Panu: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
- May 29, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Panu adalah salah satu masalah kulit yang cukup umum dan sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman, terutama karena rasa gatal dan munculnya bercak putih di kulit.
Meski tidak berbahaya secara medis, kondisi ini bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, apalagi jika muncul di area tubuh yang mudah terlihat seperti leher, wajah, atau tangan.
Panu disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia yang tumbuh berlebihan di permukaan kulit. Faktor-faktor seperti keringat berlebih, kelembapan tinggi, kurang menjaga kebersihan kulit, atau sistem imun yang melemah bisa memicu munculnya kondisi ini.
Apa Itu Panu
Panu adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur, terutama jenis Malassezia. Jamur ini sebenarnya merupakan bagian normal dari mikroorganisme di kulit manusia.
Namun, dalam kondisi tertentu, jamur ini bisa berkembang biak secara berlebihan dan menimbulkan infeksi berupa bercak-bercak pada kulit.
Panu dikenal dalam dunia medis dengan nama tinea versicolor. Ciri khas dari kondisi ini adalah munculnya bercak putih, merah muda, atau kecokelatan di kulit yang disertai dengan rasa gatal, terutama saat berkeringat atau di cuaca panas.
Penyebab Panu
Ada beberapa faktor yang bisa memicu jamur dan berkembang secara berlebihan di kulit, antara lain:
1. Keringat Berlebih
Lingkungan yang lembap dan hangat sangat disukai jamur. Orang yang banyak berkeringat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan atau olahraga berat, memiliki risiko lebih tinggi terkena.
2. Kurangnya Kebersihan Diri
Jarang mandi atau mengganti pakaian setelah berkeringat bisa menyebabkan jamur berkembang biak lebih cepat.
3. Cuaca Panas dan Lembap
Tinggal di daerah tropis seperti Indonesia membuat kita lebih rentan terkena infeksi jamur, termasuk panu.
4. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Orang dengan daya tahan tubuh rendah, misalnya karena penyakit kronis atau kurang istirahat, lebih mudah mengalami infeksi kulit.
5. Penggunaan Pakaian Ketat dan Tidak Menyerap Keringat
Pakaian ketat dan berbahan sintetis bisa menyebabkan kulit sulit bernapas, sehingga menciptakan kondisi lembap yang ideal bagi pertumbuhan jamur.
6. Ketidakseimbangan Hormon
Perubahan hormon, seperti saat remaja atau kehamilan, bisa membuat kulit lebih berminyak dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.
Gejala Panu
Gejala ini bisa bervariasi, tergantung pada warna kulit dan tingkat keparahan infeksi. Berikut beberapa tanda umumnya:
- Bercak kecil di kulit, biasanya berbentuk bulat atau oval.
- Warna bercak bisa putih, merah muda, atau cokelat muda.
- Tekstur kulit terasa bersisik atau kering di area yang terinfeksi.
- Gatal, terutama ketika cuaca panas atau tubuh berkeringat.
- Bercak bisa menyatu dan membentuk area yang lebih besar jika tidak segera diobati.
Baca Juga: Cara Cepat dan Efektif Menghilangkan Panu di Wajah
Apakah Panu Menular?
Jawabannya: tidak menular secara langsung, seperti flu atau pilek. Namun, karena jamur penyebabnya bisa menempel di permukaan kulit atau benda seperti handuk dan pakaian, penularan bisa terjadi melalui kontak tidak langsung, terutama jika orang yang bersangkutan memiliki kondisi kulit yang mendukung pertumbuhan jamur.
Jadi, penting untuk menjaga kebersihan barang pribadi dan tidak berbagi handuk, baju, atau alat mandi dengan orang lain.
Cara Menghilangkan Panu Secara Alami
Beberapa bahan alami yang mudah ditemukan di dapur bisa membantu mengatasi panu ringan. Berikut ini beberapa cara alami menghilangkan panu:
1. Bawang Putih
Bawang putih memiliki sifat antijamur alami. Caranya, iris satu siung bawang putih, lalu gosokkan langsung pada area yang terkena panu selama beberapa menit. Diamkan 15 menit, lalu bilas dengan air hangat.
