Skin Tag Muncul Terus? Ini Penyebab dan Cara Menghilangkannya
- January 13, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Skin tag merupakan pertumbuhan jaringan kulit jinak yang umumnya tidak berbahaya, tidak menular, dan tidak berpotensi menjadi kanker kulit. Kondisi ini sering muncul akibat gesekan kulit yang berulang, faktor usia, kelebihan berat badan, perubahan hormon, hingga gangguan metabolik tertentu.
Meski ukurannya kecil dan tidak menimbulkan nyeri, skin tag kerap mengganggu penampilan dan kenyamanan, terutama saat muncul di area leher, ketiak, atau lipatan tubuh.
Skin tag sebaiknya ditangani dengan metode medis yang aman untuk mencegah iritasi, infeksi, dan bekas luka. Penanganan melalui layanan spesialis bedah plastik dan umum memungkinkan pengangkatan skin tag secara tepat sesuai kondisi kulit.
Di Klinik Utama Pandawa, prosedur dilakukan secara profesional, higienis, dan minim risiko, sehingga hasilnya lebih optimal dan aman bagi kesehatan kulit.
Baca Juga: Waspadai Tahi Lalat Yang Berbahaya: Ciri-Ciri dan Cara Mengenalinya
Ciri-Ciri Skin Tag yang Perlu Dikenali
Agar tidak salah mengenali skin tag dengan kondisi kulit lainnya, berikut ciri-ciri umum skin tag:
- Berukuran kecil hingga sedang (1–5 mm, bisa lebih besar)
- Tekstur lunak dan kenyal
- Menempel dengan “tangkai” kecil
- Tidak nyeri dan tidak gatal (kecuali teriritasi)
- Warna menyerupai kulit atau sedikit lebih gelap
- Tumbuh perlahan dan tidak menyebar seperti infeksi
Baca Juga: Operasi Tahi Lalat: Tujuan, Prosedur, dan Pemulihan.
Penyebab Utama Skin Tag
Penyebab pasti acrochordon belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang diyakini berkontribusi terhadap perkembangannya. Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab benjolan:
1. Gesekan Kulit
Gesekan antara kulit dengan kulit, pakaian ketat, atau aksesori seperti kalung dapat memicu pertumbuhan bintil kulit.
2. Kolagen dan Pembuluh Darah
Bintil kulit terdiri dari inti kolagen (protein struktural dalam kulit) dan pembuluh darah yang dikelilingi oleh lapisan kulit luar. Diyakini bahwa pertumbuhan kolagen dan pembuluh darah yang abnormal atau berlebihan di area tertentu dapat menyebabkan pembentukan benjolan.
3. Faktor Hormonal
Perubahan hormonal dalam tubuh, terutama selama kehamilan, dapat memicu pertumbuhan benjolan. Peningkatan kadar hormon pertumbuhan dan hormon lainnya selama kehamilan diduga berperan dalam hal ini. Kondisi ini muncul selama kehamilan biasanya akan mengecil atau hilang setelah melahirkan.
4. Faktor Genetik (Riwayat Keluarga)
Kecenderungan untuk mengembangkan benjolan juga dapat diturunkan secara genetik. Jika Anda memiliki anggota keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung, yang memiliki benjolan, Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya juga.
5. Usia
Bintil kulit lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama setelah usia 50 tahun. Seiring bertambahnya usia, kulit cenderung kehilangan elastisitasnya dan lebih rentan terhadap gesekan, yang dapat memicu pertumbuhan benjolan.
6. Obesitas dan Kelebihan Berat Badan
Orang dengan obesitas atau kelebihan berat badan memiliki lipatan kulit yang lebih banyak, yang meningkatkan gesekan kulit dan risiko benjolan. Selain itu, obesitas sering dikaitkan dengan resistensi insulin, yang juga merupakan faktor risiko benjolan.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Ciri-Ciri Benjolan yang Tidak Perlu Dikhawatirkan
Gejala Skin Tag
Skin tag umumnya muncul tanpa disertai keluhan serius, sehingga sering diabaikan. Namun, ada beberapa gejala dan tanda khas yang dapat dikenali sejak awal, antara lain:
- Benjolan kecil berwarna kulit atau kecokelatan
- Tekstur lunak dan lentur
- Memiliki tangkai kecil
- Tidak menimbulkan rasa sakit
- Ukuran bervariasi
- Muncul di area lipatan kulit
- Dapat terasa nyeri jika teriritasi
Jika skin tag mengalami perubahan warna drastis, terasa nyeri tanpa sebab, membesar dengan cepat, atau berdarah, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Tahi Lalat dengan Cepat dan Minim Risiko
Pengobatan Skin Tag yang Aman dan Efektif
Berikut adalah cara efektif menghilangkan skin tag di klinik kecantikan:
1. CO2 Fractional Laser
CO2 fractional laser (laser CO fraksional) bisa digunakan sebagai salah satu metode untuk menghilangkan skin tag (lesi kulit jinak seperti kulit tumbuh lebih) dengan hasil yang umumnya cepat dan presisi dibanding beberapa metode lain seperti pemotongan manual atau pembekuan.
Keunggulan CO2 Fractional Laser:
- Presisi tinggi: Energi laser dapat difokuskan hanya pada bintil kulit tanpa banyak mempengaruhi kulit sehat di sekitar.
- Resiko bekas luka rendah: Dibanding pengangkatan dengan pisau, pembekuan, atau sayatan manual, potensi bekas luka atau hiperpigmentasi cenderung lebih kecil bila dilakukan oleh profesional.
- Cepat: Prosedur biasanya selesai dalam hitungan menit per lesion tergantung ukuran dan jumlah skin tag.
