Hiperpigmentasi: Penyebab, Jenis, dan Cara Efektif Mengatasinya
- May 7, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Treatment Estetika dan Anti Aging

Hiperpigmentasi merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak atau area yang lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya.
Kondisi ini terjadi akibat produksi melanin yang berlebihan, pigmen alami yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.
Hiperpigmentasi dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari flek akibat paparan sinar matahari, bekas jerawat, hingga kondisi medis tertentu seperti melasma atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi.
Meskipun tidak berbahaya secara medis, perubahan warna kulit ini sering kali menjadi perhatian karena dapat memengaruhi penampilan dan rasa percaya diri seseorang.
Penyebab hiperpigmentasi sangat beragam, mulai dari faktor genetik, perubahan hormon, paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, hingga efek samping dari penggunaan produk perawatan kulit tertentu.
Untuk mengatasi kondisi ini, diperlukan pemahaman yang baik mengenai penyebab dan jenis hiperpigmentasi yang dialami.
Apa Itu Hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi adalah kondisi di mana sebagian area kulit menjadi lebih gelap dibandingkan area kulit di sekitarnya.
Ini terjadi karena peningkatan produksi melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.
Hiperpigmentasi bisa muncul dalam bentuk bintik-bintik gelap, bercak besar, atau perubahan warna merata di permukaan kulit. Kondisi ini bisa terjadi di wajah, tangan, leher, atau bagian tubuh lainnya yang sering terpapar sinar matahari.
Baca Juga: Bebas Noda Hitam! Ini Cara Menghilangkan Flek Hitam di Wajah
Penyebab Hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi dapat dipicu oleh berbagai faktor yang menyebabkan produksi melanin meningkat di kulit.
Salah satu penyebab paling umum adalah paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet (UV) merangsang sel-sel melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin sebagai bentuk perlindungan kulit.
Namun sering kali menyebabkan terbentuknya bintik-bintik gelap atau flek, terutama pada area yang sering terkena matahari seperti wajah dan tangan. Berikut penyebab umumnya:
- Paparan sinar matahari berlebih
Merangsang produksi melanin yang berlebihan, menyebabkan flek hitam atau bintik matahari. - Perubahan hormon
Umum terjadi pada kehamilan, penggunaan pil KB, atau terapi hormon; sering memicu melasma. - Hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH)
Bekas gelap yang muncul setelah jerawat, luka, iritasi, atau peradangan kulit lainnya. - Penggunaan obat-obatan tertentu
Misalnya antibiotik, obat kemoterapi, atau obat anti-kejang yang dapat memicu perubahan warna kulit. - Paparan bahan kimia atau kosmetik yang keras
Produk perawatan kulit yang terlalu kuat bisa menyebabkan iritasi dan hiperpigmentasi. - Faktor genetik
Beberapa orang secara alami lebih rentan terhadap kondisi ini karena keturunan. - Penyakit atau kondisi medis tertentu
Seperti Addison, hemokromatosis, atau gangguan hormon lainnya.
Baca Juga: Ingin Wajah Glowing? Ini Jenis Treatment yang Wajib Anda Coba!
Jenis-Jenis Hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak atau area yang lebih gelap dari warna kulit sekitarnya. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, dan berikut adalah jenis-jenis hiperpigmentasi yang paling umum:
1. Lentigo
Lentigo adalah bintik-bintik datar berwarna cokelat atau hitam yang biasanya muncul akibat penuaan dan paparan sinar UV jangka panjang. Umumnya ditemukan di wajah, tangan, atau lengan—area yang sering terkena sinar matahari.
2. Melasma
Kondisi ini ditandai dengan bercak kecokelatan atau keabu-abuan, biasanya muncul di wajah terutama dahi, pipi, hidung, dan atas bibir.
Melasma sering dipicu oleh perubahan hormon, seperti kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal, atau paparan sinar matahari yang berlebihan.
3. Freckles (Ephelis)
Freckles adalah bintik-bintik kecil berwarna cokelat muda yang sering kali muncul pada individu dengan kulit cerah.
Berbeda dari lentigo, freckles bisa memudar saat paparan sinar matahari berkurang, misalnya di musim dingin.
4. Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)
PIH adalah hiperpigmentasi yang muncul setelah peradangan kulit, seperti jerawat, luka, eksim, atau prosedur kosmetik yang menimbulkan iritasi.
Warna bercaknya bisa bervariasi, mulai dari merah muda, cokelat, hingga kehitaman tergantung warna kulit seseorang dan tingkat peradangannya.
5. Hiperpigmentasi karena Obat atau Bahan Kimia
Beberapa jenis obat, seperti kemoterapi, antimalaria, atau obat tertentu untuk epilepsi, dapat memicu perubahan warna kulit. Begitu juga bahan kimia dari produk kosmetik yang mengiritasi kulit.
Baca Juga: Laser Rejuvenation: Solusi Modern untuk Kulit Lebih Cerah
Cara Mengatasi Hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi bisa diatasi dengan berbagai cara, tergantung pada penyebab, jenis, dan tingkat keparahannya. Berikut adalah metode umum yang digunakan:sit
1. Chemical Peeling
Chemical peeling menggunakan bahan kimia untuk mengangkat lapisan kulit terluar, yang dapat membantu mengurangi noda atau bintik-bintik gelap. Prosedur ini membantu mempercepat regenerasi kulit dan mencerahkan area yang terpengaruh.
