Kusta: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
- July 10, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Kusta masih menjadi salah satu penyakit kulit menular yang sering disalahpahami dan menimbulkan kekhawatiran.
Banyak orang yang ragu untuk memeriksakan diri karena takut akan stigma, padahal kusta bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini.
Sayangnya, gejalanya yang muncul perlahan sering kali tidak disadari hingga menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Jika anda atau orang terdekat mengalami bercak kulit mati rasa, luka yang tak kunjung sembuh, atau perubahan bentuk pada jari dan anggota tubuh lainnya, jangan tunda untuk berkonsultasi.
Di Klinik Utama Pandawa, anda bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kusta secara profesional, aman, dan tanpa rasa malu.
Apa Itu Kusta
Kusta atau disebut lepra adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini utamanya menyerang kulit, saraf tepi, saluran pernapasan atas, dan mata. Kusta berkembang secara perlahan dan bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum gejalanya muncul secara jelas.
Meski menular, kusta bukan penyakit yang mudah menyebar. Penularannya tidak secepat flu, jadi anda tidak perlu terlalu takut, asalkan tahu cara pencegahannya.
Gejala Kusta
Gejala kusta sering muncul perlahan dan bisa berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun secara umum, berikut adalah beberapa tanda-tanda kusta yang perlu diwaspadai:
1. Bercak Kulit
- Biasanya berwarna lebih terang dari kulit di sekitarnya (hipopigmentasi).
- Tidak terasa gatal.
- Kebas atau mati rasa saat disentuh.
- Tidak berkeringat di area bercak.
2. Penebalan Saraf
- Umumnya terjadi di sekitar siku, lutut, atau leher.
- Bisa menyebabkan kesemutan, kelemahan otot, atau kehilangan kontrol otot.
3. Luka atau Infeksi Sekunder
- Luka yang tidak terasa sakit karena saraf tidak berfungsi dengan baik.
- Rentan terinfeksi karena sering tidak disadari.
4. Deforrmitas atau Perubahan Bentuk Tubuh
- Jika tidak diobati, kusta bisa menyebabkan jari tangan atau kaki menjadi bengkok, bahkan putus.
- Kelopak mata bisa tidak menutup sempurna.
Bagaimana Cara Kusta Menular?
Kusta menular melalui percikan lendir atau droplet dari hidung dan mulut, saat penderita batuk atau bersin.
Tapi penularannya sangat lambat dan butuh kontak yang sangat lama dan intens. Tidak semua orang yang terpapar akan tertular, karena sistem kekebalan tubuh yang kuat bisa melawan bakteri ini.
Yang perlu diketahui:
- Kusta tidak menular lewat berjabat tangan, duduk bersebelahan, atau berbagi makanan.
- Anak-anak lebih rentan dibanding orang dewasa.
- Jika pasien sudah menjalani pengobatan, mereka tidak lagi menular.
Jenis-Jenis Leprosy
Leprosy dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan seberapa parah gejalanya, berikut adalah penjelasan untuk masing-masing jenis tersebut:
1. Leprosy Tuberkuloid (Tipe Kering)
Pada tipe ini, tubuh penderita menunjukkan respons kekebalan yang kuat terhadap bakteri Mycobacterium leprae. Kusta tuberkuloid umumnya ditandai dengan bercak-bercak kulit (hipopigmentasi) atau hiperkeratosis yang lebih kering dan jelas, serta terbatas pada beberapa area. Biasanya, bercak kulit yang terinfeksi ini memiliki rasa mati rasa karena saraf yang terinfeksi.
2. Leprosy Lepromatosa (Tipe Basah)
Sistem kekebalan tubuh penderita tidak dapat mengatasi infeksi dengan baik, sehingga bakteri Mycobacterium leprae berkembang biak lebih banyak dan menyebabkan lebih banyak kerusakan. Leprosy lepromatosa memiliki banyak lesi kulit, dan bisa mempengaruhi wajah, telinga, jari, dan bagian tubuh lainnya. Leprosy lepromatosa lebih menular dibandingkan dengan Leprosy tuberkuloid.
3. Leprosy Borderline
Kusta jenis ini merupakan bentuk antara kusta tuberkuloid dan lepromatosa. Respons kekebalan tubuh penderita berada di tengah, sehingga kusta ini memiliki ciri-ciri yang menggabungkan elemen dari kedua jenis tersebut.