2. Minyak Kelapa
Minyak kelapa mengandung asam laurat yang mampu melawan infeksi jamur. Oleskan minyak kelapa murni pada bercak panu dua hingga tiga kali sehari.
3. Kunyit
Kunyit adalah bahan alami yang memiliki sifat antiseptik dan antijamur. Campurkan bubuk kunyit dengan sedikit air hingga menjadi pasta, lalu oleskan ke area kulit yang terkena panu.
4. Cuka Apel
Cuka apel mengandung asam asetat yang bisa membantu mengurangi pertumbuhan jamur. Campurkan cuka apel dengan air (perbandingan 1:1), lalu usapkan dengan kapas pada area panu.
5. Lidah Buaya
Gel lidah buaya membantu menenangkan kulit dan mempercepat penyembuhan. Gunakan gel segar dari tanaman lidah buaya dan oleskan langsung ke kulit yang terkena.
Obat Medis untuk Mengatasi Panu
Untuk kasus yang lebih parah atau luas, pengobatan medis sering kali diperlukan. Beberapa pilihan obat untuk panu antara lain:
1. Krim atau Salep Antijamur
Obat topikal seperti ketoconazole, clotrimazole, atau miconazole sering diresepkan untuk mengatasi infeksi jamur ringan hingga sedang. Krim ini biasanya digunakan 1–2 kali sehari selama 2–4 minggu.
2. Sabun Antijamur
Sabun khusus dengan kandungan sulfur, ketoconazole, atau selenium sulfida dapat membantu membersihkan kulit dari jamur dan mencegah penyebaran.
3. Obat Oral (Minum)
Jika panu sangat luas atau sulit diobati dengan krim, dokter mungkin akan meresepkan obat minum seperti fluconazole atau itraconazole. Obat ini bekerja dari dalam untuk menghentikan pertumbuhan jamur.
Cara Mencegah Panu Agar Tidak Kambuh
Panu bisa datang kembali jika kondisi kulit kembali lembap atau tidak terawat. Berikut beberapa tips mencegah panu agar tidak kambuh:
- Mandi secara teratur, terutama setelah berkeringat.
- Gunakan pakaian longgar dan menyerap keringat, terutama saat cuaca panas.
- Ganti baju dan handuk setiap hari.
- Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk atau pakaian.
- Gunakan bedak anti jamur jika kamu sering berkeringat.
- Jaga pola makan dan daya tahan tubuh agar tetap fit.
- Hindari penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu berminyak.
Solusi Tepat Atasi Panu, Hanya di Klinik Utama Pandawa
Panu bisa sangat mengganggu, baik dari segi penampilan maupun kenyamanan. Bercak putih atau coklat pada kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur ini seringkali membuat kita merasa kurang percaya diri, apalagi jika muncul di area yang terlihat.
Jangan biarkan panu mengurangi rasa nyaman Anda, segera atasi dengan pengobatan profesional di Klinik Utama Pandawa!
Dengan perawatan yang tepat dan teknologi terbaru, kami siap membantu mengatasi panu secara efektif dan aman.
Tim medis dan dokter di klinik spesialis penyakit kulit berpengalaman kami akan memberikan solusi terbaik untuk mengembalikan kulit Anda seperti semula. Kunjungi Klinik Utama Pandawa sekarang dan rasakan perubahan yang nyata!


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 7, 2025
Folikulitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, meskipun faktor lain seperti jamur, virus, atau iritasi.
Read More
- April 27, 2025
Biang Keringat: Penyebab, Gejala, dan Cara.
Biang keringat, atau yang juga dikenal dengan istilah miliaria, adalah masalah kulit yang umum terjadi, terutama saat cuaca panas dan.
Read More