Waspada Selulitis! Infeksi Kulit yang Bisa Menyebar Cepat
- January 15, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Selulitis adalah infeksi bakteri yang menyerang lapisan kulit bagian dalam (dermis) dan jaringan lunak di bawahnya. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering menyerang orang dewasa dan lansia, terutama jika memiliki luka terbuka, gigitan serangga, atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
Selulitis biasanya ditandai dengan kulit yang tampak merah, bengkak, terasa hangat, dan nyeri saat disentuh. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi ini bisa menyebar dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius.
Di sinilah pentingnya memahami selulitis sejak dini agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis yang sesuai melalui layanan spesialis penyakit kulit. Untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan perawatan yang tepat, kamu bisa berkonsultasi langsung di Klinik Utama Pandawa yang menyediakan layanan profesional dan terpercaya.
Baca Juga: Sering Gatal? Ini Tanda Infeksi Jamur Kulit yang Bahaya!
Apa Itu Selulitis?
Selulitis adalah infeksi bakteri pada lapisan kulit bagian dalam (dermis) dan jaringan lemak di bawah kulit. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Staphylococcus, yang masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil, goresan, gigitan serangga, atau kulit yang pecah-pecah.
Berbeda dengan iritasi atau alergi kulit, selulitis bukan penyakit menular, tetapi bisa berkembang cepat dan menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak segera diobati.
Baca Juga: Kulit Gatal dan Bersisik? Waspadai Tanda Psoriasis!
Penyebab Selulitis
Selulitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dari kelompok Streptococcus dan Staphylococcus, seperti Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka, seperti luka sayatan, gigitan serangga, atau luka operasi .
Selain itu, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini, antara lain:
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat diabetes, HIV/AIDS, atau pengobatan imunosupresan.
- Memiliki kondisi kulit tertentu, seperti eksim, kutu air, atau psoriasis.
- Mengalami pembengkakan kronis pada lengan atau kaki (limfedema).
- Memiliki riwayat selulitis sebelumnya.
- Obesitas.
- Beraktivitas yang berisiko menimbulkan cedera, seperti olahraga kontak atau bekerja di lingkungan yang rawan luka
Baca Juga: Kulit Tiba-Tiba Penuh Bintik Merah Gatal? Simak Cara Ampuhnya!
Gejala Selulitis
Gejala selulitis dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan lokasi yang terkena. Beberapa gejala umum yang dapat muncul antara lain:
- Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area yang terinfeksi .
- Kulit berwarna kemerahan dan tampak meradang.
- Pembengkakan pada area yang terinfeksi.
- Terasa hangat dan nyeri saat disentuh.
- Kulit melepuh atau bernanah.
- Demam, menggigil, atau mual.
Faktor Risiko
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terkena selulitis antara lain:
- Memiliki luka atau cedera pada kulit
- Penyakit kulit seperti eksim atau kutu air
- Diabetes atau gangguan sistem kekebalan tubuh
- Obesitas
- Penggunaan obat-obatan yang menekan sistem imun
Bagian Tubuh yang Paling Sering Terkena Selulitis
Selulitis dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering menyerang:
- Kaki dan betis
- Tangan dan lengan
- Wajah (terutama sekitar mata)
- Area bekas luka atau operasi
Selulitis pada wajah dan area sekitar mata memerlukan perhatian khusus karena berisiko menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Diagnosis Selulitis
Diagnosis selulitis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan menilai gejala, riwayat kesehatan, dan kondisi kulit pasien. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:
- Tes darah: Untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi.
- Tes kultur: Untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi.
- Pemindaian: Seperti CT scan, USG, atau MRI, untuk mendeteksi apakah infeksi telah menyebar ke bagian tubuh lain
Baca Juga: Lupus Kulit: Bukan Sekadar Ruam Biasa! Kenali Lebih Dalam
Pengobatan Selulitis
Pengobatan selulitis bertujuan untuk mengatasi infeksi, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi. Beberapa langkah pengobatan yang umum dilakukan antara lain:
1. Pemberian Antibiotik
Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Antibiotik dapat diberikan dalam bentuk oral (pil atau sirup) atau intravena (melalui infus), tergantung pada tingkat keparahan infeksi
2. Perawatan Luka
Jika terdapat luka terbuka, dokter akan membersihkan dan merawat luka tersebut untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Luka mungkin perlu ditutup dengan perban steril dan diganti secara berkala.
3. Obat Pereda Nyeri
Untuk mengurangi rasa nyeri dan demam, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen.
4. Tindakan Bedah
Pada kasus yang lebih parah, jika terdapat abses (kumpulan nanah) atau jaringan mati, dokter mungkin akan melakukan prosedur bedah untuk mengeluarkan nanah atau mengangkat jaringan yang terinfeksi.
Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan, meskipun gejala telah membaik, untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh.
Pencegahan Selulitis
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya selulitis antara lain:
- Menjaga kebersihan kulit: Mandi secara teratur menggunakan sabun lembut dan air bersih.
- Menggunakan pelembap: Untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kulit kering atau pecah-pecah.
- Menjaga kebersihan luka: Segera bersihkan luka dengan air bersih dan sabun antiseptik, lalu tutup dengan perban bersih.
- Menghindari kontak dengan orang yang sedang menderita infeksi kulit: Untuk mencegah penularan.
- Menggunakan alas kaki: Saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tempat umum, untuk mencegah luka pada kaki.
- Memotong kuku secara teratur: Dan hindari menggigit kuku untuk mencegah luka pada kulit.
- Menjaga berat badan ideal: Dan rutin berolahraga untuk meningkatkan sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh
Komplikasi Selulitis yang Perlu Diwaspadai
Selulitis bukan hanya sekadar infeksi kulit biasa. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang berisiko mengganggu kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kemungkinan komplikasi selulitis sejak dini.
1. Penyebaran Infeksi ke Jaringan Lebih Dalam
Selulitis dapat menyebar dari lapisan kulit ke jaringan di bawahnya, termasuk otot dan jaringan ikat. Kondisi ini menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan berat, dan kerusakan jaringan permanen jika tidak segera diobati.
2. Abses (Penumpukan Nanah)
Infeksi bakteri yang tidak tertangani dapat membentuk kantong nanah di bawah kulit. Abses kulit biasanya terasa sangat nyeri, keras, dan memerlukan tindakan medis seperti pengeluaran nanah serta antibiotik tambahan.
3. Infeksi Darah (Sepsis)
Salah satu komplikasi paling berbahaya dari selulitis adalah sepsis, yaitu kondisi ketika bakteri masuk ke aliran darah. Gejalanya meliputi demam tinggi, denyut jantung cepat, penurunan tekanan darah, dan dapat mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.
4. Limfangitis dan Limfadenitis
Selulitis dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh dan kelenjar getah bening. Tanda khasnya adalah muncul garis merah memanjang di kulit serta pembengkakan kelenjar getah bening di area sekitar infeksi.
5. Kerusakan Kulit Permanen
Pada kasus tertentu, selulitis dapat menyebabkan perubahan warna kulit, jaringan parut, atau penebalan kulit akibat peradangan yang berkepanjangan.
6. Selulitis Berulang
Jika faktor risiko tidak dikendalikan, seperti diabetes atau gangguan sirkulasi darah, selulitis bisa kambuh berulang kali pada area yang sama. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan kronis dan penurunan kualitas hidup.
7. Osteomielitis (Infeksi Tulang)
Pada infeksi yang berat dan berlangsung lama, bakteri dapat menyebar hingga ke tulang, menyebabkan osteomielitis yang memerlukan pengobatan jangka panjang.
Perawatan Selulitis Aman dan Terpercaya Hanya di Klinik Pandawa
Jangan biarkan infeksi kulit seperti selulitis mengganggu aktivitas dan kenyamanan Anda. Selulitis yang terlihat sepele bisa berkembang menjadi infeksi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan perawatan selulitis yang menyeluruh, mulai dari pemeriksaan, diagnosis, hingga pengobatan oleh tim medis yang berpengalaman dan terpercaya.
Jika Anda mengalami gejala seperti kulit kemerahan, bengkak, terasa panas, atau nyeri saat disentuh, segera konsultasikan dengan dokter kami.
Penanganan yang cepat akan membantu mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Klinik Utama Pandawa siap menjadi solusi kesehatan kulit Anda datang sekarang dan dapatkan perawatan terbaik untuk selulitis!

Referensi
- Herchline, T. Medscape Diakses pada 2026 Cellulitis Treatment & Management. https://emedicine.medscape.com/article/214222-treatment?form=fpf
- Higuera, V. Everyday Health Diakses pada 2026 Cellulitis Causes, Risk Factors, and Prevention. https://www.everydayhealth.com/cellulitis/causes-risk-factors-prevention/
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 3, 2025
Jerawat di Selangkangan: Penyebab dan Cara.
Jerawat di selangkangan adalah kondisi yang sering kali tidak dibicarakan, meskipun cukup umum terjadi. Munculnya jerawat di area selangkangan bisa.
Read More
- December 20, 2025
Kulit Kasar Mirip Kulit Ayam? Ini.
Keratosis Pilaris sering kali membuat kulit terasa kasar, tampak berbintik seperti kulit ayam, dan mengganggu rasa percaya diri terutama saat.
Read More