Sperma Tidak Normal? Waspadai Teratozoospermia
- January 14, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Andrologi

Teratozoospermia sering terdengar asing di telinga pria, namun dampaknya bisa sangat besar bagi peluang memiliki keturunan. Kondisi ini terjadi ketika sebagian besar sperma memiliki bentuk yang tidak normal, sehingga sulit membuahi sel telur.
Melalui pemeriksaan menyeluruh di layanan andrologi, pria dapat mengetahui kualitas sperma secara detail dan mendapatkan terapi yang sesuai kondisi. Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter berpengalaman dan fasilitas lengkap, di Klinik Utama Pandawa tersedia layanan profesional yang siap membantu menjaga kesehatan reproduksi pria secara aman, rahasia, dan terpercaya.
Baca Juga: 10 Jenis Gangguan Sperma yang Menghambat Kesuburan Pria
Apa Itu Teratozoospermia?
Teratozoospermia adalah kondisi di mana sebagian besar sperma yang dihasilkan oleh pria memiliki bentuk yang tidak normal (morphology abnormal). Sperma yang sehat biasanya memiliki kepala yang bulat dan ekor yang panjang dan lurus, yang memungkinkan mereka berenang dengan baik untuk mencapai sel telur.
Baca Juga: Sperma Tidak Subur? Kenali Tanda Asthenozoospermia
Penyebab Teratozoospermia
Berbagai faktor bisa menyebabkan terbentuknya sperma dengan bentuk abnormal, di antaranya:
1. Faktor Genetik
Kelainan genetik dapat memengaruhi pembentukan sperma sehingga menghasilkan bentuk yang tidak normal.
2. Infeksi dan Peradangan
Infeksi pada saluran reproduksi pria, seperti epididimitis atau prostatitis, dapat merusak sperma.
3. Paparan Racun dan Zat Berbahaya
Paparan bahan kimia berbahaya, pestisida, logam berat, dan radiasi dapat memengaruhi kualitas sperma.
4. Varikokel
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di sekitar testis dapat meningkatkan suhu testis dan merusak bentuk sperma.
5. Suhu Testis yang Tinggi
Paparan panas berlebihan pada testis, misalnya dari penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat atau sering memakai sauna, dapat memengaruhi bentuk sperma.
6. Gangguan Hormon
Ketidakseimbangan hormon seperti hormon testosteron juga dapat menyebabkan sperma abnormal.
7. Usia
Seiring bertambahnya usia, sperma tidak subur, termasuk bentuknya.
Baca Juga: Sperma Kental Bikin Sulit Punya Anak? Cek Faktanya!
Gejala Teratozoospermia
Teratozoospermia biasanya tidak menunjukkan gejala yang langsung terasa. Kondisi ini baru diketahui saat pasangan mengalami kesulitan hamil dan melakukan pemeriksaan sperma (semen analysis) di laboratorium.
Namun, jika ada keluhan lain yang menyertai seperti testis terasa nyeri, pembengkakan, atau tanda infeksi, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Baca Juga: Sakit Biji Kemaluan Sebelah Kanan? Begini Cara Ampuh Mengatasinya!
Ciri-Ciri Teratozoospermia yang Perlu Diwaspadai
Sayangnya, teratozoospermia tidak memiliki gejala khusus. Namun, beberapa kondisi berikut patut diwaspadai:
- Sulit memiliki anak setelah 1 tahun menikah
- Hasil analisis sperma menunjukkan bentuk sperma abnormal
- Riwayat infeksi atau varikokel
- Gaya hidup tidak sehat
Apakah Teratozoospermia Berbahaya?
Teratozoospermia tidak berbahaya bagi kesehatan secara umum, namun sangat berdampak pada kesuburan pria. Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Sulit membuahi sel telur
- Program hamil gagal berulang
- Menurunnya peluang kehamilan alami
- Membutuhkan bantuan teknologi reproduksi
Cara Mengatasi Teratozoospermia
Berikut beberapa langkah dan pengobatan yang bisa membantu mengatasi teratozoospermia:
1. Perbaiki Gaya Hidup
- Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol
Kedua kebiasaan ini terbukti memengaruhi kualitas sperma secara negatif. - Konsumsi makanan sehat
Makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayur dapat meningkatkan kualitas sperma. - Olahraga teratur
Aktivitas fisik dapat memperbaiki kondisi tubuh secara menyeluruh. - Hindari paparan racun dan panas berlebih
Gunakan pakaian yang longgar dan hindari sauna berlebihan.
