15 Penyebab Infertilitas Pria dan Cara Efektif Mengatasinya
- August 27, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Andrologi

Infertilitas pria sering kali menjadi topik yang jarang dibicarakan secara terbuka, padahal kondisinya cukup umum terjadi dan bisa memengaruhi banyak pasangan. Infertilitas bukan hanya masalah medis, tetapi juga bisa menimbulkan tekanan emosional, mental, hingga memengaruhi keharmonisan rumah tangga.
Banyak pria mungkin merasa enggan untuk memeriksakan diri karena stigma sosial, padahal deteksi dini dan pengobatan yang tepat bisa memberikan peluang besar untuk mendapatkan keturunan.
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria, mulai dari gaya hidup tidak sehat, gangguan hormonal, masalah pada organ reproduksi, hingga pengaruh lingkungan.
Apa Itu Infertilitas Pria
Infertilitas pria terjadi ketika kualitas atau jumlah sperma yang dihasilkan tidak memadai untuk membuahi sel telur wanita.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat medis, genetik, maupun gaya hidup. Mengidentifikasi penyebabnya adalah langkah pertama yang krusial dalam menentukan pengobatan yang tepat.
Penyebab Infertilitas Pria
Berikut adalah penyebab utamanya yang harus Anda ketahui:
1. Kualitas Sperma yang Buruk
Salah satu penyebab paling umum dari infertilitas pria adalah kualitas sperma yang rendah. Sperma bisa dianggap tidak berkualitas jika jumlahnya sedikit, pergerakannya lambat, atau bentuknya abnormal.
2. Varikokel
Varikokel adalah kondisi di mana pembuluh darah di dalam skrotum membesar, menyebabkan peningkatan suhu testis.
Suhu yang lebih tinggi dapat mengganggu produksi sperma, sehingga menurunkan kualitas dan jumlah sperma yang dihasilkan.
3. Infeksi dan Peradangan
Infeksi pada saluran reproduksi, seperti epididimitis atau prostatitis, dapat memengaruhi kualitas sperma. Selain itu, penyakit menular seksual (PMS) juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada pria.
4. Masalah Ejakulasi
Gangguan pada proses ejakulasi, seperti ejakulasi retrograde (air mani masuk ke kandung kemih) atau ejakulasi dini, dapat menghambat perjalanan sperma menuju sel telur, sehingga mengurangi peluang terjadinya pembuahan.
5. Kelainan Genetik
Beberapa kelainan genetik, seperti sindrom Klinefelter atau kelainan pada kromosom Y, dapat memengaruhi produksi sperma.
Pria dengan kelainan genetik tertentu mungkin mengalami azoospermia (tidak ada sperma dalam air mani) atau oligospermia (jumlah sperma rendah).
6. Gangguan Hormon
Ketidakseimbangan hormon testosteron, FSH, atau LH dapat memengaruhi produksi sperma. Gangguan ini bisa dipicu oleh masalah kelenjar pituitari atau tiroid.
7. Infeksi pada Alat Reproduksi
Infeksi pada testis, epididimis, atau prostat dapat menghambat produksi sperma atau menyebabkan jaringan parut yang mengganggu jalannya sperma.
8. Ejakulasi Retrograde
Kondisi ini terjadi ketika sperma masuk ke kandung kemih saat ejakulasi, bukan keluar melalui penis. Akibatnya, sperma tidak mencapai sel telur.
9. Faktor Genetik
Kelainan genetik seperti sindrom Klinefelter dapat menyebabkan produksi sperma terganggu. Beberapa mutasi gen juga dapat berkontribusi pada infertilitas pria.
10. Gangguan Testis
Cedera pada testis atau testis yang tidak turun (kriptorkidisme) sejak kecil dapat memengaruhi kualitas sperma.
11, Obat-Obatan Tertentu
Beberapa jenis obat, seperti kemoterapi, steroid anabolik, atau obat tekanan darah, dapat menurunkan kesuburan pria.
12. Paparan Zat Beracun
Pria yang sering terpapar pestisida, logam berat, atau bahan kimia berbahaya berisiko mengalami gangguan sperma.
11. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol berlebih bisa menurunkan kadar testosteron, mengurangi jumlah sperma, dan memengaruhi ereksi.
12. Merokok
Nikotin dan zat beracun dalam rokok bisa merusak DNA sperma serta mengurangi jumlah sperma sehat
13. Obesitas
Berat badan berlebih dapat menurunkan kadar testosteron dan memengaruhi produksi sperma.
14. Stres Berlebihan
Stres kronis bisa mengganggu hormon reproduksi pria dan menurunkan gairah seksual.
15. Gangguan Ereksi
Disfungsi ereksi membuat pria kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual, sehingga memengaruhi peluang pembuahan.
Gejala Infertilitas Pria
Pada banyak kasus, infertilitas pria tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda yang mungkin muncul antara lain:
- Penurunan gairah seksual
- Disfungsi ereksi
- Nyeri atau pembengkakan di area testis
- Masalah dalam ejakulasi
- Riwayat penyakit menular seksual
