Alergi Kambuh Terus? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!
- July 11, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Alergi adalah reaski berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.
Zat ini bisa berupa makanan, debu, serbuk sari, obat-obatan, hingga udara dingin. Bagi sebagian orang, kontak dengan alergen bisa memicu gejala ringan seperti bersin dan gatal, namun pada kasus yang lebih serius, kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas hingga syok anafilaksis yang mengancam jiwa.
Memahami kondisi ini bukan hanya soal tahu pemicunya, tapi juga bagaimana cara mencegah dan mengatasinya dengan tepat. Dengan penanganan yang benar dan konsultasi medis yang sesuai, reaksi alergi bisa dikontrol bahkan diminimalkan.
Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Alergi?
Alergi bisa terjadi pada siapa saja, dan penyebab pastinya bisa beragam. Namun, faktor-faktor berikut ini diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini:
1. Faktor Genetik
Jika salah satu atau kedua orang tuamu memiliki riwayat tersebut, kemungkinan besar kamu juga akan lebih rentan terhadap alergi.
2. Lingkungan
Paparan alergen sejak kecil, seperti tinggal di tempat yang berdebu atau lembap, bisa meningkatkan risiko.
3. Imunitas yang Sensitif
Beberapa orang memiliki sistem imun yang lebih sensitif dan mudah bereaksi terhadap zat asing yang tidak berbahaya.
4. Kondisi Medis Tertentu
Orang dengan asma atau dermatitis atopik lebih berisiko mengalami berbagai jenis alergi.
Jenis-Jenis Alergi
Ada banyak bentuknya yang bisa dialami seseorang yakni:
1. Alergi Makanan
Muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti susu, telur, kacang tanah, udang, atau makanan laut lainnya. Gejalanya bisa ringan hingga parah, termasuk mual, muntah, gatal di mulut, hingga anafilaksis.
2. Alergi Debu
Debu rumah biasanya mengandung tungau debu, yang sering memicu bersin, batuk, dan mata gatal.
3. Alergi Cuaca Dingin
Terpapar suhu dingin bisa menyebabkan kulit gatal, kemerahan, bahkan bengkak. Ini disebut juga sebagai urtikaria dingin.
4. Alergi Serbuk Sari
Biasanya terjadi saat musim berbunga. Dikenal juga sebagai rhinitis alergi atau hay fever, gejalanya mirip flu: bersin, hidung tersumbat, dan mata berair.
5. Alergi Obat
Beberapa orang bisa mengalami alergi terhadap obat seperti antibiotik (penisilin), obat pereda nyeri, atau vaksin tertentu.
6. Alergi Hewan
Bulu, air liur, dan kotoran hewan seperti kucing atau anjing bisa menjadi pemicu alergi bagi sebagian orang.
7. Alergi Gigitan Serangga
Gigitan lebah, nyamuk, atau semut bisa memicu reaksi alergi berupa bengkak besar, kemerahan, dan bahkan sesak napas.
8. Alergi Kulit
Termasuk dermatitis atopik (eksim) dan dermatitis kontak. Gejalanya berupa ruam, gatal, dan kulit kering
Gejala Alergi yang Perlu Diwaspadai
Gejala ini bisa berbeda-beda tergantung pada jenis alergen dan sensitivitas tubuh masing-masing orang. Beberapa gejala umum antara lain:
- Bersin terus-menerus
- Hidung tersumbat atau meler
- Mata gatal, merah, atau berair
- Ruam kulit, gatal, atau bengkak
- Bibir atau lidah bengkak
- Mual, muntah, atau diare
- Sesak napas, batuk, atau mengi
- Anafilaksis (reaksi alergi parah yang bisa mengancam nyawa)
Cara Diagnosis Alergi
Jika kamu merasa memiliki gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter. Diagnosis ini bisa dilakukan melalui beberapa metode berikut:
1. Tes Kulit (Skin Prick Test)
Dokter akan meneteskan sejumlah kecil alergen di kulit, kemudian menusuk ringan kulit tersebut. Jika muncul bentol atau kemerahan, berarti kamu sensitif terhadap alergen itu.
2. Tes Darah (IgE Test)
Tes ini mengukur kadar antibodi IgE dalam darah sebagai respons terhadap alergen tertentu.
3. Tes Eliminasi Makanan
Untuk alergi makanan, kamu akan diminta menghindari makanan tertentu selama beberapa waktu untuk melihat perubahannya.