4. Leprosy Indeterminate (Kusta Tak Tentu)
Kusta indeterminate adalah bentuk leprosy yang paling awal dan belum sepenuhnya berkembang. Pada tahap ini, hanya ada bercak kulit yang sangat kecil dan tidak ada kerusakan saraf yang signifikan. Seringkali, leprosy indeterminate dapat sembuh dengan pengobatan dan tidak berkembang menjadi bentuk yang lebih serius.
Baca Juga: Pityriasis Alba: Bercak Putih pada Kulit Anak dan Remaja
Apakah Kusta Bisa Dicegah?
Tentu saja bisa. Berikut beberapa cara untuk mencegah penularan kusta:
- Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat: Jika anda atau orang terdekat mengalami gejala mencurigakan, segera periksakan ke dokter.
- Minum Obat Sesuai Anjuran: Bagi yang sudah didiagnosis, minum obat secara teratur penting agar tidak menularkan ke orang lain.
- Hindari Stigma dan Perlakuan Diskriminatif: Stigma membuat penderita takut berobat, padahal kusta bisa sembuh.
- Periksa Keluarga Terdekat: Kontak erat perlu diperiksa untuk mendeteksi dini infeksi.
Bagaimana Cara Mengobati Kusta?
Kusta bisa disembuhkan secara total dengan pengobatan yang disebut Multidrug Therapy (MDT). Pengobatan ini disediakan gratis oleh pemerintah dan harus diminum dalam jangka waktu tertentu, yaitu:
- 6 bulan untuk kusta jenis ringan (paucibacillary).
- 12 bulan atau lebih untuk kusta jenis berat (multibacillary).
Obat-obat yang digunakan biasanya kombinasi dari rifampisin, dapsone, dan clofazimine.
Hal penting lainnya:
- Jangan berhenti minum obat di tengah jalan.
- Ikuti jadwal kontrol secara rutin.
- Pengobatan dini bisa mencegah kecacatan.
Apakah Kusta Bisa Menyebabkan Kecacatan?
Ya, jika tidak diobati dengan tepat dan segera, kusta dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen. Ini bisa menyebabkan:
- Kehilangan fungsi tangan atau kaki.
- Luka kronis dan infeksi.
- Deformitas pada wajah atau tubuh.
Namun, jika ditangani sejak awal, risiko kecacatan bisa dicegah. Karena itu, deteksi dini sangat penting.
Kapan Harus Ke Dokter?
Segera temui tenaga medis jika anda mengalami:
- Bercak mati rasa di kulit yang tak kunjung hilang
- Luka di tangan atau kaki yang tidak terasa sakit
- Kelemahan otot atau kesemutan terus-menerus.
- Adanya benjolan atau penebalan saraf di sekitar tubuh.
Bagaimana Ciri-Ciri Kusta yang Sudah Sembuh?
Berikut adalah ciri-ciri kusta yang sudah sembuh:
- Gejala tidak bertambah
- Tidak ada bakteri aktif dalam pemeriksaan
- Penebalan saraf dan luka tidak semakin parah
- Tidak ada reaksi kusta baru
- Mampu kembali beraktivitas
Ingin Periksa Gejala Kusta? Klinik Utama Pandawa Siap Membantu
Kalau anda mencurigai adanya gejala-gejala kusta, atau ingin memeriksa kondisi kulit dan saraf lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi ke klinik utama pandawa, di sana anda mendapatkan:
- Pemeriksaan kulit dengan dokter spesialis penyakit kulit berpengalaman
- Penanganan medis menyeluruh dan rahasia terjaga
- Konsultasi online maupun langsung tanpa antre panjang
- Layanan edukatif untuk

Referensi
- Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Leprosy. https://www.mayoclinicproceedings.org/article/S0025-6196(20)30991-5/fulltext
- Healthline. Diakses pada 2025. Leprosy. https://www.healthline.com/health/leprosy

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 27, 2025
Bisul: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati
Bisul, atau dalam istilah medis disebut furunkel, adalah benjolan merah berisi nanah yang terbentuk di kulit. Kondisi ini umum terjadi.
Read More
- June 21, 2025
Tanda-Tanda Psoriasis Mulai Sembuh: Kenali Perubahannya!
Tanda psoriasis sembuh sering kali menjadi harapan terbesar bagi penderita yang telah lama bergelut dengan rasa gatal, kemerahan, dan bercak.
Read More