Jika Anda atau pasangan mengalami kesulitan memiliki keturunan setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa kontrasepsi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi.
Diagnosis Infertilitas Pria
Untuk mendiagnosis infertilitas pria, dokter akan melakukan beberapa langkah berikut:
- Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
Dokter akan menanyakan riwayat medis, gaya hidup, dan riwayat seksual Anda. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada alat kelamin. - Analisis Sperma (Spermogram)
Pemeriksaan ini untuk menilai jumlah, kualitas, dan pergerakan sperma. Biasanya, sampel semen dikumpulkan setelah 2–5 hari tidak ejakulasi. - Tes Hormon
Tes darah untuk memeriksa kadar hormon-hormon yang berperan dalam produksi sperma. - USG Skrotum
Pemeriksaan pencitraan untuk melihat kondisi testis dan saluran sperma. - Tes Genetik
Dilakukan jika dicurigai ada kelainan genetik yang memengaruhi kesuburan.
Pengobatan Infertilitas Pria
Pengobatan infertilitas pria bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
1. Perubahan Gaya Hidup
Menghentikan kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi alkohol, dan menjaga berat badan ideal dapat meningkatkan kualitas sperma. Pola makan sehat dan olahraga teratur juga disarankan.
2. Obat-obatan
Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengatasi gangguan hormonal atau infeksi yang memengaruhi kesuburan. Obat-obatan seperti clomiphene citrate atau anastrozole dapat digunakan untuk merangsang produksi sperma.
3. Operasi
Jika terdapat kelainan struktural, seperti varikokel atau penyumbatan saluran sperma, prosedur bedah mungkin diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
4. Teknologi Reproduksi Berbantuan (ART)
Jika pengobatan lain tidak berhasil, teknologi reproduksi berbantuan seperti inseminasi intrauterin (IUI) atau fertilisasi in vitro (IVF) dapat menjadi pilihan. Dalam prosedur IVF, sperma yang sehat akan disuntikkan langsung ke sel telur untuk meningkatkan peluang pembuahan.
Pencegahan Infertilitas Pria
Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah infertilitas pria antara lain:
- Menghindari paparan zat berbahaya di lingkungan kerja
- Menggunakan pelindung diri saat bekerja dengan bahan kimia
- Menghindari penggunaan pakaian ketat yang dapat meningkatkan suhu testis
- Menjaga berat badan ideal dan menghindari obesitas
- Mengelola stres dengan baik
- Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang dan konsumsi alkohol berlebihan
Faktor Risiko Meningkatnya Infertilitas Pria
Faktor risiko meningkatkan infertilitas pria bisa datang dari gaya hidup, kondisi medis, maupun faktor lingkungan, berikut beberapa yang paling umum:
- Usia
- Merokok
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Obesitas
- Pola makanan tidak sehat
- Stres berkepanjangan
- Paparan bahan kimia atau radiasi
- Panas berlebih pada testis
- Penggunaan obat-obatan tertentu
- Penyakit menular seksual (PMS)
- Kurang aktivitas fisik
- Kebiasaan begadang
Konsultasi Fertilitas Pria? Klinik Utama Pandawa Ahlinya
Kesulitan memiliki momongan bisa menjadi beban tersendiri bagi pasangan, terutama jika belum mengetahui apa penyebabnya. Jika Anda seorang pria yang sedang mengalami gangguan kesuburan atau hanya ingin memastikan kondisi kesehatan reproduksi Anda, kini saatnya mengambil langkah proaktif.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan infertilitas pria dengan pendekatan medis yang modern, aman, dan penuh kerahasiaan.
Jangan biarkan rasa khawatir menghalangi harapan Anda dan pasangan untuk memiliki keturunan. Tim dokter berpengalaman di Klinik Utama Pandawa siap membantu Anda menemukan solusi terbaik dengan perawatan yang personal dan menyeluruh.
Segera, konsultasi sekarang dan mulai perjalanan Anda menuju keluarga impian bersama Klinik Utama Pandawa!

Referensi
- Mayo Clinic (2025). Diseases & Conditions. Congenital Adrenal Hyperplasia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/congenital-adrenal-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20355205
- WebMD. (2025) Premature Ejaculation. https://www.webmd.com/sex/what-is-premature-ejaculation

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 31, 2025
Gangguan Libido: Penyebab, Gejala, dan Cara.
Gangguan libido adalah kondisi di mana seseorang mengalami penurunan libido atau hilangnya hasrat seksual secara signifikan dan berkepanjangan. Kondisi ini.
Read More
- June 12, 2025
Kanker Testis: Gejala, Penyebab, dan Cara.
Kanker testis adalah jenis kanker yang menyerang organ reproduksi pria, tepatnya pada testis atau buah zakar. Meskipun tergolong sebagai kanker.
Read More