Cara Mengatasi Alergi
Meskipun tidak bisa disembuhkan secara total, gejalanya bisa dikendalikan dengan cara berikut:
1. Menghindari Alergen
Ini adalah langkah utama. Misalnya, jika anda terpar terhadap debu, bersihkan rumah secara rutin dan gunakan filter udara.
2. Mengonsumsi Obat
Beberapa jenis obat yang biasa diresepkan antara lain:
- Antihistamin: Mengurangi reaksi seperti bersin dan gatal.
- Kortikosteroid: Mengurangi peradangan pada kulit atau saluran napas.
- Dekongestan: Membantu meredakan hidung tersumbat.
- Epinefrin (EpiPen): Digunakan untuk kondisi darurat anafilaksis.
3. Imunoterapi (Suntik Alergi)
Untuk yang kronis, dokter bisa merekomendasikan terapi jangka panjang dengan menyuntikkan alergen dalam dosis kecil secara bertahap.
4. Mengatur Pola Hidup
Konsumsi makanan sehat, cukup istirahat, dan olahraga ringan bisa membantu memperkuat sistem imun agar tidak terlalu reaktif.
Tips Mencegah Alergi Kambuh
Berikut beberapa tips praktis agar anda bisa terhindar dari reaksi yang berulang:
- Jaga kebersihan rumah dan kamar tidur, terutama dari debu dan jamur
- Gunakan bantal dan kasur anti-tungau
- Hindari makanan yang terbukti memicu kondisi ini
- Bawa obat antihistamin atau epinefrin jika kamu punya riwayat anafilaksis
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau membersihkan rumah
- Jangan memelihara hewan berbulu jika kamu sensitif terhadap bulunya
Alergi pada Anak-Anak
Anak-anak juga sangat rentan mengalaminya, terutama jika ada riwayat keluarga. Gejalanya bisa berupa:
- Ruam kulit (eksim)
- Batuk
- Gangguan pencernaan setelah makan tertentu
Untuk mencegah dan menanganinya pada anak, penting untuk:
- Mengenali pemicunya sejak dini
- Konsultasi dengan dokter anak
- Hindari memberikan makanan alergen tinggi sebelum usia tertentu (misalnya kacang)
Berapa Lama Alergi Berlangsung?
Lama kondisi ini berlangsung sangat bervariasi, tergantung pada jenisnya, tingkat keparahan reaksi, dan seberapa cepat kamu menjauh dari pemicunya. Kondisi ini ringan seperti bersin atau gatal bisa hilang dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah alergen dihindari atau setelah minum obat antihistamin.
Namun, untuk yang lebih serius seperti makanan atau kulit, gejalanya bisa bertahan hingga 1–2 hari. Sementara itu, apabila kondisi yang kronis seperti rhinitis atau eksim bisa berlangsung lebih lama, bahkan berbulan-bulan jika tidak ditangani dengan tepat.
Jika gejalanya tidak membaik dalam waktu lama atau sering kambuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar mendapat penanganan yang sesuai.
Hidup Lebih Nyaman Tanpa Alergi, Mulai dari Klinik Utama Pandawa!
Kondisi yang sering kali datang tanpa aba-aba membuat tubuh terasa tidak nyaman, aktivitas terganggu, bahkan bisa menimbulkan gejala serius jika dibiarkan. Jangan biarkan gatal, bersin, sesak napas, atau ruam menghambat harimu.
Kini saatnya kamu mengambil langkah tepat untuk mengatasi alergi secara menyeluruh dengan bantuan tenaga medis profesional.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan pemeriksaan dan perawatan alergi yang aman, akurat, dan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Dengan teknologi modern dan tim dokter berpengalaman, kamu bisa mendapatkan solusi alergi yang tepat, dari diagnosis hingga penanganan jangka panjang. Yuk, jadwalkan konsultasimu hari ini dan rasakan hidup yang lebih nyaman tanpa gangguan alergi!

Referensi
- Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Allergies https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/symptoms-causes/syc-20351497
- Very Well Health. Diakses pada 2025. Symptoms of Allergies. https://www.verywellhealth.com/allergy-symptoms-7562559

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 27, 2025
Skin Tag: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Mungkin Anda pernah meraba benjolan kecil, lembut, dan sewarna kulit di beberapa bagian tubuh Anda, bisa jadi itu adalah skin.
Read More
- May 2, 2025
Bentol Berair Pada Kulit Bayi? Kenali.
Bentol berair pada kulit bayi seringkali membuat orang tua merasa cemas, terutama jika muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Kondisi.
Read More