendiagnosis Tumor Fibroid
Untuk memastikan apakah kamu memiliki tumor fibroid, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan:
- Pemeriksaan Fisik: Pemeriksaan panggul untuk merasakan adanya pembesaran rahim.
- USG (Ultrasonografi)
Alat ini menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur dalam rahim.
3. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Digunakan untuk melihat ukuran dan lokasi fibroid secara lebih rinci.
4. Histeroskopi
Alat kecil dimasukkan ke dalam rahim untuk melihat langsung bagian dalamnya.
5. Biopsi (jarang dilakukan)
Untuk memastikan tidak ada sel kanker jika dicurigai adanya perubahan sel.
Pengobatan Tumor Fibroid
Pengobatan fibroid tergantung pada ukuran, lokasi, gejala, dan rencana kehamilan di masa depan. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang tersedia:
1. Tanpa Pengobatan (Watchful Waiting)
Jika tidak ada gejala atau fibroid sangat kecil, dokter mungkin menyarankan untuk mengamati saja secara berkala.
2. Obat-Obatan
Beberapa jenis obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala, antara lain:
- Pil KB untuk mengatur menstruasi
- Agonis GnRH untuk mengecilkan fibroid (biasanya sebelum operasi)
- Anti-inflamasi non-steroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri
3. Prosedur Non-Bedah
- Embolisasi arteri uterina (UAE): Menghentikan suplai darah ke fibroid agar menyusut
- Ablasi endometrium: Menghancurkan lapisan dalam rahim, cocok untuk fibroid kecil
4. Operasi
Jika fibroid menyebabkan gejala berat atau memengaruhi kesuburan, operasi mungkin diperlukan:
- Miomektomi: Mengangkat fibroid tanpa mengangkat rahim (cocok untuk wanita yang ingin hamil)
- Histerektomi: Mengangkat seluruh rahim (pilihan terakhir jika sudah tidak ingin punya anak)
Tumor Fibroid dan Kehamilan
Banyak wanita dengan fibroid masih bisa hamil dan melahirkan secara normal. Namun, dalam beberapa kasus, fibroid bisa menyebabkan:
- Sulit hamil
- Keguguran berulang
- Posisi janin abnormal
- Persalinan prematur
Jika kamu sedang merencanakan kehamilan dan tahu memiliki fibroid, diskusikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan rencana terbaik.
Gaya Hidup dan Pencegahan Fibroid
Meski tidak ada cara pasti untuk mencegah fibroid, kamu bisa mengurangi risikonya dengan:
- Menjaga berat badan ideal
- Mengonsumsi makanan sehat, terutama yang kaya serat, buah, dan sayuran
- Mengurangi konsumsi daging merah
- Rutin berolahraga
- Mengelola stres dengan baik
Kebiasaan hidup sehat bukan hanya mencegah fibroid, tapi juga mendukung kesehatan rahim secara keseluruhan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika kamu mengalami:
- Menstruasi yang sangat deras atau lama (lebih dari 7 hari)
- Nyeri panggul yang menetap
- Perut terasa penuh atau membesar
- Sulit hamil setelah berusaha selama setahun
- Gejala anemia seperti lemas, mudah lelah, atau pusing
Semakin cepat didiagnosis, semakin baik pula penanganannya.
Solusi Tepat untuk Tumor Fibroid Aman, Cepat, dan Profesional Di Klinik Utama Pandawa
Jangan biarkan tumor fibroid mengganggu kualitas hidup dan kenyamanan Anda. Jika Anda mengalami menstruasi yang tidak normal, nyeri panggul, atau gejala lain yang mencurigakan, inilah saatnya untuk mengambil langkah bijak.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan fibroid dengan teknologi terkini serta tenaga medis berpengalaman, demi memastikan kesehatan rahim Anda tetap optimal.
Kesehatan reproduksi adalah aset berharga yang perlu dijaga dengan cermat. Segera konsultasikan kondisi Anda di Klinik Utama Pandawa, dan temukan solusi terbaik yang aman, nyaman, serta sesuai kebutuhan Anda.


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- July 19, 2025
Keputihan Berlebihan? Kenali Penyebab dan Cara.
Keputihan berlebihan sering kali membuat banyak wanita merasa khawatir dan tidak nyaman. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa lembap yang mengganggu,.
Read More
- August 20, 2025
Filler Miss V Aman dan Profesional.
Filler Miss V adalah salah satu prosedur kecantikan dan kesehatan area intim wanita yang kini semakin populer di kalangan perempuan.
Read More