- Sedikit perdarahan dan waktu pemulihan cepat: Karena laser juga melakukan koagulasi jaringan.
2. Cauter Electro
Cauter Electro (Electrocautery) adalah salah satu metode medis yang paling sering digunakan untuk menghilangkan bintil kulit secara cepat, efektif, dan relatif minim risiko bila dilakukan oleh dokter.
Keunggulan Cauter Electro:
- Cepat & praktis (langsung hilang)
- Minim perdarahan
- Risiko infeksi rendah
- Cocok untuk skin tag kecil maupun sedang
- Biaya umumnya lebih terjangkau dibanding laser
3. Pemotongan
Biasanya dilakukan dengan anestesi lokal untuk menghindari rasa sakit. Dokter menggunakan pisau bedah steril atau gunting untuk memotong benjolan.
Baca Juga: Nevus Pigmentosus? Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Komplikasi Skin Tag
Skin tag (acrochordon) umumnya jinak dan tidak berbahaya. Namun, pada kondisi tertentu terutama bila sering tergesek, iritasi, atau ditangani dengan cara yang tidak tepat bintil kulit bisa menimbulkan komplikasi. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Iritasi & Peradangan
Skin tag di leher, ketiak, lipatan payudara, atau selangkangan mudah tergesek pakaian dan perhiasan.
- Rasa perih atau gatal
- Kemerahan
- Bengkak
2. Perdarahan
Skin tag bisa berdarah bila:
- Tertarik secara tidak sengaja
- Terpotong saat bercukur
- Diikat atau dipotong sendiri di rumah
3. Infeksi Kulit
Luka terbuka akibat bintil kulit yang terluka dapat menjadi pintu masuk bakteri.
Tanda infeksi meliputi:
- Nyeri bertambah
- Kemerahan meluas
- Keluar nanah
- Bau tidak sedap
4. Trombosis Skin Tag
Pada skin tag bertangkai, aliran darah bisa terputus sehingga terjadi trombosis.
Ciri-cirinya:
- Warna berubah menjadi ungu, biru, atau hitam
- Nyeri mendadak
- Bisa mengering lalu lepas sendiri
5. Perubahan Warna & Tekstur Kulit
Iritasi kronis atau penanganan tidak tepat (misalnya bahan kimia alami keras) dapat menyebabkan:
- Hiperpigmentasi kulit (kulit menghitam)
- Penebalan kulit
- Bekas luka permanen
Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Tompel dengan Aman dan Efektif untuk Kulit Cerah
Apa Bedanya Kutil dengan Skin Tag?
Kutil dan skin tag sering dianggap sama, padahal keduanya berbeda. Kutil disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus dan biasanya memiliki permukaan kasar serta bisa menular ke area lain.
Sementara itu, skin tag adalah pertumbuhan kulit jinak berupa daging kecil yang menggantung, umumnya muncul akibat gesekan kulit atau faktor genetik, dan tidak menular. Jadi, meskipun bentuknya mirip, penyebab serta cara mengatasinya jelas berbeda.
Apakah Skin Tag Bisa Dicegah?
Tidak semua skin tag bisa dicegah, terutama jika penyebabnya faktor genetik atau usia. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi risikonya:
- Jaga berat badan ideal untuk mengurangi gesekan kulit.
- Gunakan pakaian longgar agar kulit tidak mudah teriritasi.
- Rutin menjaga kebersihan kulit.
- Perhatikan area lipatan tubuh yang sering berkeringat.
Perawatan Bintil Kulit di Rumah
Setelah skin tag dihilangkan, kulit membutuhkan perawatan agar cepat pulih. Berikut tips yang bisa dilakukan dirumah:
- Bersihkan area bekas dengan sabun lembut.
- Gunakan salep antibiotik jika direkomendasikan dokter.
- Hindari menggaruk atau menggosok area tersebut.
- Lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.
Apakah Skin Tag Bisa Muncul Lagi?
Skin tag yang sudah diangkat tidak akan tumbuh kembali di tempat yang sama, tetapi skin tag baru bisa muncul di area lain jika faktor pemicunya masih ada.
Karena itu, menjaga berat badan ideal, mengurangi gesekan kulit, dan mengontrol kondisi medis tertentu dapat membantu mencegah kemunculan baru.
Skin Tag Hilang, Kulit Mulus Kembali di Klinik Utama Pandawa
Atasi benjolan abnormal dengan pengobatan terbaik hanya di Klinik Utama Pandawa! Dengan tim dokter layanan bedah plastik dan umum berpengalaman dan fasilitas medis modern, kami siap memberikan solusi efektif dan aman untuk berbagai jenis benjolan pada tubuh Anda.
Jangan biarkan kekhawatiran mengganggu keseharian Anda segera konsultasikan masalah Anda kepada ahli kami dan rasakan perawatan profesional yang berkualitas. Kesehatan kulit dan kenyamanan Anda adalah prioritas kami!

Referensi
- Canter, J. Everyday Health Diakses pada 2025 Skin Tags: Symptoms, Causes, and Treatment Options. https://www.everydayhealth.com/skin-and-beauty/skin-tag-causes-and-treatments.aspx
- Higuera, V. & Robinson, D. Healthline Diakses pada 2025 Everything to Know About Skin Tag Removal. https://www.healthline.com/health/skin-tag-removal
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 20, 2025
Alopecia Areata: Penyebab, Gejala, dan Cara.
Alopecia Areata adalah salah satu kondisi medis yang sering dihadapi oleh banyak orang, tetapi seringkali kurang dipahami. Meski lebih dikenal.
Read More
- June 4, 2025
Scabies: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan.
Scabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei. Meski ukurannya sangat kecil, tungau ini dapat menimbulkan.
Read More