2. Penggunaan Tabir Surya (Sunscreen)
Perlindungan terhadap sinar matahari adalah langkah pertama dan terpenting dalam mencegah hiperpigmentasi.
Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari, terutama jika Anda berada di luar ruangan. Ini akan mencegah kerusakan lebih lanjut pada kulit dan membantu mengurangi pembentukan bintik-bintik gelap.
3. Krim Pemutih atau Pencerah Kulit
Krim yang mengandung bahan aktif seperti asam kojic, hidrokuinon, atau asam glikolat dapat membantu memudarkan bintik-bintik gelap akibat hiperpigmentasi. Bahan-bahan ini bekerja dengan menghambat produksi melanin atau mempercepat regenerasi kulit.
4. Terapi Laser
Terapi laser seperti laser fractional atau laser IPL (Intense Pulsed Light) dapat membantu menghilangkan atau memudarkan bintik-bintik gelap pada kulit.
Laser bekerja dengan menargetkan melanin yang terakumulasi, memecahnya, dan merangsang regenerasi kulit baru.
5. Perawatan dengan Retinoid
Retinoid, yang merupakan turunan vitamin A, dapat membantu mempercepat pergantian sel kulit, mencerahkan bintik-bintik gelap, dan mengurangi kerutan.
Retinoid dapat ditemukan dalam krim atau gel topikal yang bisa digunakan di rumah atau melalui resep dokter.
6. Menghindari Pemicu
Jika hiperpigmentasi Anda dipicu oleh peradangan kulit atau paparan sinar matahari, penting untuk menghindari faktor-faktor ini untuk mencegah flare-up.
Gunakan produk perawatan kulit yang lembut dan hindari menggaruk atau meremas jerawat, karena ini dapat memperburuk kondisi.
Cara Mencegah Hiperpigmentasi
Mencegah hiperpigmentasi jauh lebih mudah dan murah dibanding mengobatinya.
Dengan kebiasaan perawatan kulit yang tepat, kamu bisa meminimalkan risiko munculnya noda gelap dan warna kulit tidak merata.
1. Gunakan Sunscreen Setiap Hari
Paparan sinar UV adalah penyebab utama hiperpigmentasi. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30, bahkan saat cuaca mendung atau berada di dalam ruangan yang terkena cahaya matahari tidak langsung.
- Pilih sunscreen broad spectrum (melindungi dari UVA dan UVB).
- Gunakan kembali setiap 2–3 jam jika beraktivitas di luar.
2. Hindari Menggaruk atau Memencet Jerawat
Kebiasaan menyentuh atau memencet jerawat, luka, atau gigitan serangga bisa memicu hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH). Biarkan kulit sembuh secara alami atau obati dengan produk yang tepat.
3. Gunakan Skincare yang Aman dan Sesuai Jenis Kulit
Produk yang mengandung bahan keras atau iritan bisa memicu peradangan dan menyebabkan hiperpigmentasi. Hindari penggunaan:
- Produk yang mengandung alkohol tinggi atau parfum berlebihan
- Bahan pemutih tidak aman seperti merkuri atau hidrokuinon tanpa resep
4. Rawat Kulit Saat Terjadi Peradangan
Jika mengalami jerawat, eksim, atau reaksi alergi, segera obati dan jangan biarkan berlarut-larut. Kulit yang meradang berisiko meninggalkan bekas gelap jika tidak ditangani.
5. Konsultasi Rutin ke Dokter Kulit
Jika Anda memiliki riwayat melasma, PIH, atau gangguan pigmentasi lainnya, lakukan evaluasi berkala untuk mencegah kambuhnya hiperpigmentasi dan memilih produk perawatan yang tepat.
Apakah Hiperpigmentasi Bisa Hilang?
Ya, hiperpigmentasi bisa hilang, tetapi waktu dan keberhasilan perawatannya sangat tergantung pada jenis, penyebab, dan kedalaman pigmennya di kulit.
Beberapa bentuk hiperpigmentasi ringan, seperti hiperpigmentasi pasca-inflamasi (bekas jerawat atau luka), bisa memudar dengan sendirinya seiring waktu terutama jika kulit dirawat dengan benar dan dilindungi dari sinar matahari.
Namun, jenis lain seperti melasma atau flek matahari kronis mungkin memerlukan perawatan jangka panjang dan tidak selalu bisa hilang sepenuhnya.
Bersihkan Noda Hitam di Wajahmu, Hilangkan Hiperpigmentasi di Klinik Utama Pandawa
Apakah kamu merasa terganggu dengan noda hitam atau bercak gelap di wajah? Jangan biarkan hiperpigmentasi mengurangi rasa percaya dirimu.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menawarkan perawatan profesional untuk menghilangkan hiperpigmentasi dengan hasil yang aman dan efektif.
Dengan menggunakan teknologi terkini dan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan kulitmu, kami akan membantu mengembalikan kulit wajah yang lebih cerah, merata, dan bebas noda.
Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama menuju kulit sehat dan glowing! Dapatkan perawatan terbaik dari dokter kulit berpengalaman di Klinik Utama Pandawa.
Kami siap memberikan solusi untuk setiap masalah kulitmu, termasuk menghilangkan hiperpigmentasi dengan cara yang aman dan tanpa efek samping. Segera konsultasikan kebutuhan perawatan kulitmu dan rasakan perubahan nyata dengan hasil yang memuaskan!

Refrensi
- MSD Manual 2025 Hyperpigmentation
- Healthline 2025 What You Should Know About Hyperpigmentation

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- June 20, 2025
Implan Payudara: Solusi untuk Penampilan Lebih.
Implan payudara adalah salah satu prosedur estetika yang semakin populer di kalangan wanita yang ingin memperbaiki bentuk dan ukuran payudara..
Read More
- August 9, 2025
Perawatan Melasma Terbaik untuk Kulit Lebih.
Cara menghilangkan melasma sering kali menjadi pertanyaan banyak orang, terutama mereka yang mendambakan kulit wajah cerah dan merata. Melasma sendiri.
Read More