2. Konsultasi dan Pengobatan Medis
- Obat-obatan dan suplemen
Beberapa vitamin dan mineral seperti vitamin C, E, zinc, dan selenium dapat membantu meningkatkan kualitas sperma. - Pengobatan infeksi
Jika ada infeksi, dokter akan memberikan antibiotik atau terapi lain sesuai kebutuhan. - Terapi hormon
Jika ditemukan gangguan hormon, dokter dapat memberikan terapi hormon.
3. Bantuan Teknologi Reproduksi
Jika upaya konservatif tidak membuahkan hasil, pasangan dapat mempertimbangkan teknologi reproduksi berbantu seperti:
- Inseminasi intrauterin (IUI)
Sperma yang telah dipilih dengan kualitas terbaik dimasukkan langsung ke rahim wanita. - IVF (In Vitro Fertilization)
Proses pembuahan dilakukan di luar tubuh, lalu embrio yang terbentuk dimasukkan ke rahim. - ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)
Satu sperma yang paling sehat disuntikkan langsung ke dalam sel telur, membantu pembuahan meskipun sperma abnormal.
Baca Juga: Pengobatan Gangguan Sperma: Panduan Lengkap untuk Pria
Pencegahan Teratozoospermia
Untuk mencegah teratozoospermia, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:
- Menjaga pola hidup sehat dan makan bergizi
- Hindari merokok, alkohol, dan narkoba
- Jaga berat badan ideal
- Hindari paparan zat kimia berbahaya
- Gunakan pakaian yang nyaman dan longgar
- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi
- Kelola stres dengan baik
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika:
- Sudah mencoba memiliki anak selama lebih dari 1 tahun tanpa hasil
- Mengalami gangguan pada organ reproduksi seperti nyeri, pembengkakan, atau keluarnya cairan abnormal
- Memiliki riwayat infeksi saluran reproduksi
- Ada masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi kesuburan seperti diabetes atau gangguan hormonal
Apakah Teratozoospermia Bisa Menyebabkan Mandul?
Banyak pria langsung panik saat mendengar diagnosis teratozoospermia dan mengira dirinya mandul. Faktanya, tidak semua teratozoospermia menyebabkan kemandulan permanen.
Apakah Teratozoospermia Berbahaya?
Teratozoospermia tidak selalu berbahaya, tetapi dapat memengaruhi kesuburan pria. Kondisi ini terjadi ketika sebagian besar sperma memiliki bentuk yang tidak normal, sehingga lebih sulit membuahi sel telur.
Meski tidak mengancam nyawa, teratozoospermia bisa menjadi tanda adanya gangguan hormon, infeksi, atau faktor gaya hidup yang perlu ditangani. Dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, peluang memiliki keturunan tetap ada.
Teratozoospermia Normal Berapa?
Teratozoospermia dinilai normal jika persentase sperma dengan bentuk normal ≥4% berdasarkan kriteria WHO. Artinya, meski sebagian besar sperma tampak tidak normal, peluang pembuahan masih ada selama minimal 4% sperma memiliki bentuk yang baik.
Jika jumlah sperma normal di bawah angka tersebut, kondisi ini disebut teratozoospermia dan dapat memengaruhi kesuburan pria.
Gangguan Sperma? Atasi Segera Di Klinik Utama Pandawa
Gangguan sperma seperti teratozoospermia atau oligospermia bisa menjadi tantangan besar bagi kesuburan Anda, namun jangan biarkan hal ini menghalangi impian Anda untuk memiliki buah hati.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menawarkan pengobatan yang teruji dan layanan adnrologi yang disesuaikan dengan kondisi Anda.
Dapatkan solusi terbaik dan dukungan medis dari tim ahli kami, yang siap membantu Anda mengatasi gangguan sperma dan mewujudkan keinginan untuk memiliki keluarga.
Kunjungi Klinik Utama Pandawa sekarang dan mulai perjalanan Anda menuju kesehatan reproduksi yang lebih baik!

Referensi
- Healthline Diakses pada 2026 What is a Normal Sperm Count? https://www.healthline.com/health/mens-health/normal-sperm-count
- WebMD Diakses pada 2026 What is the Morphology of Sperm? https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/morphology-of-sperm
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 3, 2025
Penis Lecet: Penyebab, Gejala, dan Cara.
Penis lecet merupakan kondisi yang cukup umum namun sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama karena melibatkan area tubuh yang sensitif. Lecet.
Read More
- November 27, 2025
Mr P Loyo Saat Dibutuhkan? Ini.
Cara agar Mr P tidak lembek sering jadi pertanyaan yang diam-diam dicari banyak pria, apalagi ketika mulai muncul tanda-tanda gangguan.
Read More